Sabtu, 10 Okt 2026
light_mode

Laju Varian Baru Covid-19, Kapitalisme Tak Serius Atasi Pandemi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 17 Jan 2022
  • print Cetak

 

Oleh: Ummu Taqiyya
Aktivis Dakwah, Mompreneur

Sudah dua tahun pandemi melanda dunia, sejak virus SARS-CoV-2 terdeteksi pertama kali di China kemudian menyebar keseluruh dunia. Berbagai upaya ditempuh guna mengatasi wabah, namun tak kunjung teratasi, dan varian virus baru pun kian bertambah.

Belum usai penyebaran virus varian Delta dan Omicron, kini bertambah varian baru yang ditemukan pertama kali di Perancis yang diberi mama IHU atau B.1640.2. (cncbindonesia.com/08/01/2022)

Beberapa waktu lalu istilah “Delmicron” juga sempat bikin geger dan makin membuat khawatir sebab diklaim sebagai kombinasi virus varian Delta dan Omicron.(health.detik.com/10/01/2022)

Dengan bertambahnya varian baru, Pemerintah memutuskan untuk memberikan vaksinasi ketiga sebagai vaksin booster. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan vaksin booster akan diberikan secara gratis atau berbayar kepada masyarakat pada pekan depan, usai rapat dengan Presiden Joko Widodo. (kompas.com/6/1/22)

Setiap masuknya varian baru covid 19, seakan solusinya hanya dengan menambah vaksin. Padahal upaya tersebut seperti tambal sulam, memberikan vaksin tapi tidak menghentikan perjalanan dari dalam maupun keluar negeri, atau penguncian wilayah secara menyeluruh. Mau sampai berapa banyak lagi vaksin diberikan kepada masyarakat, sedangkan penguncian wilayah dalam menghentikan lajunya virus tidak lakukan?

Dunia saat ini masih berpegang teguh pada ideologi kapitalisme yang hanya berlandaskan pada asas manfaat dan materi yang didapatkan, sehingga lebih mengutamakan keamanan ekonomi dibandingkan kesehatan dan keselamatan rakyat. Roda ekonomi harus terus berjalan, seperti masih diperbolehkannya perjalanan dari dalam maupun keluar negeri. Masyarakat yang mempunyai kekayaan materi bebas mau keluar negeri meskipun tujuannya hanya untuk jalan-jalan, kemudian pulang kembali dengan membawa virus. Di sistem ini, dunia tidak ingin melakukan lockdown secara total, sehingga penyebaran virus tidak bisa ditangani secara cepat dan tepat. Upaya yang dilakukan hanya fokus pada 3T (Testing, Tracing, Treatment), protokol kesehatan, dan vaksinasi.

Berbeda halnya ketika sistem islam diterapkan, solusi dari akar permasalahan yang terjadi terutama dalam menghadapi pandemi akan segera dilakukan secara cepat dan tepat. Daulah Islam akan memberlakukan sistem lockdown secara total, mengunci area wabah yang terjangkit virus, tidak memperbolehkan melakukan perjalanan ke dalam atau ke luar area wabah yang terjangkit virus. Mobilitas manusia dari dan ke dalam area wabah juga akan dihentikan.

Sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Apabila kalian mendengar wabah di suatu tempat maka janganlah memasuki tempat itu dan apabila terjadi wabah sedangkan kamu berada di tempat itu maka janganlah keluar darinya. (HR. Imam Muslim)

Orang-orang yang terjangkit virus akan segera diobati tanpa mengulur waktu. Isolasi dilakukan secara tepat dengan memisahkan orang-orang yang sehat dengan orang-orang yang sakit, agar penularan penyakit tidak menyebar. Kesehatan dan imunitas masyarakat juga harus ditingkatkan dengan pola hidup sehat, makan-makanan yang sehat dan bergizi.

Riset dan teknologi terkini juga dikerahkan dengan tepat dan bijak bagi kecepatan dan keberhasilan penerapan prinsip tindakan islam, sehingga dapat mempermudah upaya penghentian laju varian virus. Hasil riset dan teknologi juga dipastikan tidak berbahaya bagi kesehatan masyarakat, dan keselamatan jiwa setiap orang. Kepemimpinan Islam dibutuhkan sebagai metode pelaksana dalam mengerahkan upaya untuk lockdown secara total dan mendunia.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Eman, Bantu Siapa Saja yang Ingin Mengenal Islam

    Eman, Bantu Siapa Saja yang Ingin Mengenal Islam

    • calendar_month Senin, 25 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Eman lahir di Italia, namun ia besar dan tumbuh di Australia. Secara tradisi, ia penganut Katolik. “Ini yang saya pertanyakan. Mengapa saya harus memeluk Katolik, dan keluarga saya mengatakan, semua orang Italia menganut Katolik,” kenang dia seperti dilansir onislam.net, Jumat (23/11). Dalam pemahaman Eman, apakah harus mengikuti orang tua padahal itu adalah urusan agama. Pada […]

  • Ketua DPRD Apresiasi Kearifan Bupati dan Wakil Bupati

    Ketua DPRD Apresiasi Kearifan Bupati dan Wakil Bupati

    • calendar_month Senin, 25 Apr 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua DPRD Mandailing Natal (Madina) Erwin Efendi Lubis mengapresiasi kearifan Bupati H. M. Ja’far Sukhairi Nasution dan Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution terkait akan keluarnya SK dan gaji honorer. “Kita apresiasi Pak Bupati dan Wakil Bupati yang telah begitu arif dan membuat keputusan untuk segera mengeluarkan SK dan gaji pegawai […]

  • Kasus Tewasnya Penambang Emas Ilegal di Batangnatal Dalam Penanganan Polisi

    Kasus Tewasnya Penambang Emas Ilegal di Batangnatal Dalam Penanganan Polisi

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Batangnatal||Mandailing Online-Pasca tewasnya 2 penambang emas ilegal di desa simanguntong, Kecamatan Batangnatal, Kabupaten Mandailing Natal, pada Rabu 18/3/2026. Polisi masih melakukan pendalaman kasus. Sementara 2 korban tewas siang tadi telah dimakamkan di tempat pemakaman umum desa setempat. ” kasus masih dalam penanganan polisi,” kata Kapolres Madina AKBP Bagus Priyandi, S.I.K., M.Si  Kamis 19/3/2026. Kapolres tidak […]

  • Gatot kecewa KDh tak dukung Bazda

    Gatot kecewa KDh tak dukung Bazda

    • calendar_month Jumat, 13 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Gatot Pujo Nugroho, mengaku kecewa karena banyak kepala daerah (KDh) se Sumut belum mendukung surat edaran tentang pemotongan gaji pegawai negeri sipil (PNS) muslim untuk Bazda. Bahkan beberapa KDh kabupaten dan kota tersebut juga kurang mendukung keberadaan dan sosialisasi Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) dalam pengumpulan […]

  • Imbas Lemahnya Nilai Tukar Rupiah, Pengrajin Tahu dan Tempe di Madina Mulai Wanti Wanti

    Imbas Lemahnya Nilai Tukar Rupiah, Pengrajin Tahu dan Tempe di Madina Mulai Wanti Wanti

    • calendar_month Sabtu, 29 Jun 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA-Mandailing Online : Melemahnya nilai rupiah terhadap dolar AS mulai diwanti-wanti para pengrajin tahu dan tempe yang bahan bakunya kacang kedelai impor karena akan membuat harga komoditas tersebut naik. Mandailing Online menyambangi sejumlah pengrajin tempe di kawasan Kota Sianta Panyabungan, Mandailing Natal ( Madina ), Sabtu (29/6). Menurut mereka harga kedelai masih terpantau stabil dan […]

  • Pandangan Hukum Terkait Tunggakan Sewa Pasar Yang Terbakar

    Pandangan Hukum Terkait Tunggakan Sewa Pasar Yang Terbakar

    • calendar_month Kamis, 30 Mei 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Oleh : M.Amin Nasution/ Praktisi Hukum Salah satu alasan pasar baru panyabungan belum juga dioperasikan walaupun sudah beberapa bulan selesai dibangun adalah karena sebagian pedagang masih punya hutang atas bangunan yang sudah terbakar. Narasi ini mengundang keprihatinan mengingat begitu vitalnya fungsi pasar sebagai sarana untuk berputarnya roda perekonomian di Madina. Skema hubungan hukum tetang pasar […]

expand_less