Rabu, 22 Apr 2026
light_mode

SBY akui kesenjangan kaya dan miskin makin lebar

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 22 Jan 2013
  • print Cetak

JAKARTA, (MO) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menggelar sidang kabinet bersama dengan Komite Ekonomi Nasional (KEN) dan Komite Inovasi Nasional (KIN) di Gedung Sekretariat Negara, Jakarta, hari ini.

Dalam rapat ini, KEN diberikan kesempatan untuk mempresentasikan tentang dinamika dan perkembangan perekonomian Indonesia saat ini.

SBY menilai KEN, yang beranggotakan para ekonom dan pelaku bisnis, selama ini telah memberikan rekomendasi yang berguna bagi pemerintah. Rekomendasi tersebut berupa penetapan kebijakan maupun pelaksanaan program-program aksi di berbagai bidang dan wilayah perekonomian.

“Ada tiga isu utama yang akan dikedepankan pada sidang kabinet paripurna ini. Pertama adalah tentang APBN, atau kebijakan fiskal, yang sesuai dengan apa yang ditelaah oleh KEN, ada sesuatu yang ingin dikomunikasikan kepada kita,” ujar SBY.

Menurut SBY, APBN sangat penting untuk memastikan jalannya pemerintahan umum dan pembangunan bisa mendapatkan anggaran yang tepat. Ini terkait dengan persoalan alokasi dan distribusi anggaran. “Menghadapi resesi global sekarang ini, pengelolaan anggaran yang tepat adalah sebuah keharusan,” kata Yudhoyono.

SBY juga meminta KEN untuk membahas isu yang berkaitan dengan tata kelola perdagangan. Isu ini, SBY melanjutkan, memiliki implikasi langsung pada kehidupan rakyat.

“Perdagangan tentu bukan hanya urusan komoditas pangan, masih banyak lagi. Apa pun tentunya, negeri ini perlu memiliki tata kelola perdagangan yang baik, di satu sisi ada market mechanism, di sisi lain ada regulasi,” ujar Presiden.

SBY mengatakan, krisis global yang terjadi pada 2008-2009, dampaknya masih dirasakan hingga kini, karena melewatkan pentingnya hukum-hukum pasar.

“Dengan demikian, akses yang buruk dari suatu pasar tidak merusak perekonomian pada tingkat dunia maupun negara-negara. Kami ingin dengarkan nanti dari KEN, apa yang dia lihat menyangkut urusan tata kelola perdagangan di negeri ini,” tutur Presiden.

Sementara itu, isu ketiga yang akan dibahas adalah upaya mengurangi kemiskinan yang dikaitkan dengan langkah mengurangi kesenjangan di Indonesia. SBY menilai isu yang terakhir ini sangat penting, karena terkait dengan isu ketidakadilan.

“Beberapa kali saya katakan cost atau harga yang harus dipikul dari sebuah negara yang memiliki pertumbuhan ekonomi yang tinggi, high growth economy, adalah tanpa disadari makin melebarkan kesenjangan di antara yang kaya, katakanlah dengan yang miskin,” kata SBY.

“Untuk itu, dengan berbagai kebijakan, program aksi dan kepemimpinan yang tepat, pengurangan kemiskinan dapat berjalan dengan baik,” ujar Yudhoyono.(viva)
Comments

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prinsip Penyusunan APBD 2022 Terbaik Sepanjang Sejarah Madina

    Prinsip Penyusunan APBD 2022 Terbaik Sepanjang Sejarah Madina

    • calendar_month Selasa, 30 Nov 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – APBD Kabupaten Madina TA 2022 disetujui oleh DPRD Madina pada rapat paripurna, Selasa (30/11/2021). Pembahasan APBD ini menjadi yang terbaik dalam sejarah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dari sisi prinsip dan progresnya sebagaimana yang dikehendaki undang-undang penyusunan APBD suatu daerah. Empat poin penting yang dikehendaki Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 27 Tahun […]

  • BKMT Madina Marsahata Memilih Saipullah-Atika di Pilkada 2024

    BKMT Madina Marsahata Memilih Saipullah-Atika di Pilkada 2024

    • calendar_month Rabu, 2 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) marsahata alias bersepakat mendukung dan memenangkan pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati Saipullah Nasution-Atika Azmi Utammi Nasution (SAHATA) pada Pilkada Madina 2024. “Kami siap mendukung dan memenangkan Paslon SAHATA pada Pilkada Madina tahun 2024,” kata Ketua BKMT Madina Hj. Rukiah Lubis […]

  • Dinas Ketahanan Pangan Madina Konsisten di Asta Cita Prabowo

    Dinas Ketahanan Pangan Madina Konsisten di Asta Cita Prabowo

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) konsisten melaksanakan program ketahanan pangan sesuai Asta Cita Presiden RI Prabowo. Juga sesuai visi dan misi Bupati Madina Saipullah Nasution dan Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution. Salah satu program yang bergulir adalah Gerakan Pangan Murah (GPM). “​Untuk Dinas Ketahanan Pangan, apa yang menjadi […]

  • Pemkab Madina Bantu Korban Kebakaran Kotasiantar

    Pemkab Madina Bantu Korban Kebakaran Kotasiantar

    • calendar_month Jumat, 27 Des 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran kelurahan Kotasiantar, Jum’at (26/12/2019). Bantuan dalam bentuk uang senilai 80 juta Rupiah itu diserahkan Sekda Madina, Gozali Pulungan didampingi Wakil Ketua DPRD Madina, Erwin Efendi Nasution dan anggota DPRD Madina, Sobir Lubis dari Dapil Madina 1. Perwakilan keluarga korban […]

  • Naskah Deklarasi “Batang Pungkut Green Conservation”

    Naskah Deklarasi “Batang Pungkut Green Conservation”

    • calendar_month Selasa, 5 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Bismillahirrahmanirrahim Sesungguhnya kami menyadari bahwa lingkungan hidup adalah warisan yang paling berharga untuk generasi yang akan datang, oleh karena itu kami berkomitmen untuk menjaganya. Kami menyadari bahwa dampak negatif pertambangan lebih besar dari pada dampak positifnya terhadap masyarakat dan lingkungan hidup, oleh karena itu kami menolak pertambangan khususnya di wilayah Kabupaten Mandailing Natal. Kami menghormati […]

  • 57 Tahun Pidato Natsir Tentang Sekularisme (2-selesai)

    57 Tahun Pidato Natsir Tentang Sekularisme (2-selesai)

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Dr. Adian Husaini (dikutip dari hidayatullah.com)   Komunisme, umpamanya, mempunyai konsep “perikemanusiaan” yang berlainan dengan kita. Di dalam Negara yang mereka cita-citakan, adanya hak milik dianggap melanggar asas-asas kemanusiaan. Bagi kita, adanya hak milik adalah syarat untuk perikemanusiaan, karena sesuai dengan fitrah manusia. Sekulerisme, la-diiniyah, tanpa agama, Saudara ketua, tidak bisa memberi keputusan […]

expand_less