Kamis, 22 Okt 2026
light_mode

Pengangguran di Indonesia 8,59 juta

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 9 Des 2010
  • print Cetak


KUPANG : Pengangguran di Indonesia mencapai 8,59 juta orang atau 7,41 persen dari total angkatan kerja yang kini mencapai sekitar 116,5 juta orang, kata Staf Khusus Menteri Tenaga Kerja, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Anton Doni Dihen.

Menurut Anton, di Kupang, Rabu 8 Desember 2010, secara nasional jumlah angkatan kerja di Indonesia pada Agustus 2010 mencapai 116,5 juta orang atau bertambah sekitar 530 ribu orang dibanding angkatan kerja Februari 2010 sebesar 116,0 juta orang atau bertambah 2,7 juta orang dibanding Agustus 2009 sebesar 113,8 juta orang.

“Jumlah penduduk yang bekerja di Indonesia pada Agustus 2010 mencapai 108,2 juta orang, bertambah sekitar 800 ribu orang dibanding keadaan pada Februari 2010 sebesar 107,4 juta orang atau bertambah 3,3 juta orang dibanding keadaan Agustus 2009 sebesar 104,9 juta orang,” katanya ketika tampil sebagai pembicara pada Seminar Nasional dan “Workshop Link And Match” di Aula Utama Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang.

Khusus Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Indonesia pada Agustus 2010 mencapai 7,14 persen atau mengalami penurunan dibanding TPT Februari 2010 sebesar 7,41 persen dan TPT Agustus 2009 sebesar 7,87 persen.

Ia mengatakan setahun terakhir (September 2009-Agustus 2010), hampir semua sektor mengalami kenaikan jumlah pekerja, kecuali Sektor Pertanian dan Sektor Transportasi, Pergudangan dan Komunikasi, masing-masing mengalami penurunan jumlah pekerja sekitar 117 ribu orang atau 0,28 persen dan 500 ribu orang atau 8,16 persen.

Sektor Pertanian, Perdagangan, Jasa Kemasyarakatan dan Sektor Industri secara berurutan menjadi penyumbang terbesar penyerapan tenaga kerja pada bulan Agustus 2010.

Pada Agustus 2010, jumlah penduduk yang bekerja sebagai buruh/karyawan sebesar 32,5 juta orang atau 30,05 persen, berusaha dibantu buruh tidak tetap sebesar 21,7 juta orang atau 20,04 persen dan berusaha sendiri sejumlah 21,0 juta orang atau 19,44 persen.

Berdasarkan jumlah jam kerja pada Agustus 2010, sebesar 74,9 juta orang (69,25 persen) bekerja diatas 35 jam perminggu, sedangkan pekerja dengan jumlah jam kerja kurang dari delapan jam hanya sekitar 1,2 juta orang atau 1,11 persen.

Pada Agustus 2010, pekerja pada jenjang pendidikan SD ke bawah masih tetap mendominasi yaitu sekitar 54,5 juta orang (50,38 persen), sedangkan pekerja dengan pendidikan Diploma sekitar 3,0 juta orang atau 2,79 persen dan pekerja dengan pendidikan Sarjana hanya sebesar 5,2 juta orang atau 4,85 persen.

“Harus diakui angkatan kerja tersebut didominasi lulusan sekolah dasar (SD) sebanyak 57,44 juta orang atau sekitar 49,42 persen dan sisanya adalah angkatan kerja lulusan SMA, Diploma dan Perguruan Tinggi,” kata mantan Ketua Pengurus Pusat PMKRI ini.

Ia mengatakan tinggi angka angka pengangguran ini dapat dilihat dan dibandingkan apabila terdapat sepuluh orang pencari kerja, sementara lowongan pekerjaan yang tersedia hanya tiga, dan dari tiga hanya dua yang bisa diisi. Satu lowongan lagi tidak bisa dipenuhi karena si pelamar tidak memiliki keterampilan.

Alumni Fakultas Peternakan Undana Kupang ini membandingkan dari segi persaingan internasional hasil survei “World Economic Forum 2010” menunjukkan Indonesia berada pada peringkat 54 dari 133 negara yang disurvei dalam urusan ketenagakerjaan.

“Dibanding dengan negara tetangga seperti Singapura yang menempati peringkat ketiga, Malaysia ke-24, Brunei Darussalam ke-32 dan Thailand ke-36, sehingga kondisi ketenagakerjaan di Indonesia sangat parah,” katanya.

Salah satu upaya untuk mengatasi hal ini adalah terus menerus melakukan dan memperbaiki “Link and Match” atau keterpaduan dan kesepadanan antara dunia pendidikan dan lapangan pekerjaan yang tersedia, sehingga setelah menamatkan pendidikan, tidak lagi bingung untuk mendapatkan pekerjaan.

“Perlu ada hubungan keterpaduan dan kesepadanan antara lapangan pekerjaan dan dunia pendidikan, sehingga dapat mengurangi angka pengangguran bagi angkatan kerja yang telah menamatkan pendidikan,” katanya.

Untuk itulah, Seminar Nasional dan Workshop dengan topik “Our Skill and Our Future” ini digelar sebagai untuk mencari solusi tambahan selain “Link and Match” itu.

Pemateri lain yang hadir dalam seminar nasional yang dibuka oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Esthon Foenay, adalah Sekretaris Dirjen Ketenagakerjaan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dr Reyna Usman, Pakar Ketenagakerjaan dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Prof Slamet, Pembantu Rektor I Undana Kupang David Pandie dan ratusan peserta adri berbagai elemen kelompok masyarakat di NTT.(an)
Sumber : Eksposnews

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Koperasi dan UKM di Padangsidimpuan Tak Bertumbuh

    Koperasi dan UKM di Padangsidimpuan Tak Bertumbuh

    • calendar_month Kamis, 19 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Sidimpuan, – Dinas Perindustrian, Perdagangan dan UKM Kota Padangsidimpuan hingga Sepetember 2013 mencatat tidak ada kelompok koperasi masyarakat yang bertambah. Saat ini jumlah koperasi yang tercatat hanya 196 kelompok. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan UKM (Disperindag) Kota Padangsidimpuan melalui Kabid Koperasi, Ir Ridoan Pasaribu kepada MedanBisnis mengatakan, tahun 2013 ini tidak ada koperasi masyarakat yang […]

  • Penghuni Rumah Syok Mengetahui Rumah Huniannya Terbakar

    Penghuni Rumah Syok Mengetahui Rumah Huniannya Terbakar

    • calendar_month Jumat, 9 Mei 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Zainuddin penguni rumah kontrakan yang terbakar sore tadi di Banjar tinggi, Kelurahan Panyabungan III, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) mengaku merasa syok mengetahui rumah kontrakan yang dihuninya beserta isinya ludes terbakar. “Saya tahu rumah saya terbakar setelah dihubungi warga sekitar sini. Saat kejadian memang saya sedang tidak dirumah. […]

    • calendar_month Jumat, 27 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Pasukan  TNI Angkatan Laut dan Darat bersenjata lengkap disiagakan di Pulau Berhala. Mereka melakukan patroli secara rutin untuk mengantisipasi adanya pasukan asing yang berusaha mendekat. Pulau yang berada di perbatasan Selat Malaka ini jadi sengketa dengan pemerintah Malaysia. Dengan menggunakan kapal KRI BOA 74 Danlantamal I Belawan, Laksamana Pertama TNI Bambang Soesilo melakukan […]

  • Faslah, Ketua Tim Langganan MK

    Faslah, Ketua Tim Langganan MK

    • calendar_month Rabu, 21 Jul 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Besok HM Jakfar Sukhairi Nasution-Atika Azmi Utammi Nasuton, B.App.Fin, M.Fin akan dilantik menjadi bupati dan wakil bupati Mandailing Natal priode 2021-2024. Pasangan yang populer dengan sebutan SUKA ini adalah pemenang Pilkada Madina 2020, pilkada yang tergolong panjang dan melelahkan karena dua kali masuk Mahkamah Konstitusi (MK). Ada catatan menarik menjelang detik-detik pelantikan ini. Catatan […]

  • SIHIR GAME ONLINE

    SIHIR GAME ONLINE

    • calendar_month Kamis, 25 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Riani, S.Pd.I Guru di Medan Kemajuan teknologi melesat tajam khususnya pada industri game. Begitupun kegiatan hiburan yang marak dilakukan di era digital ini yaitu bermain game. Ada sebagian orang yang bermain game hanya untuk mendapatkan rileks setelah melalui hari-hari yang padat atau melelahkan, namun ada juga yang memainkan game terus-menerus karena sudah menjadi […]

  • Jaringan Seluler Ambruk Tahun 2013

    Jaringan Seluler Ambruk Tahun 2013

    • calendar_month Minggu, 7 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta. Pertama Anda sulit mengunduh video dalam YouTube. Bosan menunggu unduhan tak kelar-kelar, Anda beralih ke Twitter, dan ternyata ini pun lamban. Anda lalu menoleh e-mail, dan ya ampun, lagi-lagi “loading”-nya lama banget. Itu semua terjadi ketika jaringan telepon seluruh dunia ambruk. Bulan-bulan berikutnya, Anda bahkan akan sangat sulit untuk sekadar menelepon. Ini tiga tahun […]

expand_less