Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Dahlan Hasan Nasution, Berbuat dan Mengabdi Ditengah Kritikan dan Hujatan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 7 Sep 2015
  • print Cetak

 

(Bagian 2 dari 2 tulisan)

Beliau menyadari sepenuhnya bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan dan diatasi secepat mungkin Aspirasi masyarakat tentu saja menjadi bahan kajian secara komprehensif dan berbekal ini beliau melakukan berbagai reformasi guna menjawab kebutuhan masyarakat utamanya masyarakat kecil yang terhimpit dengan persoalan kebutuhan ekonomi. Berbagai upaya reformasi manajemen publik tentu saja tidak akan bisa memuaskan masyarakat secara keseluruhan. Masyarakat harus tercerdaskan dengan meningkatkan peran serta dalam masyarakat.

Inilah masyarakat “Civil Society” yakni masyarakat yang bisa berinteraksi dengan keadaban dan penuh budaya sehingga ketika pembangunan yang dilakukan pemerintah belum secara optimal mampu memenuhi tuntutan masyarakat tersebut, masyarakat bisa memaknainya sebagai dinamika pembangunan. Pola pikir masyarakat harus ditempatkan secara rasional dengan mengedepankan prinsip demokrasi yang egeliter. Keberhasilan pembangunan walau itu sekecil apapun harus diakui sebagai keberhasilan akan tetapi jika masih banyak yang kurang sempurna jangan lantas diberikan label yang negatif. Sudah saatnya kita menuju pembangunan dengan pola pikir (mind set) yang positif guna merubah paradigma berfikir “klasik”.

Kritik adalah ungkapan tidak setuju yang bisa muncul karena perbedaan pendapat, kepentingan, cara pandang atau nilai-nilai. Dalam masyarakat yang sangat majemuk, kritik adalah sebuah kewajaran karena ia menegaskan kekayaan perbedaan dan keberagaman budaya. Jika kritik tidak muncul dalam masyarakat seperti ini ada beberapa hal yang bisa dicurigai. Di antaranya terdapat dominasi satu pandangan atau kepentingan yang tidak memungkinkan munculnya pendapat dan suara yang berbeda; atau masyarakat kebanyakan yang beragam tersebut tidak peduli dan bersikap apatis sehingga merasa tidak perlu mengungkapkan pandangannya yang berbeda; atau lebih parah lagi masyarakat yang punya pandangan berbeda hanya tidak mau repot saja dan menerima begitu saja pandangan orang lain.

Tapi kritik juga memiliki fungsi lain yang sangat penting. Kritik yang selalu ada dan menjadi kebiasaan yang dipraktekkan secara lumrah memungkinkan kontrol dan pengawasan di antara masyarakat dan pemimpinnya. Setiap orang berhak dan sebaiknya dianjurkan untuk mengkritik, sesama anggota masyarakat lainnya atau seorang pemimpin tidak mungkin akan memimpin dengan ide dan pemikirannya semata.

Entah mengapa, ada dari kita  yang selalu punya kecenderungan untuk menjadi sosok yang gemar sekali mencari-cari kesalahan orang lain. Lihat saja betapa mudahnya seseorang menuduh atau mengkritik orang lain akan tetapi amat sangat penting untuk dibarengi dengan kedewasaan dan kematangan sehingga kritikan tersebut bisa menjadi bahan kajian untuk ditelaah. Kritik menjadi sah dan memiliki akuntabilitas jika dibarengi dengan moralitas, etika dan fatsun karena itu jelas akan lebih bermartabat dan berbudaya. Berkatalah yang baik atau diam. Ya, kita sebagai manusia memang telah diberikan banyak sekali nikmat oleh Allah SWT termasuk nikmat dapat berbicara. Akan tetapi, banyak diantara kita yang salah menggunakannya untuk kebaikan. Sejatinya, harus dapat dijaga karena itu merupakan karuniakan oleh-Nya.

Kritik juga mengenal bijak dalam pengertian mampu secara proporsional melihat kelemahan disamping kelebihan. Walaupun tampaknya di mata kita kemampuannya kecil/sepele dan kita masih bisa jauh lebih baik dari orang tersebut. Namun, cobalah bertanya pada diri sendiri, bagaimana bila kita berada di posisi orang yang dikritik, tanpa mempertimbangkan sedikitpun,  kebenaran dan kemampuannya?

Dan pastikan apa motif untuk memberikan kritikan tersebut. Sebisa mungkin harus diupayakan objektif dan bersih dari kepentingan terutama yang berkaitan dengan politik. Jika motifnya dipenuhi dengan iri, dengki dan hanya untuk menunjukkan kesalahan, maka segeralah berhenti untuk mengkritik karena tidak ada orang yang luput dari salah dan khilaf, dan begitupun diri kita.

Daripada menyibukkan dan melelahkan diri dengan mengorek-ngorek kesalahan dan kelalaian orang lain bukankah lebih baik berpikir positif. Coba tanyakan dengan jujur pada diri sendiri, sudah mampukah berbuat lebih baik dari orang yang dikritik atau yang dicari-cari kesalahannya?

Memposisikan diri pada tempat yang dikritik mungkin bisa jadi akan bisa menetralisir hasrat untuk mencari kesalahan? Mampukah kita berbuat seperti dia, sebaik dia, atau lebih baik dari dia? Dan kalaupun ternyata memang mampu berbuat lebih maka bersyukurlah, jangan sampai hal tersebut  menjadikan ujub dan menjadi justifikasi untuk selanjutnya “gembar gembor” melakukan kritik seakan tidak ada habisnya.

Sebaiknya marilah memelihara perkataan dan perbuatan, jangan menjadikan kritikan sebagai wadah untuk menyerang dan membunuh karakter seseorang.

Bagi seorang mukmin yang senantiasa merasa diawasi oleh Allah, wajib mengerti bahwa “perkataan” itu termasuk amalannya yang kelak akan dihisab: amalan baik maupun buruk. Karena pena Ilahi tidak meng-alpakan, tidak pernah lalai ataupun menghapuskan satupun perkataan yang diucapkan manusia. Ia pasti mencatat dan memasukkannya ke dalam buku amal. Ingatlah bahwa semuanya, kelak harus kita pertanggungjawabkan.

Perangkum      : Tim

Editor              : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peletakan Batu Pertama Bedah Rumah Anggota KMM di Desa Kayulaut

    Peletakan Batu Pertama Bedah Rumah Anggota KMM di Desa Kayulaut

    • calendar_month Sabtu, 5 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online )- Koperasi Konsumen Mitra Manindo (KMM) melaksanakan seremonial peletakan batu pertama program Bedah Rumah/Bangun Rumah untuk salah satu anggota KMM yang bertempat tinggal di desa Kayulaut, Kecamatan Panyabungan Selatan, Kabupaten Madina. Jum’at 4/10/2024. Peletakan batu pertama dihadiri Camat Panyabungan Selatan Elli Mutiara Pulungan, Kepala Desa Kayulaut Ahmad Hanafiah Lubis, tokoh masyarakat […]

  • Kapoldasu: Demo pengaruhi investasi Medan

    Kapoldasu: Demo pengaruhi investasi Medan

    • calendar_month Minggu, 23 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO) – Penutupan Konjen Amerika Serikat akan berdampak pada investasi di kota Medan. “Lihat sekarang pemerintah Amerika Serikat sudah menutup konsulatnya di Medan. Sebenarnya kita malu tidak dapat memberi rasa aman di wilayah ini. Dengan begini, investor yang akan ke Medan juga takut,” Kapolda Sumut, Irjen Wisjnu Amat Sastro, hari ini. Menyikapi berbagai unjuk […]

  • Tokoh dan Masyarakat Mandailing Julu Deklarasi Dukung SAHATA

    Tokoh dan Masyarakat Mandailing Julu Deklarasi Dukung SAHATA

    • calendar_month Jumat, 4 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MUARASIPONGI (Mandailing Online) – Dukungan kepada pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2 Saipullah-Atika (SAHATA) terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat. Kini pernyataan dukungan kepada Paslon SAHATA disampaikan oleh tokoh Mandailing Julu, H. Burhanuddin gelar Mangaraja Datuk Rimambang dalam pertemuan dengan calon Bupati Madina nomor urut 2 Saipullah Nasution […]

  • Biaya BPJS Kades dan Perangkat Desa Tahun 2024 di Madina Hampir Tembus diangka 3 Miliar

    Biaya BPJS Kades dan Perangkat Desa Tahun 2024 di Madina Hampir Tembus diangka 3 Miliar

    • calendar_month Selasa, 22 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Madina anggarkan dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Senilai Rp. 2.899.418.544 Miliyar untuk Belanja pembayaran pelayanan BPJS kesehatan Kades dan 5 Perangkat Desa di seluruh Kabupaten Mandailing Natal. Kadis PMD Madina Irsal Pariadi melalui Kabid Pemerintahan dan Desa Anjur Berutu yang dikonfirmasi […]

  • Jika Terus Membandel, Izin PT.Palmaris Terancam Dicabut

    Jika Terus Membandel, Izin PT.Palmaris Terancam Dicabut

    • calendar_month Rabu, 23 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Madina menyatakan akan tegas terhadap PT. Palmaris Raya, jika tetap membandel maka izin perusahaan itu akan dicabut. Hingga kini, perusahaan itu dinilai belum menjalankan kesepakatan tanggal 15 Desember 2008 yang dengan jelas menekankan kewajiban perusahaan menyelesaikan masalah lahan dengan warga. Amanah dari keputusan Panitia Khusus (Pansus) DPRD Madina juga sudah […]

  • Ikuti MPC PP Madina Competition, Tiga Delegasi FPM Raih Juara

    Ikuti MPC PP Madina Competition, Tiga Delegasi FPM Raih Juara

    • calendar_month Kamis, 28 Okt 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tiga orang delegasi Forum Penulis Mandailing Natal (FPM) meraih juara pada lomba yang digelar Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Kabupaten Mandailing Natal (MPC PP Madina). MPC PP Madina menggelar berbagai kegiatan dalam menyambut ulang tahun ke-62. Salah satunya adalah MPC PP Madina Competition dengan 4 jenis perlombaan, yakni karya tulis ilmiah, […]

expand_less