Minggu, 30 Agu 2026
light_mode

Mungkinkah Banwas Rekomendasi Pansus Palmaris Juga Menjadi Munafik?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 4 Mei 2016
  • print Cetak
Pansus Palmaris grafis

Pansus Palmaris grafis

Catatan : Dahlan Batubara

DPRD Mandailing Natal (Madina) membentuk Badan Pengawas Rekomendasi Pansus Palmaris pada Senin (2/5) pada rapat Paripurna DPRD Madina.

Badan Pengawas (Banwas) ini berfungsi dan bekerja mengawasi atau melakukan pengusutan terhadap nasib Rekomendasi Pansus Palmaris.

Rekomendasi Pansus Palmaris adalah rekomendasi Panitia Khusus DPRD Madina tanggal 3 Januari 2013 lalu yang merekomendasikan pencabutan izin PT. Palmaris karena kehadiran PT.Palmaris diduga menimbulkan masalah di Kecamatan Batahan berupa sengketa lahan dengan warga serta tidak adanya realisasi kebun plasma sawit kepada warga setempat dari PT Palmaris sesuai dengan ketentuan peraturan.

Tetapi rekomendasi pencabutan itu tinggal rekomendasi, karena hingga saat ini pencabutan izin PT. Palmaris tak kunjung terrealisasi oleh Pemkab Madina. Gejolak demi gejolak serta jeritan rakyat di Batahan sampai sekarang pun masih kerab terjadi. Terakhir, sebanyak 12 orang warga Batahan I ditangkap polisi karena diadukan PT. Palmaris atas tuduhan mencuri sawit saat 12 orang itu memanen di lahan yang disebut-sebut lahan sengketa.

Banwas ini diketuai Ir.Wildan Nasution; Wakil Katua Ilyas Siswadi, S.Pd. Anggotanya meliputi Mulyadi Hakim Muda, Dra.Hj.Melati Nur, Asmin Nasution, Zulkarnaen Nasution SE, dan Sahbana Hasibuan.

“Badan pengawas ini bukan alat kelengkapan dewan, bertugas  mengawasi tindak lanjut dari Pansus Palmaris beberapa tahun yang lalu. Karena sejauh ini apa yang menjadi rekomendasi Pansus nampaknya belum berjalan,” ujar Wildan Nasution kepada wartawan, Selasa (3/5).

Akankah Banwas ini membawa angin segar bagi perbaikan konflik di Batahan? Apakah rakyat Batahan harus gembira atas kehadiran Banwas ini? Apakah jeritan warga Batahan yang berhadapan dengan PT. Palmaris akan selesai? Pesimis dan optimis masih melingkupinya.

Dari sisi pesimis : Banwas ini mungkin akan bekerja dengan maksimal dan melahirkan rekomendasi. Hanya saja rekomendasi Banwas ini nantinya dikhawatirkan akan senasib dengan nasib rekomendasi Pansus Palmaris tahun 2013 lalu.

Benar bahwa yang melakukan eksekusi pencabutan izin PT. Palmaris adalah Pemkab Madina. DPRD hanya menerbitkan rekomendasi. Fakta bahwa hingga 2016, izin PT Palmaris tak kunjung dicabut. Mengapa DPRD diam saja ketika Pemkab Madina tak mematuhi rekomendasi itu?  Mengapa DPRD Madina, terutama orang-orang yang duduk di Pansus diam saja? Ada apa? Apakah benar kabar burung itu : selentingan dugaan bahwa para anggota Pansus telah menerima dana ratusan juta rupiah dari perusahaan agar diam saja tak mendesak pemkab melakukan eksekusi pencaburan izin itu? wallohu a’lam, dan hanya dinding gedung DPRD yang tahu.

Mengapa mantan para anggota Pansus ketika itu (bahkan sampai sekarang) hanya berkata : kita sudah merekomendasikan pencabutan izin, selanjutnya pemkab lah yang mengeksekusi.

Rekomendasi tentunya bukan sebatas rekomendasi. Tetapi tetap memiliki hubungan kait dengan tahap eksekusi. Jika Pemkab tak melakukan eksekusi, maka DPRD harus memanggil bupati mempertanyakan : memengapa anda tak mencabut izin perusahaan itu? Apa alasan anda tak mematuhi rekomendasi kami?

Itu tak terjadi : DPRD Madina tak lagi pernah terdengar menggubris apakah rekomendasi mereka dilaksanakan atau di-tong sampah-kan. Semangat DPRD manjadi pudar, tak seganas ketika menerbitkan rekomendasi. Apa penyebab mereka tak garang lagi? Hanya dinding gedung DPRD yang tahu.

Kini, DPRD Madina telah membentuk Badan Pengawas Rekomendasi Pansus Palmaris. Bagaimanakah nantinya hasilnya? Bagaimana bunyi rekomendasinya? Apakah (jika berbentuk rekomendasi) anggota Banwas ini senasib dengan Pansus : diam setelah menerbitkan rekomendasi? Mari kita tunggu. Kita hanya berharap nasib rekomendasi tidak menjadi rekomendasi ala munafik, sebab rakyat di Batahan masih menjerit.

Dari sisi optimis : Banwas ini mungkin akan bekerja dengan maksimal dan melahirkan rekomendasi. Dan akan setia mengawal sampai tahap eksekusi, tak membiarkan rekomendasi itu di-tong sampah-kan.

Optimisme itu berdasar bahwa terdapat tiga anggota DPRD Madina yang berasal dari Dapil 4 (Batahan masuk Dapil 4) yakni : Wildan Nasution (posisi ketua Banwas), Ilyas Siswadi (posisi Wakil Katua banwas), Melati Nur (anggota).

Ketiga wakil rakyat ini dimungkinkan tidak akan mau menghianati rakyat yang telah memilihnya, telah mendudukkannya di kusrsi empuk DPRD, telah memilih mereka sebagai wakil meraka di legislative. Tetapi, jika ketiga wakil rakyat itu mau berkhianat, itu cerita lain.***

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Madina Temukan Ladang Ganja 1 Hektar

    Polres Madina Temukan Ladang Ganja 1 Hektar

    • calendar_month Rabu, 15 Nov 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN,( Mandailing Online )-Polisi dari Polrea Mandailing Natal ( Madina ) kembali temukan ladang ganja seluas 1 hektar di perbukitan tor sihite, Desa Pardomuan, Kecamatan Panyabungan Timur, Madina. Dipimpin Kasat Narkoba AKP Irwan , tim menelusuri perbukitan dengan berjalan kaki. Dibutuhkan waktu sekitar 5 jam untuk sampai ke lokasi. Tiba di lokasi, tim melihat ladang […]

  • Banjir di Natal, Jalan Putus, Ratusan Ruamah Terrendam

    Banjir di Natal, Jalan Putus, Ratusan Ruamah Terrendam

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Banjir terjadi di Desa Taluk Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal, Sumut, Kamis dini hari (23/7/2020). Curah hujan yang tinggi dalam beberapa pekan terakhir menyebabkan banjir beberapa desa di Kecamatan Batal, Sinunukan dan Lingga Bayu. Terparah di Desa Taluk. Informasi awal dari warga, jumlah rumah yang terrendam di Desa Sasaran mencapai 25 rumah. Sedangkan Desa Taluk […]

  • Pemerintah siapkan Rp70 triliun untuk desa

    Pemerintah siapkan Rp70 triliun untuk desa

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA –  Kementerian Desa Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi menyiapkan anggaran sebesar Rp70 triliun untuk dialokasikan kepada setiap desa dan Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) di seluruh Indonesia. Dana tersebut merupakan 10 persen dari Rp 700 triliun anggaran transfer daerah, sehingga setiap desa akan dialokasikan sebesar Rp 1,4 miliar, bahkan akan ditingkatkan jumlah sesuai kebutuhan. “Untuk […]

  • Hutan Bakau di Natal Telah Punah

    Hutan Bakau di Natal Telah Punah

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      NATAL (Mandailing Online) – Hutan Bakau (Mangrove) yang dulunya tumbuh subur dan berkembang elok ada di pinggiran sungai dan pantai laut di Desa Sikara-kara Kecamatan Natal, Mandailing Natal, kini sudah tak nampak lagi secara kasat mata. Hanya tinggal kenangan. Sejak tahun 2012, kawasan hutan bakau ini digarap oleh PT. Tri Bahtera Srikandi untuk dijadikan […]

  • Galundung Kian Mencemaskan

    Galundung Kian Mencemaskan

    • calendar_month Kamis, 13 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Unit-unit gelondong batuan emas (galundung dalam bahasa Mandailing-red) kian mengkhawatirkan kerena sudah lama menyebar di pemukiman padat penduduk di Mandailing Natal. Sejauh ini pemerintah daerah terkesan diam membisu. Bahaya mercuri dari limbah gelondongan sangat luar biasa bagi generasi yang akan datang. “Ini dampak negatif dari tambang-tambang liar di Huta Bargot dan […]

  • Ini Persyaratan Bandar Udara Mandailing Natal Untuk Bisa Operasional

    Ini Persyaratan Bandar Udara Mandailing Natal Untuk Bisa Operasional

    • calendar_month Sabtu, 29 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ) Agus mengatakan Bandar Udara Mandailing Natal secepatnya diupayakan bisa dioperasionalkan setelah selesai pembangunan tentunya dengan memenuhi persyaratan seperti prosedur pengoperasian Bandar Udara Baru (tahapan verifikasi, commisioning, fasilitas sisi udara dan sisi darat, penyusunan dokumen operasi seperti Aerodrome Manual (AM), Sertifikasi Bandara (SBU), Publikasi Aerodrome Information Public (AIP), Aerodrome Emergency Plan (AEP) […]

expand_less