Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

Dahlan Hasan Nasution, Berbuat dan Mengabdi Ditengah Kritikan dan Hujatan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 7 Sep 2015
  • print Cetak

 

(Bagian 2 dari 2 tulisan)

Beliau menyadari sepenuhnya bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan dan diatasi secepat mungkin Aspirasi masyarakat tentu saja menjadi bahan kajian secara komprehensif dan berbekal ini beliau melakukan berbagai reformasi guna menjawab kebutuhan masyarakat utamanya masyarakat kecil yang terhimpit dengan persoalan kebutuhan ekonomi. Berbagai upaya reformasi manajemen publik tentu saja tidak akan bisa memuaskan masyarakat secara keseluruhan. Masyarakat harus tercerdaskan dengan meningkatkan peran serta dalam masyarakat.

Inilah masyarakat “Civil Society” yakni masyarakat yang bisa berinteraksi dengan keadaban dan penuh budaya sehingga ketika pembangunan yang dilakukan pemerintah belum secara optimal mampu memenuhi tuntutan masyarakat tersebut, masyarakat bisa memaknainya sebagai dinamika pembangunan. Pola pikir masyarakat harus ditempatkan secara rasional dengan mengedepankan prinsip demokrasi yang egeliter. Keberhasilan pembangunan walau itu sekecil apapun harus diakui sebagai keberhasilan akan tetapi jika masih banyak yang kurang sempurna jangan lantas diberikan label yang negatif. Sudah saatnya kita menuju pembangunan dengan pola pikir (mind set) yang positif guna merubah paradigma berfikir “klasik”.

Kritik adalah ungkapan tidak setuju yang bisa muncul karena perbedaan pendapat, kepentingan, cara pandang atau nilai-nilai. Dalam masyarakat yang sangat majemuk, kritik adalah sebuah kewajaran karena ia menegaskan kekayaan perbedaan dan keberagaman budaya. Jika kritik tidak muncul dalam masyarakat seperti ini ada beberapa hal yang bisa dicurigai. Di antaranya terdapat dominasi satu pandangan atau kepentingan yang tidak memungkinkan munculnya pendapat dan suara yang berbeda; atau masyarakat kebanyakan yang beragam tersebut tidak peduli dan bersikap apatis sehingga merasa tidak perlu mengungkapkan pandangannya yang berbeda; atau lebih parah lagi masyarakat yang punya pandangan berbeda hanya tidak mau repot saja dan menerima begitu saja pandangan orang lain.

Tapi kritik juga memiliki fungsi lain yang sangat penting. Kritik yang selalu ada dan menjadi kebiasaan yang dipraktekkan secara lumrah memungkinkan kontrol dan pengawasan di antara masyarakat dan pemimpinnya. Setiap orang berhak dan sebaiknya dianjurkan untuk mengkritik, sesama anggota masyarakat lainnya atau seorang pemimpin tidak mungkin akan memimpin dengan ide dan pemikirannya semata.

Entah mengapa, ada dari kita  yang selalu punya kecenderungan untuk menjadi sosok yang gemar sekali mencari-cari kesalahan orang lain. Lihat saja betapa mudahnya seseorang menuduh atau mengkritik orang lain akan tetapi amat sangat penting untuk dibarengi dengan kedewasaan dan kematangan sehingga kritikan tersebut bisa menjadi bahan kajian untuk ditelaah. Kritik menjadi sah dan memiliki akuntabilitas jika dibarengi dengan moralitas, etika dan fatsun karena itu jelas akan lebih bermartabat dan berbudaya. Berkatalah yang baik atau diam. Ya, kita sebagai manusia memang telah diberikan banyak sekali nikmat oleh Allah SWT termasuk nikmat dapat berbicara. Akan tetapi, banyak diantara kita yang salah menggunakannya untuk kebaikan. Sejatinya, harus dapat dijaga karena itu merupakan karuniakan oleh-Nya.

Kritik juga mengenal bijak dalam pengertian mampu secara proporsional melihat kelemahan disamping kelebihan. Walaupun tampaknya di mata kita kemampuannya kecil/sepele dan kita masih bisa jauh lebih baik dari orang tersebut. Namun, cobalah bertanya pada diri sendiri, bagaimana bila kita berada di posisi orang yang dikritik, tanpa mempertimbangkan sedikitpun,  kebenaran dan kemampuannya?

Dan pastikan apa motif untuk memberikan kritikan tersebut. Sebisa mungkin harus diupayakan objektif dan bersih dari kepentingan terutama yang berkaitan dengan politik. Jika motifnya dipenuhi dengan iri, dengki dan hanya untuk menunjukkan kesalahan, maka segeralah berhenti untuk mengkritik karena tidak ada orang yang luput dari salah dan khilaf, dan begitupun diri kita.

Daripada menyibukkan dan melelahkan diri dengan mengorek-ngorek kesalahan dan kelalaian orang lain bukankah lebih baik berpikir positif. Coba tanyakan dengan jujur pada diri sendiri, sudah mampukah berbuat lebih baik dari orang yang dikritik atau yang dicari-cari kesalahannya?

Memposisikan diri pada tempat yang dikritik mungkin bisa jadi akan bisa menetralisir hasrat untuk mencari kesalahan? Mampukah kita berbuat seperti dia, sebaik dia, atau lebih baik dari dia? Dan kalaupun ternyata memang mampu berbuat lebih maka bersyukurlah, jangan sampai hal tersebut  menjadikan ujub dan menjadi justifikasi untuk selanjutnya “gembar gembor” melakukan kritik seakan tidak ada habisnya.

Sebaiknya marilah memelihara perkataan dan perbuatan, jangan menjadikan kritikan sebagai wadah untuk menyerang dan membunuh karakter seseorang.

Bagi seorang mukmin yang senantiasa merasa diawasi oleh Allah, wajib mengerti bahwa “perkataan” itu termasuk amalannya yang kelak akan dihisab: amalan baik maupun buruk. Karena pena Ilahi tidak meng-alpakan, tidak pernah lalai ataupun menghapuskan satupun perkataan yang diucapkan manusia. Ia pasti mencatat dan memasukkannya ke dalam buku amal. Ingatlah bahwa semuanya, kelak harus kita pertanggungjawabkan.

Perangkum      : Tim

Editor              : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hari Ketiga Pascabanjir Logistik ke Sulangaling Belum Dikirim

    Hari Ketiga Pascabanjir Logistik ke Sulangaling Belum Dikirim

    • calendar_month Selasa, 21 Des 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online) – Memasuki hari ketiga pascabanjir yang terjadi di wilayah Sulangaling logistik dan obat-obatan belum bisa dikirim. Kondisi pertemuan sungai Parlampungan dan Batang Natal yang masih meluap dan mengancam nyawa menjadi alasannya. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mandailing Natal (Madina) Subuki Nasution yang dihibungi Mandailing Online menyampaikan hari ini, Selasa […]

  • Jalan Amblas :

    Jalan Amblas :

    • calendar_month Senin, 1 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jalan Amblas : Jalan penghubung Panyabungan Gunung Baringin dititik Sidaing amblas. Minimnya parit jalan membuat jalan menuju ibu kota Panyabungan Timur ini banyak yang rusak.(Hol)

  • DPD GERRAK PPRI Madina Syukuran Kemenangan Presiden Prabowo Subianto

    DPD GERRAK PPRI Madina Syukuran Kemenangan Presiden Prabowo Subianto

    • calendar_month Sabtu, 9 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kelompok Gerakan Relawan Rakyat Pendukung Prabowo Presiden RI 2024 (GERRAK PPRI 2024) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Madina selenggarakan pesta rakyat sekaligus syukuran atas dilantiknya Prabowo Subianto jadi Presiden RI Ke 8 pada 20 Oktober 2024 lalu. Ketua DPD GERRAK PPRI Muhammad Tohir Nasution mengatakan. kegiatan syukuran dan pesta rakyat ini dilaksanakan […]

  • Sekda Madina dan Kabag Hukum Diperiksa Mabes Polri

    Sekda Madina dan Kabag Hukum Diperiksa Mabes Polri

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Plt.Sekda Kabupaten Mandailing Natal, Syafei Lubis dan Kabag Hukum, Alamulhaq Daulay diperiksa di Mabes Polri terkait pencabutan izin KP USU. Menjawab wartawan via telefon seluler, Selasa (29/9), Alamulhaq Daulay membenarkan adanya pemeriksaan itu pada Senin (28/9). Pihak Mabes Poliri memeriksa kedua pejabat Pemkab Mandailing Natal (Madina) itu menyusul adanya pengaduan […]

  • Mahasiswa Nilai Kejatisu Lamban Tuntaskan Dugaan Korupsi Dana Stunting Madina

    Mahasiswa Nilai Kejatisu Lamban Tuntaskan Dugaan Korupsi Dana Stunting Madina

    • calendar_month Senin, 4 Agt 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ): Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara ( Kejatisu ) nampaknya belum berani menaikkan status kasus dugaan korupsi dana stunting di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tahun 2022-2023. Padahal kasus ini ditangani Kejatisu sudah hampir satu tahun. Sejumlah pejabat Pemkab Madina yang berhubungan dengan dana itu pun telah diperiksa penyidik di Kejatisu. Masyarakat Kabupaten […]

  • Harga Beras di Madina Naik

    Harga Beras di Madina Naik

    • calendar_month Rabu, 23 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ) Kenaikan harga beras tidak hanya terjadi di kota besar saja, di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. Harga beras kualitas menengah seperti jenis IR64 dari harga Rp 345 ribu per karung nya menjadi Rp.380 ribu.  Mengalami kenaikan sampai Rp.35 ribu per karung nya.  Untuk per kilonya, pedagang menjul Rp. 120 ribu […]

expand_less