Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

2 Truk Terperosok Macet 33 Jam

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 14 Agt 2011
  • print Cetak


MADINA-
Dua truk over tonase bermuatan kayu dan cangkang kelapa sawit terperosok di pinggir jalan tikungan tajam dan tanjakan di perbatasan Desa Tombangkaluang, Batang Natal, Madina. Akibatnya arus lalu-lintas macet sekitar 33 jam.
Informasi dihimpun METRO, dua truk tersebut melintas dari arah berlawanan, Rabu (10/8) malam sekira pukul 19.00 WIB. Truk bermuatan kayu datang dari arah Natal, sedangkan truk cangkang melaju dari arah Tapanuli Selatan
Ketika melintas di lokasi jalan yang menanjak selebar enam meter jika dari arah Natal, sopir truk bermuatan kayu tidak bisa mengendalikan laju truknya dan mundur melawan arah yaitu ke arah kanan badan jalan dan terperosok ke parit jalan. Akibatnya, sumbu belakang truk terlihat patah.
Sedangkan sopir truk bermuatan cangkang terpaksa membanting setirnya ke drainase atau parit di pinggir kanan jalan. Kedua truk itu pun sama-sama tak lagi berada di sisi jalan yang seharusnya. Sedangkan lebar jalan yang bisa dilalui tinggal 1,5 meter.
Pantauan METRO, hingga Kamis malam sekira pukul 23.00 WIB, antrean kemacetan kendaraan yang ingin melintasi daerah itu masih tetap terjadi dengan panjang antrean sekitar 4 kilometer. Untuk melewati kemacetan tersebut pengendara harus menunggu hingga sekitar 4 jam. Arus lalu-lintas baru bisa normal Jumat (12/8) pagi sekira pukul 04.00 WIB, setelah kedua truk berhasil keluar dari tempat terperosoknya
Andi (35) salah seorang sopir truk kepada METRO menuturkan, persitiwa seperti itu telah sering terjadi di jalan lintas pantai barat. Penyebabnya karena jalan sempit dan medan jalan yang sulit dilalui. Kondisi ini diperparah lagi dengan medan jalan yang berbukit dan tebing terjal yang mengancam setiap pengendara kendaraan bermotor baik roda dua hingga roda 10.
”Kalau terperosok seperti ini sudah sangat sering Pak. Setiap hari pasti ada kemacetan akibat truk yang nyangkut dan terperosok akibat kecilnya lebar jalan dan tikungan serta tanjakan yang sangat menantang,” ujarnya.
Saat ditanya tonase kendaraan yang melintas, Andi mengakui berat dan beban kendaraan memang tidak sepadan dengan kondisi badan jalan di pantai barat. Namun, kata Andi, dirinya hanya sebagai sopir dan tak tau menahu tentang peraturan tersebut.
Sementara Bupati Madina melalui Kepala Dinas Perhubungan Harlan Batubara SH kepada METRO belum lama ini menegaskan, setiap hari terjadi pelanggaran peraturan di jalan lintas pantai barat terutama kelebihan tonase truk. (wan)
Sumber : Metro_Tabagse

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peringatan Harkitnas di Tapsel & Psp

    Peringatan Harkitnas di Tapsel & Psp

    • calendar_month Minggu, 22 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tabur Bunga di Makam Pahlawan TAPSEL- Peringatan Hari Kebangkitan Nasional atau Harkitnas di Tapsel dan Psp, Jumat (20/5) diisi dengan upacara dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan oleh pejabat-pejabat di kedua daerah itu. Di Tapanuli Selatan (Tapsel), upacara dipimpin Sekdakab H Aswin Efendi Siregar MM. Upacara digelar di halaman Kantor Bupati Tapsel, Jalan Kenanga, […]

  • Lebih baik PSMS ke LPI

    Lebih baik PSMS ke LPI

    • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Medan yang digunakan untuk bantuan kepada PSMS melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Medan senilai Rp6 miliar untuk berlaga di kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia harus dipertimbangkan lagi. Pasalnya, masih banyak cabang-cabang olahraga yang memerlukan “suntikan” anggaran dari Pemko dan bukan hanya untuk PSMS saja. Wakil […]

  • Mendudukkan Istilah Negara Agama dan Negara Sekuler

    Mendudukkan Istilah Negara Agama dan Negara Sekuler

    • calendar_month Jumat, 31 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamat Politik Indonesia bukan Negara Agama dan bukan Negara Sekuler. Itulah kalimat yang diucapkan oleh Menkopolhukam, Mahfud MD baru-baru ini. Pernyataan tersebut telah banyak dimuat di beberapa media online dan juga banyak di share oleh nitizen. Salah satu media online yang memuat berita seperti yang dilansir di Warta Ekonomi […]

  • Bulan Depan, Program KTP Anak Sudah Jalan

    Bulan Depan, Program KTP Anak Sudah Jalan

    • calendar_month Jumat, 12 Feb 2016
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – ‎ Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan, penerapan program KTP anak atau Kartu Identitas Anak (KIA) sudah harus berjalan mulai bulan depan.‎ Hal ini ditandai dengan mulai dikumpulkanya para Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) dari seluruh Indonesia. Agar setiap anak lahir, tidak hanya memperoleh akta kelahiran namun juga KIA. ‎”Ini […]

  • 21.330 Paket Bantuan Sosial Disalurkan, Warga Berterimakaih

    21.330 Paket Bantuan Sosial Disalurkan, Warga Berterimakaih

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebanyak 21.330 paket bantuan sosial jenis sembako disalurkan Pemkab Madina dan DPRD Madina menanggulangi dampak ekonomi Covid-19. Penerima paket sembako tersebut adalah warga miskin di luar penerima PKH dan Rastra. Bantuan sosial ini bersumber dari re-focusing atau penyesuaian anggaran APBD Madina untuk penanganan COVID-19 yang sebelumnya telah dibahas di ruang paripurna […]

  • Delapan Rumah Terbakar di Longat

    Delapan Rumah Terbakar di Longat

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN BARAT (Mandailing Online) – Setidaknya 4 rumah hangus total dan 4 rusak dalam peristiwa kebakaran di Kelurahan Longat, Panyabungan Barat, Mandailing Natal, Rabu siang (22/4/2020). Belum diketahui pasti penyebab kebakaran tersebut. Warga menyebutkan, kobaran api dengan cepat menjalar ke rumah warga lainnya karena angin yang bertiup kencang. Warga berramai ramai memadamkan api secara manual. […]

expand_less