Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Sulit Didapat, Harga Meroket

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 26 Des 2010
  • print Cetak


Panyabungan, Sudah sulit diperoleh, harga minyak tanah juga meroket di sejumlah desa di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sejak sebulan terakhir. Bahkan ada yang harganya mencapai Rp 10 ribu per liter. Hal ini cukup meresahkan masyarakat sehingga tak sedikit yang beralih menggunakan kayu bakar.

Pantauan wartawan di Desa Lumbandolok, Kecamatan Siabu, misalnya. Banyak ibu rumah tangga mengeluh terkait sulitnya memperoleh minyak tanah yang merupakan salah satu kebutuhan primer bagi ibu rumah tangga.

Kalaupun ada warung yang menjual minyak tanah harganya terlalu mahal yakni Rp 8-10 ribuan per liter. Hal ini tentunya sangat menyulitkan mereka untuk membelinya apabila dibandingkan dengan penghasilan yang diperoleh.

“Untuk memperoleh minyak tanah sangat sulit. Kalaupun ada harganya mahal hingga Rp 9 ribu per liter,” sebut Hasanah (25), seorang ibu rumah tangga warga Desa Lumbandolok, Rabu (22/12/2010).

Dia juga menjelaskan minyak yang diperoleh dari pangkalan hanya sekali seminggu. Itu pun terkadang hanya sebagian warga yang kebagian sedangkan warga lainnya terpaksa mencari pengecer di desa lain dengan harga yang cukup tinggi.

“Banyak warga yang tak sanggup lagi untuk membeli minyak tanah karena terlalalu mahal sehingga beralih menggunakan kayu bakar. Ini tentunya juga sangat menyulitkan karena kita harus mencari kayu bakar ke kebun. Karena kalau dibeli, harganya juga cukup mahal,” tambahnya diamini ibu rumah tangga lain sambil menyebutkan di Desa Lumbandolok banyak warung yang menjual minyak tanah dengan harga antara Rp 7-10 ribu per liter.

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Madina melalui Kasubbag Yuri kepada wartawan lewat telepon mengakui bahwa pihaknya baru mengetahui kondisi harga minyak tanah meroket sejak 2 hari lalu.

Menanggapi permasalahan yang terjadi, pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan kroscek ke lapangan atau ke pengecer resmi minyak tanah apakah benar pengecer resmi menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 3.500 perliter.

Kalau ditemukan ada pengecer resmi yang menjual minyak tanah di atas HET maka pihaknya akan menindaknya.

Berbeda dengan pengecer minyak tanah semisal pemilik warung yang menjual minyak tanah di atas HET atau seharga Rp 9-10 ribu per liter, maka yang menindak bukan Bagian Perekonomian melainkan pihak berwajib.

“Kami hanya menindak pengecer resmi yang menjual minyak tanah di atas HET yang ditetapkan yakni Rp 3.500 perliter, sedangkan warga yang menjual minyak tanah dengan harga yang mahal itu bukan tanggung jawab kami. Itu hal yang ilegal dan warga diharapkan melaporkannya ke pihak berwajib, karena polisi yang memiliki wewenang untuk itu,” terang Yuri.

Yuri juga mengakui pasokan minyak tanah untuk Madina belum sesuai kebutuhan. Saat ini untuk Kecamatan Siabu hanya disediakan 5 ribu liter selama seminggu dan itu merupakan jumlah yang sangat sedikit dibandingkan kebutuhan masyarakat.

“Namun demikian kami berharap dukungan masyarakat supaya jumlah ini bisa bertambah lagi. Karena kami masih mengupayakannya ke Pertamina supaya pasokan minyak tanah untuk Madina ditambah,” tambahnya mengakhiri. (BS-026)
Sumber : Beritasumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPU Madina Tolak Dalil Tim Dahlan-Aswin

    KPU Madina Tolak Dalil Tim Dahlan-Aswin

    • calendar_month Jumat, 21 Mei 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      JAKARTA (Mandailing Online) – Kuasa hukum KPU Mandailing Natal menyatakan menolak segala dalil yang dituduhkan pihak Paslon 02, pada sidang PHP Pilkada Madina 2020 di Mahkamah Konstitusi, Jum’at (21/5/2021). Dalil yang dituduhkan tim 02 terkait pencermatan Data Pemilih Tetap (DPT) menjelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Madina, April lalu. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mandailing […]

  • Ekonomi Syariah Tanpa Islam Kaffah, Bukti Pengaruh Kapitalisme Masih Kuat

    Ekonomi Syariah Tanpa Islam Kaffah, Bukti Pengaruh Kapitalisme Masih Kuat

    • calendar_month Jumat, 9 Jun 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Vita Sari Ibu Peduli Negeri “Pemerintah ingin memposisikan Indonesia sebagai pelaku utama, sekaligus hak ekonomi syariah serta produsen pusat halal dunia,” ungkap Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam acara Anugerah Adinata Syariah 2023 yang diselenggarakan oleh Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), di Jakarta, pada Jumat (26/05). Selanjutnya, Bu Ani selaku Menteri […]

  • Sasaran Tanam Padi Madina Capai 36.964 Hektare

    Sasaran Tanam Padi Madina Capai 36.964 Hektare

    • calendar_month Selasa, 24 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menargetkan sasaran tanam padi tahun 2012 seluas 36.964 hektare, termasuk di antaranya padi sawah dan padi gogo atau padi darat. Sementara, target panen produksi mencapai 34.948 ton. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Madina Taufik Zulhendra Ritonga melalui Kasubbag Program Dinas Pertanian Rizal Harahap kepada wartawan, Senin (23/1) di […]

  • Ribuan Bidan Minta Diangkat Jadi PNS

    Ribuan Bidan Minta Diangkat Jadi PNS

    • calendar_month Senin, 19 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    JAKARTA, – Ribuan bidan berstatus pegawai tidak tetap (PTT) dari berbagai daerah menggelar aksi demonstrasi di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Senin (19/8). Mereka menuntut untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Para bidan ini berkumpul di depan Hotel Grand Hyatt sejak pukul 08.00 WIB. Massa bidan tampak berpakaian seragam putih dan ada yang berseragam cokelat. […]

  • Ancaman Penyakit Dari Es Batu

    Ancaman Penyakit Dari Es Batu

    • calendar_month Jumat, 19 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Anda orang yang suka minum dengan es batu? Sekarang Anda harus lebih berhati-hati. Proses pembuatan es ternyata tidak higienis dan menggunakan sejumlah zat berbahaya. Sejumlah produsen es batu bahkan menggunakan bahan air mentah yang berasal dari sungai. Memang menyantap minuman dingin setelah dicampur es batu menjadi kegemaran sebgaian besar masyarakat, apalagi jika menikmatinya di saat […]

  • Narkoba Sudah Menggerogoti Kampung Halamanku

    Narkoba Sudah Menggerogoti Kampung Halamanku

    • calendar_month Kamis, 6 Mei 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Siti Khadijah Sihombing, S.Pd Pemerhati generasi muda Baru-baru ini kita dikejutkan dengan begitu banyaknya kasus tindak pidana narkoba yang melanda kota Barus. Bukan 1 orang saja yang menjadi tersangka tetapi banyak sekali tersangka yang beruntun tertangkap di tanggal yang sama. Mulai dari bapak-bapak sampai anak muda menjadi pengguna dan pengedar. Menurut keterangan Kapolres […]

expand_less