Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Temuan Bom di Serpong, Indonesia Siaga I

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 24 Apr 2011
  • print Cetak


Istana rapat mendadak. Seluruh elemen keamanan hadir.

Kamis pagi, 21 April 2011, pengurus gereja Christ Katedral, Desa Cihuni, Gading Serpong, Tangerang, mendapatkan kabar mengagetkan dari polisi: ada paket bom dipasang di sekitar lokasi gereja.

Polisi kemudian langsung bergerak menyisir sekitar lokasi. Sepuluh jam lebih menyisir, hingga lepas shalat Maghrib, hasilnya sembilan paket bom dengan berat bervariasi ditemukan petugas di sekitar lokasi. Berat masing-masing paket bom mulai dari 10 sampai 15 kilogram. Bila masing-masing paket memiliki bobot 10 kilogram, itu artinya paket bom keseluruhan berjumlah 90 kilogram.

Bom berdaya ledak dahsyat tersebut diletakkan tersebar di beberapa titik di dekat jalur pipa gas milik Perusahaan Gas Negara (PGN), di dalam gorong-gorong.

Akibatnya tentu akan sangat fatal jika bom tersebut meledak. PGN telah menutup dan mengosongkan gas di jalur itu. Tiga perusahaan terpaksa tidak mendapat pasokan gas sementara dari PGN. Tiga perusahaan itu yakni, “Summarecon Mall Serpong, Batik Keris, dan Universitas Multimedia Nusantara,” kata Kepala Divisi Penjualan PGN, Rindang Triyono, di lokasi kejadian.

Garis polisi sudah dipasang sejauh 1 kilometer dari lokasi penemuan. Di setiap paket bom terdapat telepon selular yang sudah dipasang pengatur waktu pukul 09.00 WIB. Bom siap diledakkan bertepatan saat Jumat Agung.

Dalam situs resmi Gereja Bethel Indonesia (GBI) Basilea Christ Cathedral, rencananya Ibadah Raya Jumat Agung akan dimulai pukul 10.00 WIB bersama Pastor Billy Sindoro. Jemaat Jumat Agung menjadi target ini juga dibenarkan Markas Besar Polri. “Di Serpong itu memang rencananya akan diledakkan pada saat Paskah dengan remote [telepon seluler],” kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Inspektur Jenderal Anton Bachrul Alam ketika dihubungi VIVAnews.com di Jakarta, Kamis 21 April 2011.

Mendapat laporan ini, Istana rapat mendadak. Seluruh elemen keamanan hadir, termasuk Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo, Pangdam Jaya Mayjen Waris, dan Kapolda Metro Jaya Irjen Polisi Sutarman.

“Presiden memerintahkan kepada seluruh aparat yang terlibat melakukan pengaman di seluruh Indonesia,” kata Menteri Kordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis 21 April 2011.

“TNI dan Polri tadi pagi sudah siaga I di tempat-tempat yang telah ditentukan. Khususnya nanti malam, besok pagi, sampai lusa menyongsong hari raya Paskah.” Indonesia siaga satu.

Biasanya, polisi meledakkan paket bom yang ditemukan di lokasi kejadian. Seperti misalnya, paket-paket bom buku yang meneror Jakarta pada Maret lalu. Kali ini hal itu tidak dilakukan. Semua paket bom dibawa tim Gegana. “Pukul 18.25 WIB polisi menyatakan kawasan ini sudah clear dan besok, kami memastikan kegiatan ibadah tetap berjalan,” ujar Sekretaris Jenderal Geraja Christ Chatedral Serpong, Nardi Atmaja, di lokasi.

Bom itu kabarnya merupakan rentetan dari teror bom yang beberapa hari terakhir muncul. Selama ini, Nardi mengaku pengurus Gereja tidak pernah menerima teror dari pihak manapun. Info pertama yang diterima pengurus gereja menyebutkan paket bom di luar arel gereja sebanyak 5 paket bom.

Namun, aparat tidak menyebutkan secara persis titik-titik tempat bom tersebut disimpan. “Beberapa berada di sepanjang jalur pipa gas yang lokasinya cukup dekat dengan gereja,” kata Nardi.

Polisi terus meningkatkan keamanan agar pelaksanaan ibadah hari raya Paskah dan Jumat Agung bisa berjalan dengan khusyuk. Petugas sedang melakukan penanganan-penanganan, pencegahan dan mengurai agar tidak terjadi. “Untuk melihat secara utuh perlu penyelidikan,” kata Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo, yang mendampingi Menko Polhukam Djoko Suyanto di Kantor Presiden.

Pelaku Sama

Polisi berhasil mengendus paket bom berdaya ledak luar biasa itu dari penggerebekan Kamis pagi di kawasan Pondok Kopi, Jakarta Timur. Sekitar pukul 05.00 WIB, lebih dari lima petugas menggerebek dua lokasi kontrakan di Pondok Kopi. Di dua lokasi yang hanya berjarak sekitar 200 meter itu, polisi berhasil membekuk empat orang.

Di lokasi pertama, polisi membekuk pedagang mainan anak-anak dan penganan agar-agar bernama Kalsum, anaknya, dan seorang pedagang burger. Pedagang burger ini penghuni yang pindah dari kontrakan yang digerebek polisi di lokasi kedua.

Di lokasi penggerebekan kedua, polisi membekuk Darto, warga Cirebon, Jawa Barat. Dari kontrakan Darto, polisi menemukan empat buku tebal, yang cirinya mirip dengan paket bom buku yang meledak di Utan Kayu, Jakarta Timur.

Satu orang lainnya berhasil kabur dan dibekuk di kawasan Klender, Bekasi. Dari penggerebekan shubuh ini, polisi mendapat informasi adanya paket bom di Serpong. Polisi bergerak, sebanyak 19 tersangka dibekuk. Semua tersangka ini terkait paket bom buku, penggerebekan Pondok Kopi, dan bom Serpong.

“Pelakunya sama. Semua yang ditangkap itu ternyata juga sedang merencanakan bom di gereja,” kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT), Ansyad Mbay, di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis 21 April 2011.

Tidak sampai satu minggu sebelum hari ini, tepatnya enam hari lalu, Jumat siang 15 April 2011, Indonesia dikejutkan dengan aksi bom bunuh diri di dalam masjid. Bertepatan saat salat Jumat. Tidak hanya itu, bom bunuh diri meledak di dalam Markas Polresta Cirebon, Jawa Barat.

Bom berisi material paku, mur, dan baut. Beruntung, bom ini hanya berdaya ledak rendah. Meski berjarak hanya satu barisan salat di depan pelaku, Kapolresta Cirebon, Ajun Komisaris Besar Polisi Herukoco, selamat dengan kondisi luka parah. Tim dokter berhasil mengangkat 50 material yang menancap dari punggung Herukoco.

Korban tewas hanya satu orang, pelaku yang bernama Muchamad Syarif. Jaringan Syarif belum diketahui, tapi Syarif tercatat dengan berbagai kasus kriminal. Buron kasus perusakan Alfamart, penyerangan Ahmadiyah di Kuningan, dan diduga terlibat pembunuhan anggota TNI. Apakah kasus bom di Cirebon ini terkait paket bom berdaya ledak dahsyat di Serpong? Belum bisa dipastikan.
Sumber : Vivanews

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • MARSIDAO-DAO (episode 39)

    MARSIDAO-DAO (episode 39)

    • calendar_month Senin, 22 Agt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Nanisuratkon : Dahlan Batubara “Oo..soni dei langa”. “Olo, ubakma baru lehen tu sia. So marsitandahan homu dua,” ning Si Mulhan. “Mabiar dei au donok tu bodat i,”  ning Si Poso. “Nga mangalo i, boruna dei. Lehen ma so itandai ia ho”. “Olo, Udak,” ning Si Poso. “Ubak jolo pantat ni aramabir i, dungi […]

  • Dijanjikan Jadi PNS, Rp418,5 Juta Lewong

    Dijanjikan Jadi PNS, Rp418,5 Juta Lewong

    • calendar_month Senin, 8 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LANGKAT- Ingin jadi PNS, malah ditipu. Inilah yang dialami Supriyanti alias Yanti (35) dan rekan-rekannya, warga Dusun I, Desa Alur Gadung. Mereka rela melakukan apa saja, termasuk menyerahkan uang tabungan mereka berjumlah Rp418,5 juta kepada Budiono (43) warga Lingkungan VI Kebun Sayur Bawah, Kecamatan Sawit Seberang, selaku calo PNS yang menawari mereka menjadi PNS. Informasi […]

  • Sudah 5 Hari Suplai Air dari Tirta Madina Mati di Parbangunan

    Sudah 5 Hari Suplai Air dari Tirta Madina Mati di Parbangunan

    • calendar_month Jumat, 8 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Konsumen Tirta Madina di kawasan Parbangunan, Panyabungan, Madina, kecewa karena sudah 5 hari suplai air tak mengalir alias mati. “Sudah 5 hari,” ungkap Nasution kepada Mandailing Online di samping masjid Al-Muhajirin Desa Parbangunan, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), Jum’at (8/4/2022). Warga tak tahu mengapa aliran air mati. Mereka tidak memperoleh pemberitahuan dari […]

  • Paskibra Dairi dan Madina Dikukuhkan

    Paskibra Dairi dan Madina Dikukuhkan

    • calendar_month Rabu, 17 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sidikalang. Sebanyak 40 personel pasukan pengibar bendera (Paskibra) Kabupaten Dairi 2011 dikukuhkan Bupati KRA Johnny Sitohang Adinegoro, di Gedung Balai Budaya Sidikalang, Senin (15/8). Sebelum dikukuhkan, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Dairi Drs Bonar Butar-butar membacakan pengantar pengukuhan yang memuat janji paskibraka, dilanjutkan dengan pemasangan kendit oleh Bupati. Bonar melaporkan bahwa […]

  • Sukhairi Minta ASN, Honorer, Aparatur Desa Tidak Terlibat Politik Prkatis di Pilkada

    Sukhairi Minta ASN, Honorer, Aparatur Desa Tidak Terlibat Politik Prkatis di Pilkada

    • calendar_month Jumat, 4 Des 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – HM Jakfar Sukhairi Nasution menghimbau ASN dan honorer tidak melibatkan diri dalam politik praktis di Pilkada Mandailing Natal (Madina). Himbauan itu dinyatakannya menjawab wartawan di Panyabungan, Jum’at (4/12/2020). Berdasar catatan Mandailing Online, saat ini beredar rumor tentang adanya tekanan kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai honorer di lingkungan Pemkab […]

  • HUT Madina: Bintang Film CDSB Hibur Pengunjung dengan Monolog

    HUT Madina: Bintang Film CDSB Hibur Pengunjung dengan Monolog

    • calendar_month Kamis, 10 Mar 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Salah satu rangkaian acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Mandailing Natal (Madina) adalah Pagelaran Kreativitas Seni Budaya. Hari pertama pagelaran tersebut, Rabu (9/3) Bintang film Cinta dalam Sepotong Bambu (CDSB) Leli Marito Panggabean menghibur pengunjung dengan penampilan monolog. Pemeran Sahnah pada film yang diproduksi Dinas Pariwisata itu menampilkan monolog […]

expand_less