Sabtu, 29 Agu 2026
light_mode

11 Ranperda dan Kemauan Politik

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 20 Jul 2013
  • print Cetak

Pihak Badan Legislasi (Baleg) DPRD Mandailing Natal (Madina) pertengahan Juli 2013 menyatakan sikap menunda pembahasan 11 Ranperda yang diajukan pemerintah daerah. Alasan yang diusung terkait anggaran dana bagi kegiatan koordinasi atau kunjungan kerja ke Jakarta.

Koordinasi atau kunjungan kerja yang dimaksud pihak Baleg DPRD Madina sangat krusial, karena memiliki keterkaitan dengan kebijakan departemen di Jakarta. Yakni, menyangkut tata ruang, dimana salah satu ranperda-nya adalah Ranperda tentang Tata Ruang Wilayah Madina Tahun 2012-2032.

Baleg DPRD Madina menghendaki agar produk perda itu nantinya tidak memiliki cacat, makanya membutuhkan pembahasan secara detail dan objektif serta membutuhkan koordinasi dengan lembaga terkait di Jakarta.

“Pembahasan ranperda RTRW harus melakukan konsultasi ke Badan Informasi Geospasial di Jakarta, karena lembaga BIG yang berwenang dalam pembuatan peta, kita harus melakukan konsultasi terkait verifikasi terhadap titik kordinat dari peta RTRW,” urai Dodi Martua, ketua Badan Legislasi DPRD Madina.

Di sisi lain, anggaran untuk kunjungan kerja itu kabarnya sudah tak ada lagi di sekretariat DPRD Madina karena habis pada bulan Juni lalu. Sementara, pihak eksekutif dikabarkan tak memiliki anggaran itu.

Muaranya, 11 Ranperda itu pun terkatung rampung di bulan ini. Ini jelas berdampak bagi perjalanan program-program pembangunan daerah, baik program yang bersifat ekonomi maupun layanan pemerintah daerah lainnya.

Hemat kita, alasan Baleg itu untuk sementara ini bisa diterima jika beranjak dari sisi upaya keakuratan data tata ruang wilayah kabupaten agar perda yang dilahiran kelak tidak cacat di mata pemerintah pusat.

Tetapi, kita juga melihat bahwa ke-11 ranperda itu bukan melulu persoalan tata ruang yang membutuhkan koordinasi ke Jakarta. Kebanyakan ranperda itu justru tidak membutuhkan kunjungan kerja untuk dasar membahasnya.

Jika demikian, dan mengingat kebutuhan terhadap payung hukum yang mendesak, pihak legislatif dan eksekutif tentu bisa memilah dan menetapkan ranperda non tata ruang untuk lanjut dibahas dan disahkan.

Sebab, jika salah satu atau beberapa ranperda terkendala pembahasannya, kenapa ranperda lain yang tak memiliki kendala jadi korban. Ini tentu diharapkan menjadi pertimbangan legislatif dan eksekutif.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Truk Terguling di Jembatan Manyabar

    Truk Terguling di Jembatan Manyabar

    • calendar_month Selasa, 24 Jan 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Satu unit truk colt diesel terguling di dek abutmen jembatan Manyabar, Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal, Senin (23/1/2016). Truk yang membawa material krikil itu terguling yang diduga akibat tidak ada besi penahan pada bangunan dek, sementara ketinggian badan jalan cukup tinggi sehingga kondisinya curam. Tidak ada korban jiwa di peristiwa itu. Sejumlah […]

  • Banjir Akibat Illegal Logging?

    Banjir Akibat Illegal Logging?

    • calendar_month Jumat, 3 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Instansi terkait diminta mengusut penyebab terjadinya bencana banjir di dua desa Kecamatan Ranto Baek beberapa hari lalu sekaligus melakukan tindakan hukum apabila ada kemungkinan terjadinya illegal logging di kawasan hutan hulu sungai. Hal itu disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Mandailing Natal As Imran Khaitami di Panyabungan, Kamis (02/12/2010), usai meninjau lokasi banjir bersama Bupati Aspan […]

  • PELESTARIAN WARISAN BUDAYA MANDAILING (2)

    PELESTARIAN WARISAN BUDAYA MANDAILING (2)

    • calendar_month Senin, 12 Mei 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Z Pengaduan Lubis Demikianlah keberadaannya adat-istiadat dalam kehidupan masyarakat Mandailing sejak pra-kolonial sampai sekarang. Dan untuk membuat aktifitas kehidupan masyarakat berjalan teratur seperti yang dikehendaki oleh adat sebagai penjelmaan olong (cinta dan kasih sayang), maka pada masa lalu di setiap komunis huta terdapat satu lembaga yang menjalankan pemerintahan. Dalam lembaga pemerintahan tersebut duduk tokoh-tokoh […]

  • Penghujan, Produksi dan Harga Karet di Madina Turun

    Penghujan, Produksi dan Harga Karet di Madina Turun

    • calendar_month Jumat, 15 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    Foto seorang penyadap karet di Desa Gunung Tua Julu, Panyabungan PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Musim penghujan dalam beberapa minggu terakhir berakibat pada penurunan produksi dan harga penjulan getah karet tingkat pengumpul di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Muklis, petani karet di Panyabungan, Jum’at (15/11/2013) menyatakan harga getah karet pada penjualan hari Kamis berada di kisaran 9.000 […]

  • E-KTP di Sidimpuan Diperkirakan Molor

    E-KTP di Sidimpuan Diperkirakan Molor

    • calendar_month Sabtu, 11 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Padangsidimpuan. Pemko Padangsidimpuan diperkirakan tidak mampu memenuhi target penyelesaian perekaman data peserta E-KTP secara nasional pada April 2012. Pasalnya, perangkat perekaman belum seluruhnya didistribusikan pihak konsorsium ke masing-masing kecamatan. Selain itu, para operator yang akan melakukan proses perekaman data belum juga mendapat pelatihan dari pihak konsorsium. Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Padangsidimpuan, […]

  • Syawaluddin Asal Huraba, Madina Raih Gelar Sarjana di Universitas Al-Ahgaff, Yaman

    Syawaluddin Asal Huraba, Madina Raih Gelar Sarjana di Universitas Al-Ahgaff, Yaman

    • calendar_month Sabtu, 24 Jul 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TARIM, YAMAN (Mandailing Online) – Satu lagi putra Mandailing Natal berhasil meraih gelar sarjana dari negara Yaman. Namanya, Syawaluddin Rangkuti dari Desa Huraba, Kecamatan Siabu. Dia diwisuda bersama 60 wisudawan dari berbagai negara di Universitas Al-Ahgaff pada Kamis malam (15/7/2021). Syawaluddin Rangkuti berhasil meraih gelar sarjana S1. Selain memantapkan dirinya dengan meraih gelar B.Sc, beliau […]

expand_less