Jumat, 16 Okt 2026
light_mode

Sempat 4 Kali Jeritan Minta Tolong

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 6 Feb 2013
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – “Jeritan minta tolong itu hingga kini masih terngiang-ngiang di ingatan saya. Saya sedih karena kami gagal menolong,” ungkap salah satu penambang yang selamat dalam satu wawancara khsusus dengan Mandailing Online, Rabu dini hari (6/2) sekira pukul 2.40 WIB di Panyabungan.

Pria ini bersedia diwawancarai dengan syarat identitasnya meliputi nama dan alamat rumah tidak ditulis. Dia masih terlihat dalam kondisi trauma saaat wawancara dengan Mandailing Online berlangsung.

Diceritakannya, ketika peristiwa runtuh itu terjadi, dia berada persis di sisi kanan para penambang yang tertimbun. Bahkan tubuhnya masih sempat dihantam runtuhan sebelum akhirnya dia berhasil berlindung di balik batu besar di dekat titik runtuh.

Titik roboh dan kedalaman lobang tambang silahkan baca di http://www.mandailingonline.com/2013/02/jumlah-tertimbun-sekitar-10-orang/

“Saya dan rombongan saya selamat karena titik yang kami pahat tidak runtuh . Yang runtuh itu saya lihat adalah langit-langit lobang. Ada satu rombongan berjumlah sekitar 10 orang memahat langit-langit lobang. Tiba-tiba runtuh dan meraka inilah yang tertimbun itu,” ungkapnya.

Suasana gelap, hanya senter di kepala yang menerangi lokasi lobang itu. Para penambang lain berlarian menyelamatkan diri dari lobang pintu masuk. “Sementara kami selamat dari lobang lain,” katanya.

Dalam upaya menyelamatkan diri itu, salah seorang teman rombongan pria ini sempat menelesuri lorong lobang tambang bekas, namun buntu dan kembali ke rombongan.

“Saat itu terdengar suara jeritan minta tolong dari timbunan reruntuhan. Lalu kami berlari hendak menolong, namun tiba-tiba terjadi roboh susulan. Kami kembali ke titik aman. Sejurus kemudian jeritan minta tolong terdengar lagi dan kami kembali mendekat untuk menolong, namun lagi-lagi roboh susulan muncul lagi. Ada sekitar 4 kali roboh susulan. Di tengah keputusasaan kami, suara minta tolong tak terdengar lagi. Dan ketebalan timbunan juga sudah sangat tinggi,” katanya.
Setelah mereka memperkirakan kondisi para korban sudah wafat, akhirnya rombongan yang berjumlah sekitar 7 orang ini memutuskan mencari jalur keluar menyelamatkan diri. Akhirnya rombongan mereka berhasil keluar dari lobang Sidali, lobang yang dikelola seorang juragan bernama Awal.
“Kami melihat ada celah menuju lobang Sidali. Setelah kami masuki lalu berjumpa dengan ram dan melihat penambang suku Jawa di lorong itu. Lalu kami minta tolong dan mereka membuka ram sehinga kami berhasil keluar,” ungkapnya. (dab)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aktivis Lingkungan Hidup Laporkan Aktifitas Mesin Gelundung di Sirambas ke Polres Madina

    Aktivis Lingkungan Hidup Laporkan Aktifitas Mesin Gelundung di Sirambas ke Polres Madina

    • calendar_month Jumat, 27 Jun 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – dianggap berdampak negatif, dapat merusak lingkungan, kesehatan manusia, dan potensi masalah sosial, kerusakan lingkungan meliputi erosi tanah, pencemaran air, dan hilangnya keanekaragaman hayati akibat penggunaan bahan kimia berbahaya seperti merkuri. Aktivis Lingkungan melaporkan aktifitas mesin gelundung atau pengolahan batuan yang mengandung emas dengan menggunakan baham mercury yang beroperasi di Desa Sirambas, […]

  • Kasus Inkrah, Kejari Madina Musnahkan Barang Bukti

    Kasus Inkrah, Kejari Madina Musnahkan Barang Bukti

    • calendar_month Rabu, 11 Okt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online )- barang bukti yang dimusnahkan oleh Kejaksaan Negeri Mandailing Natal ( Kejari Madina ) Rabu 11/10/2023 itu berasal dari 65 kasus yang sudah inkrah atau berketetapan hukum. “, barang yang dumusnahkan ini dari 65 kasus yang inkrah salama tahun 2023 dari bulan Maret sampai September” jelas Kajari Novan Hadian SH pada […]

  • Ketika Lagu Mandailing Tapsel Naik Kelas

    Ketika Lagu Mandailing Tapsel Naik Kelas

    • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Moechtar Nasution Penggiat GEREP INSTITUTE (Pusat Kajian Mandailing Natal)     Musik Tapsel-Mandailing mengalir dalam denyut nadi kebudayaan masyarakat Sumatera Utara dengan karakter melodinya yang melankolis sekaligus magis. Sejak beberapa dekade lampau, lagu-lagu tradisional maupun pop daerah ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari ruang pesta adat, “lopo-lopo” kopi, hingga menemani perjalanan naik […]

  • Temui Menhut, Pemprov Pulang Tanpa Hasil

    Temui Menhut, Pemprov Pulang Tanpa Hasil

    • calendar_month Rabu, 11 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    MEDAN, – Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan tetap belum akan menerbitkan revisi SK 44/2005 tentang penetapan kawasan hutan di Sumatera Utara. Hingga kini hasil Tim Terpadu yang merekomendasi perubahan kawasan hutan menjadi areal penggunaan lain (APL) seluas 667 hektar sudah masuk tahap kroscek menteri melalui salah satu Dirjen di Kemenhut. “Sekarang sudah tahap finalisasi. Ada beberapa […]

  • THR Bukan Andalan Kesejahteraan

    THR Bukan Andalan Kesejahteraan

    • calendar_month Senin, 11 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Novida Sari, S.Kom Ketua Majelis Taklim Islam Kaffah Mandailing Natal   Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) tengah menggodok aturan detail mengenai pembayaran tunjangan hari raya atau THR pada tahun ini. Bahkan seiring dengan tren pemulihan industri domestik sebagai dampak pandemi dua tahun terakhir, pembayaran THR harus dilakukan secara penuh. Tidak diperbolehkan bagi para pengusaha […]

  • Brigadir Satu Norman mundur? Terserah saja

    Brigadir Satu Norman mundur? Terserah saja

    • calendar_month Senin, 26 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Surabaya (ANTARA News) – Niat Brigadir Satu “Chaiyya chaiyya” Norman Kamaru menanggalkan seragam alias pensiun dari keanggotaan polisi sepenuhnya terserah dia. Korps Brimob Mabes Polri tak akan menghalang. “Terserah dia. Itu khan urusannya sendiri, kami tidak keberatan,” ujar Kepala Korps Brimob Mabes Polri, Irjen Pol Syafie Aksa,l ketika ditemui di sela kunjungannya di Surabaya, Senin. […]

expand_less