Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Inflasi Tahunan Padangsidimpuan Terendah Nasional

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Selasa, 16 Des 2014
  • print Cetak

Sibolga – Secara spasial, Pulau Sumatera mencatat inflasi 1,87% (mtm) pada bulan November 2014, atau lebih besar dibanding kawasan lainnya di Indonesia. Kondisi tersebut terpicu akibat kenaikan harga BBM bersubsidi, juga akibat kenaikan harga komoditas pangan strategis, khususnya cabai merah. "Pada November 2014, Sumatera Barat mengalami inflasi tertinggi di Indonesia dengan mencatatkan inflasi sebesar 3,27 (mtm). Sedangkan inflasi di Pulau Jawa, selain dipengaruhi kenaikan harga BBM bersubsidi juga terkerek akibat kenaikan biaya administrasi transfer uang dan kartu ATM yang mulai berlaku pada awal November 2014," ungkap Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sibolga, Yiyok T Herlambang, di acara High Level Meeting TPID Kota Padangsidimpuan, yang digelar akhir pekan kemarin, di Aula Kantor Walikota Padangsidimpuan.

Acara itu dihadiri seluruh anggota TPID Kota Padangsidimpuan yang meliputi, pimpinan SKPD, pimpinan BUMN dan instansi terkait lainnya serta sejumlah pejabat BI Sibolga yang turut dalam rombongan mendampingi Kepala Perwakilan BI Sibolga.

Yiyok memaparkan, inflasi terendah justru terjadi di kawasan Indonesia Timur yang mencatat inflasi sebesar 1,28% (mtm), akibat terkoreksi penurunan harga pada ikan segar dan daging. Khusus di Sumatera Utara, pada bulan November 2014, secara tahunan mayoritas daerah mengalami inflasi. Kota Padangsidimpuan tercatat daerah yang mengalami inflasi terendah di Indonesia sebesar 4,63% (yoy).

"Demikian pula secara bulanan, Kota Sibolga merupakan daerah yang mengalami inflasi tertinggi di Sumut, sebesar 2,45% (mtm) disusul Kota Pematangsiantar 1,95% (mtm), Padangsidimpuan 1,98% (mtm), Sumut 1,80% (mtm) dan Nasional 1,50% (mtm). Kemudian, secara tahun kalender (Januari-November 2014-red), Kota Padangsidimpuan inflasi sebesar 4,98% (ytd) atau jauh lebih rendah dibanding inflasi Nasional 5,75% (ytd)," ungkap Yiyok T Herlambang
Secara umum, komoditas cabai merah merupakan pemegang andil terbesar terjadinya inflasi di Sumatera Utara yang kembali mencatatkan sejarah. Ditinjau dari disagregasi inflasi Kota Padangsidimpuan, volatile food mengalami inflasi 3,76% (mtm), yang berasal dari sub kelompok bumbu-bumbuan (18,35%/mtm), di mana cabai merah, cabai hijau, bumbu masak jadi dan cabai rawit memiliki andil inflasi terbesar, disusul kemudian komoditas buah-buahan (12,77%/mtm) dan sayur-sayuran sebesar 2,90% (mtm).

Administered prices juga inflasi sebesar 4,29% (mtm), yang berasal dari sub kelompok transportasi 7,05% (mtm) dan bahan bakar 0,8% (mtm). Sementara inflasi inti, pada kelompok core juga terjadi inflasi sebesar 0,33% (mtm) yang disebabkan oleh sub kelompok minuman tidak beralkohol 17,49% (mtm).

Pada kesempatan itu, Yiyok T Herlambang menganjurkan kepada TPID Kota Sibolga untuk mewaspadai kenaikan harga pada komoditas kebutuhan sehari-hari seperti, cabai merah, bawang merah, dan tomat buah, terutama menjelang perayaan Natal 25 Desember 2014 dan tahun baru 2015. (medanbisnis)

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kopi Banamon Luncurkan Kemasan Sachet

    Kopi Banamon Luncurkan Kemasan Sachet

    • calendar_month Kamis, 24 Jan 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      ULUPUNGKUT (Mandailing Online) – Prosdusen bubuk kopi Banamon dalam waktu dekat akan meluncurkan produk dalam kemasan sachet. Pihak KSU Kopi Mandailing Jaya selaku produsen Banamon menyatakan, kemasan sachet ini merupakan rangkaian lanjutan inovasi produknya. Sebelumnya Banamon telah diproduksi dalam bentuk kemasan bungkus berat 200 hingga 500 gram. Rasyid Assaf Dongoran, Pengawas KSU Kopi Mandailing […]

  • Menerapkan Akuntansi Secara Sederhana di Rumah Tangga

    Menerapkan Akuntansi Secara Sederhana di Rumah Tangga

    • calendar_month Selasa, 15 Nov 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Erwin Romeino   Akuntansi merupakan disiplin ilmu yang dapat diterapkan di berbagai bidang. Karena penerapannya erat kaitannya dengan pengelolaan keuangan, akuntansi tidak hanya dapat diterapkan untuk dunia bisnis, perusahaan-perusahaan besar maupun bisnis kecil dan UMKM, tetapi juga bisa diterapkan untuk rumah tangga atau kehidupan sehari-hari. Seorang ibu rumah tangga bisa menjadi akuntan rumahan […]

  • Bupati Madina Perjuangkan Revisi SK 44

    Bupati Madina Perjuangkan Revisi SK 44

    • calendar_month Sabtu, 11 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Panyabungan (MO) – Bupati Mandailing Natal (Madina) Hidayat Batubara saat ini tengah berjuang di Jakarta untuk mengembalikan kawasan Madina yang tercaplok oleh SK Menhut Nomor 44 Tahun 2005. SK 44 adalah Surat Keputusan Menteri Kahutanan Nomor 44/ Menhut – II/ 2005 tentang Penunjukan kawasn Hutan di Wilayah Sumatra Utara. SK 44 ini menetapkan 115 pemukiman […]

  • Kepulangan Habib Rizieq dan Kesadaran Umat 

    Kepulangan Habib Rizieq dan Kesadaran Umat 

    • calendar_month Jumat, 20 Nov 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Siti Khadijah Sihombing Ibu Rumahtangga/tinggal di Barus   Selasa, 10 November 2020 Habib Rizieq Shibab pulang ke Indonesia. Dan kepulangannya disambut oleh jutaan umat islam di seluruh Indonesia baik yang menyambut langsung ke bandara Soekarno-Hatta maupun yang mendo’akan dari kejauhan sebab terpisah jarak yang jauh. Atas kedatangan Habib Rizieq ini banyak pro dan kontra […]

  • Hidayat Batubara Dituntut 8 Tahun

    Hidayat Batubara Dituntut 8 Tahun

    • calendar_month Rabu, 8 Jan 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal non aktif Hidayat Batubara dituntut 8 tahun penjara serta denda Rp 300 juta subsider 5 bulan oleh jaksa penuntut dari Komisi Pemberantasan Korupsi, Rabu (8/1/2013). Demikian dilansir TRIBUN MEDAN.com. Menurut jaksa, Bupati Hidayat Batubara memerintahkan anak buahnya mencari kontraktor proyek pembangunan RSUD Panyabungan yang bersedia membayarkan fee sebesar […]

  • FN dari Aceh Dibarter AK 47 di Medan Penyelundup Senjata Aceh-Medan Ditangkap di Langkat

    FN dari Aceh Dibarter AK 47 di Medan Penyelundup Senjata Aceh-Medan Ditangkap di Langkat

    • calendar_month Senin, 9 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    FN dari Aceh Dibarter AK 47 di Medan LANGKAT- Jajaran Polres Langkat berhasil membekuk Wahyudi (39) dan Syaiful (39), dua warga Biruen, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), yang diduga anggota sindikat penyelundup senjata Aceh-Medan. Keduanya digelandang ke Mapolresta beserta barang buktisenjataapi(senpi) jenis FN tanpa izin serta 18 peluru. Turut pula diamankan, mobil rental Toyota Avanza BK […]

expand_less