Sungai Parlampungan dan Batang Natal Terus Digarap Pelaku Tambang Emas Ilegal
- account_circle Muhammad Hanapi
- calendar_month 20 menit yang lalu
- print Cetak

Tedlihat alat berat milik pelaku tambang sedang aktifitas di wilayah aek baru jae ( ist )
Batangnatal ( Mandailing Online )- Daerah aliran sungai ( DAS ) di wilayah Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) nampaknya tidak ada yang selamat dibuat para pelaku tambang emas ilegal. Mereka terus merusak ekosistem sungai dan sekitarnya. Sungai parlampungan yang berada di desa aek baru jae saat ini menjadi lahan subur pelaku tambang. Setiap hari alat berat meraung raung melakukan aktifitas pengambilan material yang mengandung emas baik dari bantaran sungai sampai ke kebun kebun warga.
Sumber Mandailing Online menyebut lokasi tambang emas ilegal di wilayah aek baru jae dikuasai beberapa toke. Hari ini saja ada sejumlah alat berat beroperasi.
” sudahlah pak, kalau aparat penegak hukum sendiri melakukan pembiaran terhadap aktifitas pelaku tambang emas ilegal kita tunggu saja bencananya,” kata warga penduduk aekbaru jae.

Lingkaran kecil dalam photo diduga kuat jadi titik lokasi tambang emas ilegal di kawasan aek baru jae ( ist )
Ia mengaku lokasi tambang yang beroperasi di bantaran sungai aek parlampungan. Lokasi sendiri tidak jauh dari desa aek baru jae.
Selain sungai parlampungan desa aek baru jae, aktifitas tambang emas ilegal di daerah aliran sungai batang natal tepatnya desa Ampung padang juga terus beroperasi. Lokasi itu sendiri dikuasai oleh penodal bernama Bolkiah.
Satma AMPI Madina Desak Kapolda Sumut Tindak Tegas Tambang Emas Ilegal Milik Bolkiah di Batang Natal
Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin di wilayah Kecamatan Batang Natal dan Linggabayu itu pun menjadi sorotan Dari Bendahara Satuan Mahasiswa AMPI (Satma AMPI) Kabupaten Mandailing Natal, Muhammad Saleh, menyampaikan keprihatinan sekaligus kritik keras terhadap masih maraknya aktivitas tambang ilegal tersebut.
Menurutnya, keberadaan alat berat yang beroperasi secara terang-terangan di sepanjang daerah aliran sungai menunjukkan bahwa praktik tambangbemas ilegal di wilayah tersebut belum tersentuh penegakan hukum secara maksimal.
“Informasi yang kami terima dari masyarakat menyebutkan bahwa lokasi tambang di Desa Ampung Padang diduga dikuasai oleh seorang pengusaha tambang bernama Bolkiah. Aktivitas alat berat disebut terus berjalan tanpa henti, bahkan lokasinya terlihat jelas dari jalan raya,” ujar Muhammad Saleh, senin (9/3/2026).
Saleh menegaskan bahwa kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat terkait keseriusan aparat dalam memberantas praktik pertambangan ilegal yang merusak lingkungan.
“Jika benar aktivitas ini masih berlangsung secara terbuka, maka ini menjadi tanda tanya besar bagi publik. Jangan sampai muncul anggapan bahwa para pelaku tambang emas ilegal kebal hukum,” tegasnya.
Selain berdampak pada kerusakan lingkungan, praktik tambang emas ilegal di daerah aliran sungai juga berpotensi memicu bencana ekologis serta merugikan negara dari sisi pendapatan sumber daya alam.
Karena itu, Satma AMPI Madina mendesak Kapolda Sumatera Utara dan Kapolres Mandailing Natal untuk segera turun tangan melakukan penertiban serta penindakan tegas terhadap aktivitas tambang emas ilegal di wilayah Batang Natal dan Linggabayu.
Sementara itu, Kapolres Mandailing Natal AKBP Bagus Priady saat di wawancara disela sela sidang paripurna HUT Madina ke 27 pada Senin 9/3/2026 di gedung DPRD Madina mengatakan pihaknya terus berkordinasi dengan Polda Sumatera Utara terkait penindakan yang akan dilakukan.
” untuk tambang jelas kita terus berkordinasi dengan Polda Sumut kemudian Bupati selaku kepala daerah karena kita menjaga kekondusipan wilayah,” kata Kapolres.
Yang jelas kata Bagus semua penindakan yang telah dilakukan akan di proses sesuai hukum yang berlaku (* )
- Penulis: Muhammad Hanapi

