Kamis, 21 Mei 2026
light_mode

Salahkah Kami Mencintainya?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 13 Nov 2020
  • print Cetak

Oleh : Imah Suganda Pattai
Mahasiswi Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia

 

Tepat pada tanggal 10 November 2020, Indonesia kembali kedatangan putra terbaik bangsa. Seorang sosok yang memiliki jiwa kesatria, sosok yang mampu membangkitkan ghiroh setiap Muslim yang mencintainya. Yaa, selama 3 setengah tahun sosok ini harus hijrah ke Mekkah dengan begitu ummat harus menahan rindu yang teramat dalam.

Beliau adalah imam besar Habib Rizieq Sihab (HRS) , beliau adalah salah satu cucu rasulullah SAW. Saat kepulangannya, bandara Soekarno Hatta tiba-tiba berubah menjadi lautan manusia, ribuan bahkan jutaan orang menyambut kepulangan beliau. Pekikan takbir terus dikumandangkan, bendera Rasulullah pun terus dikibarkan.

Apakah ini pertanda kerinduan ummat terhadap sosok yang mampu menjaga marwah islam secara kaffah?

Namun, euphoria yang dirasakan oleh orang yang mencintai beliau berbanding terbalik dengan apa yang dirasakan oleh segelintir orang yang membenci beliau. Mereka menganggap kepulangan beliau memberi dampak negatif yang akan menghancurkan mereka. Sehingga segala upaya dilakukan untuk mencegah kepulangan imam besar ummat islam ini.

Dalam akun YouTube Muhibbin Ulama yang sudah ditonton lebih dari 4 rbu kali, HRS menjelaskan tentang upaya-upaya yang mereka lakukan dalam pencegahan kepulangannya. Mulai dari pembuatan akun sampai dibatalkannya tiket putri beliau. “Tapi ketika Allah sudah berkendak, apapun upaya yang mereka lakukan saya tetap bisa pulang ke Indonesia” ucap IB HRS dalam kanal YouTube Muhibbin Ulama.

Dan juga bersamaan dengan kepulangan HRS ada sebuah video yang beredar di media social. Video itu berisi tentang seorang prajurit TNI yang mengekspresikan kecintaannya terhadap HRS, dan dalam video tersebut prajurit TNI itu mengatakan dengan nada tegas “kami bersamamu Habib Rizieq”. Tapi sangat disayangkan, kecintaannya terhadap ulamanya sendiri dianggap penguasa melanggar disiplin militer, sehingga prajurit tersebut dikenai sanksi.

Dilansir dari CNNIndonesia, Kependam Jaya Kolonel Inf. Refki Efrianda Edwar mengatakan anggota yang ada dalam video itu adalah Asyari Tri Yudha. Anggota Kompi A Yunzikon II Kodam Jaya.

Refki menjelaskan, Asyari berangkat dari satuannya di Matraman, Jakarta Pusat menggunakan truk militer NPS. Asyari duduk di bagian belakang truk bersama rekan-rekannya. Kemudian, sekitar pukul 10.00 WIB saat truk melintas di Jalan Jatinegara, Jakarta Timur, Asyari membuat sebuah rekaman video.

Selanjutnya Refki menjelaskan tindakan Asyari itu bertentangan dengan hukum, yakni Pasal 8 Huruf a Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2014 tentang Hukum Disiplin Militer. Adapun pasal itu berbunyi : segala pembuatan yang bertentangan dengan perintah kedinasan, peraturan kedinasan atau perbuatan yang tidak sesuai dengan tata tertib militer. “Dan akan dijatuhi sanksi sesuai dengan tingkat kesalahannya” ucap Refki.

Lalu, bagaimana cara umat Islam mengunggapkan rasa cinta mereka kepada ulama ??

Jika di media social saja pemberitaan tentang kepulangan HRS membuat banyak akun-akun diancam untuk di-banned, umat Islam juga diberi sanksi. Lalu bagaimana dan apa yang harus umat lakukan??

Salahkah kami mencintai ulama kami??

Salahkah kami mencintai cucu Rasulullah??

Kami berharap dengan mencintai cucu Rasulullah, kami akan diberi syafaat di akhir yaumul kelak. Tidak ada yang kami harapkan selain syafaat rasulullah, apakah kalian tidak punya harapan sebagaimana harapan kami??

Salahkah kami mencintainya??

Tentu tidak. Di dalam islam mencintai seorang ulama salah satu akhlak mulia karena Allah telah menganggat derajat para ulama dan pengemban ilmu. Maka orang-orang beriman juga harus memuliakan orang yang telah dimuliakan Allah. Allah Ta’ãlã berfirman:

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan (ulama) beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan.” (Q.S. Al Mujãdilah/58: 11).

Namun, pada kenyataan di zaman sekarang justru cinta kepada ulama justru dianggap radikal, dianggap perbuatan yang lebih sadis dari seorang pembunuh, lebih merugikan dari seorang koruptor.

Padahal mencintai dan memuliakan orang shalih dan para ulama adalah salah satu sarana taqarrub, mendekatkan diri kepada Allah. Allah Ta’ãlã berfirman: “Sesungguhnya penolong kalian hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah). Dan barang siapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang”. (Q.S. Al Mãidah/5: 55-56).

Wallahu’alam Bishowab.***

Penulis tinggal di Sibolga

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kecurangan Pilkada Madina 2020 Dinilai Lebih Dahsyat dari Kotawaringin Barat 2010

    Kecurangan Pilkada Madina 2020 Dinilai Lebih Dahsyat dari Kotawaringin Barat 2010

    • calendar_month Senin, 21 Des 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kecurangan di Pilkada Mandaiiling Natal tahun 2020 dinilai lebih dahsyat dari kecurangan Pilkada Kotawaringin Barat tahun 2010. Mantan Ketua Umum Ima Tabagsel priode 2010-2012, Misron Saidi Batubara,ST menyatakan itu kepada Mandailing Online, Senin (21/12/2020) di Panyabungan. Menurutnya, fakta-fakta memberikan indikasi kecurangan yang bersifat terstruktur, sistematis dan massif di Pilkada Mandailing Natal […]

  • PT SMGP Harus Beberkan Dampak Negatif Geothermal

    PT SMGP Harus Beberkan Dampak Negatif Geothermal

    • calendar_month Selasa, 29 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) yang akan melaksanakan eksplorasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) diminta melaksanakan sosialisasi secara terbuka terhadap masyarakat. Permintaan itu disampaikan Ketua Pimpinan Pusat Keluarga Besar Mahasiswa Mandailing Natal (PP Gabema Madina) Agussalam Nasution kepada Tim Sosialisasi Pembangunan Sorik Marapi Geothermal saat pelaksanaan sosialisasi geothermal […]

  • Real Qount : Pasangan SUKA Unggul

    Real Qount : Pasangan SUKA Unggul

    • calendar_month Rabu, 9 Des 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Hingga pukul 20.00 Wib, perolehan suara pasangan SUKA mencapai sekitar 41 persen berdasar real qount C1 yang terus masuk dari para saksi yang dikordinir PKS. Perolehan itu berdasar data posisi suara masuk 74 % dari total jumlah TPS Pilkada Madina 2020 pada pukul 20.00 wib, Rabu (9/12/2020). Itu diungkap Ketua Tim […]

  • RSUD Naikkan Tarif 100 persen

    RSUD Naikkan Tarif 100 persen

    • calendar_month Selasa, 4 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TEBING TINGGI- Sedikitnya 161 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang hendak mendapatkan pemeriksaan Narkotika di RSUD Kumpulan Pane Tebing Tinggi mengeluh. Pasalnya, rumah sakit ini menerapkan pungutan di atas tarif yang diatur dalam Perda Sebelum memasuki penerimaan CPNS, rumah sakit ini menerapkan tarif test Narkotika sebesar Rp80 ribu. Tapi, setelah penerimaan CPNS tarifnya naik menjadi […]

  • Dudung Abdurachman : Teknologi Dalam Industri Pertahanan Sebuah Keniscayaan

    Dudung Abdurachman : Teknologi Dalam Industri Pertahanan Sebuah Keniscayaan

    • calendar_month Sabtu, 14 Jun 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Jakarta ( Mandailing Online): Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman belum lama ini berkesempatan meninjau langsung pameran alutsista Indo Defence. Disela-sela kunjungan, Dudung yang juga menjabat Penasihat Khusus Presiden urusan Pertahanan Nasional menyebut, Indonesia tidak boleh kalah untuk memajukan teknologi, dalam industri pertahanannya dari negara-negara sahabat. “Saya selaku penasihat khusus presiden bidang pertahanan nasional dan saya sebagai […]

  • Tanggapan Atas Indonesia Vs Malaysia"Berdamai dengan tetangga"

    Tanggapan Atas Indonesia Vs Malaysia"Berdamai dengan tetangga"

    • calendar_month Rabu, 1 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Hubungan Malaysia dan Indonesia kembali memanas setelah insiden penangkapan tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan yang diklaim telah melewati perbatasan Indonesia. Benar atau salah sampai saat ini belum dapat kepastian hukum yang jelas hingga membuat dua pihak saling member tanggapan negative.Aksi demonstrasi pun terjadi unuk membebaskan tiga orang tersebut, namun Malaysia tidak terima atas perlakuan […]

expand_less