Jumat, 25 Sep 2026
light_mode

Bunga Bangkai Mekar di Sipirok

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 15 Mar 2013
  • print Cetak

bunga bangkai15313

SIPIROK, (MO)  – Hutan hujan tropis di Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) yang merupakan kawasan Cagar Alam Dolok Sibualbuali, menyimpan potensi flora dan fauna yang luar biasa.

Salah satunya jenis bunga raksasa yang biasa disebut Bunga Bangkai atau Atturbung, belum lama ini ditemukan tumbuh di kawasan itu. “Kami menemukan Bunga Bangkai itu di daerah Bulu Payung.

Masyarakat di sekitar menyebutnya dengan Atturbung,” kata Erwinsyah Siregar, petugas dari Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Rabu (13/3).

Dijelaskannnya, Atturbung yang ditemukan di kawasan Cagar Alam Dolok Sibualbuali itu memiliki kemiripan dengan bunga bangkai (Amorphpophallus titanium) yang memang endemik hutan di Sumatera. Saat ditemukan, kelopak bunga atau mahkota merekah berwarna ungu kemerah-merahan dengan diameter selebar satu meter.

Dari kelopak bunga menyembul kepala putik yang tingginya mencapai dua meter, atau melebihi tinggi orang dewasa dengan berwarna krem. Warna krem itu sama dengan warna pada bagian luar kelopak bunga.

“Masyarakat di sekitar mengaku sering menemukan bunga bangkai muncul di kebun-kebun mereka,” kata Erwinsyah Siregar. Dari keterangan masyarakat, Erwinsyah menyimpulkan bahwa Atturbung atau bunga bangkai ini bukan spesis flora yang asing bagi masyarakat setempat.

Pasalnya, nama Atturbung sendiri sudah diberikan masyarakat sejak lama, sehingga jelas bunga bangkai ini sangat dekat dengan keseharian masyarakat. “Banyak lokasi Atturbung ini yang ditemui masyarakat. Tidak sedikit yang tumbuh di lokasi-lokasi budidaya milik masyarakat. Biasaya kalau tumbuh, kemunculan bunga bangkai ini tidak lagi mengherankan,” katanya.

Menurut Erwinsyah Siregar, dalam kondisi normal, bentuk Atturbung saat mekar terlihat seperti bunga terompet terbalik. Bunga bangkai tumbuh menjulang tinggi, ketinggian bunga bangkai jenis amorphophallus titanium bisa mencapai sekitar 4 meter dengan diameter sekitar 1,5 meter.

Bunga bangkai ini termasuk tumbuhan dari suku talas-talasan (araceae). Merupakan tumbuhan dengan bunga majemuk terbesar di dunia. Berbeda dengan rafflesia yang tidak dapat tumbuh di daerah lain, bunga bangkai dapat dibudidayakan. “Saya sudah pernah mencobanya, ternyata bisa tumbuh di halaman rumah,” katanya.

Bunga ini mengalami dua fase dalam hidupnya yang muncul secara bergantian dan terus menerus, yaitu fase vegetatif dan generatif. Pada fase vegetatif, di atas umbi akan muncul batang tunggal dan daun yang sekilas mirip dengan pohon pepaya. Tinggi pohonnya bisa mencapai 6 meter.

Setelah beberapa tahun, organ generatifnya akan layu kecuali umbinya. Apabila lingkungan mendukung, dan umbinya memenuhi syarat pohon ini akan digantikan dengan tumbuhnya bunga bangkai. Tumbuhnya bunga majemuk yang menggantikan pohon yang layu merupakan fase generatif tanaman ini.

Bunga baru bisa tumbuh bila umbinya memiliki berat minimal 4 kg. Bila cadangan makanan dalam umbi kurang atau belum mencapai berat 4 kg, maka pohon yang layu akan digantikan oleh pohon baru.

Selain itu, bunga bangkai merupakan tumbuhan berumah satu dan protogini, dimana bunga betina reseptif terlebih dahulu, lalu diikuti masaknya bunga jantan, sebagai mekanisme untuk mencegah penyerbukan sendiri.

Bau busuk yang dikeluarkan oleh bunga ini berfungsi untuk menarik kumbang dan lalat penyerbuk bagi bunganya. Setelah masa mekarnya (sekitar 7 hari) lewat, bunga bangkai akan layu. Dan akan kembali melewati siklusnya, kembali ke fase vegetatif, dimana akan tumbuh pohon baru di atas umbi bekas bunga bangkai.

Apabila selama masa mekarnya terjadi pembuahan, maka akan terbentuk buah-buah berwarna merah dengan biji pada bagian bekas pangkal bunga. Biji-biji ini bisa ditanam menjadi pohon pada fase vegetatif.

Biji-biji inilah yang sekarang dibudidayakan. (metrosiantar.com)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Laju Varian Baru Covid-19, Kapitalisme Tak Serius Atasi Pandemi

    Laju Varian Baru Covid-19, Kapitalisme Tak Serius Atasi Pandemi

    • calendar_month Senin, 17 Jan 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Ummu Taqiyya Aktivis Dakwah, Mompreneur Sudah dua tahun pandemi melanda dunia, sejak virus SARS-CoV-2 terdeteksi pertama kali di China kemudian menyebar keseluruh dunia. Berbagai upaya ditempuh guna mengatasi wabah, namun tak kunjung teratasi, dan varian virus baru pun kian bertambah. Belum usai penyebaran virus varian Delta dan Omicron, kini bertambah varian baru yang […]

  • Saipullah Jemput Aspirasi Masyarakat Akar Rumput Sihepeng Raya

    Saipullah Jemput Aspirasi Masyarakat Akar Rumput Sihepeng Raya

    • calendar_month Minggu, 27 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Calon Bupati (Cabup) Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2, H. Saipullah Nasution menjemput aspirasi masyarakat Sihepeng Raya, di lopo kopi Desa Sihepeng, Kecamatan Siabu, Jumat (25/10/2024). Saat ngopi di kedai kopi tradisional itu, Bang Ipul – sapaan akrab Saipullah Nasution, didampingi Dewan Pengarah Tim Pemenangan Ali Mutiara Rangkuti, Ketua Nasdem Madina […]

  • DPRD Tidak Terima Alasan Dinas PU

    DPRD Tidak Terima Alasan Dinas PU

    • calendar_month Kamis, 5 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Soal Pembatalan Tender Proyek Panyabungan (MO) – DPRD Mandailing Natal (Madina) tidak bisa menerima alasan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Madina dalam hal pembatalan tender proyek di instansi itu. Rapat dengar pendapat yang digelar di ruang Komisi III DPRD Madina, Kamis (5/7) pun ditunda untuk dilanjutkan besok. Pihak PU menyatakan pembatalan tender proyek pada 26 Juni […]

  • Bupati Madina Safari Jumat di Masjid Al-Abror Simangambat

    Bupati Madina Safari Jumat di Masjid Al-Abror Simangambat

    • calendar_month Jumat, 5 Nov 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

      SIMANGAMBAT (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal H. M. Ja’far Sukhairi Nasution melakukan Safari Jumat kali ini di Masjid Al-Abror Desa Simangambat, Siabu. Seperti biasa, selain melaksanakan salat Jumat, Bupati Sukhairi juga memberikan bantuan untuk kemakmuran masjid.   Peliput: Jakfar Nasution

  • Wapres tekankan jangan ada titipan CPNS

    Wapres tekankan jangan ada titipan CPNS

    • calendar_month Kamis, 12 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    MEDAN, – Wakil Presiden Boediono mengingatkan kepada semua menteri hingga kepala daerah untuk selalu menjaga proses reformasi birokrasi di semua kementerian atau lembaganya. Hal ini akan meningkatkan perbaikan dari sisi kepemerintahannya. “Saya ditugaskan oleh bapak presiden untuk mengawal proses reformasi birokrasi, perbaikan rekrutmen dan jangan sampai ada titipan calon PNS,” kata Boediono saat memberikan sambutan […]

  • Duo Sutan dalam Perjuangan Gerep Institute Naik ke Panggung Pahlawan Nasional

    Duo Sutan dalam Perjuangan Gerep Institute Naik ke Panggung Pahlawan Nasional

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Tim Mandailing Epicentrum   Ada yang menarik dari gerakan kebudayaan yang sedang tumbuh di Mandailing Natal. Gerep Institute mengusung dua tokoh tangguh menuju panggung Pahlawan Nasional. Dalam waktu yang hampir bersamaan, dua nama besar kembali diperbincangkan sebagai calon Pahlawan Nasional. Keduanya sama-sama menyandang gelar adat Sutan. Dari diskusi kedai kopi, diskusi grup WA, rapat […]

expand_less