Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Korupsi DAK 11 Milyar Kian Terbongkar, Pejabat Dinas Pendidikan Madina Perang Dingin

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 16 Apr 2021
  • print Cetak

Bangunan ruang baru SD Negeri di Desa Simpang Banyak yang tidak selesai hingga penghujung Desember 2020. Foto: Oji Lubis

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Heboh! Kasus dugaan korupsi di Dinas Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal kian menghebohkan.

Para pejabat di instansi itu mulai perang dingin menyusul kian terkuaknya indikasi korupsi dana DAK mencapai 11 miliar Rupiah tahun 2020.

Kasus dugaan korupsi ini mencuat setelah kalangan mahasiswa beberapa kali berunjukrasa di Kejati Sumut meminta pengusutan proyek-proyek fisik sekolah di Mandailing Natal tahun anggaran 2020 bersumber dana dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

Salah satu yang paling parah adalah bangunan ruang kelas baru di Desa Simpang Banyak Kecamatan Ulupungkut. Bangunan tidak siap hingga 31 Desember 2021, bahkan hingga triwulan pertama 2021.

Kepala Dinas Pendidikan Mandailing Natal, Ahmad Gong Matua saat dikonfirmasi harian Waspada.id beberapa hari lalu, tidak tahu menahu soal kasus dugaan penyalahgunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) tersebut.

Dilansir Waspada Gong mangatakan, persoalan dana DAK tersebut yang tahu hanya Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) yang juga selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yakni Andriansyah Siregar atau biasa disapa Andre.

Namun, Andre justru balik menyerang kepala dinas.

“Itu klarifikasi bohong. Tidak logis beliau (Kadisdik) tidak tahu. Dari tahap awal saja beliau sudah terlibat, kan beliau langsung yang menandatangani pencairan termin pertama yakni 25 persennya meskipun beliau masuk menggantikan di pertengahan tahun untuk jadi Pelaksana Tugas (Plt) menggantikan Kadis lama,” ungkap Andre Kamis (14/4) dikutip Waspada.id.

Selain itu, Andre juga mengatakan, selama ini dia sudah tidak lagi bisa berkomunikasi dengan Kadisdik. Bahkan, dia juga mengaku sudah tidak lagi dilibatkan dalam program kelanjutan dana DAK tersebut.

Andre juga mengakui ada salah satu sekolah (SD) yang diambil alih langsung oleh Dinas Pendidikan, dalam hal ini mengelola secara langsung pembangunan atau pemberdayaan dana DAK tersebut. Padahal, jika mengikuti Jukdis, dana DAK tersebut merupakan kewenangan kepala sekolah dalam penggunaan anggarannya.

Seperti contoh, SD 231 di Desa Simpang Banyak yang sampai saat ini pengerjaanya terbengkalai dengan anggaran Rp200 juta tidak siap dikarenakan dana untuk pembangunannya tidak ada lagi.

Kata Andre, Kepala SD 231 Simpang Banyak mengaku hanya mengandalkan sisa anggaran yang masuk yakni termin ketiga sebesar 30 persen. Andre juga mengatakan hanya anggaran 30 persen yang diterimanya untuk melanjutkan pembangunan itu. Kepsek juga tidak tahu anggaran termin pertama dan kedua “perginya” ke mana dan yang memakai siapa?

Sumber: Waspada.id

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Selamat Datang Caleg Baru

    Selamat Datang Caleg Baru

    • calendar_month Jumat, 3 Agt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Catatan : AKHIRUDDIN MATONDANG “Hari Gini Kalau Ada Orang yang Nggak Kamu Kenal, Tapi Tiba-Tiba Begitu Ramah, Waspadalah…90 % Dipastikan Kalo Dia Adalah Caleg.” Meme seperti kalimat di atas belakangan sering tampak di medsos, terutama facebook dan grup-grup whatsapp (WAG). Tidak itu saja, wajah medsos dalam sebulan terakhir diramaikan foto-foto para bakal calon anggota […]

  • Diperiksa Kejatisu Sekda Madina "Tersandung" Lahan Kuburan

    Diperiksa Kejatisu Sekda Madina "Tersandung" Lahan Kuburan

    • calendar_month Jumat, 20 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan. Sekretaris Daerah (Sekda) Madina, M Daud Batubara, diperiksa tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) terkait kasus pengadaan lahan pemakaman umum pada 2007. Saat itu ia menjabat sebagai Kabag Tata Pemerintaan Madina. Dalam kasus ini, jaksa belum mengungkap jumlah kerugian negara, namun indiksi awal Rp 4,9 miliar. Dana itu tidak untuk […]

  • Pendaftaran Yusuf Nasution-Imron Lubis Sah Menurut Undang-Undang

    Pendaftaran Yusuf Nasution-Imron Lubis Sah Menurut Undang-Undang

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pasangan bakal calon bupati/wakil bupati Madina Drs. HM. Yusuf Nasution,Msi – H. Imron Lubis,S.Pd.MM yang didaftarakan DPC Partai Hanura Madina dan PBB Madina pada tanggal 26 Juli 2015 ke KPU Madina sah menurut Undang-undang Nomor 08 Tahun 2015 dan Peraturan KPU Nomor 9 Tahun 2015 sebagai mana telah diubah dengan Peraturan […]

  • Disepakati Lion Air Buka Rute Penerbangan Madina-Medan dan Madina-Padang

    Disepakati Lion Air Buka Rute Penerbangan Madina-Medan dan Madina-Padang

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        JAKARTA (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution menemui Pemilik Lion Air Rusdi Kirana di Lantai 7, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen RI, Jakarta, Selasa (12/5/2026). Bupati Saipullah didampingi Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang. Ketiganya membahas pembukaan jalur penerbangan dari dan ke Bandar Udara Jenderal Besar Abdul Haris […]

  • Kampoeng Kaos Madina Hadirkan Alat Tenun Kain Khas Mandailing

    Kampoeng Kaos Madina Hadirkan Alat Tenun Kain Khas Mandailing

    • calendar_month Senin, 28 Mar 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kampoeng Kaos Madina (KKM) sebagai industri kreatif yang memproduksi berbagai jenis produk khas Mandailing, terus mengembangkan inovasi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus berkembang, terutama kain bermotif khas Mandailing. Saat ini KKM telah menambah produknya, berupa produk kain yang diproduksi dengan alat tenun bukan mesin (ATBM). Kain-kain yang diproduksi tersebut memiliki corak dan motif Mandailing. […]

  • 252 Anggota Koperasi Kuala Tunak Tabuyung Hadiri RAT, Pertanggungjawaban Diterima

    252 Anggota Koperasi Kuala Tunak Tabuyung Hadiri RAT, Pertanggungjawaban Diterima

    • calendar_month Minggu, 25 Agt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    TABUYUNG ( Mandailing Online) : Rapat Anggota Tahunan (RAT) merupakan kewajiban setiap koperasi, karena merupakan wujud dari pertanggung jawaban pengurus dan pengawas kepada anggota atas kinerjanya. Dalam menjalankan kewajiban tersebut, Koperasi Kuala Tunak yang ada di Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina) Jum’at 23/8/2024 melaksanakan RAT. Ketua Koperasi Kuala Tunak […]

expand_less