Senin, 20 Apr 2026
light_mode

Tarutung Tambangan Go Market (1)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 28 Jan 2022
  • print Cetak

Acara martarutung di Desa Simangambat, Kecamatan Tambangan, Kamis (27/1/2022). Foto: Dahlan Batubara

Kecamatan Tambangan terkenal dengan buah durian.

Keta martarutung tu Tambangan“. (Mari membeli durian ke Tambangan).

Kalimat itu akan menjadi kalimat musiman, ketika musim durian tiba.

Kecamatan ini pun akan ramai didatangi orang-orang dari berbagai penjuru Mandailing Natal.

Para pengunjung akan mendatangi kebun-kebun dan menyantap buah durian di dekat pohonnya. Buah yang baru jatuh. Yang matang di pohon.

Secara umum, lokasi-lokasi kebun durian tak terlalu jauh dari pemukiman warga sehingga mudah dijangkau pengunjung.

Tambangan memang sangat identik dengan durian di Mandailing Natal. Padahal di kecamatan lain pun banyak ditemukan durian.

Tetapi Tambangan sudah menjadi ikon durian di kabupaten ini sejak dulu.

Cita rasa durian dari Tambangan juga terkenal enak-enak.

Pada lomba citarasa durian se Tabagsel diikuti 5 kabupetan pada tahun 2021 lalu di Padangsidimpuan, durian Tambangan meraih nomor 2. Jenis durian yang dibawa ke kontes itu jenis “tarutung Sipaya” dari Laru Lombang.

Semua kampung di Tambangan yang berjumlah 19 desa plus 1 kelurahan memang punya banyak pohon durian. Ini menjadikan kawasan itu menjadi sentra durian.

Mayoritas pohon-pohon durian di sana tumbuh sendiri. Bukan dibudidaya. Timbuh di antara tanaman lain. Banyak yang berusia ratusan tahun. Dan itu menjadi faktor penyebab jenis durian di sana berratus ragamnya. Berratus cita rasa.

Dan itu pula yang menyebabkan tidak adanya data jumlah pohon durian di Tambangan. Meski data perkiraan sekalipun.

Tetapi, berdasar hitungan Camat Tambangan, Enda Mora Lubis, estimasi buah durian yang dihasilkan kecamatan itu sekitar 50.000 hingga 60.000 buah durian per hari kala musim besar berlangsung. Jika musim kecil sekitar 35.000 per hari.

Estimasi itu masih data buah yang langsung diboyong para saudagar. Belum termasuk penjualan kepada orang-orang yang datang langsung kebun-kebun warga.

Potensi durian itu tentu sangat kuat menunjang pendapatan warga.

Dan potensi inilah yang saat ini dilirik camat dan para kepala desa.

Dan saat ini mereka sedang serius merancang strategi pengembangannya. (bersambung ke bagian 2)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • LOBANG MASUK TAMBANG

    LOBANG MASUK TAMBANG

    • calendar_month Jumat, 8 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kayu-kayu terlihat tersusun vertikal membentuk lobang segi empat sebagai penahan tebing tanah, di lokasi tambang emas, Huta Bargot, Mandailing Natal. Dari lobang inilah para korban memasuki titik pengambilan emas di dalam tanah yang tingkat kedalamannya mencapai sekitar 150 meter. Para korban tertimbun reruntuhan ketika melakukan pemahatan batuan emas, Senin malam (4/2) lalu di lobang tambang […]

  • Minoritas Anggota DPRD Madina Jangan Cacing Kepanasan

    Minoritas Anggota DPRD Madina Jangan Cacing Kepanasan

    • calendar_month Sabtu, 11 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Panyabungan (MO) – Minoritas anggota DPRD Madina jangan jadi cacing kepanasan terkait keputusan kocok ulang alat kelengkapan dewan yang disetujui mayoritas anggota. Keputusan itu disetujui 26 dari total 40 anggota DPRD Madina. Sebab, sejumlah anggota dewan, melalui Binsar Nasution telah menyurati pimpinan dewan menekankan pergantian alat kelengkapan tidak sah. Sikap Minoritas ini dinilai ibarat cacing […]

  • PKS: Madina harus buat Perda galundung

    PKS: Madina harus buat Perda galundung

    • calendar_month Selasa, 19 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Maraknya praktik penambangan yang menggunakan galundung (mesin pemisah batu dengan emas), meresahkan warga Mandailing Natal. Pemerintahan daerah setempat diminta segera membuat Peraturan Daerah (Perda) tentang galundung tersebut. Hal itu dikatakan Ketua Fraksi PKS DPRD Madina H Martua Nasution, pagi tadi, di Panyabungan. Pemkab diminta membuat Perda Galundung, sebab sudah meresahkan masyarakat. Tapi sebelumnya, […]

  • Masyarakat Sepakbola Aceh Tolak Nurdin Halid

    Masyarakat Sepakbola Aceh Tolak Nurdin Halid

    • calendar_month Rabu, 23 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Para pengunjukrasa mengusung poster Nurdin Halid dalam aksi unjukrasa di Bundaran Simpang Lima Banda Aceh, Selasa (22/2). Banda Aceh, Insan sepakbola Aceh melakukan aksi unjukrasa menuntut penolakan Nurdin Halid sebagai calon ketua PSSI yang akan digelar di Bali, Maret mendatang. Aksi yang berlangsung di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Selasa (22/2), menuntut Nurdin Halid dan […]

  • BPKP gelar perkara PS Sidimpuan

    BPKP gelar perkara PS Sidimpuan

    • calendar_month Jumat, 10 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PADANGSIDIMPUAN – Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Sumatera Utara melakukan gelar perkara dugaan korupsi Persatuan Sepakbola Padangsidimpuan (PS Sidimpuan). Gelar perkara itu bertujuan untuk menghitung seberapa besar kerugian negara pada dugaan korupsi manipulasi dana dan data yang kini ditangani Kejaksaan Negeri Padangsidimpuan. Berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan pihak kejaksaan, kerugian negara pada perkara […]

  • Omnibus Law Hancurkan Izin Lingkungan Hidup

    Omnibus Law Hancurkan Izin Lingkungan Hidup

    • calendar_month Rabu, 21 Okt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Siti Khadijah Sihombing Tinggal di Barus, Tapanuli Tengah   Beberapa pekan lalu kita dikejutkan dengan pengesahan RUU Omnibus Law. Walaupun seluruh rakyat menolak pengesahan UU ini namun embahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja tetap dikebut dan telah sah menjadi undang-undang dalam sidang paripurna parlemen kemarin, Senin (5/10). (katadata.co.id) Pasal-pasal yang bermunculan […]

expand_less