Selasa, 11 Agu 2026
light_mode

Kuburan Godang Abad 8 di Pidoli

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 16 Apr 2019
  • print Cetak

Kuburan Godang di Desa Pidoli Lombang. Ali Gusti Siregar (kaos biru). M.Yusuf (kaos putih). Foto : Dahlan Batubara

 

Di Desa Pidoli Lombang, Panyabungan, Mandailing Natal, Sumut, ada makam besar. Perkiraan dibina abad 8 Masehi.

Para arkeolog menyebutnya Makam Godang. Tetapi, warga Desa Pidoli menyebutnya Kuburan Godang (Kuburan Besar).

Kuburan ini berlokasi di kawasan persawahan arah selatan pemukiman Pidoli Lombang. Dapat dijangkau melalui jalan tanah dengan kenderaan roda empat, sekitar 200 meter dari jalan raya Lintas Sumatera.

Saya mengunjungi makam ini, Selasa (9/4/2019) lalu bersama Ali Gusti Siregar setelah sebelumya berdiskusi dengan Budayawan Mandailing, Askolani Nasution tentang kordinat makam.

Kuburan Godang ini berada di lahan kering yang luas. Kiri kanannya sawah. Lahan kering itu memanjang hingga ke badan jalan raya Lintas Sumatera.

Berkordinat N 0050’ 15.7” and E 9933’ 31.0” makam ini berukuran panjang sekira 3 meter. Lebar sekira 2 meter. Tinggi sekira 1,5 meter. Makam ini berupa gundukan tanah dilapisi susunan bata.

Berdasar amatan kami, susunan bata makam ini serupa degan bata yang digunakan untuk material Candi Biara yang berlokasi di kawasan Saba Biara.

Lokasi Candi Biara sekira 300 meter ke arah utara Kuburan Godang.

Para arkeolog memperkirakan Candi Biara dibangun abad 8 masehi. Seusia dengan Candi Siwa di Simangambat, Siabu, Mandailing Natal.

Kuburan Godang ini tidak sendiri. Ada sekitar 4 kuburan serupa yang berada di lokasi itu. Hanya saja makam-makam itu tak memiliki susunan bata, melainkan gundukan tanah saja. Belum diketahui faktor-faktor pembedanya.

Salah satu gundukan tanah itu sudah pernah menjadi korban galian. Dari orang-orang yang mencari emas. Mungkin dikira ada emas.

“Tapi saya tak memperoleh kabar, apakah mereka dapat emas atau tidak,” kata Muhammad Yusuf, warga Pidoli. Dialah saat ini yang menjaga lokasi Kuburan Godang.

Kuburan sejenis yang tak bersusun bata juga ditemukan tak jauh dari lokasi itu. Yakni, sekiar 200 meter ke arah timur. Berada di bawah pohon ara yang besar. Ukuran kuburan ini nyaris serupa dengan Kuburan Godang.

 

Diganggu Malam Hari

 

Kuburan Godang itu relatif terpelihara dari gangguan pengrusakan. Setidaknya dalam beberapa tahun belakangan. Sebab sudah ada penjaganya. Muhammad Yusuf.

Yusuf menjaga lokasi makam itu atas permintaan Efendi Nasution, raja Pidoli Lombang.

Sebelum Yusuf, yang menjaga kuburan ini dulunya adalah ayahandanya, Muhammad Salamah. Setelah sang ayah wafat, Yusuf yang meneruskan menjaga makam.

Di sisi utara makam, berdiri gubuk bertingkat. Di situlah Yusuf tidur malam hari. Selain bersawah di sekitar utara lokasi makam, dia juga memelihara bebek sebagai penambah pendapatan finansial.

Jenis bata di Kuburan Godang ini mirip dengan bata di candi Biara. (foto : Dahlan Batubara)

“Dulunya, gubuk ini letaknya di sini,” katanya seraya menunjuk tempat berdiri kami. Titik berdiri kami itu berjarak sekitar 3 meter dari posisi berdirinya gubuk yang sekarang.

Setelah diamati, titik bekas pertapakan gubuk lama itu sepertinya berada di bekas jalur  “jalan”. Jalur itu terlihat memanjang arah timur-barat yang berada persis di pinggir tebing yang memisahkan lokasi makam yang daratan dengan hamparan sawah yang berair.

Yusuf menceritakan, dulunya, saat gubuk itu berada di pertapakan lama, dia selalu diganggu pada malam hari oleh mahluk dari dunia gaib.

“Gangguannnya banyak ragam. Kadang badan saya terasa ditindi tubuh yang berat,” kisahnya.

Itu makanya, gubuk itu dipindah geser sekitar 3 meter ke arah selatan.

Setelah gubuk itu dipindah, gangguan tak datang lagi. Mungkin itu sebagai peringatan kepadanya. Karena  mungkin “menghalangi” sesuatu. Atau di atas titik itu ada “sesuatu”.

Apakah “sesuatu” itu? Butuh penelitian. Juga penelitian sejarah Kuburan Godang. Kita membutuhkan arkeolog. (Catatan : Dahlan Batubara)

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pansus DPRD Madina: Manajemen SMGP Cendrung Eksklusif

    Pansus DPRD Madina: Manajemen SMGP Cendrung Eksklusif

    • calendar_month Rabu, 10 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Anggota DPRD Madina, Arsidin Batubara menilai manajemen PT SMGP cendrung eksklusif. Penilaian itu disampaikan Arsidin di Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Pansus DPRD dengan pihak SMGP di gedung dewan, Rabu (10/3/2021). Dia menyatakan masyarakat Mandailing Natal sejatinya adalah masyarakat yang santun dan ramah. Kerelaan keluarga korban tewas pada tragedi keracunan H2S […]

  • Dirut RSU Panyabungan Juga Dipanggil KPK

    • calendar_month Rabu, 29 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Selain dua orang anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Ali Mutiara Rangkuti dan Muhammad Zein, Dirut RSU Panyabungan, Drg. Bida Sari juga dipanggil KPK. “Mereka diperiksa sebagai saksi untuk tersangka HB,” kata Juru Bicara KPK, Johan Budi, Selasa (28/5/2013). Satu orang lagi juga dipanggil sebagai saksi, yakni Raja Sahlan Nasution selaku […]

  • Yusuf Nasution Diulosi Warga Pakantan

    Yusuf Nasution Diulosi Warga Pakantan

    • calendar_month Kamis, 3 Des 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PAKANTAN (Mandailing Online) – Calon Bupati Madina, Drs. H. Yusuf Nasution, M.Si diulosi masyarakat Pakantan sebagai ungkapan “godang ni roha” masyarakat terhadap kunjungan silaturrahim calon bupati nomor 1 itu. Warga menyambut antusias, dengan harapan pasangan Yusuf Nasution-Imron Lubis mampu membawa perubahan bagi Madina kepada yang lebih baik di masa-masa mendatang. Di dalam visi misi pasangan […]

  • Sarjana yang Menganggur Meningkat

    Sarjana yang Menganggur Meningkat

    • calendar_month Jumat, 3 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA : Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas menyatakan bahwa besarnya nilai ekspor tidak serta merta meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Sebab, jumlah pengangguran terdidik di Indonesia justru meningkat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik per Agustus 2010, tingkat pengangguran lulusan universitas sebesar 11,92 persen. Sedangkan pengangguran lulusan sekolah dasasr ke bawah hanya 3,81 persen. Sekretaris Kementerian PPN/Bappenas Syahrial […]

  • BISNIS KRIPIK SINGKONG BANJARKOBUN DARI PINGGIR JALAN (Bagian 2-selesai)

    BISNIS KRIPIK SINGKONG BANJARKOBUN DARI PINGGIR JALAN (Bagian 2-selesai)

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Tim Mandailing Epicentrum LANGKAH KEDUA: Kuasai Pasar Kecil Dulu Jangan langsung berpikir minimarket besar. Justru lebih strategis mengisi pasar paling realistis, yaitu: • warung kopi, • kantin sekolah, • loket travel, • kios bensin, • meja kasir toko kecil. Dan inilah teknik paling penting, “mainkan” sistem titip jual, konsinyasi – laku barang baru bayar. […]

  • Peletakan Batu Pertama Bedah Rumah Anggota KMM di Desa Kayulaut

    Peletakan Batu Pertama Bedah Rumah Anggota KMM di Desa Kayulaut

    • calendar_month Sabtu, 5 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online )- Koperasi Konsumen Mitra Manindo (KMM) melaksanakan seremonial peletakan batu pertama program Bedah Rumah/Bangun Rumah untuk salah satu anggota KMM yang bertempat tinggal di desa Kayulaut, Kecamatan Panyabungan Selatan, Kabupaten Madina. Jum’at 4/10/2024. Peletakan batu pertama dihadiri Camat Panyabungan Selatan Elli Mutiara Pulungan, Kepala Desa Kayulaut Ahmad Hanafiah Lubis, tokoh masyarakat […]

expand_less