Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Dua Sungai Di Madina Bisa Hasilkan 30 MW Listrik

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 13 Okt 2012
  • print Cetak

bendungan batang gadis 131012PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sungai Batang Gadis dan Sungai Batang Natal di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dapat menghasilkan arus listrik 20 hingga 30 mega watt (MW) dengan pola Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hitro (PLTMH).

Tiga perusahaan swasta sudah melirik Madina dalam rencana investasi. Ketiganya adalah PT.Demarco Energi Sejati, PT.Terrasys Energi Madina dan PT. Hesa Laras Cemerlang.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Madina Ir.Arpan Harapan Siregar, MT didampingi Kabid kelistrikan Budi Rahmat ST kepada wartawan, Kamis (11/10), PLTMH ini adalah salah satu energy yang ramah akan lingkungan dengan memanfaatkan aliran sungai yang mempunyai daya tinggi dan juga sebagai sumber energi alternatif.

“Saat ini di Sungai Batang Natal dan Batang Gadis sedang dilakukan study design oleh perusahan swasta tersebut,” katanya.

Jika berlanjut akan segera melakukan tahapan konstruksi. “Disamping itu juga sedang dilakukan survey potensi diwilayah Mandailing Julu yang diperkirakan akan mencapai 10 hingga 15 MW,” ujarnya.

“Kondisi Madina saat ini masih devisit listrik dan masih membutuhkan tenaga ekstra untuk mendongkrak rasio elektifikasi. Dimana dari 450 desa di daerah kita terdapat 53 desa lagi yang belum dialiri listrik oleh PT PLN,” jelas Arpan.

Energi listrik yang dihasilkan dari dua sungai tersebut akan dikoneksikan ke Jaringan Trasmisi Sumatra (JTS) kerjasama pola bagi hasil dengan pihak PT. PLN.

Arpan menyatakan, pihak PLN sebagai penyedia usaha ketenagalistrikan telah mempunyai rencana jangka panjang untuk membangun sarana infrstruktur khususnya bagi daerah-daerah yang belum menikmati aliran listrik dan memproritaskan transmisi dan distribusinya khusus untuk Madina.

“Pada prinsipnya Pemkab Madina sangat mendukung rencana pengembangan potensi aliran sungai pola PLTMH yang akan memberikan manfaat besar kepada daerah, seperti membuka peluang menambah lapangan kerja baru,” katanhya.

Selain itu, pembangkit listrik ini tidak mengganggu ekositem sungai di satu sisi dan iklim investasi terbuka kerena permasalahan listrik sudah dapat terpenuhi sebagai salah satu pertimbangan untuk investasi. (mar)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Toge Panyabungan tak Hanya Ramadhan

    Toge Panyabungan tak Hanya Ramadhan

    • calendar_month Minggu, 24 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Namanya Toge Panyabungan. Selintas seperti nama kecambah kacang hijau yang sering dijadikan sayuran. Tapi toge yang satu ini adalah sebuah jajanan kuliner khas Mandailing, tepatnya berasal dari Panyabungan, ibukota Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Panganan segar yang konon identik dengan bulan puasa ini memiliki rasa yang khas dan sangat lezat. Apalagi kalau dicampur dengan tape maka […]

  • KPK Punya Bukti Amrun Daulay Terlibat

    KPK Punya Bukti Amrun Daulay Terlibat

    • calendar_month Senin, 20 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ferry Wibisono, menegaskan punya bukti kuat keterlibatan politisi Demokrat, Amrun Daulay, dalam korupsi mesin jahit, sapi import dan pengadaan sarung di Departemen Sosial. Daulay turut bekerja sama dengan Mantan Menteri Sosial yang kini jadi terdakwa Bachtiar Chamsyah. Sebelumnya JPU KPK dalam dakwaannya menyebut nama Amrun […]

  • Tambang Emas Ilegal Pake Alat Berat Mulai Rambah Hutan di Siulangaling

    Tambang Emas Ilegal Pake Alat Berat Mulai Rambah Hutan di Siulangaling

    • calendar_month Sabtu, 7 Okt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Muara Batang Gadis ( Mandailing Online )– Sebanyak enam unit excavator setiap hari beroperasi menambang emas secara ilegal di daerah Sungai Lolo Siulangaling, Kecamatan Muara Batang Gadis (MBG), Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, yang menyebabkan sungai dan air bersih ke empat desa di kecamatan itu jadi keruh. Dikutip dari lama berita StartNews Selama tiga […]

  • Ustadz dari PKS: Ya Tanda-tanda Kiamat Memang itu

    Ustadz dari PKS: Ya Tanda-tanda Kiamat Memang itu

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      JAKARTA – Kehebohan tentang suara mirip trompet dari langit di seluruh pelosok dunia seperti di Amerika, Kanada, Jerman, Hungaria, Ceko, Denmark, Swedia, Inggris, Kosta Rika, Ukraina, dan Prancis, ikut dikomentari oleh politikus PKS, Hidayat Nur Wahid. Sosok yang kini menjabat Wakil Ketua MPR RI itu mengatakan bahwa salah satu tanda-tanda kiamat adalah terdengarnya sangkakala […]

  • Diganggu Preman, SMS ke Nomor Ini: 085381881993

    Diganggu Preman, SMS ke Nomor Ini: 085381881993

    • calendar_month Senin, 22 Feb 2016
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      MEDAN  – Aksi premanisme berkedok Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) masih sering terjadi di Kota Medan. Kali ini korbannya adalah salah satu tempat usaha yang berada di kawasan Jalan Sakti Lubis. Modus yang mereka lakukan pun beragam. Dari meminta bantuan dana buat operasional kegiatan, hingga kemalangan salah satu anggotannya. Para pemalak ini tidak sungkan mendatangi […]

  • Tak ada THR untuk PNS

    Tak ada THR untuk PNS

    • calendar_month Senin, 30 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sampit, Kalteng (MO)- Pemerintah Kabupatan Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah memastikan pegawai negeri sipil (PNS) tidak mendapat Tunjangan Hari Raya (THR). “Sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor. 13 Tahun 2005, tentang tunjangan bagi PNS pemerintah di larangan memberikan Tunjangan Hari Raya (THR),” kata Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kotim Kusdinata di […]

expand_less