Senin, 2 Mar 2026
light_mode

Bupati Madina Perjuangkan Revisi SK 44

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 11 Agt 2012
  • print Cetak

foto hidayatPanyabungan (MO) – Bupati Mandailing Natal (Madina) Hidayat Batubara saat ini tengah berjuang di Jakarta untuk mengembalikan kawasan Madina yang tercaplok oleh SK Menhut Nomor 44 Tahun 2005.

SK 44 adalah Surat Keputusan Menteri Kahutanan Nomor 44/ Menhut – II/ 2005 tentang Penunjukan kawasn Hutan di Wilayah Sumatra Utara. SK 44 ini menetapkan 115 pemukiman desa di Madina berubah status dari pemukiman menjadi hutan lindung, hutan produksi dan hutan produksi terbatas.

Rumah-rumah penduduk berubah status jadi hutan lindung dan pemilik rumah tak bisa mensertifikatkan rumahnya karena hak kepemilikan sudah tercerabut oleh SK 44 ini.
Secara angka, SK 44 ini menetapkan wilayah Kabupaten Madina seluas 411.451 Ha atau 62 % masuk dalam kawasan hutan dari total luas wilayah Madina yang sekitar 662.070 Ha sebanyak.

“Saya akan mengikuti rapat revisi hutan di Bogor demi untuk memohon penambahan kuota revisi hutan di Kabupaten Mandailing Natal hampir sebagian besar wilayah Madina masuk dalam kawasan hutan oleh SK 44,” ujar bupati beberapa hari lalu.

Bupati menegaskan bahwa SK 44 telah mengakibatkan kesulitan bagi pengembangan perekonomin daerah dan rakyat Madina. Hal ini tak boleh dibiarkan mengingat mata pencaharian mayoritas rakyat Madina adalah di sektor perkebunan dan pertanian.

Dalam hal ini, bupati akan memperjuangkan pembebasan pemukiman dan lahan perkebunan masyarakat dari cengkraman SK 44. Minimal radius yang dibebaskan berrentang minimal 1 Km dari bahu jalan raya, dan itu diperkirakan seluas 50.000 Ha agar ada sedikit cadangan.

“Kita sangat prihatin dengan kondisi warga yang tinggal didalam kawasan hunjukan SK 44 ini. Sebab dari sisi agunan, akses rakyat ke lembaga keuangan seperti bank otomatis tertutup karena lahan rakyat tak bisa disertifikatkan,” jelasnya.

Pemkab Madina sendiri sejak tahun 2007 sudah mengajukan surat permintaan revisi terhadap SK 44 tersebut kepada Menhut yang ditandatangani Bupati Madina Amru Daulay dan dilanjutkan permohonan revisi oleh Ketua DPRD Madina As Imran Khaytami Daulay. Namun, hingga kini harapan pada revisi tersebut belum jelas disinyalkan pemerintah pusat.

Sementara itu, Amrul Hadi Pulungan salah seorang tokoh masyarakat Kecamatan Bukit Malintang berharap upaya dan kerja keras bupati Madina untuk membebaskan pemukiman dan kebun warga dari cengkraman SK 44 bisa berhasil.

“Kita mendesak pemerintah pusat harus memahami betul tentang kondisi hutan yang terjadi saat ini di Madina, padahal dari zaman kerajaan sejumlah perkampungan sudah ada di kecamatan bukit Malintang, tapi sekarang satu kecamatan tersebut tiba-tiba saja dijadikan kawasan hutan dan kita merasa saat ini tak obahnya, seperti moyet karena tempat tinggal kita juga hutan, gara-gara SK 44 ini ” sebutnya.(gan/dab)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • KECEWA BERHARAP PADA DEMOKRASI

    KECEWA BERHARAP PADA DEMOKRASI

    • calendar_month Senin, 28 Des 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Alfisyah Guru / tinggal di Medan Masyarakat mulai menunjukkan taringnya. Masyarakat ogah ditipu terus oleh demokrasi melalui berbagai ajang Pilkada-nya. Pemilu dirasakan masyarakat sebagai ajang tipu-tipu untuk naiknya komunitas tertentu dalam kekuasaan yang sedang berjalan. Berbagai laporan kecurangan atas satu pasangan calon mulai dilaporkan. Pada Pilkada Medan tampak laporan dari Ahyar – Salman […]

  • Usut Dugaan Korupsi Milwan

    Usut Dugaan Korupsi Milwan

    • calendar_month Jumat, 4 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN) DPR RI diminta mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan Agung dan Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Mafia Hukum segera menyelidiki kasus dugaan korupsi mantan Bupati Labuhan Batu T Milwan sebesar Rp 30,2 miliar yang sudah empat tahun tidak ditindaklanjuti penyidikan, penyelidikan dan pemeriksaannya. Permintaan tersebut disampaikan politisi PAN Fakhruddin Pohan […]

  • Pemeriksaan Hasil Tes CPNS di USU Tipis Kemungkinan Muncul KKN

    Pemeriksaan Hasil Tes CPNS di USU Tipis Kemungkinan Muncul KKN

    • calendar_month Senin, 2 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN: Pemeriksaan lembar jawaban (LJK) seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) dengan pola scanning yang diterapkan Universitas Sumatra Utara (USU) tipismemunculkan peluang korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) maupun permainan lain. Sekdaprovsu RE Nainggolan dan Tim Komisi A DPRD Sumut yang menyaksikan langsung pembukaan segel packing LJK CPNS Pemprovsu untuk diperiksa di USU Medan, Selasa […]

  • Kata Kabul Vonis Rahudman, Berarti Pasti Dihukum

    Kata Kabul Vonis Rahudman, Berarti Pasti Dihukum

    • calendar_month Selasa, 1 Apr 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Hasrul Benny Harahap, selaku kuasa hukum Rahudman dalam perkara TPAPD Tapsel, juga mengaku belum menerima salinan putusan. Benny menjelaskan belum dapat berkomentar lebih jauh saat ditanya apakah pihaknya akan menempuh jalur PK. “Belum ada saya terima salinan putusan. Jadi belum ada mengambil sikap. Belum bisa mengambil sikap, karena isinya (salinan putusan) juga belum […]

  • Diguyur Hujan Lebat Satu Jam, Panyabungan Kebanjiran

    Diguyur Hujan Lebat Satu Jam, Panyabungan Kebanjiran

    • calendar_month Rabu, 22 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Hujan deras dan angin kencang mengguyur kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal sejak sore pukul 03: 00 Wib, panyabungan Kota dilanda banjir. Tak ayal kemacetan parah terjadi di sepanjang jalan Willem Iskander Madina. Pantauan Berita di depan Gedung sekolah arap Albarkah Kelurahan Sipolu- polu kecamatan panyabungan kota, air menggenangi semua sekolah Albarkah dan murid sekolah langsung […]

  • Ahli Waris Penemu Padi Siganteng Dapat Deposito 60 Juta

    Ahli Waris Penemu Padi Siganteng Dapat Deposito 60 Juta

    • calendar_month Senin, 8 Sep 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Siabu (Mandailing Online) – Plt Bupati Mandailing Natal (Madina) Dahlan Hasan Nasution menyatakan Pemkab Madina sudah berencana memberikan dana pendidikan dalam bentuk deposito sebesar 60 juta rupiah untuk ahli waris penemu varietas padi Siganteng. Uang itu akan dikucurkan dari APBD 2015 dan didepositokan atas nama Siganteng di salah sautu bank di Panyabungan. Dan deposito ini […]

expand_less