Rabu, 22 Apr 2026
light_mode

Pemkab Madina Ajukan Rp.1,6 Trilyun Pada KUA-PPAS 2014

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 23 Okt 2013
  • print Cetak


PANYABUNGAN (Mandailing Online)
– Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menarget APBD tahun 2014 sebesar Rp.1,6 trilyun.

Angka ini jauh melonjak dibanding APBD 2013 yang sebesar sekitar 800 milyar rupiah.

Besaran rencana anggaran ini tergambar dalam Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Perioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun 2014 yang diajukan pemkab Madina ke DPRD Madina.

“KUA PPAS menyangkut masalah pendapatan, pembelajaan serta kondisi keuangan daerah. Dimana APBD Tahun Anggaran 2014 Pemkab Madina akan mengajukan anggaran Rp. 1 trilyun lebih, hal itu berdasarkan evaluasi dan kondisi anggaran sebelumnya dan untuk percepatan pertumbuhan eknomi,” kata Asisten II Pemkab Madina, Sayafei Lubis pada pembahasan KUA-PPAS di DPRD Madina, Selasa (22/10/2013).

Dikatakannya, KUA PPAS sebagai dasar berbagai kebijakan dan program pemerintah, dimana kebijakan tersebut sudah mengadopsi Musrenbang berbagai tingkat serta aspirasi masyarakat yang disampikan melalui anggota dewan.

Tentang besaran PAD (Pendapatan Asli Daerah) diproyeksikan Rp. 47 Milyar. Namun hasil evaluasi realisasi PAD tahun sebelumnya menjadi perhatian bersama karena capaiannya masih mencapai 47 %.

“Itu harus dinaikan lagi, makanya perlu pengawasan legislatif terhadap SKPD yang capainya minim,” jelasnya.

Untuk pertumbuhan ekonomi, lanjut Syafei, diperkirakan 6,19 %, dimana makro eknomi tahun 2012 pertumbuhannya mencapai 6, 6 %.

“Kita melihat sektor pertanian yang paling dominan, sesuai dengan karakteristik daerah kita,” terang Syafei.

Sementara PDRB perkapita masyarakat diperkirakan mencapai Rp.6 Juta lebih, sayangnya pertumbuhan ekonomi itu masih dinikmati oleh kelompok-kelompok orang kaya. Makanya itu perlu disempurnakan.

Penyempurnaan ini membutuhkan 8 kebijakan, diantarnya koordinasi dengan pusat menyangkut dana bantuan, SKPD harus melakukan intensifikasi, eksentifikasi, diversipikasi dan regulasi didukung dengan pelayanan pemerintah. Penyatuan persepsi itu akan menjadi kesepakatan bersama dengan konsep KUA – PPAS yang diajukan.

Peliput : Maradotang Pulungan
Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sofwat Pelopor Perubahan Menguat, Atika Lokomotif Ekonomi Tenggelam

    Sofwat Pelopor Perubahan Menguat, Atika Lokomotif Ekonomi Tenggelam

    • calendar_month Rabu, 4 Nov 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Hari pencoblosan Pilkada Madina tinggal sebulan lagi. Hingga posisi ini pasangan Sofwat-Beir masih unggul di kancah penggiringan opini publik oleh tim media yang solid. Tim publikasi pasangan nomor urut 3 ini sangat teguh dan konsisten menyuarakan idiom-idiom “pelopor perubahan”; “pemimpin tegas dan bersih”; “harapan baru telah lahir”. Idiom-idiom itu begitu kuat mempengaruhi publik, terutama kalangan […]

  • Abu Tholut Ditangkap dengan Senjata FN di Rumah Istrinya

    Abu Tholut Ditangkap dengan Senjata FN di Rumah Istrinya

    • calendar_month Jumat, 10 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Abu Tholut alias Mustofa ditangkap Densus 88 Antiteror Polri sekitar pukul 08.00 WIB. “Ditangkap di kamar di rumah,” ujar Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Djihartono saat dihubungi, Jumat (10/12/2010). Abu Tholut, lanjut Djihartono, ditangkap tanpa perlawanan sekitar pukul 08.30 WIB. Dia ditangkap setelah Densus 88 memburu dan mengintainya sejak lama. Abu […]

  • Menemukan Peradaban dalam Prasasti Sorik Marapi

    Menemukan Peradaban dalam Prasasti Sorik Marapi

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan : Askolani Nasution Ketika melihat dokumen “Prasasti Sorik Marapi” saya segera berpikir banyak hal, hal yang saya tahu juga menjadi pikiran para arkeolog yang mendalami prasasti ini : 1) Di mana pusat peradaban sekitar Gunung Sorik Marapi, sehingga prasasti itu diletakkan di puncak gunung tertinggi di Kabupaten Mandailing Natal itu? 2) Untuk masyarakat mana […]

  • Jembatan Kian Rusak, 7 Desa Di Naga Juang Diambang Terisolir

    Jembatan Kian Rusak, 7 Desa Di Naga Juang Diambang Terisolir

    • calendar_month Rabu, 6 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    NAGA JUANG (Mandailing Online) – Jembatan Naga Juang, Mandailing Natal (Madina) kian mengkhawatirkan, sebab abutmennya makin miring akibat hantaman arus Sungai Batang Gadis yang terus meluap di musim penghujan saat ini. Jembatan ini menghubungkan Kecamatan Naga Juang dengan jalan negara. Kondisi ini menyebabkan kecamatan yang memiliki 7 desa itu diambang terisolir. Saat ini jembatan itu […]

  • Gaja Do Napagaja, Landung Natarkapit

    Gaja Do Napagaja, Landung Natarkapit

    • calendar_month Minggu, 7 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Songon nabiaso alak dikampung pula dung loja-loja marusaho tontu les natulopo ujungna maradian sareto giot laos manyirup-nyirup kopi paet. Songoni mada disada maso ima topekma diari Salasa dilopo nisi Jakombang, bahat ma tarpaida alak namarkumpul palidang-lidang pat dilopo i. Sareto diari I bahat alak dihutai mandung mandaek sarojitana pastimei mandung cerah ma nida parboi nialak […]

  • DPRD Madina Diminta Panggil Kakan Pertamanan

    DPRD Madina Diminta Panggil Kakan Pertamanan

    • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    *Terkait Sampah Menumpuk PANYABUNGAN : Terkait sampah yang menunpuk di sepangjang jalan Abri kelurahan Panyabungan II Kecamatan Panyabungan Kota Kabupaten Mandailing Natal, di minta kepada DPRD Madina harus panggil Kepala kantor Pertamanan, Kebersihan dan Pemadam Kebakaran. Hal ini Sampah di sepanjang Jalan Abri Kelurahan Panyabungan II, tumpukan sampah di sepanjang jalan Abri tersebut lebih disebabkan […]

expand_less