Sabtu, 13 Jun 2026
light_mode

Laju Varian Baru Covid-19, Kapitalisme Tak Serius Atasi Pandemi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 17 Jan 2022
  • print Cetak

 

Oleh: Ummu Taqiyya
Aktivis Dakwah, Mompreneur

Sudah dua tahun pandemi melanda dunia, sejak virus SARS-CoV-2 terdeteksi pertama kali di China kemudian menyebar keseluruh dunia. Berbagai upaya ditempuh guna mengatasi wabah, namun tak kunjung teratasi, dan varian virus baru pun kian bertambah.

Belum usai penyebaran virus varian Delta dan Omicron, kini bertambah varian baru yang ditemukan pertama kali di Perancis yang diberi mama IHU atau B.1640.2. (cncbindonesia.com/08/01/2022)

Beberapa waktu lalu istilah “Delmicron” juga sempat bikin geger dan makin membuat khawatir sebab diklaim sebagai kombinasi virus varian Delta dan Omicron.(health.detik.com/10/01/2022)

Dengan bertambahnya varian baru, Pemerintah memutuskan untuk memberikan vaksinasi ketiga sebagai vaksin booster. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan vaksin booster akan diberikan secara gratis atau berbayar kepada masyarakat pada pekan depan, usai rapat dengan Presiden Joko Widodo. (kompas.com/6/1/22)

Setiap masuknya varian baru covid 19, seakan solusinya hanya dengan menambah vaksin. Padahal upaya tersebut seperti tambal sulam, memberikan vaksin tapi tidak menghentikan perjalanan dari dalam maupun keluar negeri, atau penguncian wilayah secara menyeluruh. Mau sampai berapa banyak lagi vaksin diberikan kepada masyarakat, sedangkan penguncian wilayah dalam menghentikan lajunya virus tidak lakukan?

Dunia saat ini masih berpegang teguh pada ideologi kapitalisme yang hanya berlandaskan pada asas manfaat dan materi yang didapatkan, sehingga lebih mengutamakan keamanan ekonomi dibandingkan kesehatan dan keselamatan rakyat. Roda ekonomi harus terus berjalan, seperti masih diperbolehkannya perjalanan dari dalam maupun keluar negeri. Masyarakat yang mempunyai kekayaan materi bebas mau keluar negeri meskipun tujuannya hanya untuk jalan-jalan, kemudian pulang kembali dengan membawa virus. Di sistem ini, dunia tidak ingin melakukan lockdown secara total, sehingga penyebaran virus tidak bisa ditangani secara cepat dan tepat. Upaya yang dilakukan hanya fokus pada 3T (Testing, Tracing, Treatment), protokol kesehatan, dan vaksinasi.

Berbeda halnya ketika sistem islam diterapkan, solusi dari akar permasalahan yang terjadi terutama dalam menghadapi pandemi akan segera dilakukan secara cepat dan tepat. Daulah Islam akan memberlakukan sistem lockdown secara total, mengunci area wabah yang terjangkit virus, tidak memperbolehkan melakukan perjalanan ke dalam atau ke luar area wabah yang terjangkit virus. Mobilitas manusia dari dan ke dalam area wabah juga akan dihentikan.

Sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Apabila kalian mendengar wabah di suatu tempat maka janganlah memasuki tempat itu dan apabila terjadi wabah sedangkan kamu berada di tempat itu maka janganlah keluar darinya. (HR. Imam Muslim)

Orang-orang yang terjangkit virus akan segera diobati tanpa mengulur waktu. Isolasi dilakukan secara tepat dengan memisahkan orang-orang yang sehat dengan orang-orang yang sakit, agar penularan penyakit tidak menyebar. Kesehatan dan imunitas masyarakat juga harus ditingkatkan dengan pola hidup sehat, makan-makanan yang sehat dan bergizi.

Riset dan teknologi terkini juga dikerahkan dengan tepat dan bijak bagi kecepatan dan keberhasilan penerapan prinsip tindakan islam, sehingga dapat mempermudah upaya penghentian laju varian virus. Hasil riset dan teknologi juga dipastikan tidak berbahaya bagi kesehatan masyarakat, dan keselamatan jiwa setiap orang. Kepemimpinan Islam dibutuhkan sebagai metode pelaksana dalam mengerahkan upaya untuk lockdown secara total dan mendunia.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Urus Naik Golongan, Guru Dimintai Uang

    Urus Naik Golongan, Guru Dimintai Uang

    • calendar_month Kamis, 14 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PALUTA – Sejumlah guru di Kecamatan Portibi Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) mengaku dipersulit beberapa oknum di Dinas Pendidikan (Disdik) Paluta saat hendak mengurus naik golongan. Mereka juga dimintai sejumlah uang dengan dalih untuk menghitung angka kredit jam kerja. Menurut guru-guru yang meminta namanya tidak dituliskan ini, meskipun sudah dimintai uang dengan nominal antara Rp1 […]

  • Hasil Tes Honorer K2 Batal Diserahkan ke Daerah

    Hasil Tes Honorer K2 Batal Diserahkan ke Daerah

    • calendar_month Kamis, 30 Jan 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Penyerahan hasil tes kompetensi dasar (TKD) CPNS dari honorer kategori dua (K2) kepada seluruh kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi, batal dilakukan kemarin. Pasalnya, hasil rapat jajaran Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) dengan seluruh kepala BKD provinsi dan seluruh sekdaprov, menyepakati pengumuman kelulusan honorer K2 yang dijadwalkan 5 Februari 2014, […]

  • Babak Baru Kasus Smartvillage, Direktur PT ISN Ditetapkan Tersangka

    Babak Baru Kasus Smartvillage, Direktur PT ISN Ditetapkan Tersangka

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online )– Kejaksaan Negeri Mandailing Natal (Madina) melalui Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Jupri Banjarnahor mengumumkan Direktur PT Infomedia Solusi Net (ISN) sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi Smartvillage di Kabupaten Madina tahun 2023. Hal ini disampaikan Jupri dihadapan wartawan di Kantor Kejari Madina, Jum’at (5/3/2026). “Dalam kasus dugaan korupsi proyek Smartvillage […]

  • Sekapursirih dari Pementasan “Multatuli” : Humanisme Douwes Dekker dan Sejarah Jalur Ekonomi Kopi

    Sekapursirih dari Pementasan “Multatuli” : Humanisme Douwes Dekker dan Sejarah Jalur Ekonomi Kopi

    • calendar_month Senin, 31 Jul 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Pementasan drama “Multatuli” produksi Jeges Art di Taman Raja Batu, Panyabungan, Senin (31/7) sungguh sangat luar biasa. Plot cerita mengalir dengan sempurna, dialog-dialog yang menyentuh serta adegan-adegan yang berkarakter kuat. Askolani Nasution, sang sutradara, begitu berhasil membangun dimensi emosi yang sangat kuat pada setiap adegan. Pun, para pemain sangatlah pula piawai memerankan peran masing-masing. […]

  • Mau Mundur, Kaban Inspektorat Madina Tunggu Arahan Senior

    Mau Mundur, Kaban Inspektorat Madina Tunggu Arahan Senior

    • calendar_month Selasa, 6 Jun 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online)  – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Inspektorat Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Rahmad Daulay mengaku masih menunggu pendapat kawan kawan senior terkait rencana pengunduran dirinya. “Masih pengetikan Pak. Dan terkait jadi atau tidaknya saya mengundurkan diri masih minta pendapat kawan kawan senior pak,” tulisnya menjawab konfirmasi wartawan. informasi rencana mundurnya Plt Kaban Inspektorat […]

  • Usai Imam Salat Jumat, Saipullah Dipeluk Para Tokoh Masyarakat

    Usai Imam Salat Jumat, Saipullah Dipeluk Para Tokoh Masyarakat

    • calendar_month Jumat, 15 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Usai menjadi imam salat Jumat berjamaah di Masjid Misbah Hussudur, calon bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2, H. Saipullah Nasution, langsung dipeluk dan disalami tokoh-tokoh masyarakat (Tomas) Kelurahan Pidoli Dolok, Kecamatan Panyabungan, Madina, Jumat (15/11/2024). Sejumlah jamaah salat Jumat menilai Saipullah Nasution sebagai sosok yang paling pantas menjadi Bupati […]

expand_less