Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Makna Kemenangan di Idul Fitri

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 4 Jul 2016
  • print Cetak

Mengapa Idul Fitri disebut-sebut sebagai ‘Hari Kemenangan’ ?:

Pertama, dari kata idul fithri itu sendiri yang berarti kembali ke fitrah, yakni ‘asal kejadian’, atau ‘kesucian’, atau ‘agama yang benar’. Maka setiap orang yang merayakan idul fitri dianggap sebagai cara seseorang untuk kembali kepada ajaran yang benar, sehingga dia bisa memperoleh kemenangan.

Kedua, dari kata ‘minal ‘aidin wal faizin’ yang berarti ‘semoga kita termasuk orang-orang yang kembali memperoleh kemenangan’ . Karena menurut para ahli, kata al-faizin diambil dari kata fawz, sebagaimana tersebut dalam Al-Qur’an, yang berarti ‘keburuntungan’ atau ‘kemenangan’.

Menurut Quraish Shihab, bila kata fawz dirujukkan kepada Al-Qur’an, ditemukan bahwa hampir seluruh kata itu kecuali Al-Qur’an surat An-Nisa : 73 mengandung makna ‘pengampunan dan keridhaan Allah serta kebahagiaan surgawi’. Kalau begitu, maka bisa dipahami bahwa kata ‘minal ‘aidin wal faizin’ sesungguhnya bermakna do’a, yakni ‘semoga kita termasuk orang-orang yang memperoleh ampunan dan ridha Allah SWT sehingga kita bisa mendapatkan kenikmatan surga-Nya’.

ilustrasi sujud kembali ke fitrah

ilustrasi sujud kembali ke fitrah

Makna lain dari kata idul fitri sebagai hari kemenangan adalah karena pada hari itu seluruh kaum muslimin dan muslimat baru saja menuntaskan kewajiban agamanya yang paling berat yaitu menahan hawa nafsu melalui ibadah Ramadhan.

Seolah di Hari Fitri semua persoalan yang mengganjal kehidupan, terselesaikan. Apakah kamu tidak ingin Alah memaafkan kamu ? Allah adalah Maha Pemaaf lagi Maha Penyayang (Al-Qur’an, An-Nur : 22). Mudah-mudahan di Hari Raya Idul Fitri ini, kita pun kembali termasuk orang-orang yang kembali memperoleh keridhaan Allah dan menikmati keindahan surga-Nya, sebagai bukti bahwa kita ‘menang’ dalam mengatasi segala ujian-Nya. Wallahua’lam.

Kendati dalam literatur-literatur Islam klasik, Idul Fitri disebut sebagai Idul Ashgar (hari raya yang kecil) sementara Idul Adhha adalah Idul Akbar (hari raya yang besar), umat Islam di Tanah Air selalu terlihat lebih semarak merayakan Idul Fitri dibandingkan hari-hari besar lainnya, bahkan hari raya Idul Adha sekalipun. Momen Idul Fitri dirayakan dengan aneka ragam acara, dimulai dengan shalat Id berjamaah di lapangan terbuka hingga halal bi halal antarkeluarga yang kadang memanjang hingga akhir bulan Syawal.

Dalam terminologi Islam, Idul Fitri secara sederhana adalah hari raya yang datang berulang kali setiap tanggal 1 Syawal yang menandai puasa telah selesai dan kembali diperbolehkan makan minum di siang hari. Artinya, kata fitri disitu diartikan `berbuka atau berhenti puasa` yang identik dengan makan-makan dan minum-minum. Maka tidak salah apabila Idul Fitri pun disambut dengan pesta makan-makan dan minum-minum mewah yang tak jarang terkesan diada-adakan oleh sebagian keluarga.

Terminologi Idul Fitri seperti ini harus dijauhi dan dibenahi, sebab selain kurang mengekspresikan makna Idul Fitri sendiri, juga terdapat makna yang lebih mendalam lagi. Idul Fitri seharusnya dimaknai sebagai `kepulangan seseorang kepada fitrah asalnya yang suci` sebagaimana ia baru saja dilahirkan dari rahim ibu. Secara metafor, kelahiran kembali ini berarti seorang Muslim yang selama sebulan melewati Ramadhan dengan puasa, qiyam, dan segala ragam ibadahnya harus mampu kembali berislam, tanpa benci, iri, dengki, serta bersih dari segala dosa dan kemaksiatan.

Idul Fitri berarti kembali pada naluri kemanusian yang murni, kembali pada keberagamaan yang lurus, dan kembali dari seluruh praktik buruk yang bertentangan dengan jiwa manusia yang masih suci. Kembali dari segala kepentingan duniawi yang tidak islami. Inilah makna Idul Fitri yang asli.

Wassalam.
Dikutip dari buku : “Noktah Pengharapan Manusia”
Di share dari catatan :
Mahasiswa Pascasarjana Departemen Tafsir dan Ilmu-ilmu Alquran Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Shooting Film “Senandung Willeam”

    • calendar_month Kamis, 23 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kru Tympanum Novem ketika melakukan shooting film “Senandung Willeam” atau lebih dikenal Willeam Iskandear di Desa Hutabangun Kecamatan Bukit Malintang. Film colosal yang mengangkat tokoh pendidikan Mandailing ini merupakan kerjasama dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Mandailing Natal.(Hol)

  • Percepat Pengusutan Kebakaran Pasar Hilir, Kapolres Madina Mendapat Apresiasi

    Percepat Pengusutan Kebakaran Pasar Hilir, Kapolres Madina Mendapat Apresiasi

    • calendar_month Selasa, 11 Okt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tim Percepatan Pemeriksaan yang dibentuk Polres Madina dalam mengusut kasus penyebab kebakaran di Pasar Hilir, Panyabungan mendapat apresiasi. Pembentukan tim ini dinilai sebagai keseriusan Kapores Mandailing Natal (Madina), AKPB Rudy Rifani menegakkan supremasi hukum serta azas keadilan bagi para keluarga korban kebakaran. “PDI Perjuangan mengapresiasi langkah kapolres yang telah membentuk Tim […]

  • Warga Buang Sampah di Pinggir Jalinsum

    Warga Buang Sampah di Pinggir Jalinsum

    • calendar_month Selasa, 16 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIPIROK- Sejumlah warga di sekitar Aek Sulum Desa Marsada, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), membuang sampah di pinggir Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Aek Sulum. Akibatnya, di beberapa titik terlihat tumpukan-tumpukan sampah. Ironinya, tempat pembuangan sampah liar itu berdekatan dengan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Aek Sulum yang anjlok sepanjang 50 meter dengan kedalaman sekitar 10 […]

  • RSU Sidimpuan Belajar ke RSU dr FL Tobing

    RSU Sidimpuan Belajar ke RSU dr FL Tobing

    • calendar_month Sabtu, 28 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sibolga. Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padangsidimpuan dr Aminuddin bersama rombongan 5 kelompok kerja (Pokja) berkunjung ke RSU dr FL Tobing Sibolga, Jumat (27/1). Mereka studi banding terkait keberhasilan RSUD FL Tobing meraih akreditasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Lima pokja yang datang mendampingi Direktur RSU Padangsidimpuan itu adalah Pokja administrasi, pelayanan medis, rekam medik, […]

  • Bupati Diminta Sosialisasikan Dana Pendidikan

    Bupati Diminta Sosialisasikan Dana Pendidikan

    • calendar_month Senin, 13 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Bupati Madina, Hidayat Batubara didesak untuk mensosialisasikan dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah untuk tingkat SLTA serta bantuan bagi pelajar yang masuk ke perguruan tinggi yang ditampung di APBD Madina tahun 2012. Sebab, pasca pengesahan APBD, masyarakat luas belum banyak mengetahui kebijakan di sektor pendidikan tersebut. Program ini merupakan salah satu kebijakan bupati […]

  • MEMANGGUL BAN DALAM

    MEMANGGUL BAN DALAM

    • calendar_month Selasa, 2 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Dua orang kaum perempuan di Desa Jambur Baru Kecamatan Batang Natal memanggul ban dalam ukuran besar menuju sungai hendak mengumpul pasir dan batu sebagai mata pencaharian alternatif. Belakangan ini tingkat pendapatan masyarakat di Batang Natal sangat rendah akibat masih rendahnya harga karet yang selama ini sebagai mata pencaharian utama penduduk di Batang Natal. (foto : […]

expand_less