Minggu, 8 Mar 2026
light_mode

RAPBD Madina 2011 Diajukan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 20 Des 2010
  • print Cetak


Panyabungan, Pj Bupati Mandailing Natal Aspan Sofian Batubara menyampaikan Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPBD) Madina Tahun Anggaran 2011 dalam Rapat Paripurna DPRD dipimpin Ketua DPRD As Imran Khaitami Daulay di Gedung Dewan Komplek Perkantoran Payaloting, Jumat (17/12/2010).

Rancangan Peraturan Daerah Tentang RAPBD TA 2011 yang disampaikan sebesar Rp 574 152 038.000. RAPBD Madina TA 2011 turun sebesar Rp 52.878.722.047,86 (8,43%) dari Tahun Anggaran 2010 setelah perubahan yaitu sebesar Rp 627.030.760.047,86.

Dalam nota pengantar Pj Bupati, APBD 2011 direncanakan sebesar Rp 574.152.038.000, yang berasal dari pendapatan asli daerah sebesar Rp 25 miliar, dana perimbangan sebesar Rp 529.152.038.000 dan pendapatan lain-lain sebesar Rp 20 miliar.

Disamping adanya pertambahan pendapatan juga terjadi pengurangan penerimaan pendapatan anatara lain, pendapatan asli daerah yang mengalami pertambahan sebesar Rp 12.538.245.761 atau sebesar 100,61% dibanding dari PAD tahun 2010 sebesar Rp 12.461.754.239. Untuk dana alokasi umum sebesar Rp 455.686.638.000 yang mengalami pertambahan sebesar Rp 57.204.342.000, jika dibanding dengan APBD TA 2010 yang berjumlah Rp 398.482.296.000.

Dana alokasi umum diprioritaskan untuk pembayaran gaji pokok PNS satu tahun, pembayaran kenaikan gaji pokok Tahun 2011, pembayaran gaji ke 13, pembayaran tunjangan guru serta pembayaran kekurangan gaji (rapel), pertambahan gaji Tahun 2010 yang akan dibayarkan tahun 2011, pelaksanan pemilukada ulang dan pembangunan.

Sedangkan untuk dana alokasi khusus sebesar Rp 48.465.400.000 mengalami penurunan sebesar Rp 9.666.000.000, jika dibandingkan dengan APBD 2010 sebesar Rp 58.131.400.000.

Dengan rencana penerimaan RAPBD yang telah disampaikan, maka alokasi untuk belanja tidak langsung adalah sebesar Rp 407.792.290.789 atau mengalami peningkatan sebesar Rp 24.418.619.375, 86 atau sebesar 5,98% dibanding APBD 2010 setelah perubahan yaitu sebesar Rp 383.373.671.423, 86.

Adapun untuk pengalokasian belanja tidak langsung TA 2011 antara lain untuk belanja pegawai sebesar Rp 373.032.290.798. Sedangkan untuk belanja langsung adalah sebesar Rp 163.059. 747.202, atau mengalami penurunan sebesar Rp 180.597.341.422 atau 33,07%.

Berdasarkan penjabaran di atas, rencana pendapatan dan rencana belanja terjadi surplus sebesar Rp 3.300.000. Surplus akan dialokasikan untuk pembiayaan pengeluaran daerah sebesar Rp 3.300.000.000. Rencana anggaran belanja dalam RAPBD 2011 akan dialokasikan untuk melaksanakan program dan kegiatan menurut urusan pemerintah seperti urusan wajib sebesar Rp 534 205 518 026 dan Rp 36. 646 519 974 untuk urusan pilihan. (BS-026)
Sumber :Beritasumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Satpol PP Tertibkan Belasan PKL

    Satpol PP Tertibkan Belasan PKL

    • calendar_month Minggu, 14 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA ; Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menertibkan belasan pedagang kaki lima (PKL) di Kelurahan Kayu Jati, Kecamatan Panyabungan, Kamis (11/11). Dalam operasi tersebut, personel Satpol PP juga berhasil menjaring 2 pelajar sekolah yang keluyuran pada saat jam belajar. Kakan Satpol PP Madina, Nurkholis SH, saat ditemui METRO di ruang […]

  • Asrama Pesantren Purba Baru Terbakar

    Asrama Pesantren Purba Baru Terbakar

    • calendar_month Selasa, 4 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (MO) – Sebanyak enam ruang asrama putri pesantren Mstafawiyah Purba Baru, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) hangus terbakar, Selasa pagi (4/9) sekira pukul 08.00 WIB. Tidak ada korban jiwa di peristiwa ini. Hanya saja seluruh isi di enam ruangan asrama hangus tanpa sisa, termasuk buku, pakaian dan peralatan santriwati. Kebakaran terjadi ketika para santriwati sedang […]

  • Desa Sikara-Kara Banjir Terparah di Natal

    Desa Sikara-Kara Banjir Terparah di Natal

    • calendar_month Sabtu, 13 Okt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      NATAL (Mandailing Online) – Desa Sikara-kara IV diperkirakan sebagai banjir terparah di Kecamatan Natal, Mandailing Natal. Desa yang diapit dua sungai besar dan dihuni sekitar 400-an kepala keluarga ini terendam banjir dengan ketinggian sekitar dada orang dewasa. Akses jalan terputus total. Warga minta untuk dievakuasi dan kiriman bantuan pangan segera. Kawasan desa ini digenangi […]

  • Lira Minta Pemkab Terbitkan Izin Crumb Rubber

    Lira Minta Pemkab Terbitkan Izin Crumb Rubber

    • calendar_month Rabu, 16 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Mengingat potensi bahan baku getah karet yang diproduksi dari perkebunan rakyat di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dan untuk meningkatkan daya jual tingkat petani, diminta Pemkab Madina untuk menerbitkan izin Crumb Rubber atau pabrik pengolahan karet. Wakil Bupati Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Madina, Abdul Waris Ray kepada wartawan, Selasa (15/1) di Panyabungan […]

  • Tahun ini Bupati Madina Ajukan 11.604 MT Gas Elpiji 3Kg

    Tahun ini Bupati Madina Ajukan 11.604 MT Gas Elpiji 3Kg

    • calendar_month Selasa, 4 Feb 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Mandailing Natal (Madina) telah mengajukan quota gas elpiji 3kg untuk tahun 2025 sebanyak 11.604 metrik ton (MT) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Quota itu diajukan Bupati Madina Ja’far Sukhairi Nasution kepada Biro Perekonomian Pemprov Sumut melalui surat bernomor 510/5230/DISDAG/2024 tanggal 1 November 2025. Ajuan quota 11.604 MT itu terbagi untuk rumah […]

  • Tiga Warga Tapsel Hanyut di Sungai Batang Gadis Belum Ditemukan

    Tiga Warga Tapsel Hanyut di Sungai Batang Gadis Belum Ditemukan

    • calendar_month Rabu, 22 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online) – Tiga orang yang hanyut di Sungai Batang Gadis titik Desa Singkuang, Kecamatan Muara Batang Gadis, Mandailing Natal (Madina) belum ditemukan. Ketiganya penduduk Tapanuli Selatan, suku Nias. Kepala Polisi Sektor Muara Batang Gadis, Iptu Saszorro Efendi dalam keterangannya Rabu (22/12/2021) menyebut nama-nama yang hanyut, yakni: Likani Waruwu (16), perempuan, penduduk […]

expand_less