Rabu, 22 Apr 2026
light_mode

Warga 4 Desa di Natal vs PT.DIS, Bupati Harus Progresif Memediasi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 16 Mei 2016
  • print Cetak
Onggara Lubis dan Hendra Barani Hutusuhut

Onggara Lubis (kiri) dan Hendra Barani Hutusuhut (kanan)

NATAL (Mandailing Online) – Bupati Madina diminta lebih progresif memediasi antara 4 desa di Kecamatan Natal dengan PT. DIS agar kebun plasma yang tak terrealisasi besalan tahun, bisa tuntas.

Dan, konflik antara warga Sikara-Kara, Buburan, Bintuas dan Sundutan Tigo dengan PT.DIS bukanlah persoalan yang rumit jika ada kemauan masing-masing pihak untuk menyelesaikannya. Yakni kemauan yang baik dari pemerintah daerah, PT. DIS dan masyarakat.

Itu dikatakan Ketua DPD KNPI Mandailing Natal (Madina), Onggara Lubis, Senin (16/5) terkait persoalan kebun plasma sawit yang tak kunjung terrealisasi sejak 1998 dari  PT Rimba Mujur Mahkota (RMM). Bahkan setelah melakukan take over kepada PT. DIS (Dinamika Inti Sentoas), tetap saja kebun plasma untuk warga 4 desa itu disebut-sebut belum direalisasi.

“Saya menghimbau pemkab Madina dalam hal ini Bupati Mandailing Natal untuk melakukan mediasi antara perusahan dengan masyarakat dalam upaya percepatan penyelesaian pembangunan kebun plasma, sehingga permasalahan ini tidak berlarut-larut dan menjadi ajang pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab memanfaatkan situasi dan menciptakan konflik yang berkepanjangan demi kepentingan dan keuntungan pribadi” tegas Onggara Lubis.

Sementara itu, Ketua PK KNPI Kecamatan Natal, Hendra Barani Hutusuhut menghimbau masyarakat 4 Desa yakni Sikara-Kara, Bintuas, Buburan dan Desa Sundutan Tigo di Kecamatan Natal, khususnya generasi muda  tidak terprovokasi dengan timbulnya permasalahan antara PT. DIS dengan beberapa oknum masyarakat agar permasalahan yang muncul saat ini tidak semakin keruh  sehingga mendapat solusi terbaik yang tidak merugikan pihak manapun.

“Berdasarkan pantauan kami di lapangan, PT. Dinamika Inti Sentosa  sudah melakukan pembangunan kebun plasma masyarakat 4 desa meskipun sepenuhnya belum dapat terealisasi, suatu hal yang wajar mungkin saja perusahaan menghadapi kendala di lapangan” tutur Hendra.

Lebih lanjut Hendra Barani Hutasuhut meminta kepada masyarakat 4 desa yang menjadi mitra PT. DIS untuk memandang persoalan ini secara jernih dan menyeluruh, tidak sepenggal-sepenggal sehingga menghasilkan kesimpulan yang benar dan tidak merugikan para pihak.

“Tidak ada gunanya bersengketa dengan perusahaan yang telah melakukan investasi  di wilayah kita, sebab yang namanya sengketa pasti para pihak sama-sama dirugikan, mari kita sama-sama menjaga kekondusifan sekaligus mencari solusi secara terbaik.

Editor             : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Zubeir Lubis Ditetapkan Calon Wakil Ketua DPRD Madina

    Zubeir Lubis Ditetapkan Calon Wakil Ketua DPRD Madina

    • calendar_month Selasa, 29 Mar 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online) – Rapat paripurna DPRD Kabupaten Mandailing Natal, Selasa (29/3) menetapkan  Ir. Zubeir Lubis sebagai calon wakil ketua DPRD. Penetapan ini  berdasar Surat Keputusan DPP Partai Kebangkitan Bangsa nomor : 10978/DPP-03/VI/A/2016 tertanggal 26 Januari 2016 mengisi kekosongan kursi wakil ketua DPRD Mandailing Natal (Madina) yang ditinggalkan Jakfar Sukhairi Nasution  karena ikut Pilkada […]

  • Buku: Tuanku Rao, Terror Mazhab Hambali di Tanah Batak (3)

    Buku: Tuanku Rao, Terror Mazhab Hambali di Tanah Batak (3)

    • calendar_month Senin, 24 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KRITIK PEDAS BUYA HAMKA Disunting: Dame Ambarita Hamka pernah menjadi sahabat Parlindungan. Namun, suatu ketika, mereka berselisih tentang Tuanku Rao. Hamka menuliskan pendapatnya dalam Antara Fakta dan Khayal Tuanku Rao. Di tahanan, Buya Hamka banyak membaca dan menulis. Waktu itu, tahun 1964, Hamka berada di rumah tahanan kepolisian Mega Mendung. Sebagai salahsatu fungsionaris Partai Masyumi, […]

  • Dishut tak punya data kerusakan hutan

    Dishut tak punya data kerusakan hutan

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIBUHUAN – Tingkat kerusakan hutan (deforestasi) di Kabupaten Padanglawas tergolong tinggi akibat perambahan dan adanya dugaan penyalahgunaan HPH, sehingga mengarah pada pembalakan liar. “Ternyata Dinas Kehutanan dan Perkebunan tidak mempunyai data tentang kerusakan hutan itu,” ungkap Kepakla Dinas Hutbun Padanglawas, Sulaiman Harahap, siang ini. Dia mengatakan, pihaknya belum mempunyai data tetang deforastasi. Mereka juga belum […]

  • Anggota DPRD Madina Dapil I

    Anggota DPRD Madina Dapil I

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Nama Lengkap                         : DODI MARTUA, S.Pi Tempat/tanggal lahir/Umur     : Panyabungan, 05 Juli 1977/ 36 Thn Agama                                      : Islam Status Perkawinan                  : Kawin Nama istri/suami                   : Ardina Haryati Jumlah anak                           : […]

  • Pembangunan Jalan Gunungtua bermasalah

    Pembangunan Jalan Gunungtua bermasalah

    • calendar_month Kamis, 4 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    GUNUNGTUA – Proyek rehab ruas Jalan Kihajar Dewantara Gunungtua, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padanglawas Utara, sampai saat ini belum terpasang papan proyek. Pantauan di lokasi, rehab jalan menuju kantor pengadilan dan SMAN 1 Gunungtua terlihat kondisinya amburadul. Sejauh ini pembangunannya mulai bermasalah, diantaranya teknik meletakkan batu yang terlihat hancur. Sementara papan proyek tidak dipasang, padahal […]

  • nternet Alat Bantu Proses Belajar Mengajar

    nternet Alat Bantu Proses Belajar Mengajar

    • calendar_month Kamis, 4 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Pinondang Situmorang SS SPd Guru SMP/SMA WR Supratman 2 Medan Pergeseran yang mengarah pada perubahan paradigma pendidikan sekarang ini berpengaruh pada metode dan strategi pembelajaran. Sebagian besar peserta didik sekarang ini telah belajar melalui internet ataupun media elektronik lainnya, yang merupakan alat bantu mempercepat proses untuk memperoleh informasi ataupun ilmu pengetahuan. Hal ini, akan […]

expand_less