Selasa, 19 Mei 2026
light_mode

Diperkosa Majikan, Ancam Bunuh Diri

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 5 Jul 2011
  • print Cetak


TKI di Arab Saudi

BANYUWANGI-
Lagi – lagi tenaga kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi mengalami perlakuan yang tidak layak oleh majikannya. Siti Ratih Purnamasari namanya. Perempuan remaja berusia 19 tahun asal Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur ini acap menerima siksaan dan ancaman perkosaan dari majikannya. Makanya, Siti terus mengancam akan bunuh diri andai dirinya tak segera dipulangkan.

Siti adalah anak kedua dari pasangan Irianto dan Desak Siti Asiah. Tepatnya, ia adalah warga Lingkungan Kampung Baru, Kelurahan Bulusan, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi. Menurut pihak keluarga, ancaman tersebut disampaikan Siti kepada orang tuanya empat hari yang lalu lewat telepon.

Sampai kini, Siti bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) di keluarga Abu Kholid, seorang purnawirawan polisi di Kota Riyadh Arab Saudi. Ia mengaku sering kali dipukul dan dicekik oleh majikannya.

Tak hanya berlaku kasar, sang majikan juga sering melakukan tindakan tidak senonoh. Selain menggerayangi tubuh Siti, sang majikan juga sering masuk ke kamar dan berusaha memerkosanya.

Karena sering mengalami pelecehan seksual macam itu, saat ini, setiap hariSiti selalu membawa pisau untuk melindungi dirinya. Rencananya pisau tersebut akan digunakan untuk mengakhiri hidupnya jika sang majikan tetap nekat memerkosanya.

Siti juga pernah meminta ke majikannya untuk dipulangkan. Tapi naas, sang majikan malah minta uang ganti rugi sebesar Rp 11 juta kalau sang pembantu nekat ingin pulang.

Ihwal perlakuan tak layak tersebut, kedua orang tuanya pun kebingungan. Bahkan, lantaran kabar tersebut, sang ibu, Desak Siti Asiah langsung jatuh sakit. Bahkan, karena terlalu khawatir, ibunda Siti saat ini mengalami gangguan jiwa.
Sementara, setelah menerima telepon dari anaknya, Irianto langsung mendatangi Kantor Dinas Tenaga Kerja Banyuwangi. Bapak tiga anak ini mengadukan nasib anaknya ke salah satu staf kantor tersebut.

Bukannya menaruh peduli dan membantu memecahkan persoalan, salah satu staf kantor itu, Yazid namanya, malah mengatakan kalau Siti berangkat melalui penyalur tenaga kerja yang tidak terdaftar di Dinas Tenaga Kerja Banyuwangi. Padahal menurut Irianto, anaknya waktu itu berangkat melalui PT. Rajasa yang beralamat di Jalan Batu Ampar, Jakarta Timur. “Wong saya pernah menjenguk anak saya di sana kok, waktu itu anak saya masih didalam penampungan PT,” ujarnya sambil meneteskan air mata.

Sementara itu Iriyanto hanya bisa berharap supaya anaknya cepat dipulangkan. “Saya tidak ingin terjadi sesuatu terhadap anak saya. Saya berharap Pemerintah Indonesia bisa secepatnya menangani permasalahan ini. Bapak Presiden harus bisa melindungi warga Negara Indonesia yang bekerja di Arab Saudi” ungkapnya.(net/jpnn)
Sumber : hariansumutpos.com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Magnitute Wacana Balon Bupati Madina, (Bikin Kriteria atau Cari Tokoh?)

    Magnitute Wacana Balon Bupati Madina, (Bikin Kriteria atau Cari Tokoh?)

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Muhammad Ludfan Nasution Tanpa harus menyoal kenapa harus Pilkada Langsung dan serentak di 2015 ini, bicara tentang bakal calon (Balon) Bupati Madina tetap menantang, bahkan bisa-bisa bikin frustrasi. Kita mengenal Madina sedemikian rupa. Ada problem besar. Butuh resolusi tuntas. Ada perspektif sejarah yang adiluhung. Harus mencapai target-target besar yang terkesan mustahil. Itu satu […]

  • Pemprov Sumut Harus Rampungkan Jembatan Pasar V Natal

    Pemprov Sumut Harus Rampungkan Jembatan Pasar V Natal

    • calendar_month Jumat, 18 Okt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara diminta segera merampungkan pembangunan jembatan jalur Natal-Batahan di Mandailing Natal. Pelajar Desa Pasar V dan Pasar VI Natal harus memanjat abutmen jembatan yang belum siap itu untuk tiba di seberang, menuju sekolah. Mereka harus memanjat abutmen jembatan setinggi sekitar 5 meter itu tiap pergi dan pulang […]

  • RAMADHAN DI KAMPUNG KAMI (bagian 7)

    RAMADHAN DI KAMPUNG KAMI (bagian 7)

    • calendar_month Senin, 18 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Diceritakan Tagor Lubis dari Pojok Kedai Lontong Medan (kenangan masa kecil di Mandailing 1970 – 1980) Kampung kami itu diapit oleh dua buah gunung merapi aktif, sebelah utara oleh Gunung Sorik Marapi dan Gunung Kulabu di bagian Selatan, Gunung Kulabu itulah yang menjadi hulunya Sungai Batang Gadis yang indah itu. Dalam seminggu kampung kami  ada […]

  • Pengangkatan Guru Honorer ke PPPK Dilakukan Bertahap

    Pengangkatan Guru Honorer ke PPPK Dilakukan Bertahap

    • calendar_month Kamis, 8 Des 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pengangkatan guru honorer yang telah terdata menjadi PPPK akan berlangsung secara bertahap. Dengan demikian, tahun ini bukan gelombang terakhir pengangkatan PPPK. Itu dikatakan Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Dollar Hafrianto kepada wartawan di Panyabungan, Rabu (7/12/2022) terkait saat ini progres pengagkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan […]

  • Mahasiswa Tak Digubris Kadisdik, Ketua Komisi I: Aspirasi Masyarakat Saja Tak Ditanggapi

    Mahasiswa Tak Digubris Kadisdik, Ketua Komisi I: Aspirasi Masyarakat Saja Tak Ditanggapi

    • calendar_month Rabu, 22 Jun 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Aksi unjuk rasa organisasi mahasiswa PC PMII Mandailing Natal (Madina) yang tidak digubris Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Lis Mulyadi Nasution mendapat tanggapan dari Ketua Komisi I DPRD Zubaidah Nasution. “Aspirasi masyarakat saja yang kita sampaikan melalui lembaga yang sah dan sebagai mitra pemerintah yang diamanahkan undang-undang tidak digubris,” kata Zubaidah ketika […]

  • Charity Uzoechina Terkesima dengan Akhlak Muslim

    Charity Uzoechina Terkesima dengan Akhlak Muslim

    • calendar_month Selasa, 26 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Ayahnya sempat menentang keislaman putrinya Kisah Charity Uzoechina mempertahankan hidayah dipenuhi liku. Jalannya menuju Islam begitu mulus, namun tantangan yang dihadapinya setelah menjadi mualaf begitu berat. Ia terpaksa berurusan dengan pengadilan untuk menegaskan keislamannya adalah murni dari hati. “Aku memeluk Islam karena murni dari keinginan saya sendiri,” ujar Charity Uzoechin, seorang gadis Nigeria, putri seorang […]

expand_less