Jumat, 16 Okt 2026
light_mode

LKPJ Bupati Madina ditolak

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 2 Sep 2010
  • print Cetak

Laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) akhir masa jabatan Bupati Madina tahun anggaran 2005-2010 kembali ditolak fraksi Partai Keadilan sejahtera (PKS).

Penolakan itu berdasarkan hasil rapat paripurna DPRD Madina yang dipimpin langsung ketua DPRD As Imran Khatamy Daulay, dihadiri Bupati Madina, Amru Daulay. Dalam rapat paripurna, cuma enam fraksi DPRD Madina menerima LKPJ dengan catatan.

“Sebelum melangkah lebih jauh untuk melakukan introveksi dengan menggunakan hati nurani dan akal sehat, kebijakan pembangunan telah bertolak belakang dengan kebijakan anggaran,” kata Riyadi, fraksi PKS, tadi sore.

Ia mencontohkan, pada anggaran 2009, kebijakan anggaran untuk belanja pegawai Rp470 miliar. Sedangkan yang diperuntukkan hanya Rp94 miliar. Sementara pencapaian keberhasilan tidak didukung dengan data yang dapat dipercaya.

Padahal, jika melihat kondisi dan fakta dilapangan, tidak sesuai dengan laporan. Sebagai perbandingan, adalah pelaksanaan ujian nasional. Dari keterangan yang dihimpun, baik siswa maupun guru, jawaban yang diberikan, sebelum ujian dilaksanakan.

Dijelaskan, selama periode kepemimpinan Amru Daulay, ada beberapa catatan penting untuk diperhatikan. Yakni, audit BPK tahun 2009 tentang pengelolaan keuangan. Hal ini jelas dinayatakan telah terjadi kerugian daerahRp6,3 miliar setiap tahunnya.

Kemudian dalam bidang pendidikan, masih banyak persoalan menumpuk. Misalnya, pernyaluran dana BOS, guru, dan mutu tenaga pendidik yang masih rendah. Pada bidang kehutanan dan perkebunan terdapat tumpang tindih perizinan. Sehingga menimbulkan konflik antara masyarakat dengan pihak perusahaan.

“Bidang pertanian dan ketahanan pangan, banyak terdapat persoalan program cetak sawah di Desa Tegal Sari tahun anggaran 2007 dengan dana Rp1,6 miliar. Begitu juga pada tahun 2008-2009 yang total anggaran Rp2,5 miliar,” ujarnya.

Bahkan Dinas Pasar banyak juga terjadi pungutan liar. Sedangkan bidang perikanan dan kelauatan, terdapat program pembangunan Balai Benih Ikan di Saba Jambu dan Tanjung Mompang yang kurang maksimal.

Pembangunan dermaga dan TPI di Kecamatan Natal, proyek bantuan lima kapal dan alat tangkap ikan yang memakan biaya Rp1.658.727.000 tidak berjalan dengan baik. Sementara bidang pembangunan, fraksi PKS pun sangat kecewa.

“Hal tersebut disebabkan sistem pengawasan pembangunan yang lemah, sehingga berakibat kualitas bangunan dan volume tidak sesuai, perencanaan proyek pembangunan fisik di Kabupaten Madina banyak yang tidak didasari perencanaan dan kajian yang matang,” ungkapnya.
sumber : waspada

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dinkes Madina Cek Kesehatan TKA Tiongkok di PT. SMGP

    Dinkes Madina Cek Kesehatan TKA Tiongkok di PT. SMGP

    • calendar_month Kamis, 30 Jan 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dinas Kesehatan Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap TKA asal Tiogkok yang bekerja di PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP), Selasa (28/01). Pemeriksaan kesehatan tersebut untuk mengantisipasi penyebaran virus corona yang saat ini jadi isu internasional. Kepala Dinas Kesehatan Madina, dr Syarifuddin kepada wartawan menyatakan, selain melakukan pemeriksaan, dinas […]

  • Ketua PC GMPI Madina: Tragedi Geothermal Tindak Pidana Korporasi

    Ketua PC GMPI Madina: Tragedi Geothermal Tindak Pidana Korporasi

    • calendar_month Jumat, 12 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Proses hukum atas tragedi paparan racun dari sumur milik PT. SMGP menewaskan 5 warga Sibanggor Julu, dinilai lamban oleh berbagai kalangan. Hal ini menbuat masyarakat bertanya-tanya ada apa sebenarnya yngg terjadi di kepolisian yang begitu sulit untuk menetapkan tersangka kasus ini. “Mengingat kejadian ini sudah berlalu satu bulan lebih, namun daftar […]

  • Kasus Bocah 12 Tahun Jadi Tersangka Kapolsekta Patumbak Salah Kaprah

    Kasus Bocah 12 Tahun Jadi Tersangka Kapolsekta Patumbak Salah Kaprah

    • calendar_month Kamis, 5 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN- Penetapan status tersangka bocah usia 12 tahun, Fahmi, warga Jalan Panglima Denai Gang Seser Medan Amplas bertentangan dengan koridor hukum. Kasus anak bukan ditangani di Polsekta, melainkan harus dilakukan di Polresta Medan melalui unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Pernyataan itu dikatakan Ketua Pokja Pengaduan Komisi Perlindungan Anak Daerah Indonesia (KPAID) Sumut, Muslim Harahap, […]

  • FPI Ancam Tindak Greenpeace

    FPI Ancam Tindak Greenpeace

    • calendar_month Minggu, 21 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta – Dewan Pimpinan Daerah Front Pembela Islam DKI Jakarta mengancam akan mengambil langkah tegas terhadap LSM asing Greenpeace, jika pemerintah tidak menindaknya. “Greenpeace sebagai LSM asing jelas sudah melanggar hukum. Pemerintah harus tegas,” kata Ketua DPD FPI DKI Jakarta, Habib Salim Alatas, di Jakarta, Selasa. Menurut Habib Selon, panggilan akrab Habib Salim Alatas, FPI […]

  • Bupati Madina Resmikan Sumur Bor Program TNI Manunggal

    Bupati Madina Resmikan Sumur Bor Program TNI Manunggal

    • calendar_month Rabu, 14 Sep 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Memenuhi keperluan air bersih sebagai solusi kesulitan akses masyarakat terhadap air bersih, TNI AD melalui program Manunggal Air membangun Sumur Bor Air Bersih di Desa Bonan Dolok. Pembangunan sumur bor ini diresmikan oleh Bupati Madina HM Jafar Sukhairi Nasution dan Dandim 0212/TS Letkol Inf Amrizal Nasution, Kapolres Madina AKBP HM Reza […]

  • Seniman Peniup Saleot Makin Punah

    Seniman Peniup Saleot Makin Punah

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      ALAT MUSIK SALEOT – Seorang seniman yang tergabung dalam grup gordang sambilan dari Siantona, Mandailing Julu serius meniup alat musik saleot yang termasuk salah satu alat musik tiup tradisional Mandailing. Saat ini hanya terhitung sedikit orang Mandailing yang mampu memainkan alat musik ini, bahkan dikhawatirkan akan punah. Dibutuhkan upaya re-generasi agar seniman peniup saleot […]

expand_less