Rabu, 7 Okt 2026
light_mode

Salahkah Kami Mencintainya?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 13 Nov 2020
  • print Cetak

Oleh : Imah Suganda Pattai
Mahasiswi Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia

 

Tepat pada tanggal 10 November 2020, Indonesia kembali kedatangan putra terbaik bangsa. Seorang sosok yang memiliki jiwa kesatria, sosok yang mampu membangkitkan ghiroh setiap Muslim yang mencintainya. Yaa, selama 3 setengah tahun sosok ini harus hijrah ke Mekkah dengan begitu ummat harus menahan rindu yang teramat dalam.

Beliau adalah imam besar Habib Rizieq Sihab (HRS) , beliau adalah salah satu cucu rasulullah SAW. Saat kepulangannya, bandara Soekarno Hatta tiba-tiba berubah menjadi lautan manusia, ribuan bahkan jutaan orang menyambut kepulangan beliau. Pekikan takbir terus dikumandangkan, bendera Rasulullah pun terus dikibarkan.

Apakah ini pertanda kerinduan ummat terhadap sosok yang mampu menjaga marwah islam secara kaffah?

Namun, euphoria yang dirasakan oleh orang yang mencintai beliau berbanding terbalik dengan apa yang dirasakan oleh segelintir orang yang membenci beliau. Mereka menganggap kepulangan beliau memberi dampak negatif yang akan menghancurkan mereka. Sehingga segala upaya dilakukan untuk mencegah kepulangan imam besar ummat islam ini.

Dalam akun YouTube Muhibbin Ulama yang sudah ditonton lebih dari 4 rbu kali, HRS menjelaskan tentang upaya-upaya yang mereka lakukan dalam pencegahan kepulangannya. Mulai dari pembuatan akun sampai dibatalkannya tiket putri beliau. “Tapi ketika Allah sudah berkendak, apapun upaya yang mereka lakukan saya tetap bisa pulang ke Indonesia” ucap IB HRS dalam kanal YouTube Muhibbin Ulama.

Dan juga bersamaan dengan kepulangan HRS ada sebuah video yang beredar di media social. Video itu berisi tentang seorang prajurit TNI yang mengekspresikan kecintaannya terhadap HRS, dan dalam video tersebut prajurit TNI itu mengatakan dengan nada tegas “kami bersamamu Habib Rizieq”. Tapi sangat disayangkan, kecintaannya terhadap ulamanya sendiri dianggap penguasa melanggar disiplin militer, sehingga prajurit tersebut dikenai sanksi.

Dilansir dari CNNIndonesia, Kependam Jaya Kolonel Inf. Refki Efrianda Edwar mengatakan anggota yang ada dalam video itu adalah Asyari Tri Yudha. Anggota Kompi A Yunzikon II Kodam Jaya.

Refki menjelaskan, Asyari berangkat dari satuannya di Matraman, Jakarta Pusat menggunakan truk militer NPS. Asyari duduk di bagian belakang truk bersama rekan-rekannya. Kemudian, sekitar pukul 10.00 WIB saat truk melintas di Jalan Jatinegara, Jakarta Timur, Asyari membuat sebuah rekaman video.

Selanjutnya Refki menjelaskan tindakan Asyari itu bertentangan dengan hukum, yakni Pasal 8 Huruf a Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2014 tentang Hukum Disiplin Militer. Adapun pasal itu berbunyi : segala pembuatan yang bertentangan dengan perintah kedinasan, peraturan kedinasan atau perbuatan yang tidak sesuai dengan tata tertib militer. “Dan akan dijatuhi sanksi sesuai dengan tingkat kesalahannya” ucap Refki.

Lalu, bagaimana cara umat Islam mengunggapkan rasa cinta mereka kepada ulama ??

Jika di media social saja pemberitaan tentang kepulangan HRS membuat banyak akun-akun diancam untuk di-banned, umat Islam juga diberi sanksi. Lalu bagaimana dan apa yang harus umat lakukan??

Salahkah kami mencintai ulama kami??

Salahkah kami mencintai cucu Rasulullah??

Kami berharap dengan mencintai cucu Rasulullah, kami akan diberi syafaat di akhir yaumul kelak. Tidak ada yang kami harapkan selain syafaat rasulullah, apakah kalian tidak punya harapan sebagaimana harapan kami??

Salahkah kami mencintainya??

Tentu tidak. Di dalam islam mencintai seorang ulama salah satu akhlak mulia karena Allah telah menganggat derajat para ulama dan pengemban ilmu. Maka orang-orang beriman juga harus memuliakan orang yang telah dimuliakan Allah. Allah Ta’ãlã berfirman:

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan (ulama) beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan.” (Q.S. Al Mujãdilah/58: 11).

Namun, pada kenyataan di zaman sekarang justru cinta kepada ulama justru dianggap radikal, dianggap perbuatan yang lebih sadis dari seorang pembunuh, lebih merugikan dari seorang koruptor.

Padahal mencintai dan memuliakan orang shalih dan para ulama adalah salah satu sarana taqarrub, mendekatkan diri kepada Allah. Allah Ta’ãlã berfirman: “Sesungguhnya penolong kalian hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah). Dan barang siapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang”. (Q.S. Al Mãidah/5: 55-56).

Wallahu’alam Bishowab.***

Penulis tinggal di Sibolga

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jokowi Puji Kesantunan Muslim Tapanuli

    Jokowi Puji Kesantunan Muslim Tapanuli

    • calendar_month Sabtu, 25 Mar 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Presiden Jokowi memuji kesantunan masyarakat muslim Tapanuli Bagian Selatan yang ditopang oleh falsafah Dalihan Na Tolu. Dalihan Na Tolu dinilainya sebagai satu pranata sosial yang mampu merekatkan perbedaan menjadi kekuatan persatuan. Nilai-nilai luhur Dalihan Na Tolu itu kian kuat karena diperkokoh nafas Islam yang dianut mayoritas penduduk di Tapanuli Bagian Selatan. […]

  • Dua Kandidat Bersaing Jelang Muscam Golkar MBG

    Dua Kandidat Bersaing Jelang Muscam Golkar MBG

    • calendar_month Sabtu, 25 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SINGKUANG (Mandailing Online) – Dua kandidat muncul menjelang musyawarah kecamatan (Muscam) Partai Golkar di Kecamatan Muara Batang Gadis pada Minggu (26/9) besok. Hal itu disampaikan Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Madina Arsidin Batubara kepada Mandailing Online di Singkuang, Muara Batang Gadis, Sabtu (25/9). Kedua kandidat tersebut adalah Maspaluddin Daulay dari Desa Singkuang I dan Asmaul […]

  • JANGAN HANYA WAKAF, AMBIL SEMUA HUKUM SYARIAH

    JANGAN HANYA WAKAF, AMBIL SEMUA HUKUM SYARIAH

    • calendar_month Jumat, 5 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pemerintah Indonesia baru-baru ini meluncurkan Gerakan Nasional Wakaf Uang (GNWU). Gerakan ini diklaim merupakan salah satu program pengembangan ekonomi syariah untuk mendukung percepatan pembangunan nasional. Presiden Jokowi menyebut potensi wakaf uang bisa mencapai Rp 188 triliun (Kumparan.com, 28/1/2021). Seperti dikutip dari laman Badan Wakaf Indonesia (BWI) pada Kamis (28/1), BWI telah menunjuk sejumlah lembaga keuangan […]

  • Bruno Mars Kepincut Fatin Shidqia Lubis

    Bruno Mars Kepincut Fatin Shidqia Lubis

    • calendar_month Kamis, 31 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Jakarta, (MO) – Nyanyian Fatin Shidqia Lubis (16), dalam lomba tarik suara di layar kaca X Factor Indonesia Auditions episode keempat, telah memikat Bruno Mars, artis musik internasional dari Amerika Serikat. Setelah menonton video YouTube yang berisi penampilan pelajar SMA itu membawakan “Grenade”, sang pemilik lagu, Bruno Mars, menampilkan video tersebut ke situs resminya, brunomars.com. […]

  • Runding Farm dan Kampoeng Kaos Madina, Sinergi Para Penggiat Nilai Tambah (2)

    Runding Farm dan Kampoeng Kaos Madina, Sinergi Para Penggiat Nilai Tambah (2)

    • calendar_month Rabu, 28 Agt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan: Dahlan Batubara Runding Farm didirikan tahun 2015. Lokasinya di pinggiran hutan Desa Runding, Panyabungan Barat, Mandailing Natal, Sumatera Utara. Pendirinya Azwar Pulungan. Dia selama ini dikenal sebagai ahli bertanaman. Saya dulunya mengenal dia sebagai orang pembudidaya bibit tanaman hingga bunga hias. Saat ini Azwar dikenal sebagai petani muda yang bergerak di agrowisata: Runding Farm. […]

  • JAMPI Nilai Aktifitas PETI dekat Polsek Batang Natal Rusak Marwah Polisi

    JAMPI Nilai Aktifitas PETI dekat Polsek Batang Natal Rusak Marwah Polisi

    • calendar_month Rabu, 19 Mar 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    BATANG NATAL ( Mandailing Online ): Aktifitas tambang emas ilegal atau lebih kren kata penambang istilah PETI ( pertambanan emas tanpa izin) diwilayah Hukum Polsek Batang Natal Kabupaten Mandailing Natal terus beraktifitas disejumlah titik. Dari keterangan warga sedikitnya ada 36 alat berat jenis excavator yang beroperasi melakukan penambangan terbuka di kawasan Kecamatan Batang Natal. 36 […]

expand_less