Sabtu, 29 Agu 2026
light_mode

Calon Pengganti Kapolri Suara Sumbang untuk Sutarman

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 30 Sep 2013
  • print Cetak

JAKARTA, – Kabareskrim Polri Komjen Pol Sutarman menjadi calon tunggal Kapolri yang diajukan Presiden SBY ke DPR. Aktivis antikorupsi pesimis Sutarman dapat membawa perubahan di tubuh Polri.

“Ya kita tidak bisa berharap ada perubahan besar di kepolisian, ya begini-begini saja. Kalau transparansi internasional menyebut lembaga paling korup itu Polri, nanti di masa mendatang sepertinya tidak akan berubah,” kata Koordinator ICW Danang Widoyoko, Jumat (28/9) malam.

Senada dengan Danang, Koordinator Pukat UGM Zainal Arifin mempertanyakan alasan pengajuan Sutarman sebagai calon tunggal Kapolri. Menurut Zainal, pencalonan Sutarman cukup mengejutkan mengingat hubungannya dengan KPK yang kurang harmonis.

Seperti diketahui perintah penangkapan Novel Baswedan adalah atas perintah Sutarman. “Jadi kalau melihat posisi Sutarman y ang tidak pas, saya jadi agak kaget ketika Presiden SBY menunjuk dia,” ujarnya.

Zainal juga mempertanyakan komitmen Sutarman untuk memberantas korupsi, terutama di lembaga Polri. “Kalaupun memang jadi, yang menjadi catatan paling besar adalah komitmen dia dalam memberantas korupsi. Itu yang perlu dipertanyakan, khususnya di kepolisian sendiri,” ujar Zainal. Presiden SBY mengajukan Sutarman sebagai calon tunggal Kapolri ke DPR.

Surat sudah diterima pimpinan DPD. Pria yang saat ini menjabat sebagai Kabareskrim itu akan segera menjalani uji kepatutan dan kelayakan di Komisi III DPR. Fit and Proper Test Diprediksi Mulus Sementara, pencalonan tunggal Sutarman sebagai Kapolri juga memunculkan optimisme di sejumlah kalangan.

Meski kinerjanya dinilai lamban, Sutarman dinilai punya loyalitas yang bagus terhadap institusi Polri. Duetnya dengan Komjen Oegroseno diyakini bakal membawa dampak positif bagi Polri. Pengamat Kepolisian Bambang Widodo Umar menilai, Sutarman merupakan sosok koordinator. “Dari beberapa kali memimpin kesatuan, saya amati dia pimpinan yang mengkoordinasikan.

Lebih mempersatukan pejabat teras,” terangnya kepada Jawa Pos kemarin. bisa dikatakan, Sutarman merupakan tipe pemersatu. Hal itu tampak dari cara dia mengambil keputusan. Sutarman cenderung lebih memperhatikan saran dan masukan para bawahannya, dan tidak egois memaksakan kehendaknya.

Satu hal yang menonjol dari Sutarman, menurut Bambang, adalah loyalitasnya kepada institusi Polri. Contoh nyata ada pada saat dia menghalangi KPK menyidik kasus dugaan korupsi Simulator SIM, karena Polri sendiri yang akan menuntaskannya. “Dalam konteks ini positifnya adalah organisasi akan stabil.

Tapi tantangan ke depan, kinerjanya bisa lambat,” tutur Bambang. Menurut mantan polisi itu, Sutarman beruntung mendapatkan wakapolri sekaliber Oegroseno. Karakter Oegroseno yang cenderung keras dan tegas akan bisa mengimbangi Sutarman yang lebih ngemong anggota. Diharapkan, perpecahan internal yang terjadi saat Timur Pradopo menjabat akan berakhir.

Ya, selama kepemimpinan Timur, terjadi keretakan di tubuh organisasi Polri, terutama di kalangan perwira tinggi. Sebagian mendukung Nanan Soekarna, sebagian lagi mendukung Timur. Perang dingin itu memang tidak sampai mencuat keluar, namun di kalangan internal nampak jelas.

Jika Sutarman nantinya disetujui DPR menjadi Kapolri, Bambang mengingatkan pekerjaan rumah yang utama bagi perwira kelahiran Sukoharjo itu adalah pengawasan internal. Menurut Bambang, selama kepemimpinan Timur Pradopo tampak jelas betapa lemahnya pengawasan internal di tubuh polri.

Beberapa produk yang dihasilkan dari lemahnya pengawasan itu sudah menjadi perbincangan publik. Seperti mantan Kakorlantas Polri Irjen Djoko Susilo yang divonis 10 tahun penjara akibat kasus korupsi. “Terlihat jika pengawasan polisi di Korlantas jebol,” kata pria kelahiran Ngawi itu. (int/jpnn)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kajari Diminta Bongkar Kantor Kejaksaan

    Kajari Diminta Bongkar Kantor Kejaksaan

    • calendar_month Minggu, 17 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Jangan Sampai Lanjutan Pembangunan Terminal Terkendala KOTANOPAN (Mandailing Online) – Luas lahan terminal Kotanopan saat ini  masih sekitar 0,5 hektar terletak di bekas lahan bangunan kantor camat, persis di seberang pasar Kotanopan. Luas ini belum final, karena masih akan diperlebar ke arah sisi tumur. Berdasar perencanaan pemerintah daerah, luas terminal ini nantinya adalah 5.000 […]

  • Honorer Diberhentikan, DPRD Panggil Sekda Madina

    Honorer Diberhentikan, DPRD Panggil Sekda Madina

    • calendar_month Senin, 9 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Pemberhentian pegawai honor di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Mandailing Natal mulai 2 Januari lalu berdasarkan Surat Edaran Sekdakab Madina M Daud Batubara, mendapat sorotan dari berbagai kalangan masyarakat dan elit politik. Pengamat pemerintahan dan politik di Madina beranggapan, kebijakan yang diambil Sekda M Daud Batubara tersebut sangat jauh dari visi misi Bupati Hidayat Batubara saat […]

  • Yusuf-Imron Akan Perjuangkan Pengembangan Industri Kecil

    Yusuf-Imron Akan Perjuangkan Pengembangan Industri Kecil

    • calendar_month Sabtu, 5 Des 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    HUTABARGOT (Mandailing Online) –  Bahwa keterpurukan ekonomi yang melanda masyarakat harus menjadi perhatian yang serius. Karena itu pasangan calon bupati Mandailing Natal nomor urut 1 Yusuf Nasution-Imron Lubis akan gigih memperjuangkan anggaran bagi tumbuh kembangnya kelompok-kelompok usaha bersama (kube) di dalam masyarakat dalam rangka mendongkrak pertumbuhan ekonomi sehingga kesejahteraan dapat semakin meningkat. Itu yang dikatakan […]

  • Panitia Pilkades Diangkat Oleh BPD dan Bertanggungjawab Kepada BPD

    Panitia Pilkades Diangkat Oleh BPD dan Bertanggungjawab Kepada BPD

    • calendar_month Rabu, 26 Okt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panitia Pemilihan Kepala Desa (Panitia Pilkades) dibentuk oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Pertanggungjawaban Panitia Pilkades juga kepada BPD, bukan kepada kepala desa. Topik kepanitiaan ini diangkat Mandailing Online untuk edisi ini, karena di sejumlah desa muncul kerancuan di kalangan warga yang beranggapan bahwa kepala desa yang membentuk Panitia Pilkades. Di dalam Pasal 11 Peraturan Bupati […]

  • Defisit APBD Madina perlu dianalisa

    Defisit APBD Madina perlu dianalisa

    • calendar_month Jumat, 1 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Defisitnya anggaran APBD Madina, yang diperkirakan mencapai Rp45 miliar lebih perlu dianalisa dan dikaji kembali. Hal itu dikatakan anggota DPRD Madina, Zubeir Lubis, pagi ini. Menurutnya, terkait masalah defisit anggaran itu bisa saja terjadi karena pemasukan anggaran yang sudah direncanakan tidak terealisasi karena beberapa hal. Namun perlu dikaji kenapa anggaran itu tidak masuk […]

  • Acara Mendengarkan Pidato Kenegaraan Sepi

    Acara Mendengarkan Pidato Kenegaraan Sepi

    • calendar_month Kamis, 16 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Acara mendengarkan pidato kenegaraan di ruang paripurna DPRD Mandailing Natal (Madina), Kamis (16/8) sangat sepi. Hingga pukul 11.00 Wib atau satu jam setelah acara dimulai jumlah anggota dewan yang hadir hanya 12 orang dari total 40 orang jumlah anggota DPRD Madina. Acara dibuka oleh Ketua DPRD Madina, As Imran Kahytami Daulay ini […]

expand_less