Rabu, 22 Apr 2026
light_mode

Konflik Lahan Warga Tapus Vs PT.M3 Ditangani Poldasu

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 24 Mar 2015
  • print Cetak

 

LINGGA BAYU (Mandailing Online) – Konflik antara warga Kelurahan Tapus,  Kecamatan Lingga Bayu, Mandailing Natal (Madina) versus PT. Madina Madani Mining (M3) soal klaim lahan di kelurahan itu mulai ditangani Polda Sumut.

Lahan itu seluas 4 hektar berada di sisi timur Kelurahan Tapus. Menurut warga, lahan itu merupakan tanah adat dan memiliki sertifikat yang dipercayakan pengelolaannya kepada Koperasi Rimbo Tuo, dan sudah memiliki tanaman sawit.

Tetapi, lahan itu belakangan diklaim oleh pihak PT.M3 sebagai asset perusahaan. Kondisi ini memicu konflik antara warga kelurahan Tapus dengan PT.M3.

Salah satu pengurus Koperasi Rimbo Tuo, Arifin usai melakukan peninjauan lokasi dengan personil Polda Sumatera Utara.kepada wartawan, Senin (23/3) menyatakan harapannya sangketa lahan itu bisa selesai agar tak terjadi bentrok antara awrag dengan karyawan PT.M3.

“Kita berharap agar penyelesaian sengketa lahan ini dapat segera selesai karena dikhawatirkan akan terjadi bentrok fisik. Sementara jelas lahan tersebut milik masyarakat Kelurahan Tapus dibuktikan dengan sertifikat,” katanya.

Sementara itu kuasa hukum masyarakat Kelurahan Tapus, Dr.H.Amir Hamzah,SH,MH di tempat terpisah mengatakan, bahwa hasil dari peninjauan lokasi bersama itu disepakati bahwa kedua pihak untuk sementara waktu tidak mengkelola lahan yang disengketakan sebelum ada keputusan dari pengadilan.

“Artinya jika PT. M3 terbukti menang di pengadilan maka kami masyarakat Tapus dengan berlapang dada untuk tidak lagi mengkelola lahan tersebut, akan tetapi jika masyarakat yang berhak untuk mengekelola lahan tersebut kita berharap agar PT.M3 juga harus angkat kaki dari lahan yang disengketakan,” katanya.

Untuk itu, sebagai kuasa hukum masyarakat, Amir Hamzah beraharap sebelum persoalan ini selesai maka antar kedua belah pihak untuk tidak beraktivitas di lahan yang disengketakan agar tidak menciptakan konplik yang berkepanjangan, karena masyarakat Tapus jugalah nantinya yang menjadi korban.

Sementara itu, Konfirmasi belum diperoleh dari pihak PT.M3. Humas PT M3, Darno yang dikonfirnasi via telefon seluler maupun SMS, Selasa (24/3) belum ada jawaban.

 

Peliput : Maradotang Pulungan

Editor  : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelaku Tambang Emas Ilegal Mulai Garap Kawasan Perkebunan PT PSU di Natal

    Pelaku Tambang Emas Ilegal Mulai Garap Kawasan Perkebunan PT PSU di Natal

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA||Mandailing Online- Aktifitas tambang emas ilegal di Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) mulai merambah ke kawasan aset pemerintah. PT.Perkebunan Sumatera Utara ( PT.PSU ) kebun patiluban di Kecamatan Natal menjadi lahan subur bagi pelaku tambang Belasan alat berat jenis excavator milik penambang dilaporkan telah merubah perkebunan tersebut menjadi areal tambang emas ilegal. Meski Polisi […]

  • Jadwal Ujian Seleksi TKD Cpns Kab. Mandailing Natal Tahun 2014

    Jadwal Ujian Seleksi TKD Cpns Kab. Mandailing Natal Tahun 2014

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Jadwal Ujian Seleksi TKD Cpns Kab. Mandailing Natal Tahun 2014. Ruang I. (Sesi II) Hari : Jumat, Pukul : 13.30 s/d 15.30 wib Tanggal : 12 desember 2014   NO.   RUANG UJIAN   NO. PESERTA   NAMA PESERTA 1 BKD MANDAILING NATAL Gedung SGB 1 52132000373 WENNY KHOLILAH 2 BKD MANDAILING NATAL Gedung SGB 1 […]

  • Tunggakan Raskin Tabagsel Capai Rp 1,6 M

    Tunggakan Raskin Tabagsel Capai Rp 1,6 M

    • calendar_month Rabu, 18 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    P. Sidimpuan, Tunggakan Beras Miskin (Raskin) yang belum dibayarkan lima kabupaten/kota se-Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) kepada Badan Urusan Logistik (Bulog) Subdivre IV Padangsidimpuan mencapai Rp 1,6 miliyar. Demikian disampaikan Kepala Bulog Subdivre IV Kota P.Sidimpuan Maidana Siregar melalui Kasi Pelayanan Publik Rifmad Hasibuan, kepada wartawan di kantor Bulog Subdivre IV P.Sidimpuan, Jalan Sisingamangaraja Kota P. […]

  • NasDem Ogah Bela Mantan Sekjen yang Jadi Tersangka Kasus Suap

    NasDem Ogah Bela Mantan Sekjen yang Jadi Tersangka Kasus Suap

    • calendar_month Sabtu, 17 Okt 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Partai NasDem tampaknya sudah tak mau bersentuhan lagi dengan Patrice Rio Capella dan kasus suap penanganan perkara di Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Tinggi Sumut yang menjeratnya. Buktinya, partai pimpinan Surya Paloh itu ogah memberi bantuan hukum kepada sang mantan sekretaris jenderal. Ketua DPP NasDem, Taufik Basari mengatakan, pihaknya tidak mungkin memberi bantuan hukum […]

  • Kadistan Madina Minta Petani Segera Tanam Ulang Setelah Masa Panen. Kenapa ?

    Kadistan Madina Minta Petani Segera Tanam Ulang Setelah Masa Panen. Kenapa ?

    • calendar_month Kamis, 5 Okt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kepala Dinas Pertanian Mandailing Natal (Madina) Siar Nasution Meminta para petani di wilayah Madina agar tak berlama lama untuk segera melakukan tanam ulang guna menghindari dampak Fenemona El Nino. El Nino kata Kadis dapat berdampak terhadap sektor pertanian. Beberapa dampaknya adalah, kekeringan, gangguan musim tanam, banyaknya penyakit dan hama tanaman, penurunan […]

  • 2 Anak Dibacok, 1 Tewas, 1 Kritis

    2 Anak Dibacok, 1 Tewas, 1 Kritis

    • calendar_month Selasa, 17 Nov 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAMBANGAN (Mandailing Online) : Dua anak-anak dibacok seorang pria di Kecamatan Tambangan, Mandailing Natal (Madina). Satu tewas, satu kritis. Itu terjadi di Desa Tambangan Simangambat, Minggu sore (15/11). Pembacokan diduga dilakukan Syahril alias Wawa (25) yang ditengarai mengalami stres. Korban tewas bernama M.Yakup alias Dede (6) warga Desa Tambangan Simangambat. Sedangkan yang kritis bernam Mairajo […]

expand_less