Senin, 20 Apr 2026
light_mode

Penambang Emas Liar Marak di Nagajuang

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 10 Jan 2012
  • print Cetak

Penambangan liar (ilegal mining) semakin menggila maraknya di Madina. Setelah beberapa tahun ini dilakoni ribuan orang di Kecamatan Hutabargot, penambangan emas tanpa izin ini juga marak di Nagajuang.
Informasi yang didapat Metro, banyak dari penambang di Hutabargot yang pindah ke Nagajuang, tepatnya di Sambung Desa Humbang 1, Nagajuang. Tapi, penambang yang pindah ini banyak dari tenaga terlatih yang datang dari pula Jawa, padahal sebagaimana diketahui wilayah atau lokasi yang digunakan itu merupakan izin wilayah kontrak karya yang dimiliki PT Sorikmas Mining (PT SM).
Pantauan METRO, Senin (9/1) di Nagajuang, para penambang liar ini setelah mengambil batu-batuan yang mengandung emas, lalu dibawa ke berbagai tempat semisal di Panyabungan, Hutabargot dan Malintang untuk diolah agar mendapatkan butiran-butiran emas halus dengan menggunakan galundung, yang berguna sebagai kilang emas kecil.
Dan dari penuturan sejumlah warga yang ditemui METRO di Desa Tambiski, Nagajuang Senin (9/1) kemarin, galundung ini awalnya didatangkan dari Pulau Jawa oleh para penambang yang berasal Jawa Barat dan Banten semisal dari Bogor, Pandeglang, Sukabumi dan Tasik Malaya. Dua daerah ini memang banyak yang melakukan kegiatan tambang emas tradisional.
Dalam kegiatan tambang ini, cerita warga, ratusan warga Nagajuang meskipun belum memiliki kemampuan untuk menambang, namun mereka dilibatkan oleh penambang yang datang dari Pulau Jawa. Misalnya, membawa karung berisi bebatuan yang mengandung emas seberat sekitar 30-40 kilogram batu per karung dari bukit Sambung ke Desa Humbang 1 yang berjarak sekitar 10 kilometer dengan upah angkut Rp150.000. Yang lain membawanya dari Desa Humbang 1 ke tempat pengolahan atau galundung dengan upah sebesar Rp50.000 per karung.
Besaran nominal inilah yang membuat warga tertarik untuk membantu penambang. Dan dikatakan warga, di Nagajuang itu sendiri ada beberapa orang yang menampung batu biji emas.
Salahseorang warga sekitar, S Nainggolan kepada METRO membenarkan, penambang liar bukan hanya warga setempat, tetapi banyak dari warga luar. Bahkan, penambang itu diduga ada dibakingi oknum aparat.
”Kegiatan tambang ini sudah berjalan sekitar sebulan terakhir ini. Bukan hanya warga Nagajuang saja, tetapi banyak warga dari luar Nagajuang, bahkan polisi juga sering masuk,” katanya.
Kapolres Madina, AKBP Achmad Fauzi Daliumunthe SIK saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, senin (9/1) membantah Polres membackingi penambangan liar di Nagajuang dan Hutabargot. Hanya saja Kapolres mengaku, mungkin ada beberapa yang membandel ikut naik ke atas.
”Tidak ada personel Polres yang membacking kegiatan tambang liar di Hutabargot atau di Nagajuang, yang naik memang mungkin saja ada, itupun personil yang bandel,” ujarnya.
Dilanjutkannya, pihaknya sendiri sebenarnya terkendala dalam penertiban tambang liar ini akibat tidak adanya tanggapan dari Pemkab Madina. Karena, selama ini Pemkab belum terlihat serius menangani tambang liar ini, sementara masyarakat bebas melakukan kegiatan tambang tersebut.
”Tak mungkinlah kita bertindak tegas bagi penambang yang jumlahnya sangat besar itu, sementara pemerintah sendiri terlihat tidak serius menanggapi kondisi ini. Dan sore ini (Senin 9/1, red) rencananya seluruh muspida akan mengadakan rapat dengan Bupati atas kondisi ini,” jelasnya. (wan/mer.metrotabagsel)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketika Koruptor dan Kapitalisme Berdisco di Atas Penderitaan Rakyat Batahan (bagian 1)

    Ketika Koruptor dan Kapitalisme Berdisco di Atas Penderitaan Rakyat Batahan (bagian 1)

    • calendar_month Jumat, 15 Jul 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Esai : Dahlan Batubara Pemimpin Redaksi Mandailing Online Birokrat yang korup membutuhkan perusahaan jahat. Perusahaan jahat membutuhkan birokrat korup. Keduanya adalah mahluk-mahluk ganas, mahluk-mahluk lapar. Keduanya membutuhkan mangsa. Mangsa itu adalah rakyat, rakyat yang lemah, rakyat yang bodoh, rakyat yang buta undang-undang. …………………………………………………………………………………………………………………………………….. Korporasi atau perusahaan yang berjalan di dalam ruh kapitalisme hanya memiliki satu […]

  • Atikah dan Sektor Ekonomi

    Atikah dan Sektor Ekonomi

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan : Dahlan Batubara Banyak yang dapat disimpulkan dari hasil bincang-bincang antara Atika Azmi Utammi Nasution, B.AppFin, MFin dengan kalangan pers, kemarin. Kegiatan bincang-bincang di restaurant Dapoer Nenek, Panyabungan, Senin (9/3/2020). Membahas banyak sektor penting di Mandailing Natal (Madina), tentang potensi, kendala, tantangan dan peluang-peluangnya ke depan. Terutama sektor ekonomi, sosial, pemerintahan, daya saing, kompetitif […]

  • Bupati Simalungun Bantah Suap Hakim MK

    Bupati Simalungun Bantah Suap Hakim MK

    • calendar_month Senin, 13 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIMALUNGUN : Jopinus Ramli (JR) Saragih yang terpilih sebagai Bupati Simalungun periode 2010-2015, membantah telah melakukan penyuapan terhadap hakim di Mahkamah Konstitusi (MK) terkait gugatan Pemilukada Kabupaten Simalungun beberapa waktu lalu. Sebelumnya, JR Saragih diduga telah menyuap hakim di MK, Akil Mochtar sebesar RP 1 miliar dalam bentuk dolar yang diberikan melalui supir pribadinya, Purwanto. […]

  • Aksara Mandailing Butuh Pelestarian

    Aksara Mandailing Butuh Pelestarian

    • calendar_month Selasa, 25 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – Aksara tulak-tulak sebagai jati diri orang Mandailing harus dilestarikan semua pihak. Sebab aksara tulak-tulak merupakan produk kebudayaan etnis Mandailing. “Dari 7 jenis aksara yang ada di Indonesia, salah satunya adalah aksara Mandailing yakni aksara tiulak-tulak. Sementara bahasa Mandailing merupakan salah satu bahasa dari 746 bahasa di Indonesia,” ujar budayawan Mandailing, Muhammad […]

  • Tak Berkategori

    KPK datangkan tukang kunci ke rumah bupati Madina

    • calendar_month Rabu, 15 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, (Mandailing Online) – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendatangkan tukang kunci ke rumah Bupati Mandailing Natal (Madina) Hidayat Batubara di Jalan Sei Asahan No 76 Medan, yang mereka geledah, Selasa (14/5) petang. Namun, si tukang kunci tidak berhasil membuka kunci lemari di rumah itu. “Saya kemari dipanggil mereka (KPK). Saya disuruh buka pintu lemari […]

  • Polri Kantongi Ciri Pelaku Tragedi Lapas Sleman

    Polri Kantongi Ciri Pelaku Tragedi Lapas Sleman

    • calendar_month Rabu, 27 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta (MO) – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) sudah mengantongi ciri-ciri para pelaku bersenjata laras panjang dan bertopeng dalam penyerangan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Cebongan, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (23/3). “Jelas kita sudah punya info itu dari keterangan saksi, cuma kita belum bisa sampaikan kepada publik karena akan digunakan lagi untuk penyelidikan. Itu […]

expand_less