Selasa, 21 Apr 2026
light_mode

Salahkah Kami Mencintainya?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 13 Nov 2020
  • print Cetak

Oleh : Imah Suganda Pattai
Mahasiswi Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia

 

Tepat pada tanggal 10 November 2020, Indonesia kembali kedatangan putra terbaik bangsa. Seorang sosok yang memiliki jiwa kesatria, sosok yang mampu membangkitkan ghiroh setiap Muslim yang mencintainya. Yaa, selama 3 setengah tahun sosok ini harus hijrah ke Mekkah dengan begitu ummat harus menahan rindu yang teramat dalam.

Beliau adalah imam besar Habib Rizieq Sihab (HRS) , beliau adalah salah satu cucu rasulullah SAW. Saat kepulangannya, bandara Soekarno Hatta tiba-tiba berubah menjadi lautan manusia, ribuan bahkan jutaan orang menyambut kepulangan beliau. Pekikan takbir terus dikumandangkan, bendera Rasulullah pun terus dikibarkan.

Apakah ini pertanda kerinduan ummat terhadap sosok yang mampu menjaga marwah islam secara kaffah?

Namun, euphoria yang dirasakan oleh orang yang mencintai beliau berbanding terbalik dengan apa yang dirasakan oleh segelintir orang yang membenci beliau. Mereka menganggap kepulangan beliau memberi dampak negatif yang akan menghancurkan mereka. Sehingga segala upaya dilakukan untuk mencegah kepulangan imam besar ummat islam ini.

Dalam akun YouTube Muhibbin Ulama yang sudah ditonton lebih dari 4 rbu kali, HRS menjelaskan tentang upaya-upaya yang mereka lakukan dalam pencegahan kepulangannya. Mulai dari pembuatan akun sampai dibatalkannya tiket putri beliau. “Tapi ketika Allah sudah berkendak, apapun upaya yang mereka lakukan saya tetap bisa pulang ke Indonesia” ucap IB HRS dalam kanal YouTube Muhibbin Ulama.

Dan juga bersamaan dengan kepulangan HRS ada sebuah video yang beredar di media social. Video itu berisi tentang seorang prajurit TNI yang mengekspresikan kecintaannya terhadap HRS, dan dalam video tersebut prajurit TNI itu mengatakan dengan nada tegas “kami bersamamu Habib Rizieq”. Tapi sangat disayangkan, kecintaannya terhadap ulamanya sendiri dianggap penguasa melanggar disiplin militer, sehingga prajurit tersebut dikenai sanksi.

Dilansir dari CNNIndonesia, Kependam Jaya Kolonel Inf. Refki Efrianda Edwar mengatakan anggota yang ada dalam video itu adalah Asyari Tri Yudha. Anggota Kompi A Yunzikon II Kodam Jaya.

Refki menjelaskan, Asyari berangkat dari satuannya di Matraman, Jakarta Pusat menggunakan truk militer NPS. Asyari duduk di bagian belakang truk bersama rekan-rekannya. Kemudian, sekitar pukul 10.00 WIB saat truk melintas di Jalan Jatinegara, Jakarta Timur, Asyari membuat sebuah rekaman video.

Selanjutnya Refki menjelaskan tindakan Asyari itu bertentangan dengan hukum, yakni Pasal 8 Huruf a Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2014 tentang Hukum Disiplin Militer. Adapun pasal itu berbunyi : segala pembuatan yang bertentangan dengan perintah kedinasan, peraturan kedinasan atau perbuatan yang tidak sesuai dengan tata tertib militer. “Dan akan dijatuhi sanksi sesuai dengan tingkat kesalahannya” ucap Refki.

Lalu, bagaimana cara umat Islam mengunggapkan rasa cinta mereka kepada ulama ??

Jika di media social saja pemberitaan tentang kepulangan HRS membuat banyak akun-akun diancam untuk di-banned, umat Islam juga diberi sanksi. Lalu bagaimana dan apa yang harus umat lakukan??

Salahkah kami mencintai ulama kami??

Salahkah kami mencintai cucu Rasulullah??

Kami berharap dengan mencintai cucu Rasulullah, kami akan diberi syafaat di akhir yaumul kelak. Tidak ada yang kami harapkan selain syafaat rasulullah, apakah kalian tidak punya harapan sebagaimana harapan kami??

Salahkah kami mencintainya??

Tentu tidak. Di dalam islam mencintai seorang ulama salah satu akhlak mulia karena Allah telah menganggat derajat para ulama dan pengemban ilmu. Maka orang-orang beriman juga harus memuliakan orang yang telah dimuliakan Allah. Allah Ta’ãlã berfirman:

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan (ulama) beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan.” (Q.S. Al Mujãdilah/58: 11).

Namun, pada kenyataan di zaman sekarang justru cinta kepada ulama justru dianggap radikal, dianggap perbuatan yang lebih sadis dari seorang pembunuh, lebih merugikan dari seorang koruptor.

Padahal mencintai dan memuliakan orang shalih dan para ulama adalah salah satu sarana taqarrub, mendekatkan diri kepada Allah. Allah Ta’ãlã berfirman: “Sesungguhnya penolong kalian hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah). Dan barang siapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang”. (Q.S. Al Mãidah/5: 55-56).

Wallahu’alam Bishowab.***

Penulis tinggal di Sibolga

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aneh, Pemda Kontrak Mobil 170 Juta Pertahun Untuk Dinas Wakil Bupati Madina

    Aneh, Pemda Kontrak Mobil 170 Juta Pertahun Untuk Dinas Wakil Bupati Madina

    • calendar_month Selasa, 25 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online): Aneh, Pemda Mandailing Natal merental mobil dinas untuk menunjang aktifitas Wakil Bupati Mandailing Natal Atika Azmi Utami. Rentalnya mencapai Rp.170.000.000 per tahunnya. Hal ini terungkap setelah diketahui mobil dinas yang biasa di pakai oleh Wakil Bupati ber merk Hyundai mengalami kerusakan meski tergolong baru. Kepala Bagian Umum Sekretariat Pemkab Mandailing Natal Irsan […]

  • JAMPI Nilai Aktifitas PETI dekat Polsek Batang Natal Rusak Marwah Polisi

    JAMPI Nilai Aktifitas PETI dekat Polsek Batang Natal Rusak Marwah Polisi

    • calendar_month Rabu, 19 Mar 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    BATANG NATAL ( Mandailing Online ): Aktifitas tambang emas ilegal atau lebih kren kata penambang istilah PETI ( pertambanan emas tanpa izin) diwilayah Hukum Polsek Batang Natal Kabupaten Mandailing Natal terus beraktifitas disejumlah titik. Dari keterangan warga sedikitnya ada 36 alat berat jenis excavator yang beroperasi melakukan penambangan terbuka di kawasan Kecamatan Batang Natal. 36 […]

  • Budaya Goro harus Dilestarikan

    Budaya Goro harus Dilestarikan

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIPIROK- Gotong royong (Goro) yang merupakan salah satu peninggalan nenek moyang bangsa Indonesia, yang harus dipelihara untuk kelestariannya di masa mendatang. Budaya goro diharapkan tak terkikis oleh kemajuan zaman dan kecanggihan teknologi. “Memang sifat bergotong-royong sudah merupakan warisan yang berharga bagi kita, dan perlu digalakkan kembali karena menunjukkan kebersamaan yang kuat dan kokoh,” kata Pelaksana […]

  • Sedang Nyari Emas, Dua Warga Lubuk Sibegu Tewas Tertimbun Material Tanah

    Sedang Nyari Emas, Dua Warga Lubuk Sibegu Tewas Tertimbun Material Tanah

    • calendar_month Senin, 8 Jul 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA- Mandailing Online: Dua Pria asal Lubuk Sibegu kelurahan Dalan Lidang, Kecamatan Panyabungan Mandailing Natal (Madina) tewas tertimbun material tanah saat sedang mencari emas di pinggiran sungai batang gadis. Kejadiannya sekitar pukul 17:00, senin sore 8/7/2024. Kata Warga yang minta identitasnya dirahasiakan. Lokasi kejadian Memang selain tempat pengambilan pasir dan batu, juga dibuat tempat mencari […]

  • Aparat hukum gampang dibeli?

    Aparat hukum gampang dibeli?

    • calendar_month Kamis, 9 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Kasus plesiran terdakwa kasus mafia hukum, Gayus Halomoan Tambunan ke Bali, merupakan sebuah aib bagi institusi kepolisian yang tak akan terlupakan. Pasalnya Gayus sedang menjalani masa penahanan di Markas Komando (Mako) Brimob Kelapa Dua, Depok, lokasi yang mendapatkan pengawalan super ketat dari kepolisian. Namun karena pundi-pundi rupiah yang dimilikinya, Gayus berhasil ‘membeli’ beberapa […]

  • Menhut Bikin Pusat Penyelamatan Macan Tutul

    Menhut Bikin Pusat Penyelamatan Macan Tutul

    • calendar_month Jumat, 25 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BOGOR (Mandailing Online) – Kementerian Kehutanan bakal membangun pusat penyelamatan atau Rescue Center yang diperuntukkan untuk Macan Tutul. Pembangunan itu dilakukan menyusul maraknya konflik yang melibatkan macan asli Jawa itu dengan manusia. “Dalam waktu sebulan ke depan, saya kira sudah ada kejelasan lokasi pembangunannya. Yang jelas, lokasinya harus dekat dengan habitat asli (macan tutul),” kata […]

expand_less