Senin, 14 Sep 2026
light_mode

Penetapan DPT Diundur 30 Hari

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 12 Sep 2013
  • print Cetak

RAPAT dengar pendapat antara Komisi II DPR dan penyelenggara pemilu dan Kemendagri akhirnya menyepakati untuk memundurkan jadwal penetapan daftar pemilih tetap (DPT) di tingkat kabupaten/kota. Menurut jadwal semula, penetapan DPT di tingkat kabupaten/kota dilakukan besok (13 September).

“Penetapan DPT harus diundur selambat-lambatnya 30 hari dari jadwal penetapan semula karena hingga saat ini proses pemutakhiran data pemilih sampai dengan daftar pemilih sementara hasil perbaikan (DPSHP) belum akurat,” ujar Arif Wibowo, wakil ketua Komisi II DPR.

Arif menyatakan, komisi II meminta KPU bekerja sama dan berkoordinasi dengan semua pihak di atas untuk terus menyandingkan daftar penduduk potensial pemilih pemilu (DP4) dengan DPSHP sehingga diperoleh DPT yang akurat. “Komisi II DPR juga meminta KPU dan Bawaslu secara bersama-sama terus melakukan pengawasan di tingkat lapangan terhadap pemutakhiran daftar pemilih yang bermasalah di berbagai daerah,” ujar Arif membacakan kesimpulan terakhir rapat tersebut.

Pada rapat itu, banyak anggota komisi II yang mendesak KPU agar menunda penetapan DPT pada 13 September 2013. Di tengah masih banyaknya persoalan, DPR mengkritik langkah KPU yang ingin memaksakan penetapan DPT walaupun data yang dimiliki masih bermasalah. dan membuka peluang koreksi setelah penetapan. DPR berpandangan bahwa setelah DPT ditetapkan, data itu sudah tidak bisa diubah-ubah.

Di tempat yang sama, KPU membantah tudingan bahwa pemutakhiran data menyimpangi undang-undang atau tidak menggunakan DP4. Anggota KPU Hadar Navis Gumay mengatakan, pihaknya bisa membuktikan bahwa KPU menggunakan DP4 dalam memutakhirkan data pemilih. Walaupun tak tertutup kemungkinan sejumlah daerah tidak sepenuhnya menggunakan DP4 karena prosesnya berbarengan dengan pilkada.

Dengan batas waktu yang sempit, ujar Hadar, beberapa KPU daerah menggunakan DPT pilkada terakhir. “Beberapa daerah seperti itu. Tapi, kalau disimpulkan kami tidak menggunakan DP4, salah besar itu,” tegasnya.

Terkait dengan penundaan penetapan DPT, KPU mungkin akan merevisi Peraturan KPU Nomor 6 Tahun 2013 tentang Tahapan, Program, dan Jadwal Pemilu. Hadar memastikan bahwa pemunduran itu akan dimanfaatkan untuk membersihkan data yang bermasalah. Meski ada jadwal yang mundur, penetapan DPT secara nasional mungkin tidak bakal bergeser dari jadwal semula, yakni 23 Oktober 2013. “Harus di akhir Oktober. Karena ini terkait dengan logistik pemilu,” tuturnya. (bay/c9/fa)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • 13 Desa di Panyabungan Timur Akan Gelar Pilkades, 3 Desa Jadi Perhatian Serius

    13 Desa di Panyabungan Timur Akan Gelar Pilkades, 3 Desa Jadi Perhatian Serius

    • calendar_month Sabtu, 19 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online )-Demi menciptakan Pilkades damai yang akan digelar serentak 21 Agustus 2023 mendatang, Camat Panyabungan Timur, Mandailing Natal ( Madina ) menggelar rapat pematangan pelaksanaan Pilkades di wilayah nya Sabtu 19/8/2023. Rapat yang dihadiri Pihak Kecamatan, Polisi, unsur kepanitiaan Pilkades, Pj Kades dan BPD itu dipimpin langsung Rahmad Rizky Ramadhan selaku Camat Panyabungan […]

  • Wakil Bupati Target Renegosiasi KK Sorikmas Mining 1 Bulan Kelar

    Wakil Bupati Target Renegosiasi KK Sorikmas Mining 1 Bulan Kelar

    • calendar_month Jumat, 18 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) menarget tahapan renegosiasi kontrak karya PT. Sorikmas Mining (PT.SM) tuntas dalam satu bulan ini. “Masyarakat bersabarlah, saya yakin dalam satu bulan ini akan tuntas semua, sesuai dengan tahapan-tahapan yang saya lalui di kementerian, dan juga pendekatan-pendekatan saya terhadap manajemen Sorikmas Mining,” katanya. Itu dikatakan Dahlan Hasan […]

  • PKS Kritisi Pemkab Madina Soal Dana Covid

    PKS Kritisi Pemkab Madina Soal Dana Covid

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Anggota DPRD Madina dari Fraksi PKS, Awaluddin Nasution menyatakan kecewa terhadap kekurangsigapan Pemkab Madina menangani Covid-19. Persoalan makan, puding dan honor petugas Posko Covid di perbatasan saja masih tak jelas, padahal dana sudah ada 12 milyar untuk penanganan Covid. “Padahal para petugas medis yang ada di posko perbatasan merupakan ujung tombak […]

  • Fahrizal dan Politik Hakouman

    Fahrizal dan Politik Hakouman

    • calendar_month Senin, 18 Jul 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Parkouman, koum markoum, hakouman adalah kosa kata-kosa kata yang sudah berurat berakar dalam sistem sosial di tanah Mandailing. Pengertian parkouman mengarah pada hubungan kekeluargaan dalam kelompok kekerabatan. Baik kerabat dekat maupun kerabat jauh. Koum markoum suatu jalinan tali temali kekerabatan satu sama lain dalam kerangka kekerabatan dekat dan kekerabatan jauh. Hakouman adalah hal yang menyangkut […]

  • Belum Difungsikan, Komisi III DPRD Madina Temukan Sejumlah Fasilitas Bangunan PMI yang Rusak

    Belum Difungsikan, Komisi III DPRD Madina Temukan Sejumlah Fasilitas Bangunan PMI yang Rusak

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online ): Komisi III DPRD Madina kesalkan perencanaan pembangunan gedung markas Palang Merah Indonesia ( PMI ) yang sudah 6 kali dianggarkan namun belum bisa di fungsikan. Saat peninjauan lapangan melihat progres lanjutan pembangunan gedung tersebut. Komisi III menemukan sejumlah bangunan yang sudah tidak layak pakai seperti kusen dan jaringan listrik yang […]

  • MMI : Jokowi-JK Membawa Misi Anti Agama

    MMI : Jokowi-JK Membawa Misi Anti Agama

    • calendar_month Kamis, 16 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) menantang tim sukses Joko Widodo-Jusuf Kalla untuk melakukan debat terbuka terkait rencana pencabutan peraturan daerah (perda) Syariat.  Lewat siaran persnya, MMI mengungkapkan, wacana penarikan Perda Syariah tersebut merupakan halusinasi kaum anti agama. Sebelumnya, Ketua Timses Jokowi-JK Trimedya Panjaitan mengungkap kepada publik tentang harapannya agar perda syariat Islam […]

expand_less