Kamis, 16 Apr 2026
light_mode

Antusias Dukung Patujoloon Mandailing, Raja Adat Mompang Siap Bergerak

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 31 Mei 2024
  • print Cetak

Baginda Daulat Sori Alam (kiri), Patuan Mandailing (tengah), Mangaraja Gunung (kanan)

MOMPANG (Mandailing Online) – Silaturrahmi Patuan Mandailing dengan Raja Adat Mompang Jae Baginda Daulat Sori Alam bersama namora natoras, hatobangan dan parkahanggian berjalan antusias.

Pertemuan berlokasi di Kelurahan Mompang Jae, Panyabungan Utara, Mandailing Natal (Madina), Sumut, Kamis malam (30/5/2024).

Ini adalah putaran kelima dari rangkaian tastas nambur (langkah awal atau membuka jalan) yang dilakukan Patuan Mandailing dari Hutasiantar bersama para Raja-Raja Mandailing mensosialisasikan Patujoloon Mandailing, suatu konsep standar baru kemajuan daerah yang diusung bersama Ivan Iskandar Batubara kandidat bupati Madina.

Sekitar 60-an tokoh yang diundang menyimak dialog tentang gagasan Patujoloon Mandailing itu dengan sangat antusias.

Patuan Mandailing yang didampingi Mangaraja Gunung dari Bagas Godang Gunungtua, Sutan Pelembang dari Bagas Godang Panyabungan Julu, Sutan Pulungan Naposo (Ali Sutan Nasution) dari Bagas Godang Hutabargot dan aktivis budaya Abdul Hamid Nasution alias Mariati dari Pidoli Lombang mengungkapkan harapannya.

Seperti apa pun kondisinya saat ini, Madina harus terus bergerak hingga ke posisi terdepan. Itulah esensi dari ungkapan yang saat ini sudah viral, yaitu Patujoloon Mandailing.

“Karena itu, kita harus mampu mengatasi permasalah yang ada. Madina juga harus siap dengan tantangan dan hambatan baru di depan. Seperti apa keadaan Madina setelah ada di barisan terdepan kabupaten/kota yang ada di Sumut atau Indonesia?” ungkapnya.

Kegiatan tastas nambur Patuan Mandailing, H Hasanul Arifin Nasution S.Sos seperti biasanya diawali kalimat pemangkal hata (pengantar) dalam bahasa Mandailing yang sangat halus.

IPM dan PAD

Di posisi terdepan itu, tentu Madina sudah harus mampu menyelesaikan problem-problem yang sebelumnya membelenggu. Soal IPM (Indeks Pembangunan Manusia) sudah mesti terdepan, PAD-nya (Pendapatan Asli Daerah), sudah harus naik.

Untuk bisa bergerak, apalagi untuk mendapatkan beberapa kali lipat dari PAD 2023 yang nampaknya belum menyentuh angka Rp 100 milyar, butuh banyak terobosan.

Dengan PAD Rp 300 milyar saja, lanjut Patuan Mandailing, APBD pun bisa mencapai Rp 2 triliun, maka dunia usaha dan pertanian di Madina sudah jauh membaik sehingga lapangan kerja yang terbuka pun akan jauh lebih memadai.

“Namun, untuk sampai ke posisi terdepan itu, tentu Madina butuh energi, tenaga atau SDM yang sangat-sangat besar atau banyak. Bagaimana strategi, program, kegiatan dan caranya agar masyarakat Madina makmur, bahagia lahir-batin?” tanya Patuan Mandailing menggugah.

Dia pun menambahkan sentuhannya, “Karena itulah, harajaon yang terlibat dalam peletakan dasar-dasar pembentukan kabupaten ini merupakan bagian tak terpisahkan dari Mandailing Natal. Sudah seharusnya kami berinisiatif bikin kegiatan silaturrahmi seperti ini”.

Sehingga, masyarakat umumnya memiliki pemahaman yang sama dan pergerakan yang sinergis sehingga memungkinkan untuk sampai ke posisi terdepan itu.

“Bukankah kita yang di sini juga siap berpartisipasi marsialap ari  dalam rangka “Patujoloon Mandailing”?” tanyanya.

Lebih jauh lagi, Patuan Mandailing pun menegaskan bahwa kalau hanya silaturrahmi ke Panyabungan Selatan, Siabu, Muarasipongi dan Pakantan yang bisa menjadi motivasi untuk mengambil peran partisipatif, mustahil program kita bisa membawa Madina ke posisi terdepan. Mompang sekitar juga mesti solid dan komit.

Dia bermohin agar tidak ada pihak yang salah paham dengan kegiatan silaturrahmi itu. Itu bukan kerja-kerja politik. Hanya silaturrahmi budaya.

“Jadi, dengan silaturrahmi seperti ini, jangan pula kami atau kita dianggap sebagai tim sukses. Kita punya kepedulian dan inisiatif. Kita sudah ambil peran. Semuanya untuk Patujoloon Mandailing secara elegan, bersahaja dan semangat penuh.”

Siap Pasang Badan

Pada sesi dialog, mengemuka pertanyaan terkait dengan peran harajaon di kemudian hari. Bisakah harajaon itu menjadi jembatan atau saluran aspirasi masyarakat?

Menanggapi pertanyaan tajam yang secara khusus diarahkan kepadanya, Baginda Daulat Sori Alam dari Bagas Godang Mompang Jae mengutarakan: “Dalam rangka Patujoloon Mandailing, insya-Allah kami siap pasang badan terlibat dalam mengatasi permasalahan-permasalahan yang dihadapi masyarakat, utamanya di luat Mompang ini.”

Ivan Iskandar Batubara

Terkait soal pertanian di luat Mompang yang sejak Madina mekar dari Tapanuli Selatan, nyaris tidak ada penyuluh pertanian yang datang memberikan informasi mumpuni, advokasi dan dukungan yang diharapkan, dia mengatakan, “Kita juga siap pasang badan untuk memastikan luat Mompang punya penyuluh pertanian yang bisa bekerja total dengan skill cukup.”

Tokoh Panyabungan Utara itu mengaku bahwa pihaknya sebenarnya tidak tutup mata dengan problem yang ada, terutama dalam pertanian.

“Kita merasa miris ketika petani kesulitan dalam pengairan, bibit, masa tanam, pupuk, perlatan panen seperti rontok dan harga gabah yang naik-turun. Kami sebenarnya merasa semakin sedih karena tidak bisa berbuat apa-apa.

Apa daya, tambahnya, sejak menyerahkan mandat tanpa syarat kepada NKRI ini pada 1945, harajaon itu sudah tidak berdaya, bahkan semakin tersisih. Lebih-lebih karena pemerintah daerah pun tidak membuka ruang agar para pemimpin informal punya kesempatan untuk mengabdi dalam dinamika pembangunan Madina. (rel)

Editor: Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jangan Sampai RUUPKS Disahkan

    Jangan Sampai RUUPKS Disahkan

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Novida Sari Ketua Forum Muslimah Peduli Generasi Mandailing Natal Sebuah program televisi untuk anak-anak di Denmark menampilkan adegan berupa beberapa orang dewasa yang dikumpulkan, kemudian mereka berdiri tanpa menggunakan busana di depan penonton anak-anak dalam rangka melawan body shaming. Produser acara televisi Denmark tersebut mengatakan bahwa program ini dimaksudkan sebagai alat pendidikan untuk melawan rasa […]

  • Kepengurusan Baru Didominasi Tokoh Muda, PPP Madina Siap Hadapi Pemilu 2024

    Kepengurusan Baru Didominasi Tokoh Muda, PPP Madina Siap Hadapi Pemilu 2024

    • calendar_month Minggu, 12 Des 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) periode 2021-2026 didominasi tokoh-tokoh muda. Dengan kepengurusan yang baru tersebut, PPP Madina pun siap menghadapi pemilu 2024. SK Kepengurusan yang baru ini diterima oleh Ketua PPP Madina Muhammad Irwansyah Lubis, Wakil Sekretaris Ahmad Subuki, dan Bendahara Zulfahri Batubara […]

  • LPI Tantang PSSI di Pengadilan

    LPI Tantang PSSI di Pengadilan

    • calendar_month Sabtu, 8 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pengurus Liga Primer Indonesia (LPI) menantang Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk memidanakan LPI terkait pendirian dan penyelenggaraan kompetisi sepak bola antarklub. “Silakan saja (mengajukan, Red) pengaduan pidana. Tapi, kami sudah ajukan ke berwajib. Kami tidak mengerti pasalnya mana yang mau digunakan. Kami siap menghadapi itu,” ujar General Manager LPI, Arya Abhiseka, […]

  • LGBT Semakin Marak, Sekarang Dengan Istilah Non-Biner

    LGBT Semakin Marak, Sekarang Dengan Istilah Non-Biner

    • calendar_month Rabu, 24 Agt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Siti Khadijah Sihombing, S.Pd Aktivis Dakwah Hari ini kita dikejutkan dengan beredarnya video seorang mahasiswa baru yang viral ketika sedang mengikuti rangkaian kegiatan pengenalan kampus di Unhas karena mengaku non-biner saat ditanya oleh seorang dosen apa jenis kelaminnya. Mendengar ucapan mahasiswa itu membuat dosen tersebut tersulut emosi sehingga akhirnya dosen tersebut meminta panitia untuk […]

  • Dampak Aktifitas Kapal Keruk, Lahan Sawit Warga Kampung Sawah Abrasi, Warga Minta Polisi Bertindak

    Dampak Aktifitas Kapal Keruk, Lahan Sawit Warga Kampung Sawah Abrasi, Warga Minta Polisi Bertindak

    • calendar_month Senin, 4 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    NATAL ( Mandailing Online )- Aktifitas Kapal keruk berkapasitas 25 meter kubik milik CV Parak Tele yang beroperasi di sungai batang natal wilayah Desa Kampung Sawah, Kecamatan Natal, Mandailing Natal( Madina ) diduga telah menimbulkan abrasi lahan kebun sawit warga. Kapala Keruk itu sendiri beraktifitas mengambil galian C jenis pasir. Ariansyah Inari pada Mandailing Online […]

  • Jalinsum Batu Jomba Sipirok Nyaris Putus

    Jalinsum Batu Jomba Sipirok Nyaris Putus

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Tapsel  – Kondisi ruas Jalan Lintas Sumatera Utara (Jalinsum) Batu Jomba di Desa Luat Lombang, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan nyaris terputus. Bagi para pengguna jalan yang melewati daerah itu agar ekstra hati-hati. Pantauan MedanBisnis, Jumat (12/12) jalan lintas yang menghubungkan Sipirok-Tarutung sempat terputus. Hal itu menyebabkan antrean panjang kendaraan. Informai diperoleh dilokasi menyebutkan pada […]

expand_less