Sabtu, 24 Okt 2026
light_mode

Revitalisasi Kebudayaan Mandailing (1)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 21 Jul 2013
  • print Cetak

(Mengenang Z Pengaduan Lubis)

Pendahuluan
Sebagai pendahuluan saya kira ada dua hal yang perlu dijelaskan. Pertama ialah pengertian revitalisasi dalam hubungannya dengan kebudayaan Mandailing. Dan kedua ialah konsep tentang ujud kebudayaan yang ada hubungannya dengan usaha untuk melakukan revitalisasi tersebut.

Kedua hal tersebut perlu lebih dahulu dibicarakan karena keduanya merupakan titik tolak dari berbagai hal lainnya yang akan dicoba dibicarakan nanti.

Seperti yang sudah diketahui revitalisasi berarti menghidupkan kembali. Apakah kebudayaan Mandailing sudah mati maka perlu direvitalisasi? Kebudayaan Mandailing memang belum mati sama sekali.

Tetapi karena masyarakat Mandailing dilanda oleh berbagai perubahan belakangan ini, yaitu sejak masa pendudukan Jepang sampai sekarang, maka kebudayaan Mandailing sudah banyak sekali mengalami erosi karena diabaikan oleh warga masyarakat pendukungnya. Pada masa ini sebagian besar orang Mandailing yang lahir pada tahun 1940-an tidak banyak yang mengenal sepenuhnya kebudayaan Mandailing.

Dan generasi keturunan mereka sekarang ini lebih tidak mengenal lagi kebudayaan Mandailing. Dan dari kedua generasi tersebut ternyata pula tidak banyak yang sungguh-sungguh memperdulikan kebudayaan Mandailing dan kondisinya yang terus menerusi mengalami erosi.

Dalam keadaan yang demikian itu, banyak di antara bagian-bagian yang penting dari kebudayaan Mandailing yang sudah hampir punah sama sekali. Misalnya beberapa ragam bahasa Mandailing yang dinamakan hata andung, hata sibaso, hata parkapur dan hata teas dohot jampolak.

Yang masih hidup dan terus dipergunakan oleh orang Mandailing sampai saat ini ialah hata somal, yaitu ragam bahasa Mandailing yang dipergunakan sehari-hari. Banyak bagian dari kesenian Mandailing yang juga sudah punah seperti misalnya repertoir musik tradisional Mandailing seperti Gordang Sambilan dan Gondang Dua (tunggu-tunggu dua). Demikian juga sastra lisan dan seni kerajinan Mandailing.

Kalau kehilangan yang demikian terus kita biarkan saja terjadi, maka dalam jangka waktu yang relatif tidak lama maka kekayaan kebudayaan Mandailing akan punah sama sekali. Oleh karena itu, disaat kita akan memasuki abad baru sekarang ini kita sudah perlu sekali merevitalisasi kebudayaan Mandailing.

Tentu saja revitalisasi yang perlu kita lakukan bukan dalam pengertian sempit dan kaku, yaitu menghidupkan kembali kebudayaan Mandailing dalam keadaannya seperti pada masa dahulu kala. Pada bagian-bagian tertentu revitalisasi itu harus kita lakukan dengan modifikasi sehingga pada yang kita revitalisasi itu relevan dengan kemajuan zaman yang sudah banyak mengalami perubahan.

Malahan melalui revitalisasi itu diusahakan agar hasilnya memberi nilai tambah secara ekonomis bagi warga masyarakat Mandailing. Misalnya revitalisasi yang dilakukan terhadap seni kerajinan Mandailing harus dilakukan sedemikian rupa sehingga hasilnya berupa barang-barang kerajinan diminati oleh pasar tempatan maupun pasar internasional.

Dalam membicarakan revitalisasi kebudayaan Mandailing kiranya perlu kita ketahui keadaan perujudan kebudayaan agar jelas bagi kita ujud yang mana dari kebudayaan itu yang perlu kita revitalisasi.

Menurut teori antropologi perujudan kebudayaan ada tiga macam. Satu perujudan kebudayaan yang abstrak yang disebut sebagai system nilai budaya atau yang kita kenal sebagai adat istiadat. Dalam ujud kebudayaan yang demikian itulah berada kaidah-kaidah, norma-norma dan segala macam aturan yang dijadikan sebagai pancuan oleh warga masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dalam menjalani kehidupan mereka dalam bermasyarakat dan dalam menciptakan segala yang mereka perlukan untuk hidup mereka.

Kedua, perujudan kebudayaan yang berupa perilaku warga masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan dalam bergaul atau berinteraksi.

Ketiga, perujudan kebudayaan yang bersifat kebendaan (fisik/material) yang diciptakan oleh warga masyarakat pendukung kebudayaan yang bersangkutan untuk memenuhi keperluan hidup mereka. Ujud kebudayaan yang demikian ini disebut kebudayaan fisik atau kebudayaan material.

Ujud Kebudayaan Mandailing Yang Mana Perlu Direvitalisasi
Setelah kita mengetahui tiga macam ujud kebudayaan seperti yang dikemukakan di atas, maka kita dapat memilih ujud kebudayaan Mandailing yang mana yang diprioritaskan untuk direvitalisasi.

Kalau kita hendak menghidupkan kembali nilai-nilai budaya Mandailing, tentu yang kita prioritaskan untuk direvitalisasi ialah ujud kebudayaan Mandailing yang berupa sistem nilai budaya atau adat istiadat Mandailing.

Dan kalau kita hendak menghidupkan kembali hasil kebudayaan Mandailing yang bersifat material, maka yang kita prioritaskan untuk direvitalisasi ialah kebudayaan material atau kebudayaan fisik Mandailing. Di dalamnya termasuk seni kerajinan yang punya kemungkinan untuk memberi penghasilan secara ekonomis bagi warga masyarakat Mandailing kalau direvitalisasi dengan cara yang telah dikemukakan terdahulu.

Artinya hasil seni kerajinan Mandailing berupa barang anyaman tradisional, barang tenunan tradisional, ukir-ukiran tradisional, alat musik tradisional, miniatur bangun-bangunan tradisional dan sebagainya diciptakan kembali untuk dijual di pasar lokal maupun di pasar internasional sebagai barang kesenian tradisional Mandailing atau pun sebagai barang souvenir yang benilai seni tradisional Mandailing.

Kalau kita memprioritaskan untuk merevitalisasi kedua macam ujud kebudayaan tersebut sekaligus, yaitu sistem nilai budaya dan kebudayaan material Mandailing, saya kira dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama kita akan dapat melihat kembali ujud kebudayaan Mandailing yang hidup secara nyata di tengah masyarakat dan juga keuntungan secara ekonomis dapat kita raih sekaligus.

Pemanfaatan Teknologi Modern
Kalau kita merevitalisasi kebudayaan material Mandailing macam barang-barang seni kerajinan Mandailing yang dapat diciptakan kembali. Dan barang-barang seni kerajinan Mandailing cukup exotik sehingga punya prospek yang sangat baik untuk laku di pasaran domestik, apa lagi di pasar internasional.

Untuk pemasarannya ke dunia internasional kita dapat memanfaatkan teknologi komputer untuk menawarkannya. Dalam hubungan ini fasilitas web site yang berbasis di Amerika Serikat sudah tersedia. Yaitu sebuah laman web site tentang kebudayaan Mandailing yang telah disediakan oleh Abdur Razzaq Lubis di Penang.

Beliau adalah wakil rasmi Badan Warisan Sumatra di Malaysia dan bekerja sama dengan Yayasan Pengkajian Budaya Mandailing (YAPEBUMA) yang sudah berdiri sejak 14 tahun yang lalu. Fasilitas web site tersebut dapat kami sediakan untuk mempromosikan benda-benda kesenian dan barang-barang kerajinan Mandailing ke dunia internasional. Artinya fasilitas yang ada dapat kita gunakan untuk mendukung revitalisasi kebudayaan Mandailing. (bersambung)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Psp Kunjungi Kantor Satu Atap di Madina

    DPRD Psp Kunjungi Kantor Satu Atap di Madina

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIDIMPUAN- DPRD dan Pemerintah Kota Padangsidimpuan (Pemko Psp), Kamis (18/11) lalu berkunjung ke Kantor Pelayanan Satu Atap di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Kedatangan mereka untuk mematangkan rencana diterapkannya kantor pelayanan satu atap di Kota Psp, yang saat ini Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang organisasi dan tata kerja kantor pelayanan perizinan terpadu Kota Psp sedang dibahas. […]

  • Madina Terbaik Indeks Inovasi Daerah se-Tabagsel

    Madina Terbaik Indeks Inovasi Daerah se-Tabagsel

    • calendar_month Rabu, 29 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Kabupaten Mandailing Natal (Madina) memperoleh kategori Inovatif dalam Indeks Inovasi Daerah Provinsi, Kabupaten dan Kota Tahun 2021. Perolehan itu tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 002-6-5848 Tahun 2021 tanggal 23 Desember 2021 tentang Indeks Inovasi Daerah Provinsi, Kabupaten dan Kota Tahun 2021 ditandatangani Mendagri, Tito Karnavian. Pemberian penghargaan berlangsung […]

  • Warga Hutaraja Siabu Amankan LH Terduga Penyebar Video Syur Dimedia Sosial

    Warga Hutaraja Siabu Amankan LH Terduga Penyebar Video Syur Dimedia Sosial

    • calendar_month Kamis, 7 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN(Mandailing Online) – Seorang lelaki berinisial LH diamankan warga Desa Hutaraja, Kecamatan Siabu, Mandailing Natal ( Madina ) karena diduga sebagai pelaku penyebar video syur dengan mantan istrinya berinisial SAH lewat media sosial facebook. Kamis 7/9/2023. LH sendiri diserahkan warga ke Polres Madina  guna mempertanggung jawabkan perbuatannya dengan sejumlah barang bukti postingan facebook. Amir Hamzah, […]

  • Octo B Simanjuntak Ditahan

    Octo B Simanjuntak Ditahan

    • calendar_month Minggu, 6 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Ali Mutiara Rangkuti, menyampaikan apresiasinya seputar penahanan, Octo B Simanjuntak oleh pihak Kejaksaan Negeri Panyabungan. “Secara pribadi maupun institusional kami menyambut baik setiap langkah hukum yang diambil oleh aparat penegak hukum dalam rangka percepatan penyelesaian masalah-masalah di bidang perkebunan. Bagaimanapun juga masalah-masalah di bidang perkebunan dan […]

  • Warna-warni Karnaval Curi Perhatian Warga

    Warna-warni Karnaval Curi Perhatian Warga

    • calendar_month Minggu, 16 Mar 2014
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    SIDIMPUAN – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Padangsidimpuan menggelar karnaval, Sabtu (15/3). Karnaval yang digelar menjelang kampanye terbuka ini, mengambil start dari Alaman Bolak. Kemudian para caleg dari partai politik peserta pemilu berarak mengelilingi kota salak. Ketua KPUD Psp Ahmad Rasid SPd, kepada wartwan beberapa waktu lalu mengatakan, kegiatan karnaval ini merupakan tahapan pemilu […]

  • SMA 2 Plus Gelar Sosialisasi Bahaya Narkoba

    SMA 2 Plus Gelar Sosialisasi Bahaya Narkoba

    • calendar_month Selasa, 10 Okt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online )- SMA Negeri 2 Plus Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) gelar Sosialisasi pencegahan dan penyuluhan bahaya narkoba untuk generasi muda. Selasa (10/10/2023). Acara yang di gelar di Aula SMK Negeri 2 Plus itu dihadiri Perwakilan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK). Polres Madina, Drs Oloan Nasution (Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI) […]

expand_less