Minggu, 6 Sep 2026
light_mode

Pemkab Madina Ajukan Rp.1,6 Trilyun Pada KUA-PPAS 2014

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 23 Okt 2013
  • print Cetak


PANYABUNGAN (Mandailing Online)
– Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menarget APBD tahun 2014 sebesar Rp.1,6 trilyun.

Angka ini jauh melonjak dibanding APBD 2013 yang sebesar sekitar 800 milyar rupiah.

Besaran rencana anggaran ini tergambar dalam Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Perioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun 2014 yang diajukan pemkab Madina ke DPRD Madina.

“KUA PPAS menyangkut masalah pendapatan, pembelajaan serta kondisi keuangan daerah. Dimana APBD Tahun Anggaran 2014 Pemkab Madina akan mengajukan anggaran Rp. 1 trilyun lebih, hal itu berdasarkan evaluasi dan kondisi anggaran sebelumnya dan untuk percepatan pertumbuhan eknomi,” kata Asisten II Pemkab Madina, Sayafei Lubis pada pembahasan KUA-PPAS di DPRD Madina, Selasa (22/10/2013).

Dikatakannya, KUA PPAS sebagai dasar berbagai kebijakan dan program pemerintah, dimana kebijakan tersebut sudah mengadopsi Musrenbang berbagai tingkat serta aspirasi masyarakat yang disampikan melalui anggota dewan.

Tentang besaran PAD (Pendapatan Asli Daerah) diproyeksikan Rp. 47 Milyar. Namun hasil evaluasi realisasi PAD tahun sebelumnya menjadi perhatian bersama karena capaiannya masih mencapai 47 %.

“Itu harus dinaikan lagi, makanya perlu pengawasan legislatif terhadap SKPD yang capainya minim,” jelasnya.

Untuk pertumbuhan ekonomi, lanjut Syafei, diperkirakan 6,19 %, dimana makro eknomi tahun 2012 pertumbuhannya mencapai 6, 6 %.

“Kita melihat sektor pertanian yang paling dominan, sesuai dengan karakteristik daerah kita,” terang Syafei.

Sementara PDRB perkapita masyarakat diperkirakan mencapai Rp.6 Juta lebih, sayangnya pertumbuhan ekonomi itu masih dinikmati oleh kelompok-kelompok orang kaya. Makanya itu perlu disempurnakan.

Penyempurnaan ini membutuhkan 8 kebijakan, diantarnya koordinasi dengan pusat menyangkut dana bantuan, SKPD harus melakukan intensifikasi, eksentifikasi, diversipikasi dan regulasi didukung dengan pelayanan pemerintah. Penyatuan persepsi itu akan menjadi kesepakatan bersama dengan konsep KUA – PPAS yang diajukan.

Peliput : Maradotang Pulungan
Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Siap MoU Dengan Yakopi, Sudahkah Madina Menghitung Carbon Credit-nya?

    Siap MoU Dengan Yakopi, Sudahkah Madina Menghitung Carbon Credit-nya?

    • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
    • account_circle Ludfan Nasution
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Ludfan Nasution Koordinator Mandailing Epicentrum   … Ada yang menarik dari MoU Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal dengan Yayasan Konservasi Pesisir Indonesia (YAKOPI), Jumat, 14 Agustus 2026. Di dalam siaran resmi Pemkab, kerja sama itu diarahkan kepada tiga hal: konservasi dan rehabilitasi ekosistem pesisir, pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir, serta peningkatan kapasitas dan edukasi. Bupati […]

  • Dana Beasiswa Minim, IMMAN Kecewa

    Dana Beasiswa Minim, IMMAN Kecewa

    • calendar_month Rabu, 18 Des 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PADANGSIDEMPUAN (Mandailing Online) – Organisasi mahasiswa menyatakan kecewa menyikapi minimnya dana Beasiswa Miskin Berperatasi di RAPBD Madina TA 2020. Ikatan Mahasiswa Mandailing Natal (IMMAN) Padangsidempuan dalam rilis pers yang dikirim kepada Mandailing Online, Rabu (18/12/2019) mendesak DPRD Madina berjuang menaikkan dana beasiswa itu di pembahasan RAPBD sebelum ditetapkan menjadi APBD. Pada Selasa kemarin, […]

  • Banyak hakim masuk neraka

    Banyak hakim masuk neraka

    • calendar_month Kamis, 7 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online)- Dua dari tiga hakim masuk neraka karena perilaku yang tidak adil dalam setiap putusannya. Hal tersebut disampaikan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Hamdan Zoelva, usai pengambilan sumpah jabatannya. “Hanya hakim yang memegang teguh kejujuran masuk surga. Sedangkan dua hakim yang tidak adil itu masuk neraka,” kata Hamdan di lantai dua, Gedung MK, hari […]

  • Produksi dan Harga Kakao Turun, Petani Madina Kelimpungan

    Produksi dan Harga Kakao Turun, Petani Madina Kelimpungan

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Petani kakao di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dalam beberapa bulan terakhir mengalami masa sulit, selain produksi menurun, harga biji kakao juga menukik. Penurunan produksi tersebut diakibatkan musim danga, penurunan produksi mencapai hingga 50 %. “Musim danga itu akibat musim penghujan yang berkepanjangan melanda daerah ini sejak bulan September 2014 hingga […]

  • Pandangan Hukum Terkait Tunggakan Sewa Pasar Yang Terbakar

    Pandangan Hukum Terkait Tunggakan Sewa Pasar Yang Terbakar

    • calendar_month Kamis, 30 Mei 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Oleh : M.Amin Nasution/ Praktisi Hukum Salah satu alasan pasar baru panyabungan belum juga dioperasikan walaupun sudah beberapa bulan selesai dibangun adalah karena sebagian pedagang masih punya hutang atas bangunan yang sudah terbakar. Narasi ini mengundang keprihatinan mengingat begitu vitalnya fungsi pasar sebagai sarana untuk berputarnya roda perekonomian di Madina. Skema hubungan hukum tetang pasar […]

  • Madonna, Rajin Belajar Al Quran

    Madonna, Rajin Belajar Al Quran

    • calendar_month Selasa, 8 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Diva kontroversial ini tengah mempelajari kitab suci Al Quran. Ketertarikannya kepada Al Quran, didasari karena Madonna penasaran dengan kehidupan pribadi sang kekasih, Brahim Zaibat, yang merupakan seorang Muslim. Dilansir dari Nation, Madonna yang berlatar belakang dari keluarga Katolik, diketahui saat ini menganut Kabbahlah (aliran Yahudi). Janda Guy Ritchie itu hanya tahu sedikit tentang sejarah Islam […]

expand_less