Selasa, 21 Jul 2026
light_mode

RI paling korup di Asia

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 6 Des 2012
  • print Cetak

BERLIN, (MO) – Upaya pemberantasan korupsi di Indonesia sepertinya membutuhkan usaha yang lebih keras. Indeks tingkat korupsi di Indonesia dilaporkan naik dari peringkat 100 menjadi 118 pada 2012.

Tingkat korupsi tersebut merupakan laporan hasil survei lembaga Transparansi Internasional (TI) yang berkedudukan di Berlin, Jerman. Dari situs resmi TI, Indonesia dilaporkan mendapat nilai 32 dari 0 yang terkorup. Sementara angka 100 merupakan negara terbersih. Survei tersebut dilakukan terhadap 176 negara di seluruh dunia.

Dalam survei 2012, nilai indikator korupsi yang dipakai TI berbeda dari 2011. Pada 2011, TI menentukan indeks korupsi berdasarkan penilaian 0-10 di mana 10 merupakan negara terbersih dan 0 merupakan negara yang terkorup. Negara yang disurvei pada 2012 juga berkurang dari sebelumnya 183 negara menjadi 176 negara.

Peringkat korupsi Indonesia 2012 tersebut lebih buruk dari negara Asia Tenggara lainnya. Tingkat korupsi Malaysia berada di peringkat 54 dengan nilai 49. Adapun, Thailand dan Filipina menduduki peringkat negara terkorup di posisi masing-masing 88 dan 105.

Singapura menjadi negara Asia dengan tingkat korupsi paling baik. Tingkat korupsi Singapura berada di posisi 5, mengalahkan negara Asia Timur seperti Cina dan Jepang yang masing-masing menduduki peringkat 80 dan 17.

Negara yang dinilai merupakan negara bersih dari korupsi yang menduduki peringkat tiga besar berturut-turut yakni Denmark, Finlandia, dan Selandia Baru. Adapun negara dengan terkorup diduduki Afganistan, Korea Utara, dan Somalia.

Lembaga internasional yang mengukur tingkat korupsi tersebut percaya adanya hubungan yang kuat antara kemiskinan, konflik, dengan tingkat korupsi. “Pemerintah harus menggintegrasikan upaya anti korupsi di seluruh pengambilan kebijakan publik, ” ujar Kepala Transparansi Internasional, Huguetta Labell seperti dikutip BBC, Rabu (5/12).

Prioritas anti korupsi tersebut mencakup aturan yang lebih baik dalam negosiasi dan pembiayaan politik, anggaran publik, dan membuat kontrak proyek lebih transparan. “Dan juga harus membuat lembaga yang lebih akuntabel pada rakyat, ” ujarnya.(republika)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Rantonatas Masih Takut ke Kebun

    Warga Rantonatas Masih Takut ke Kebun

    • calendar_month Kamis, 18 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN  TIMUR (Mandailing Online) –  Penduduk Rantonatas Kecamatan Panyabungan Timur masih takut ke kebun pasca bentrokan dengan warga Pardomuan. Meski Polres Mandailing Natal sudah menempatkan personilnya siang malam di Desa Rantonatas, tetapi hingga Kamis (18/2) ketakutan berada di kebun masih mendominasi penduduk. Warga Desa Rantonatas bentrok dengan warga Desa Pardomuan pada Jum’at (12/2) lalu menyebabkan […]

  • Madina Terima Satu Alat Berat dari PTPN 4 untuk Pemulihan Pasca Bencana

    Madina Terima Satu Alat Berat dari PTPN 4 untuk Pemulihan Pasca Bencana

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) memperoleh bantuan alat berat dalam pemulihan pasca bencana. Bantuan itu berupa satu unit alat berat dalam bentuk pinjam pakai dari PT Perkebunan Nusantara 4 (PTPN 4). Serah terima pinjam pakai alat berat jenis excavator PC 55 itu berlangsung di halaman belakang Kantor Bagian Umum […]

  • Kiprah Kampoeng Kaos Madina Dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif

    Kiprah Kampoeng Kaos Madina Dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif

    • calendar_month Rabu, 28 Des 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Mandailing Natal khususnya dan Sumatera Utara umumnya membutuhkan kelahiran pelaku-pelaku usaha yang mampu menggerakkan ekonomi, terutama industri kreatif. Kebutuhan itu, bukan saja dalam upaya menyedot tenaga kerja dalam mengurangi jumlah pengangguran, tetapi jauh lebih luas adalah kian meningkatnya gerak dinamika ekonomi, pergerakan arus nilai tambah suatu daerah hingga menguatnya daya saing di pentas regional maupun […]

  • Atika Dampingi Penyerahan Bibit Kopi dan Saprodi

    Atika Dampingi Penyerahan Bibit Kopi dan Saprodi

    • calendar_month Senin, 28 Jun 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) -Wakil bupati Madina terpilih, Atika Azmi Utammi Nasution sangat mengapresiasi penyaluran bantuan bibit kopi Arabika kepada petani di Madina. Didorong apresiasi itulah Atika pun turut mendampingi penyerahan bibit itu di Kotanopan, Mandailing Natal, Minggu (27/6/2021). Total bibit yang disalurkan sebanyak 100.000 bibit plus sarana produksi (saprodi) berasal dari BBPPTP Medan. Sejumlah desa […]

  • Pemprovsu dan Pemda Harus Atasi Kerisis Energi

    Pemprovsu dan Pemda Harus Atasi Kerisis Energi

    • calendar_month Rabu, 27 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Walhi Sumatra Utara menyesalkan adanya pemadaman bergilir listrik di berbagai wilayah Provinsi Sumatra Utara. Kejadian seperti ini telah terjadi ditahun-tahun sebelumnya dan terjadi lagi di tahun 2013 ini. Menurut Walhi, Pemprov Sumut harus mengambil langkah fundamental dalam mengatasi krisis energi khususnya listrik. “Bentuknya untuk jangka pendek adalah dengan melakukan modernisasi PLTD […]

  • Bupati: Tidak Ada Pemotongan Gaji ke-13

    Bupati: Tidak Ada Pemotongan Gaji ke-13

    • calendar_month Kamis, 11 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PALAS- Bupati Padang Lawas Ali Sutan Harahap (TSO) mengatakan, pencairan gaji ke-13 PNS di Pemkab Palas yang akan segera dicairkan tidak akan mengalami pemotongan. Gaji ke-13 ini sudah menjadi hak dari pada PNS seutuhnya. Dan rencana pencairannya akan segera dilakukan sebelum bulan puasa. “Jika ada pegawai yang mendapatkan pemotongan diminta membuat laporan langsung kepada Bupati,” […]

expand_less