Minggu, 13 Sep 2026
light_mode

Pencarian Identitas Diri Muslimah Spanyol

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 10 Jul 2015
  • print Cetak

 

 

NEW YORK (Mandailing Onlne) – Kalene Santana (19 tahun) masih tergolong muda saat berani memutuskan berpindah keyakinan dari Katolik menjadi seorang muslimah.

Perempuan Hispanik keturunan Puerto Rico dan Dominika ini merasa kehidupannya kini lengkap. Lantaran ia hidup dan mencintai kehidupan khas Spanyol, berbahasa Inggris, namun beribadah dengan cara Islam.

Santana pun meyakinkan dirinya mampu menghadapi segala tantangan yang menghadang di antara tiga kultur yang dijalaninya. Namun, ia tidak sendirian. Jika Santana baru setahun menjalani kehidupan sebagai muslimah, ada perempuan Hispanik lainnya, Delma Oliveras yang menjadi muslimah sejak tiga tahun lalu.

“Para aktivis di organisasi Islam Nadoona yang membimbingku shalat, mengajarkan akidah dan adab dalam Islam,” ujar Oliveras yang kini bernama Zainab Ismail pada The Huffington Post, Jumat (3/7).

Kedua Latina ini merasakan, meski banyak perbedaan dalam budaya antara Hispanik dan Islam, ada titik persamaan terkait posisi dua budaya ini yang dianggap terlahir dari kelas sosial bawah di Amerika Serikat.

Namun, mereka menguatkan pilihannya karena ada sekitar 40 ribu Muslim Hispanik yang tinggal di AS. Islamic Society of North America mendata bahwa kaum Hispanik banyak yang menjadi Muslim meski kultur Spanyol sangatlah berbeda.

Ismail yang merupakan putri seorang pastur gereja Pentecostal ini menyebutkan beberapa karakter yang berbeda antara kultur Islam dan Hispanik.

Untuk komunitas Hispanik dari Spanyol, Karibia, dan Amerika dikenal dengan sikap individualisme serta kebebasan berganti pasangan. Sehingga keputusan perempuan Hispanik untuk mengenakan hijab dan menutup seluruh auratnya sangat dipandang aneh.

“Aku tidak banyak berdiskusi dengan ayahku karena posisi orang tua dalam Islam adalah orang yang dihormati dan tak layak diajak untuk berdebat. Aku hanya mendoakannya,” tegas Ismail.

Tapi, ia tak menampik bahwa dukungan dari keluarga sangatlah berarti untuk memulai sebuah kehidupan baru. Akhirnya, ia memutuskan untuk menikah dengan seorang pria keturunan Lebanon dua tahun lalu demi menguatkan akidahnya dalam Islam.

“Tidak mendapat dukungan keluarga saat kita baru saja menjadi seorang istri sebenarnya berat. Tapi, itu adalah sebuah proses yang harus dijalani,” ujar Ismail.

Sementara, Santana mengaku masih sedikit mengalami kegamangan karena takut mengalami stigma sosial terkait penampilannya yang berjilbab.

“Aku pernah mengalami beberapa fase. Aku pergi ke masjid, tapi belum mengenakan hijab dan masih pergi ke pesta-pesta. Bahkan saat itu, aku seakan tidak takut laknat Allah SWT.  Aku masih bingung mengatasi perasaan tentang identitas ini, terutama saat berada di ruang publik,” ujar Santana blak-blakan.

Sumber : Rapublika Online

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pembangkit Besar PLN Beroperasi Awal Desember

    Pembangkit Besar PLN Beroperasi Awal Desember

    • calendar_month Selasa, 26 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sibolga – Pada awal Desember 2013, sejumlah pembangkit listrik berkapasitas besar milik PT PLN di Wilayah Sumbagut ditargetkan sudah beroperasi setelah menjalani masa pemeliharaan, hingga mengakibatkan terjadinya defisit listrik kurun waktu terakhir. “Pemeliharaan terhadap mesin pembangkit diperkirakan sudah selesai pada akhir Nopember 2013, ditambah pengoperasian mesin pembangkit listrik hasil sewaan PLN yang ditempatkan di sejumlah […]

  • Lobi APBN Untuk Pembangunan Madina Bukti Keserasian Dahlan-Aswin

    Lobi APBN Untuk Pembangunan Madina Bukti Keserasian Dahlan-Aswin

    • calendar_month Senin, 5 Okt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan : Dahlan Batubara   Keserasian antara Dahlan Hasan Nasution dengan Aswin Parinduri telah lama terbukti. Kebersamaan serta saling bahu membahu kedua tokoh ini bisa dilihat dalam lobi-lobi pembangunan daerah kepada pemerintah pusat di Jakarta. Sebab, percepatan pembangunan Mandailing Natal harus dikejar Dahlan Hasan Nasution selaku bupati Madina sejak beberapa tahun terakhir. Pendanaan pembangunan harus […]

  • Tragedi SMGP: 14 Poin Rekomendasi Pansus DPRD Madina

    Tragedi SMGP: 14 Poin Rekomendasi Pansus DPRD Madina

    • calendar_month Kamis, 1 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Panitia Khusus (Pansus) DPRD Mandailing Natal melahirkan 14 poin terkait tragedi geothermal di Sibanggor. Rekomendasi itu ditetapkan pada rapat paripurna DPRD Mandailing Natal, Kamis (1/4/2021). Pansus itu dibentuk pada 24 Pebruari 2021 dan berakhir hari ini 1 April 2021. Tragedi Sibanggor terjadi pada 25 Januari 2021. Lima warga Sibanggor Julu tewas […]

  • RAMADHAN DI KAMPUNG KAMI (bagian 5)

    RAMADHAN DI KAMPUNG KAMI (bagian 5)

    • calendar_month Jumat, 15 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Diceritakan Tagor Lubis dari Pojok Kedai Lontong Medan (kenangan masa kecil di Mandailing 1970 – 1980)   Hari pertama di bulan Ramadhan,  kampung kami seperti baru selesai bersolek merias diri. Masjid masjid dipoles dengan cat yang baru, bak bak penampungan air di masjid dikuras kembali, setelah dikuras terakhir ramadhan tahun lalu.  Bahkan ada beberapa masjid […]

  • Pemkab Madina Akan Umrohkan 4 Honorer

    Pemkab Madina Akan Umrohkan 4 Honorer

    • calendar_month Selasa, 8 Nov 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tanggal 5 Desember mendatang ini sebanyak 4 pegawai honorer di Pemkab Mandailing Natal akan diberangkatkan umroh ke tanah suci Makkah. Keempat honorer tersebut adalah Zubeir Lubis, tenaga honorer kebersihan taman di Badan Lingkungan Hidup dan Pertamanan Pemkab Madina; Fahri Suhuman, honor komite di Sekolah Dasar 255 Muara Soma Kecamatan Batang Natal; […]

  • Tertibkan Penambangan Emas Liar

    Tertibkan Penambangan Emas Liar

    • calendar_month Selasa, 24 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Pemkab Madina diminta untuk tegas menindak penambang emas liar di Kecamatan Hutabargot dan Nagajuang. Pasalnya, kegiatan ini memunculkan kontraversi di tengah-tengah masyarakat bahkan memakan korban jiwa dan luka-luka Desakan ini diajukan Keluarga Besar Mahasiswa (Gabema) Mandailing Natal (Madina) dan Fraksi Madina Bersatu DPRD Madina, kepada METRO, Senin (23/1). Sekretaris Gabema Madina, Musliadi Nasution SPd […]

expand_less