Sabtu, 12 Sep 2026
light_mode

Trenggiling diburu bahan sabu-sabu

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 4 Mar 2013
  • print Cetak

trenggiling4313

Medan, (MO)  – Kepala Balai Besar Sumber Daya Alam  (BBKSDA) Provinsi Sumut Istanto menjelaskan bahwa populasi Trenggiling yang paling banyak dapat ditemui di hutan Leuser. Bahkan, jumlahnya pun belum sempat dihitung.

Istanto menyebutkan, selain berkahasiat untuk kosmetik dan bahan baku narkoba jenis  sabu-sabu, kenikmatan daging Trenggiling dan nilai jualnya yang tinggi menjadikan Trenggiling kerap diincar dan diselundupkan ke negara luar.

“Sisiknya untuk kosmetik dan bahan  sabu-sabu. Kemudian untuk obat-obatan dan dagingnya untuk di sup. Harganya berkisar, kalau per-ekor nya dapat dijual mencapai Rp5 juta di negara luar,” ungkapnya.

Istanto juga menyebutkan, dari pemeriksaan yang dilakukan, para penyelundup mengakui kalau di Medan, pihak penyelundup memiliki pengepul.

“Dari pengepul, kemudian dikuliti lalu dikirim ke Singapura, Cina dan Hongkong. Dagingnya di sup dan sangat diminati di Cina. Pengolahannya kalau tidak di Medan di Jakarta. Paling sering para penyelundup ditangkap melalui jalur laut,” sebutnya.

Dia menambahkan bahwa para penyelundup kerap memakai jalur laut karena sulit dideteksi. Terkadang, para penyelundup juga menggunakan kapal tongkang.

“Kita berharap para pelaku penyelundupan Trenggiling sadar akan kelakuannya. Trenggiling ini hewan yang dilindungi dan dia merupakan rantai makanan yang sangat penting. Jika Trenggiling menipis, rayap dan semut semakin banyak,” ucapnya.

Dilanjutkannya lagi , di dalam Undang-undang juga sudah diatur hukuman bagi para penyelundup Trenggiling. Yakni, UU No 5 Tahun 1990 tentang Observasi dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara dan maksimal denda Rp200 juta.

“Kita terus melakukan pengawasan di sejumlah perbatasan. Kita berharap kedepan tidak ada lagi Trenggiling yang diselundupkan demi kelangsungan mata rantai hewan,” ungkapnya

Sebelumnya  Bea Cukai Belawan berhasil mengamankan 77 ekor satwa liar trenggiling untuk dibawa kelauar negeri. Oleh  Besar Konservasi Sumber Daya Alam, trenggiling  tersebut dilepas di Sibolangit dan  selebihnya dilepas ke penangkaran di Binjai.

Kepala Balai Besar Sumber Daya Alam Provinsi  Sumut,  Istanto menerangkan bahwa populasi Trenggiling di Sumut saat ini ada lebih 1000 ekor. Dimana populasi yang terbesar ada di beberapa tempat observasi, seperti Aceh dan Riau. Jika di Indonesia,kata Istanto, jumlahnya mencapai ratusan ribu ekor.

“Paling banyak hewan Trenggiling  itu di Kepulauan Karimun, mencapai 40 ribuan. Dan  ada juga di Leuser,” katanya.

Disebutkannya bahwa  dari sejumlah hewan langka yang ada di Sumut, Trenggiling menjadi satwa yang paling sering diselundupkan. Jalur penyelundupan yang paling sering dipakai yakni, Aceh dan Riau.

“Dari Harimau ataupun Gajah, Trenggiling menjadi hewan yang paling sering diselundupkan. Pintu masuknya dari beberapa wilayah Sumut, seperti Aceh, Riau dan Jambi. Terkadang ada juga yang diselundupkan melalui Sumbar, namun tidak terlalu sering,” jelasnya.(wasp)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ada AktifitasTambang Emas Ilegal di Tombang Kaluang Diduga di Back Up Oknum Aparat

    Ada AktifitasTambang Emas Ilegal di Tombang Kaluang Diduga di Back Up Oknum Aparat

    • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Batangnatal -Mandailing Online : kawasan hutan di Kecamatan Batang Natal tepatnya di desa tombang kaluang tetap menjadi lahan subur bagi pelaku tambang emas ilegal di Madina. Aktifitas tambang dengan menggunakan alat berat jenis excavator dilokasi pun tak tersentuh hukum. Pengakuan warga, lokasi tambang memang dipayungi oknum aparat penegak hukum. Aktivitas tambang di kawasan hutan desa tombang […]

  • Jika Terpilih Jadi Bupati. Paslon 01 Pastikan Rawat Toleransi Beragama di Madina

    Jika Terpilih Jadi Bupati. Paslon 01 Pastikan Rawat Toleransi Beragama di Madina

    • calendar_month Kamis, 14 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PALUTA ( Mandailing Online ) – Jika terpilih jadi Bupati Madina Periode 2025 – 2030 Paslon Harun dan Ichwan Nomor Urut 1 pastikan terus rawat toleransi antar umat beragama di Kabupaten Mandailing Natal. Harun Mustafa Nasution Calon Bupati Nomor Urut 1 mengungkapkan di debat terbuka jika terpilih jadi Bupati Madina dengan Pasangannya Ichwan sikap toleransi […]

  • Tahun Ini, Honor Kepala Desa Naik

    Tahun Ini, Honor Kepala Desa Naik

    • calendar_month Senin, 6 Jan 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    TAPSEL – Untuk memaksimalkan kinerja dalam pelayanan masyarakat, Pemkab Tapsel akan menaikkan honor kepala desa pada tahun 2014 ini. Namun besarannya masih dalam tahap perhitungan Pemkab Tapsel. Tahun 2013, honor kepala desa Rp1 juta per bulan. Hal ini ditegaskan Bupati Tapsel H Syahrul M Pasaribu pada peresmian 14 kantor lurah di Tapsel yang secara simbolik […]

  • Ribuan Orang Hadiri Kampanye Akbar Dahlan Sukhairi

    Ribuan Orang Hadiri Kampanye Akbar Dahlan Sukhairi

    • calendar_month Sabtu, 28 Nov 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ribu warga menghadiri kampanye Akbar Calon Bupati Madina dan Wakil Bupati Madina nomor urut 2, Drs H Dahlan Hasan Nst dan Mhd Jakfar Sukhairi di lapangan Aek Godang, Dalan Lidang, Panyabungan, Sabtu (28/11). Kampanye akbar itu dihibur langsung oleh artis dari Jakarta Ike Nurjannah, Edwin, Siti Badriah, Ucok Baba, Loli Syamsir […]

  • Hari Pertama, Sukhairi Himbau Pejabat Fokus Kejar Ketertinggalan Madina

    Hari Pertama, Sukhairi Himbau Pejabat Fokus Kejar Ketertinggalan Madina

    • calendar_month Senin, 26 Jul 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Hari pertama menjalankan tugas, Bupati Mandailing Natal (Madina) Jakfar Sukhairi Nasution dan Wakil Bupati Atika Azmi mengundang seluruh kepala OPD di aula kantor bupati, Senin (26/7/2021). Bupati menekankan kepada seluruh OPD meningkatkan profesionalitas dan saling bersama-sama memajukan kembali pembangunan Madina. Sukhairi menghimbau untuk segera menghilangkan semua perbedaan. Dan tidak ada […]

  • Din Syamsuddin Dituding Radikal, Al Washliyah Madina Protes

    Din Syamsuddin Dituding Radikal, Al Washliyah Madina Protes

    • calendar_month Rabu, 17 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Terkait pelaporan GAR ITB terhadap Prof Dr. Drs. KH. Din Syamsuddin, MA sebagai tokoh radikal tidak hanya membuat warga Muhammadiyah khususnya yang gerah dan keberatan namun juga dari ormas Islam lainnya. “Tudingan terhadap beliau sebagai tokoh radikal dinilai tidak beralasan dan merupakan fitnah yang bertujuan untuk memecah belah persatuan diantara sesama […]

expand_less