Rabu, 22 Apr 2026
light_mode

Sempat 4 Kali Jeritan Minta Tolong

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 6 Feb 2013
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – “Jeritan minta tolong itu hingga kini masih terngiang-ngiang di ingatan saya. Saya sedih karena kami gagal menolong,” ungkap salah satu penambang yang selamat dalam satu wawancara khsusus dengan Mandailing Online, Rabu dini hari (6/2) sekira pukul 2.40 WIB di Panyabungan.

Pria ini bersedia diwawancarai dengan syarat identitasnya meliputi nama dan alamat rumah tidak ditulis. Dia masih terlihat dalam kondisi trauma saaat wawancara dengan Mandailing Online berlangsung.

Diceritakannya, ketika peristiwa runtuh itu terjadi, dia berada persis di sisi kanan para penambang yang tertimbun. Bahkan tubuhnya masih sempat dihantam runtuhan sebelum akhirnya dia berhasil berlindung di balik batu besar di dekat titik runtuh.

Titik roboh dan kedalaman lobang tambang silahkan baca di http://www.mandailingonline.com/2013/02/jumlah-tertimbun-sekitar-10-orang/

“Saya dan rombongan saya selamat karena titik yang kami pahat tidak runtuh . Yang runtuh itu saya lihat adalah langit-langit lobang. Ada satu rombongan berjumlah sekitar 10 orang memahat langit-langit lobang. Tiba-tiba runtuh dan meraka inilah yang tertimbun itu,” ungkapnya.

Suasana gelap, hanya senter di kepala yang menerangi lokasi lobang itu. Para penambang lain berlarian menyelamatkan diri dari lobang pintu masuk. “Sementara kami selamat dari lobang lain,” katanya.

Dalam upaya menyelamatkan diri itu, salah seorang teman rombongan pria ini sempat menelesuri lorong lobang tambang bekas, namun buntu dan kembali ke rombongan.

“Saat itu terdengar suara jeritan minta tolong dari timbunan reruntuhan. Lalu kami berlari hendak menolong, namun tiba-tiba terjadi roboh susulan. Kami kembali ke titik aman. Sejurus kemudian jeritan minta tolong terdengar lagi dan kami kembali mendekat untuk menolong, namun lagi-lagi roboh susulan muncul lagi. Ada sekitar 4 kali roboh susulan. Di tengah keputusasaan kami, suara minta tolong tak terdengar lagi. Dan ketebalan timbunan juga sudah sangat tinggi,” katanya.
Setelah mereka memperkirakan kondisi para korban sudah wafat, akhirnya rombongan yang berjumlah sekitar 7 orang ini memutuskan mencari jalur keluar menyelamatkan diri. Akhirnya rombongan mereka berhasil keluar dari lobang Sidali, lobang yang dikelola seorang juragan bernama Awal.
“Kami melihat ada celah menuju lobang Sidali. Setelah kami masuki lalu berjumpa dengan ram dan melihat penambang suku Jawa di lorong itu. Lalu kami minta tolong dan mereka membuka ram sehinga kami berhasil keluar,” ungkapnya. (dab)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Informasi HIV/AIDS Tak Perlu Masuk Kurikulum

    Informasi HIV/AIDS Tak Perlu Masuk Kurikulum

    • calendar_month Selasa, 4 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN-Tingginya angka penderita HIV/AIDS saat ini menimbulkan kekhawatiran bagi seluruh pihak, termasuk Kemendiknas. Hal ini disikapi Kemendiknas dengan memberikan informasi yang benar tentang HIV/AIDS melalui kampanye di sekolah. Penyampaian informasi tentang HIV/AIDS ini sangat penting, sehingga Kemendiknas saat ini sedang mengkaji kurikulum untuk disinergikan dalam mata pelajaran di sekolah. Namun, Kepala Disdik Medan Hasan Basri […]

  • Road To Famous Audisi di Padang Sidimpuan

    Road To Famous Audisi di Padang Sidimpuan

    • calendar_month Selasa, 19 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PADANG SIDIMPUAN- EBM Film Corps yang bekerjasama dengan Komunitas Pekerja Film Sumatera Utara, menggelar dalam rangka Road To Famous di Kota Padang Sidimpuan (16/4). Even untuk mencari dan menjaring talenta-talenta terpendam di Kota Padang Sidempuan tersebut, baik dari kategori bintang film maupun bintang suara disambut meriah oleh masyarakat Padang Sidimpuan. Antusias masyarakat Padang Sidimpuan tersebut […]

  • Kampung Kerangai, Kampung Berbahasa Mandailing di Malaysia

    Kampung Kerangai, Kampung Berbahasa Mandailing di Malaysia

    • calendar_month Selasa, 5 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kampung Kerangai, Jelebu, Negeri Sembilan, Malaysia merupakan salah satu dari tiga kampung yang berbahasa Mandailing di Negeri Sembilan. Di Propinsi Negeri Sembilan, ada tiga perkampungan yang berbahasa Mandailing, yakni Kampung Kerangai dan Kampung Tambahtin, kedua-duanya di Daerah (Kabupaten) Jelebu dan Kampung Baru Lanjut Manis di Mukim (Kecamatan) Terachi, Daerah Kuala Pilah. “Halak di son asalna […]

  • 11 Nama Pelajar Darul Mursyid Latihan OSN

    • calendar_month Senin, 27 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAPSEL (Mandailing Online) – Jumlah pelajar Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid yang mengikuti latihan OSN (Olimpiade Sains Nasional) sebanyak 11 pelajar. Rombongan pelatihan ini dibagi dalam dua kelompok dan lokasi berbeda. Sebagian mengikuti latihan di Medan, sebagian lainnya latihan di Bogor, Jawa Barat. Pelajar yang mengikuti latihan di Bogor meliputi, Imam Muchlizar siswa Darul […]

  • Perjuangan Warga Terkabul, Kepala Desa Gunungtua Jae Diberhentikan Sementara

    Perjuangan Warga Terkabul, Kepala Desa Gunungtua Jae Diberhentikan Sementara

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Mardansyah Rangkuti diberhentikan sementara dari jabatannya sebagai Kepala Desa Gunungtua Jae, Kecamatan Panyabungan. Pemberhentian tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Mandailing Natal Dahlan Hasan Nasution Nomor 141/0272/K/2020 tentang pemberhentian sementara dan pengangkatan pelaksana harian Kepala Desa Gunungtua Jae Kecamatan Panyabungan tertanggal 14 April 2020. Dalam surat tersebut juga diangkat Ikhsan S.Pd sebagai […]

  • Air PDAM Sering Mati, Warga Panyabungan Mengeluh

    Air PDAM Sering Mati, Warga Panyabungan Mengeluh

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Keluhan warga Payabungan, Mandailing Natal (Madina) bukan saja soal PLN yang sering padam, air bersih yang dikelola PDAM Tirta Madina juga dikeluhkan karena airnya keruh dan sering mati. Dalam reses yang dilakukan anggota DPRD Madina, Syahriwan Nasution baru-baru ini banyak menampung keluhan warga soal air bersih di Panyabungan. “Warga mengeluh […]

expand_less