Sabtu, 6 Jun 2026
light_mode

Sempat 4 Kali Jeritan Minta Tolong

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 6 Feb 2013
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – “Jeritan minta tolong itu hingga kini masih terngiang-ngiang di ingatan saya. Saya sedih karena kami gagal menolong,” ungkap salah satu penambang yang selamat dalam satu wawancara khsusus dengan Mandailing Online, Rabu dini hari (6/2) sekira pukul 2.40 WIB di Panyabungan.

Pria ini bersedia diwawancarai dengan syarat identitasnya meliputi nama dan alamat rumah tidak ditulis. Dia masih terlihat dalam kondisi trauma saaat wawancara dengan Mandailing Online berlangsung.

Diceritakannya, ketika peristiwa runtuh itu terjadi, dia berada persis di sisi kanan para penambang yang tertimbun. Bahkan tubuhnya masih sempat dihantam runtuhan sebelum akhirnya dia berhasil berlindung di balik batu besar di dekat titik runtuh.

Titik roboh dan kedalaman lobang tambang silahkan baca di http://www.mandailingonline.com/2013/02/jumlah-tertimbun-sekitar-10-orang/

“Saya dan rombongan saya selamat karena titik yang kami pahat tidak runtuh . Yang runtuh itu saya lihat adalah langit-langit lobang. Ada satu rombongan berjumlah sekitar 10 orang memahat langit-langit lobang. Tiba-tiba runtuh dan meraka inilah yang tertimbun itu,” ungkapnya.

Suasana gelap, hanya senter di kepala yang menerangi lokasi lobang itu. Para penambang lain berlarian menyelamatkan diri dari lobang pintu masuk. “Sementara kami selamat dari lobang lain,” katanya.

Dalam upaya menyelamatkan diri itu, salah seorang teman rombongan pria ini sempat menelesuri lorong lobang tambang bekas, namun buntu dan kembali ke rombongan.

“Saat itu terdengar suara jeritan minta tolong dari timbunan reruntuhan. Lalu kami berlari hendak menolong, namun tiba-tiba terjadi roboh susulan. Kami kembali ke titik aman. Sejurus kemudian jeritan minta tolong terdengar lagi dan kami kembali mendekat untuk menolong, namun lagi-lagi roboh susulan muncul lagi. Ada sekitar 4 kali roboh susulan. Di tengah keputusasaan kami, suara minta tolong tak terdengar lagi. Dan ketebalan timbunan juga sudah sangat tinggi,” katanya.
Setelah mereka memperkirakan kondisi para korban sudah wafat, akhirnya rombongan yang berjumlah sekitar 7 orang ini memutuskan mencari jalur keluar menyelamatkan diri. Akhirnya rombongan mereka berhasil keluar dari lobang Sidali, lobang yang dikelola seorang juragan bernama Awal.
“Kami melihat ada celah menuju lobang Sidali. Setelah kami masuki lalu berjumpa dengan ram dan melihat penambang suku Jawa di lorong itu. Lalu kami minta tolong dan mereka membuka ram sehinga kami berhasil keluar,” ungkapnya. (dab)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mencuri Kayu, Pemkab Takut Kepada PT. MMM

    Mencuri Kayu, Pemkab Takut Kepada PT. MMM

    • calendar_month Senin, 22 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Maraknya pencurian kayu di Madina yang sudah berjalan bertahun tahun membuktikan kinerja aparat Dinas Kehutanan Madina dan Kepolisian Madina seakan tidak bernyali bila berhadapan dengan pengusaha. “Seperti illegal loging yang terjadi di hutan Kelurahan Tapus, Kecamatan Linggabayu dimana pelakunya diduga kuat adalah PT. Madinah Mas Mining (PT.MMM) bekerja sama dengan masyarakat […]

  • Mengikat Anggotanya di Tiang Bendera, Polisi Main Hakim Sendiri

    Mengikat Anggotanya di Tiang Bendera, Polisi Main Hakim Sendiri

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) angkat bicara dengan langkah Kepolisian Sektor Gambir yang mengikat salah seorang oknum anggotanya di tiang bendra karena diduga mengonsumsi narkoba. Hukuman tersebut dinilai sangat tidak tepat. Bahkan berpotensi melanggar aturan perundang-undangan yang ada. “Menurut saya kurang pas kalau anggota harus diikat. Sebaiknya serahkan provost biar diperiksa,” ujar Komisioner Kompolnas […]

  • Kapoldasu: Polisi Harus Jadi Pengayom Masyarakat

    Kapoldasu: Polisi Harus Jadi Pengayom Masyarakat

    • calendar_month Selasa, 17 Nov 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kapolda Sumut Irjen Polisi Drs.Ngadino, SH.MM menekankan kepada Polres Madina bahwa polisi harus menjadi pengayom bagi masayarakat. “Sebagai polisi, kita harus memahami jati diri kita sebagai polisi yang merupakan pelindung, pengayom masyarakat,” katanya, Senin (16/11) pada pengarahannya dalam kunjungan kerja ke Mandailing Natal. Kedatangan Kapolda didampingi Dir intel Polda Sumut, Kombes […]

  • Langkah Pemkab Madina Atasi Keterbatasan BBM Akibat Bencana Alam

    Langkah Pemkab Madina Atasi Keterbatasan BBM Akibat Bencana Alam

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bencana alam yang melanda Sumatera Utara mengakibatkan pasokan BBM tersendat ke Kabupaten Mandailing Natal (Madina), terutama terputusnya jalur darat dari depot Sibolga. Ketersediaan BBM di Madina juga menjadi terbatas. Agar pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) merata kepada masyarakat Pemkab Madina memberlakukan pembatasan pembelian di seluruh SPBU wilayah setempat selama pasokan terbatas. […]

  • RUU Kamnas, kekuatan militer dukung penguasa korup

    RUU Kamnas, kekuatan militer dukung penguasa korup

    • calendar_month Senin, 24 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO)- Rancangan Undang-Undang Keamanan Nasional (RUU Kamnas) dinilai memiliki kesalahan paradigmatik, terutama dalam konteks Reformasi 1998. Hal itu karena aturan yang pernah mendapatkan penolakan DPR RI pada 2006 dan kemudian diajukan kembali 2011 tersebut akan mengembalikan fungsi militer pada kewenangan keamanan nasional. Mantan Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Usman […]

  • Penetapan DPT Diundur 30 Hari

    Penetapan DPT Diundur 30 Hari

    • calendar_month Kamis, 12 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    RAPAT dengar pendapat antara Komisi II DPR dan penyelenggara pemilu dan Kemendagri akhirnya menyepakati untuk memundurkan jadwal penetapan daftar pemilih tetap (DPT) di tingkat kabupaten/kota. Menurut jadwal semula, penetapan DPT di tingkat kabupaten/kota dilakukan besok (13 September). “Penetapan DPT harus diundur selambat-lambatnya 30 hari dari jadwal penetapan semula karena hingga saat ini proses pemutakhiran data […]

expand_less