Jumat, 4 Sep 2026
light_mode

3.167 KK di Madina tanpa listrik

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 27 Sep 2010
  • print Cetak

PANYABUNGAN – Sungguh memprihatinkan nasib 3.167 kepala keluarga (KK) di 20 desa di Kabupaten Mandailing Natal hingga kini belum menikamti listrik baik jaringan PT PLN maupun pembangkit tenaga diesel (PLTD).

Sehingga warga terpaksa menggunakan lampu teplok dan bagi yang warga yang mampu membeli mesin genset untuk menerangi rumahnya.

Desa-desa yang belum teraliri listrik ini rata-rata memiliki jarak sekitar 5 hingga 40 kilometer dari desa yang sudah memiliki jaringan PLN. Kemudian jalan ke desa-desa tersebut belum bisa dilalui kendaraan roda empat, sehingga pihak PT PLN Mengakui kesulitan mengangkut bahan menuju lokasi.

Masih banyaknya desa yang belum terjangkau aliran listrik ini, tentunya dapat dibayangkan bagaimana kehidupan warga yang umumnya terpencil ini, karena mereka sudah puluhan tahun mengeluh akibat tidak ada listrik.

Yang paling menyedihkan, anak-anak sekolah di desa-desa terpencil ini hanya menggunakan lampu teplok (lampu minyak tanah) untuk belajar di rumah dan jika tidur digantungkan di dinding rumah.Setiap hari, beginilah keadaan warga di 20 desa itu.

Apalagi bagi warga miskin yang tidak sanggup beli genset, derita ini terpaksa ditanggung yang entah kapan berakhir.

Berdasarkan data diperoleh di Pemkab Madina, 20 desa yang belum tersentuh aliran listrik ini meliputi Desa Sopo Batu di Kecamatan Panyabungan Kota, Aek Nabara di Kecamatan Panyabungan Timur, Aek Marian dan Gunungtua di Kecamatan Kotanopan.

Desa Aek Manggis, Aek Holbung, Lubuk Bondar, Banjar Melayu, Guo Batu dan Lubuk Samboa di Kecamatan Batang Natal. Kemudian desa Pulau Tamang di Kecamatan Batahan dan sembilan desa lainnya terdapat di Kecamatan Muara Batang Gadis, yakni Desa Manuncang, Hutarimbaru, Ranto Panjang, Lubuk Kapundung I,Lubuk Kapundung II,Panunggulan, Tagilang Julu, Sale Baru dan Suka Makmur.

Mengingat hal itu, untuk memudahkan jaringan listrik masuk ke desa-desa terpencil tersebut, sudah sepantasnya pihak Pemprovsu melalui Dinas Pertambangan membuka mata lebar yakni dengan memprogramkan langkah prioritas kedepan yaitu dengan melakukan pendistribusian jaringan penerangan PLTS (Perusahaan Listrik Tenaga Surya).

Karena bisa diyakini bahwa manfaat PLTS tidak memerlukan bahan bakar minyak (BBM), hanya menggunakan sinar matahari yang gratis, sehingga dapat dimanfaatkan di daerah terpencil untuk kepentingan sarana penerangan warga dan keperluan rumah tangga lainnya.

Pengakuan warga yang memiliki mesin genset, setiap hari mereka harus menyediakan 5 hingga 10 liter solar untuk menghidupkan mesin gensetnya selama semalaman.

Editor: WAHYU HIDAYAT
sumber:waspada

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nisat Siddiq calon kuat pimpin PAN

    Nisat Siddiq calon kuat pimpin PAN

    • calendar_month Selasa, 14 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Didukung 19 dari 23 PAC PAN Madina, Nisat Siddiq menjadi kandidat terkuat sebagai Ketua DPD PAN Kabupaten Mandailing Natal (Madina) periode 2010-2015 pada Musda PAN IV pada 26 Desember 2010. Kesembilan belas PAC menyerahkan dukungan penuh, yakni PAC Panyabungan Kota dengan 24 ranting, Panyabungan Utara 8 ranting, Panyabungan Barat 9 ranting, Panyabungan Timur […]

  • Jelang Idhul Adha ; Pemko Sidimpuan Perketat Pengawasan Hewan Kurban

    Jelang Idhul Adha ; Pemko Sidimpuan Perketat Pengawasan Hewan Kurban

    • calendar_month Selasa, 9 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    P. Sidimpuan, Menjelang hari raya Idhul Adha Pemerintah Kota (Pemko) Padangsidimpuan memperketat pengawasan penjualan hewan kurban khususnya yang didatangkan dari luar daerah. “Tindakan itu kita lakukan, untuk mensterilisasi hewan kurban diperjual-belikan di kota Salak, “ujar Sekretaris Daerah (Sekda) P.Sidimpuan Sarmadhan Hasibuan kepada Analisa di Kantor Walikota setempat, Senin (8/11). Dikatakan, hewan ternak yang masuk ke […]

  • DPRD Siantar Dinilai Mandul

    DPRD Siantar Dinilai Mandul

    • calendar_month Kamis, 28 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIANTAR- Berbagai masalah yang terjadi di DPRD Siantar memunculkan penilaian bahwa lembaga legislatif itu mandul dalam melaksanakan peran. Kepada METO, Rabu (27/10) Ketua Studi Otonomi Politik dan Demokrasi (SoPO), Christian Silitonga mengatakan, sikap DPRD yang tidak menjalankan fungsi dan tugas sebagai lembaga legislatif menjadikan lembaga itu dianggap tidak penting dalam pelaksanaan pemerintahan. Christian mengatakan, seharusnya […]

  • Musda Golkar Madina, H. Aswin Terpilih Aklamasi

    Musda Golkar Madina, H. Aswin Terpilih Aklamasi

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – H. Aswin Parinduri terpilih secara aklamasi untuk memimpin kembali DPD Partai Golkar Kabupaten Mandailing Natal (Madina) priode 2020-2025. Aklamasi itu berlangsung pada Musyawarah Daerah (Musda) ke-VI DPD Partai Golkar Madina, Rabu (26/8/2020) di Aula Hotel Abara, Panyabungan. Aswin merupakan calon tunggal di Musda itu. Dengan demikian Aswin akan menjadi ketua DPD Golkar […]

  • Proyek Fisik Dinilai Tak Berkualitas, Kepercayaan Masyarakat Kepada Pemkab Madina Menurun

    Proyek Fisik Dinilai Tak Berkualitas, Kepercayaan Masyarakat Kepada Pemkab Madina Menurun

    • calendar_month Jumat, 12 Agt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kepercayaan masyarakat sangat menurun kepada Pemkab Mandailing Natal terkait mayoritas proyek fisik yang dinilai selalu berkualitas bobrok. Proyek-proyek fisik termasuk rabat beton, dek irigasi, dek jalan, pengaspalan yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah dinilai mutunya sangat amburadul. “Contohnya rabat beton, baru 10 bulan dibangun sudah pecah-pecah. Kualitas apa itu. Aspal juga tak […]

  • Gepeng Menjamur

    Gepeng Menjamur

    • calendar_month Senin, 19 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Keberadaan gelandangan dan pengemis (gepeng) bahkan orang gila (orgil) mulai terlihat dan semakin menjamur di Gunung Tua, Padang Bolak, Paluta. Keberadaan mereka sangat mengganggu ketenteraman masyarakat. Menjamurnya gepeng dan orgil ini membuat pemandangan kurang baik. Pasalnya mereka terlihat di tepat-tepat keramaian, pusat pasar, jalanan dengan wajah dan dandanan yang kurang beretika dan jotok. Dikhawatirkan apabila […]

expand_less