Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Kuburan Godang Abad 8 di Pidoli

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 16 Apr 2019
  • print Cetak

Kuburan Godang di Desa Pidoli Lombang. Ali Gusti Siregar (kaos biru). M.Yusuf (kaos putih). Foto : Dahlan Batubara

 

Di Desa Pidoli Lombang, Panyabungan, Mandailing Natal, Sumut, ada makam besar. Perkiraan dibina abad 8 Masehi.

Para arkeolog menyebutnya Makam Godang. Tetapi, warga Desa Pidoli menyebutnya Kuburan Godang (Kuburan Besar).

Kuburan ini berlokasi di kawasan persawahan arah selatan pemukiman Pidoli Lombang. Dapat dijangkau melalui jalan tanah dengan kenderaan roda empat, sekitar 200 meter dari jalan raya Lintas Sumatera.

Saya mengunjungi makam ini, Selasa (9/4/2019) lalu bersama Ali Gusti Siregar setelah sebelumya berdiskusi dengan Budayawan Mandailing, Askolani Nasution tentang kordinat makam.

Kuburan Godang ini berada di lahan kering yang luas. Kiri kanannya sawah. Lahan kering itu memanjang hingga ke badan jalan raya Lintas Sumatera.

Berkordinat N 0050’ 15.7” and E 9933’ 31.0” makam ini berukuran panjang sekira 3 meter. Lebar sekira 2 meter. Tinggi sekira 1,5 meter. Makam ini berupa gundukan tanah dilapisi susunan bata.

Berdasar amatan kami, susunan bata makam ini serupa degan bata yang digunakan untuk material Candi Biara yang berlokasi di kawasan Saba Biara.

Lokasi Candi Biara sekira 300 meter ke arah utara Kuburan Godang.

Para arkeolog memperkirakan Candi Biara dibangun abad 8 masehi. Seusia dengan Candi Siwa di Simangambat, Siabu, Mandailing Natal.

Kuburan Godang ini tidak sendiri. Ada sekitar 4 kuburan serupa yang berada di lokasi itu. Hanya saja makam-makam itu tak memiliki susunan bata, melainkan gundukan tanah saja. Belum diketahui faktor-faktor pembedanya.

Salah satu gundukan tanah itu sudah pernah menjadi korban galian. Dari orang-orang yang mencari emas. Mungkin dikira ada emas.

“Tapi saya tak memperoleh kabar, apakah mereka dapat emas atau tidak,” kata Muhammad Yusuf, warga Pidoli. Dialah saat ini yang menjaga lokasi Kuburan Godang.

Kuburan sejenis yang tak bersusun bata juga ditemukan tak jauh dari lokasi itu. Yakni, sekiar 200 meter ke arah timur. Berada di bawah pohon ara yang besar. Ukuran kuburan ini nyaris serupa dengan Kuburan Godang.

 

Diganggu Malam Hari

 

Kuburan Godang itu relatif terpelihara dari gangguan pengrusakan. Setidaknya dalam beberapa tahun belakangan. Sebab sudah ada penjaganya. Muhammad Yusuf.

Yusuf menjaga lokasi makam itu atas permintaan Efendi Nasution, raja Pidoli Lombang.

Sebelum Yusuf, yang menjaga kuburan ini dulunya adalah ayahandanya, Muhammad Salamah. Setelah sang ayah wafat, Yusuf yang meneruskan menjaga makam.

Di sisi utara makam, berdiri gubuk bertingkat. Di situlah Yusuf tidur malam hari. Selain bersawah di sekitar utara lokasi makam, dia juga memelihara bebek sebagai penambah pendapatan finansial.

Jenis bata di Kuburan Godang ini mirip dengan bata di candi Biara. (foto : Dahlan Batubara)

“Dulunya, gubuk ini letaknya di sini,” katanya seraya menunjuk tempat berdiri kami. Titik berdiri kami itu berjarak sekitar 3 meter dari posisi berdirinya gubuk yang sekarang.

Setelah diamati, titik bekas pertapakan gubuk lama itu sepertinya berada di bekas jalur  “jalan”. Jalur itu terlihat memanjang arah timur-barat yang berada persis di pinggir tebing yang memisahkan lokasi makam yang daratan dengan hamparan sawah yang berair.

Yusuf menceritakan, dulunya, saat gubuk itu berada di pertapakan lama, dia selalu diganggu pada malam hari oleh mahluk dari dunia gaib.

“Gangguannnya banyak ragam. Kadang badan saya terasa ditindi tubuh yang berat,” kisahnya.

Itu makanya, gubuk itu dipindah geser sekitar 3 meter ke arah selatan.

Setelah gubuk itu dipindah, gangguan tak datang lagi. Mungkin itu sebagai peringatan kepadanya. Karena  mungkin “menghalangi” sesuatu. Atau di atas titik itu ada “sesuatu”.

Apakah “sesuatu” itu? Butuh penelitian. Juga penelitian sejarah Kuburan Godang. Kita membutuhkan arkeolog. (Catatan : Dahlan Batubara)

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kentang Hutanagodang Sangat Digemari

    • calendar_month Jumat, 31 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    ULUPUNGKUT (Mandailing Online) – Jika ada produk lokal Mandailing Natal (Madina) yang pasarnya tidak bisa dipengaruhi produk dari luar daerah, pastinya kentang Hutanagodang produknya. Meskipun harga kentang di seluruh pelosok negeri ini merosot, namun harga kentang kebanggaan orang Mandailing ini tetap stabil di atas Rp.10.000 per kilo gram. Kentang Hutanagodang masih menjadi primadona bagi masyarakat […]

  • PWI Madina Desak Poldasu Usut Pembunuh Wartawan di Labuhanbatu

    PWI Madina Desak Poldasu Usut Pembunuh Wartawan di Labuhanbatu

    • calendar_month Jumat, 1 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – PWI Mandailing Natal mendesak Polda Sumut mengusut lebih dalam kasus pembunuhan dua orang wartawan di Labuhanbatu, Sumatera Utara. “Siapapun pelaku dan aktor di balik kasus pembunuhan dua wartawan tersebut harus dihukum setimpal. Karena bagaimanapun kekerasan terhadap Pers harus dihapuskan,” kata Ketua PWI Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Muhammad Ridwan Lubis didampingi […]

  • Plasma PTPN IV Terkendala Status Lahan Tumpang Tiindih

    Plasma PTPN IV Terkendala Status Lahan Tumpang Tiindih

    • calendar_month Kamis, 1 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak PTPN IV mengaku kesulitan mengadakan lahan perkebunan plasma sawit yang akan diperuntukkan bagi warga sekitar. Sebab, banyak lahan yang berstatus tumpang tindih. Hal itu terungkap pada acara dengatr pendapat antara DPRD Kabupaten Mandailing Natal dengan pihak PTPN IV di gedung dewan, Selasa (1/11). DPRD memanggil manajemen PTPN IV terkait mencuatnya […]

  • Sejumlah SPBU di Madina Kini Sering Tutup

    Sejumlah SPBU di Madina Kini Sering Tutup

    • calendar_month Minggu, 11 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MANDAILING NATAL (Mandailing Online) – Pihak Pertamina diharap tidak memperlambat distribusi BBM ke Mandailing Natal. Pasalnya sejumlah SPBU sering tutup diduga kehabisan stok. Pantauan Mandailing Online, Minggu (11/4/2021) pukul 12.30 WIB di SPBU 13229105, Saba Purba, Panyabungan tidak punya stok BBM. “Kapan kira-kira minyak datang,” tanya Mandailing Oline. “Tak pasti, mungkin malam, bang,” jawab satu […]

  • Komnas HAM: Polri teror wartawan di Bima

    Komnas HAM: Polri teror wartawan di Bima

    • calendar_month Jumat, 6 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    strong>JAKARTA – Kepala Kepolisian RI Jenderal Timur Pradopo diminta untuk menghimbau anggota-anggotanya di Bima, Nusa Tenggara Barat untuk segera menghentikan intimidasi terhadap sejumlah pekerja jurnalistik. Hal itu diungkapkan anggota Komisi III DPR Ahmad Yani menanggapi pernyataan Ketua Komnas HAM terkait adanya teror terhadap sejumlah wartawan di Bima. “Berdasarkan informasi ini, kita meminta kepada Kapolri untuk […]

  • MENCARI FORMAT GERAKAN USAHA KOPERASI DESA MERAH PUTIH photo_camera 1

    MENCARI FORMAT GERAKAN USAHA KOPERASI DESA MERAH PUTIH

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    ANTARA FUNGSI LOGISTIK PASCA PANEN, DISTRIBUTOR DAN SERBA USAHA   Oleh : Rahmad Daulay   PROLOG Koperasi sejak awal diposisikan sebagai soko guru perekonomian nasional, lahir dari semangat kebersamaan dan keadilan sosial untuk memperkuat posisi ekonomi rakyat kecil. Ia menjadi wadah bagi petani, nelayan, pedagang kecil, dan pelaku usaha mikro untuk memperoleh akses modal, distribusi, […]

expand_less