Selasa, 27 Okt 2026
light_mode

Pemilu perlu ditata ulang

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 18 Nov 2013
  • print Cetak

JAKARTA – Peneliti senior Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) R. Siti Zuhro memandang perlu Indonesia menata ulang pemilihan umum agar menghasilkan pemimpin dan pemerintahan yang efektif dan akuntabel.

“Penataan pemilihan umum (pemilu) ke depan diarahkan ke format yang lebih aplikatif dan efektif dengan menerapkan pemilu nasional (Pemilu Presiden dan Wakil Presiden serta pemilu anggota legislatif) dan pemilu lokal (kepala daerah dan DPRD),” katanya ketika dihubungi dari Semarang, hari ini.

Wiwieq–sapaan akrab Prof. Dr. R. Siti Zuhro, M.A.–mengemukakan hal itu ketika menjawab pertanyaan terkait dengan wacana sistem pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah yang pelaksanaannya serentak dengan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden RI serta Pemilu Anggota DPR, DPD, dan DPRD.

Setelah Indonesia mempraktikkan sistem demokrasi dan pemilu (pemilihan umum) berlangsung hampir empat kali, menurut Prof. Wiwieq, sudah saatnya dilakukan evaluasi untuk mengetahui apakah perjalanan demokrasi sudah sesuai dengan landasan dan pilar kebangsaan.

Lebih lanjut Wiwieq yang juga dosen tetap pada Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Jakarta dan Riau ini menekankan, “Demokrasi yang hendak kita bangun adalah demokrasi yang bisa memberdayakan rakyat, melalui proses pencerdasan dan pencerahan.”

Melalui cara-cara yang sarat dengan nilai-nilai budaya sendiri, dia berharap demokrasi yang sehat dan bermartabat bisa diwujudkan.

Wiwieq yang sering melakukan penelitian mengenai otonomi daerah dan politik lokal ini berpendapat bahwa pemilu merupakan salah satu proses membangun konsolidasi demokrasi dan menguatkan institusi-institusi demokrasi.

Khusus untuk pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah, apakah langsung atau via DPRD, menurut dia, perlu dipertimbangkan dalam konteks kebijakan otonomi daerah (otda).

“Lokus dan fokus otonomi daerah di provinsi atau kabupaten/kota akan berpengaruh terhadap mekanisme pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah,” kata alumnus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember itu.

Oleh karena itu, lanjut dia, kalau DPR dan Pemerintah sepakat dan satu persepsi dalam hal penguatan provinsi dan otda diletakkan di provinsi, pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah langsung bisa diterapkan di provinsi, sedangkan kabupaten dan kota melalui DPRD.(antara)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tertibkan Kafe Penyedia Wanita Penghibur!

    Tertibkan Kafe Penyedia Wanita Penghibur!

    • calendar_month Jumat, 4 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PALUTA, – Maraknya sejumlah kafe yang menyediakan wanita penghibur atau plus-plus di daerah Kecamatan Portibi, khususnya di Desa Padang Bulan akhir-akhir ini makin meresahkan. Untuk itu diminta kepada Satpol PP Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) untuk segera melakukan penertiban. Ketua Ikatan Mahasiswa Portibi dan sekitarnya, PR Harahap mengharapkan agar Pemkab Paluta melalui Satpol PP untuk […]

  • Tokoh Bergelar Sutan (Willem) Iskander Itu Layak Jadi Pahlawan Nasional (bagian 3)

    Tokoh Bergelar Sutan (Willem) Iskander Itu Layak Jadi Pahlawan Nasional (bagian 3)

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Tim Mandailing Epicentrum   Willem Iskander dan Ironi Tokoh Besar yang Dilupakan Negara   Ada ironi besar dalam sejarah Indonesia: > Tidak semua tokoh besar otomatis masuk ingatan nasional. Sebagian tenggelam. Sebagian terlupakan. Sebagian kalah populer. Dan Willem Iskander mungkin salah satu contohnya. Padahal banyak penelitian menyebut keturunan Sutan Diaru ini termasuk pelopor […]

  • Rehab Puskesmas di Siabu, Tak Memasang Plang Merek

    Rehab Puskesmas di Siabu, Tak Memasang Plang Merek

    • calendar_month Selasa, 22 Agt 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      SIABU (Mandailing Online) – Dua proyek rehabilitasi gedung Puskesmas Siabu di Kecamatan Siabu, Madailing Natal membingungkan masyarakat. Pasalnya tidak ditemukan plang merek informasi kegiatan di dua proyek tersebut. Informasi diperoleh bahwa kedua proyek rehab itu milik Dinas Kesehatan Mandailing Natal. Kedua proyek itu masing-masing rehab ruang rawat inap, dan pekerjaan perbaikan lantai salah satu […]

  • Fahrizal: Negara Memastikan Lebih Penting Keselamatan Dibanding Investasi

    Fahrizal: Negara Memastikan Lebih Penting Keselamatan Dibanding Investasi

    • calendar_month Sabtu, 15 Okt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PUNCAK SORIK MARAPI (Mandailing Online) – Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara (Sumut) H. Fahrizal Efendi Nasution mengatakan negara memastikan lebih penting kesehatan dan keselamatan lingkungan dibandingkan investasi sebagaimana tertuang dalam undang-undang perizinan, termasuk izin pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP). “Dilihat dari segi undang-undang dan persyaratan, negara memastikan lebih penting kesehatan dan keselamatan lingkungan,” katanya […]

  • PNS harus Tahu Diri dengan Tupoksinya

    PNS harus Tahu Diri dengan Tupoksinya

    • calendar_month Sabtu, 14 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA-Untuk meningkatkan citra dan kinerja Pemkab Madina serta menjawab isu-isu miring terkait bobroknya kinerja aparaturnya, salah satu caranya, pegawainya harus tahu tugas pokok dan fugsi (tupoksi) nya. Dengan adanya persepesi bahwa Pegawai Negeri Sipil (PNS) harus tahu diri dan menghargai tupoksi masing-masing, jelas akan mudah menjalan visi dan misi kepala daerah. Jika PNS tidak tahu […]

  • Gubuk Terpal, Saksi Kemiskinan yang Terlupakan

    Gubuk Terpal, Saksi Kemiskinan yang Terlupakan

    • calendar_month Rabu, 16 Jun 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Alfisyah Ummu Arifah Guru dan Pegiat Literasi Islam Menyedihkan dan membuat gerimis hati siapa saja yang melihatnya. Potret kemiskinan di negeri ini memang seperti fenomena gunung es. Data dan fakta yang tersembunyi lebih banyak lagi. Pendataan tak rapih menjadi pangkal persoalan dari kasus kemiskinan serupa. Jika di ibukota ada yang tinggal di bawah jembatan, […]

expand_less