Jumat, 9 Okt 2026
light_mode

17 % anggota DPR tak pernah bicara

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 29 Mar 2011
  • print Cetak


SEMARANG –
Masih banyak anggota DPR RI yang belum pernah berkomentar bahkan tidak pernah menyampaikan gagasan dan ide yang sebenarnya menjadi salah satu tugas para wakil rakyat itu sejak dilantik pada 2009.

“Jumlahnya sekitar 17 persen anggota DPR tak pernah bicara,” kata Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Pramono Anung di Semarang, siang ini.

Padahal, menurut Pram, demikian dia biasa dipanggil, politik adalah berbicara. Bahkan, kata dia, sejago apapun politisi tidak akan punya arti apapun jika tidak bisa bicara di depan media.

Politisi PDI Perjuangan ini juga melihat ada beberapa anggota dewan yang sebelum dilantik sangat dekat dengan media massa.

Tapi, kata Pram, saat ini mereka juga tak pernah bicara menyampaikan gagasan dan ide untuk kepentingan publik maupun menyelesaikan berbagai persoalan bangsa.

Dalam kelompok ini, Pram menyebut biasanya adalah para artis sinetron. Sebelum mereka jadi anggota DPR, mereka sangat dekat dengan media.

Tetapi begitu jadi anggota dewan, ternyata mereka tidak pernah berbicara.

Pram memberi contoh sejumlah anggota dewan itu antara lain Primus Yustisio, Eko Patrio, Vena Melinda, dan lain-lain.

Pram mengakui para artis itu memang pernah bicara di depan media. Tapi, kata dia, bahan pembicaraannya kadang tak terkait dengan masalah publik. Misalnya berbicara tentang berapa harga sepatu atau harga tas.

Meski ada anggota DPR yang tak pernah bicara, tapi Pram menyebut ada beberapa anggota DPR yang tiap hari selalu berbicara.

Anggota DPR tersebut selalu menempatkan diri pada posisi yang tepat jika dihadapan media.

Pram mencontohkan anggota DPR yang selalu bicara di media adalah Ruhut Sitompul, anggota Komisi III dari Fraksi Partai Demokrat.

Saat ini, kata Pram, politisi memang suka retorika, sedangkan media sudah mengarah pada hyper-realitas. Akibatnya, yang tampil di televisi hanya orang yang itu-itu saja. Pram menyebut para anggota yang kerap tampil itu misalnya Bambang Soesatyo, Akbar Faisal, Sutan Batugana dan lain-lain.

Pram menyatakan di era konvergensi saat ini, media menempati posisi yang strategis. Sebab, apapun perkataan orang tidak akan ada artinya jika tidak diekspos media. “Kalau tidak bisa gunakan media ya jangan jadi politisi,” katanya.
Sumber : waspadaonline

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wabup Madina Tidak Berniat Hadiri Sidang Hidayat Batubara

    Wabup Madina Tidak Berniat Hadiri Sidang Hidayat Batubara

    • calendar_month Rabu, 25 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 5Komentar

    MEDAN, – Wakil Bupati Madina Dahlan Nasution memberi jawaban diplomatis ketika ditanyakan kesiapannya menjadi Plt Bupati Madina jika Hidayat Batubara dinonkatifkan sebagai orang nomor satu di Madina. “Ini bukan masalah siap atau tidak siap. Ini kan sudah dikatakan diatur undang-undang,” katanya via sambungan telepon. Alih-alih menyatakan kesiapannya, Dahlan malah menyebut pengalamannya sebagai Penjabat Bupati Madina […]

  • RI Berpeluang Masuk 10 Negara Ekonomi Terbesar

    RI Berpeluang Masuk 10 Negara Ekonomi Terbesar

    • calendar_month Rabu, 17 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PIDATO KENEGARAAN : Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Bersama DPR/DPD memperingati HUT Ke-66 Kemerdekaan Republik Indonesia, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (16/8). Presiden Yudhoyono memaknai kemerdekaan sebagai sebuah jembatan untuk mewujudkan bangsa dan negara Indonesia yang lebih adil, makmur, unggul, dan bermartabat. FOTO ANTARA/Yudhi Mahatma/ed/pd/11 Jakarta : Presiden RI, […]

  • 100 Lebih Anak di Madina di Sirkumsisi

    100 Lebih Anak di Madina di Sirkumsisi

    • calendar_month Selasa, 29 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ) ada 100 san anak di Kecamatan Naga Juang dan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) hari ini selasa 29/8/2023 di Sirkumsisi atau Khitanan. selain khitanan anak, ada juga pelayanan kesehatan gratis pada masyarakat kurang mampu dan operasi bibir sumbing. kegiatan ini berlangsung di dua Puskesmas yakni Puskesmas Naga Juang […]

  • Ada Anggaran Dana 1 Miliar Dipos Kesbangpol Madina untuk Pengadaan Mobiler.Kapsan : Itu Hibah untuk Kodim

    Ada Anggaran Dana 1 Miliar Dipos Kesbangpol Madina untuk Pengadaan Mobiler.Kapsan : Itu Hibah untuk Kodim

    • calendar_month Selasa, 27 Mei 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) -Pantastis sekaligus membuat heran. Ada alokasi anggaran tahun 2025 senilai Rp.1.000.000.000 untuk pengadaan mobiler yang diposkan di Badan Kesbangpol Pemkab Madina. Agak aneh memang kedengaran karena jelas sesuai kaidahnya tupoksi Kesbangpol (Badan Kesatuan Bangsa dan Politik) adalah tugas, pokok, dan fungsi yang dilaksanakan oleh badan ini untuk memelihara dan meningkatkan persatuan,  kesatuan, […]

  • PKS Madina Gelar Lomba Baca Kitab Kuning

    PKS Madina Gelar Lomba Baca Kitab Kuning

    • calendar_month Sabtu, 26 Nov 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mandailing Natal, Sumut menyelenggarakan Lomba Baca Kitab Kuning tingkat kabupaten. Lomba edisi-6 ini berlangsung Sabtu hingga Selasa (26-29) di sekretariat DPD PKS Mandailing Natal, Jl. Willem Iskander, Pidoli, Panyabungan. Final berlangsung pada Senin. Lomba Baca Kitab Kuning ini adalah agenda tahunan untuk Hari Santri yang diprakarsai […]

  • Membangun Desa Yang Madani Optimalisasi Pemuda Melalui Dana Desa

    Membangun Desa Yang Madani Optimalisasi Pemuda Melalui Dana Desa

    • calendar_month Selasa, 5 Sep 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Ahmad Husein Dana desa yang dialokasikan dari pemerintahan pusat untuk daerah menjadi gerbong menuju desa yang maju, itulah tujuan dari alokasi dana desa. Tetapi dalam praktek di lapangan dana desa tidak dioptimalkan dalam melakukan pembangunan, akan tetapi sering dipergunakan dalam hal yang tidak produktif sehingga dana desa tidak berdampak begitu banyak terhadap kemajuan desa […]

expand_less