Rabu, 9 Sep 2026
light_mode

Penambang Emas Liar Marak di Nagajuang

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 10 Jan 2012
  • print Cetak

Penambangan liar (ilegal mining) semakin menggila maraknya di Madina. Setelah beberapa tahun ini dilakoni ribuan orang di Kecamatan Hutabargot, penambangan emas tanpa izin ini juga marak di Nagajuang.
Informasi yang didapat Metro, banyak dari penambang di Hutabargot yang pindah ke Nagajuang, tepatnya di Sambung Desa Humbang 1, Nagajuang. Tapi, penambang yang pindah ini banyak dari tenaga terlatih yang datang dari pula Jawa, padahal sebagaimana diketahui wilayah atau lokasi yang digunakan itu merupakan izin wilayah kontrak karya yang dimiliki PT Sorikmas Mining (PT SM).
Pantauan METRO, Senin (9/1) di Nagajuang, para penambang liar ini setelah mengambil batu-batuan yang mengandung emas, lalu dibawa ke berbagai tempat semisal di Panyabungan, Hutabargot dan Malintang untuk diolah agar mendapatkan butiran-butiran emas halus dengan menggunakan galundung, yang berguna sebagai kilang emas kecil.
Dan dari penuturan sejumlah warga yang ditemui METRO di Desa Tambiski, Nagajuang Senin (9/1) kemarin, galundung ini awalnya didatangkan dari Pulau Jawa oleh para penambang yang berasal Jawa Barat dan Banten semisal dari Bogor, Pandeglang, Sukabumi dan Tasik Malaya. Dua daerah ini memang banyak yang melakukan kegiatan tambang emas tradisional.
Dalam kegiatan tambang ini, cerita warga, ratusan warga Nagajuang meskipun belum memiliki kemampuan untuk menambang, namun mereka dilibatkan oleh penambang yang datang dari Pulau Jawa. Misalnya, membawa karung berisi bebatuan yang mengandung emas seberat sekitar 30-40 kilogram batu per karung dari bukit Sambung ke Desa Humbang 1 yang berjarak sekitar 10 kilometer dengan upah angkut Rp150.000. Yang lain membawanya dari Desa Humbang 1 ke tempat pengolahan atau galundung dengan upah sebesar Rp50.000 per karung.
Besaran nominal inilah yang membuat warga tertarik untuk membantu penambang. Dan dikatakan warga, di Nagajuang itu sendiri ada beberapa orang yang menampung batu biji emas.
Salahseorang warga sekitar, S Nainggolan kepada METRO membenarkan, penambang liar bukan hanya warga setempat, tetapi banyak dari warga luar. Bahkan, penambang itu diduga ada dibakingi oknum aparat.
”Kegiatan tambang ini sudah berjalan sekitar sebulan terakhir ini. Bukan hanya warga Nagajuang saja, tetapi banyak warga dari luar Nagajuang, bahkan polisi juga sering masuk,” katanya.
Kapolres Madina, AKBP Achmad Fauzi Daliumunthe SIK saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, senin (9/1) membantah Polres membackingi penambangan liar di Nagajuang dan Hutabargot. Hanya saja Kapolres mengaku, mungkin ada beberapa yang membandel ikut naik ke atas.
”Tidak ada personel Polres yang membacking kegiatan tambang liar di Hutabargot atau di Nagajuang, yang naik memang mungkin saja ada, itupun personil yang bandel,” ujarnya.
Dilanjutkannya, pihaknya sendiri sebenarnya terkendala dalam penertiban tambang liar ini akibat tidak adanya tanggapan dari Pemkab Madina. Karena, selama ini Pemkab belum terlihat serius menangani tambang liar ini, sementara masyarakat bebas melakukan kegiatan tambang tersebut.
”Tak mungkinlah kita bertindak tegas bagi penambang yang jumlahnya sangat besar itu, sementara pemerintah sendiri terlihat tidak serius menanggapi kondisi ini. Dan sore ini (Senin 9/1, red) rencananya seluruh muspida akan mengadakan rapat dengan Bupati atas kondisi ini,” jelasnya. (wan/mer.metrotabagsel)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Marhata-Hata Dalam Upacara Marhorja di Nagari Kota Nopan, Rao Utara, Pasaman (2-selesai)

    Marhata-Hata Dalam Upacara Marhorja di Nagari Kota Nopan, Rao Utara, Pasaman (2-selesai)

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      2) Pelengkap dalam Marhorja (Pernikahan) Ada empat jenis bahan dan hewan penting di dalam perlengkapan marhorja yaitu: pira manuk na nihobolan (telur ayam), manuk (ayam), hambeng (kambing), dan horbo (kerbau). Tingkat mangupa dalam marhorja kecil dan mendasar paling sedikit harus memenuhi bahan penting sebutir telur ayam, tingkat kedua harus mengandung ayam, tingkat ketiga harus […]

  • MEMBEDAH VISI MISI CALON BUPATI MADINA

    MEMBEDAH VISI MISI CALON BUPATI MADINA

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    (Sudut Pandang Ekonomi) Oleh: Abdul Mujib Nasution, S.HI, M.SI Pengantar Dalam hal pencapaian suatu tujuan di perlukan suatu perencanaan dan tindakan nyata untuk dapat mewujudkannya, secara umum bisa di katakan bahwa Visi dan Misi adalah suatu konsep perencanaan yang di sertai dengan tindakan sesuai dengan apa yang di rencanakan untuk mencapai suatu tujuan. Dalam kegiatan […]

  • Ikurung Mantong Manuk Tai Inda Ilehen Tuduonna

    Ikurung Mantong Manuk Tai Inda Ilehen Tuduonna

    • calendar_month Sabtu, 25 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Songonima boto natarjadi ikurung manuk tai inda ilehen tuduonna mangamburi boto sada-sada, romuse mantong boto namangoban tudukon, ripur sude manuki, hasidunganna lam-lam dai nisirai, iambangia leng manuk nia hapengani madung manuk nidongan , songon manuk naburnungon doma boto tondo-tondo markareput barimbing nai, ning amangtuai mantong, taldus doma tali nisarusur nia patunda tagina namarkombur dilopo Jarindangi. […]

  • Fix Hanya Dua Pasangan Cakada Madina

    Fix Hanya Dua Pasangan Cakada Madina

    • calendar_month Kamis, 29 Agt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Dr. M. Daud Batubara Dipertengahan masa-masa pemilihan umum untuk legislatif yang lalu, tebaran bau pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Madina sepertinya mulai tercium. Wanginya telah semerbak di lopo (kedai kopi), yang sampai saat ini bagi orang Mandailing, lopo merupakan episentrum bersosialisasi dalam banyak hal yang berhubungan dengan masyarakat di Madina. Bahkan tidak terlalu keliru […]

  • 2011, biaya persalinan gratis

    2011, biaya persalinan gratis

    • calendar_month Jumat, 15 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Tahun 2011 masyarakat Sumatera Utara kembali akan mendapatkan pelayanan kesehatan gratis. Pemerintah akan memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi penghuni panti asuhan, penghuni lembaga pemasyarakatan (lapas), korban bencana alam dan biaya persalinan tanpa kecuali di 2011 nanti. Kepala Bidang Kepesertaan Jamkesmas, Kamaru Zaman, mengatakan untuk penghuni panti sosial, mereka tidak mempunyai kartu Jamkesmas, tapi […]

  • Forwakot Gelar Diskusi Dampak Pergaulan Bebas

    Forwakot Gelar Diskusi Dampak Pergaulan Bebas

    • calendar_month Selasa, 11 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online )- Forum Wartawan Kota (Forwakot) Panyabungan menggelar serial diskusi bertema Dampak Pergaulan Bebas dan Pencegahannya di Taman Kota Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal, Selasa (11/7) siang. Hadir sebagai narasumber Efrida Nasution ,SP Kabid Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak Dinas Sosial Pemerintahan Kabupaten Mandailing Natal dan Ust Raja Ritonga, Lc., MA Pemerhati Sosial […]

expand_less