Selasa, 10 Mar 2026
light_mode

Sungai Terusan di APL PT. TBS

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 13 Nov 2019
  • print Cetak

 

Ketua IKAPERTA, Ikhwan Ab berlatarbelakang lahan mangrove yang sekarat di Sikara-kara

Oleh : Dahlan Batubara

Sungai itu dulu mengalirkan air asin. Agar tanaman bakau bisa terus hidup. Agar hutan mangrove lestari.

Saya baru tahu : tanaman bakau tak dapat hidup tanpa menghisap air laut.

Nama sungai itu : Sungai Terusan.

Kini tak ada lagi. Sudah diubah menjadi parit.

Sungai Terusan masih ada sebelum tahun 2012. Lalu dimatikan.

Sejak itu pohon-pohon bakau sekarat.

“Bekas jalur sungai itu berada di lokasi perkebunan sawit,” kata Ikhwan Ab saat saya berbincang dengannya di Panyabungan, Senin malam (11/11/2019).

Dia adalah Ketua Ikatan Putra Putri Ranah Natal (Ikaperta). Yang saat ini sedang memperjuangkan kembalinya hutan mangrove di Sikara-kara, Kecamatan Natal, Mandailing Natal (Madina).

Nasib hutan mangrove ini menjadi issu besar di Pantai Barat Madina.

Warga Natal menduga PT. Tri Bakhtera Srikandi (PT.TBS) melenyapkan hutan untuk membangun kebun sawit.

Tetapi, dugaan itu dibantah Kuasa Hukum PT. TBS, Ridwan Rangkuti, SH.MH yang menyatakan perusahaan tak membabat bakau.

Para tokoh Pantai Barat Madina juga menduga pemerintah daerah tidak becus melakukan pengawasan terhadap proses investasi di Sikara-kara yang berakibat lenyapnya hutan bakau.

Ironi yang disuarakan tokoh-tokoh Pantai Barat itu hingga kini masih menjadi top issu di Madina.

Bahkan mulai masuk ke ranah legislatif. DPRD Madina.

Fakta-fakta yang mencuat selain masalah hutan mangrove (bakau) juga soal perizinan.

Warga mencuatkan fakta tentang pembangunan sawit oleh PT. TBS yang sudah dimulai sejak 2012. Sedangkan izin usaha perkebunannya terbit tahun 2018.

Yang menjadi pertanyaan :

Pertama : apakah PT. TBS boleh memulai pembangunan kebun sawit sebelum mengantongi Izin Lokasi, Izin Lingkungan dan IUP-B?

Kedua : Apakah pemerintah daerah melakukan rangkaian peninjauan terhadap kegiatan pembangunan sawit?

Ketiga : Apakah pemerintah daerah pernah meninjau Sungai Terusan itu dan segala tanaman mangrove di areal APL sebelum dijamah PT. TBS?

Pertanyaan-pertanyaan ini boleh jadi akan menjadi PR legislatif ketika nanti DPRD Madina membentuk Pansus.****

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bagas Godang dan Mandheling Coffee

    Bagas Godang dan Mandheling Coffee

    • calendar_month Jumat, 29 Mar 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Catatan : Dahlan Batubara   Bagas Godang. Di Mandailing. Rumah Besar bahasa Melayu-nya. Istana raja yang memerintah negerinya. Masa lalu. Sebelum ada negara Indonesia. Setiap ada Bagas Godang selalu ada Sopo Godang. Banyak pelajaran yang harus diperoleh dari Sopo Godang. Sopo Godang melambangkan demokrasi kerajaan-kerajaan Mandailing masa lalu. Bahkan ketika Eropa masih gelap, otoritarian, […]

  • Legal Standing Penggugat Gubernur Sumut Belum Jelas

    • calendar_month Kamis, 22 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    MEDAN, – Sidang gugatan citizen law suit terhadap Gubernur Sumut dan penyelenggara negara lainnya di tingkat provinsi dan pusat oleh 25 warga Kota Medan kembali ditunda setelah kuasa hukum warga tidak dapat menunjukkan keseluruhan bukti identitas resmi para penggugat. “Dari 25 warga yang menggugat mungkin tadi hanya ada delapan orang yang datang dan menunjukkan kartu […]

  • Nasib Negeri Penghasil Sawit, Hidup Rakyat Makin Sulit

    Nasib Negeri Penghasil Sawit, Hidup Rakyat Makin Sulit

    • calendar_month Kamis, 22 Agt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Intan Marfuah Aktivis Muslimah Masyarakat Desa Kedang Ipil, Kecamatan Kota Bangun Darat, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), dengan tegas menyatakan penolakan mereka terhadap rencana pengembangan perkebunan kelapa sawit oleh PT Puncak Panglima Perkasa (PPP). Bahkan, aktivitas perusahaan tersebut di wilayah mereka dinilai meresahkan. Keterangan ini disampaikan langsung oleh Kepala Desa (Kades) Kedang Ipil, Kuspawansyah. Ia […]

  • Drainase Jalinsum Panyabungan Diperbaiki

    Drainase Jalinsum Panyabungan Diperbaiki

    • calendar_month Sabtu, 14 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA-Jalan nasional di Pasar Baru Panyabungan, Kabupaten Madina tepatnya di depan SPBU kerap banjir. Salahsatu penyebabnya adalah, kurangnya kesadaran dari masyarakat dan pemerintah dalam membersihkan drainase. Untuk menghindari terjadinya banjir, Wakil Bupati (Wabup) Madina, Drs Dahlan Hasan Nasution bersama Camat Panyabungan, Sahnan Batubara, Badan Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), […]

  • Penyidik Segera Jemput Paksa Mantan Walikota Binjai

    Penyidik Segera Jemput Paksa Mantan Walikota Binjai

    • calendar_month Minggu, 17 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Mantan Wali kota Binjai Ali Umri yang statusnya masih sebagai saksi dalam dugaan kasus tindak pindana korupsi di Komita Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Binjai enggan memenuhi panggilan polisi. Polisipun diketahui sudah membentuk tim khusus yang menyebar di sejumlah daerah untuk memantau dan mencari Ali Umri. Tak ayal, Polda Sumut mengatakan segera menjemput paksa […]

  • Perambah Hutan Madina Masih Merajalela

    Perambah Hutan Madina Masih Merajalela

    • calendar_month Selasa, 30 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Pengusaha kilang sawmill berkedol IPK dari Dinas Kehutanan Madina masih merajalela melakukan aktivitasnya dihutan Aek Nabara-Mandailing Natal,escapator dan Truck logging beraksi dimusim hujan hingga jalan menuju desa tersebut,hancur berlobang dan berlumpur. Toguan Lubis warga Aek nabara Batang Natal Kabupaten Mandailing Natal,kepada wartawan Selasa (23/11) mengatakan, saat musim penghujan ini aktipitas kegiatan pengusaha kilang saw […]

expand_less