Kamis, 24 Sep 2026
light_mode

MANDAILING DALAM LINTASAN SEJARAH (5)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 21 Nov 2013
  • print Cetak

oleh : Z. Pangaduan Lubis

Pasukan Belanda Memasuki Mandailing

Pada tanggal 29 November 1833, pasukan Belanda yang melarikan diri dari Rao meninggalkan Limau Manis menuju Desa Tamiang. Pasukan Belanda tiba di Desa Tamiang pada tanggal 02 Desember 1833 dan mereka bertangsi di sebuah mesjid (Radjab, 1964: 297). Selanjutnya pasukan Belanda membangun perbentengan di Singengu untuk menangkis serangan pasukan Paderi kalau mereka datang menyerang dari Rao.

Kemudian pasukan Belanda membuat pula benteng pertahanan di Kotanopan yang tidak jauh letaknya dari Singengu. Demikianlah Belanda pertama kali menjejakkan kakinya di Mandailing setelah melarikan diri dari pengepungan pasukan Paderi di Rao.

Lima bulan kemudian tepatnya bulan Mei 1834, Tuanku Tambusai dan pasukannya dengan dibantu oleh penduduk Rao datang menyerang dan mengepung pasukan Belanda di perbentengan mereka di Singengu dan Kotanopan. Tapi karena pasukan Belanda mendapat bantuan 200 orang serdadu dari Padang akhirnya pasukan Paderi itu meninggalkan Kotanopan.

Pada tahun 1835, seorang kontelir Belanda yang pertama mulai ditempatkan di Mandailing, yaitu Kontelir Bonnet. Pada tanggal 19 April 1835, Kontelir Bonnet mendapat perintah rahasia dari residen Belanda di Padang untuk mengirimkan bantuan kepada pasukan Letnan Beethoven yang ditugaskan untuk menyerang Rao. Kontelir Bonnet menyiapkan 1100 orang Mandailing yang dipersenjatai dan diberangkatkan menuju Rao pada tanggal 26 April 1835.

Beberapa waktu kemudian pasukan Belanda mulai berada kembali di Rao dan berulang-ulang kali terjadi pertempuran antara mereka dengan kaum Paderi. Dan Raja Gadombang dengan pasukannya masih terus bekerja sama dengan pasukan Belanda untuk memerangi pasukan Paderi.

Pada bulan Oktober 1835 pada waktu Raja Gadombang sedang dalam perjalanan dari Lundar ke Sundatar bersama anak buahnya, mereka dihadang oleh pasukan Paderi. Seorang pasukan Paderi berhasil menembak perut Raja Gadombang dan beliau meninggal dunia keesokan harinya.

Empat tahun kemudian (1839) setelah Raja Gadombang meninggal dunia dan dimakamkan di Huta Godang, adik beliau yang bernama Sutan Mangkutur memimpin perlawanan terhadap Belanda yang mulai menguasai Mandailing.

Kurang lebih satu tahun setelah Sutan Mangkutur dan pasukannya memerangi Belanda di Mandailing, dengan tipu muslihat yang dibantu oleh orang yang menghianatinya maka Sutan Mangkutur berhasil ditangkap oleh Belanda di Huta Godang. Beberapa orang raja di Mandailing Julu yang bersimpati kepada Sutan Mangkutur dipaksa Belanda untuk membayar denda berupa emas setelah Sutan Mangkutur berhasil mereka tawan.

Kemudian Sutan Mangkutur bersama tiga orang kahangginya dibuang oleh Belanda ke Pulau Jawa. Sampai sekarang tidak diketahui dimana letak makam Sutan Mangkutur dengan dua orang saudaranya tersbut. Satu orang diantaranya Raja Mangatas sempat kembali ke Huta Godang dari Jawa Barat. Tetapi beliau tidak mengetahui dimana makam Sutan Mangkutur dan dua orang saudaranya yang lain. (bersambung)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pamkab Tetapkan Status Tanggap Darurat

    Pamkab Tetapkan Status Tanggap Darurat

    • calendar_month Kamis, 13 Mar 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Mandailing Natal (Madina) telah menetapkan status Tanggap Darurat terhadap musibah kabut asap yang menyelubungi udara Madina. Demikian dinyatakan Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution yang dihubungi melalui telepon selulernya, Kamis (13/3/2014). “Saya bermohon kepada masyarakat Madina untuk tetap waspada dan Kepala Dinas Kesehatan telah saya mintakan membagikan masker kepada masyarakat sebagai […]

  • Pelestarian Warisan Budaya Mandailing (1)

    Pelestarian Warisan Budaya Mandailing (1)

    • calendar_month Jumat, 10 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Z. Pangaduan Lubis (in memoriam) Suku Mandailing atau kelompok etnis (ethnic group) Mandailing merupakan salah satu dari sekian ratus suku bangsa penduduk asli Indonesia. Dari zaman dahulu sampai sekarang suku tersebut secara turun-temurun bermukim di wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatra Utara. Menurut tradisinya, orang Mandailing menamakan wilayah etnisnya itu Tano Rura Mandailing […]

  • Pulang dari Rantau, Sukses di Budidaya Cabe

    Pulang dari Rantau, Sukses di Budidaya Cabe

    • calendar_month Rabu, 24 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    MUARASIPONGI (Mandailing Online) – Pulang dati tanah rantau, Abdul Hamid berhasil dalam budidaya cabe di Desa Tanjung Larangan Kecamatan Muara Sipongi, Mandailing Natal. Saat ini panen awal kebun cabe seluas ¼ hektar itu menghasilkan panen yang sangat memuaskan serta harga yang masih tinggi. “Memang pada pertanaman cabe kita pada saat ini alhamdulilah masih bagus, hasilnya […]

  • Bupati Madina: Saya Bangga dengan Pemuda Pancasila

    Bupati Madina: Saya Bangga dengan Pemuda Pancasila

    • calendar_month Kamis, 28 Okt 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. M. Ja’far Sukhairi Nasution mengaku bangga dengan MPC Pemuda Pancasila Madina. Bupati Sukhairi menyebut kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan Pemuda Pancasila di Madina sangat positif. Hal itu diutarakan Bupati Sukhairi pada acara Syukuran Hari Ulang Tahun ke-62 Pemuda Pancasila di halaman Sekretariat MPC Pemuda Pancasila Madina, Jl. Willem […]

  • Ucapan Idul Fitri dari Vatikan

    Ucapan Idul Fitri dari Vatikan

    • calendar_month Selasa, 14 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Dewan Kepausan untuk Dialog Antarumat Beragama (DKDAB) di Vatikan mengeluarkan surat ucapan Selamat Idul Fitri kepada umat Muslim di seluruh dunia. Ini tradisi Gereja Katolik sejak 1967. Sekretaris Komisi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) Romo Benny Susetyo, di Jakarta, Senin mengatakan, tahun ini surat yang ditandatangani Presiden DKDAB […]

  • Simpang Pining Ucapkan Terimakasih Kepada Bupati Madina

    Simpang Pining Ucapkan Terimakasih Kepada Bupati Madina

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    ULUPUNGKUT (Mandailing Online) – Kepala Desa Simpang Pining Ahmad Hasan mengucapkan terimakasih kepada Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution yang datang menyerahkan bantuan pangan kepada masyarakat di dua desa terdampak benaca alam. Simpang Pining di Kecamatan Ulupungkut dan Batahan di Kecamatan Kotanpan sempat terisolasi akibat longsor menimbun badan jalan sejak 25 November 2025). Bupati […]

expand_less