Jumat, 16 Okt 2026
light_mode

Merantau ke Semenanjung Malaysia

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 20 Jul 2012
  • print Cetak

Pengukuhan kekuasaan colonial di Madina menimbulkan guncangan budaya yang kedua setelah kehadiran Paderi di Madina. Guncangan yang paling menonjol ialah menurunnya marwah raja-raja setempat. Pengadilan sebagai satu lembaga yang merupakan ujud sahala harajaon telah diambil alih oleh penguasa colonial.
Sehingga charisma raja-raja terus pudar lebih-lebih setelah mereka digaji dan diberi tugas sebagai pemungut belasting, pajak, dikalangan rakyatnya sendiri.
Keadaan itu berlangsung sampai pada dasawarsa kedua abad XX. Banyk raja-raja yang merasa terteka, karena target jumlah pungutan pajak itu tidak mudah dicapai. Ada di antara raja-raja itu yang terpaksa meninggalkan Madina terus merantau ke Tano Doli, Tanah Deli, bahkan ke Semenanjung Malaya.

Flora, nama samaran Kepala Kuria Tamiang, Sutan Kumala Bulan, menulis di Pewarta Deli edisi I Juni 1917, bahwa ada beberapa Kepala Kuria yang dipecat karena dianggap tidak cakap menjalankan tugasnya. Pemecatan itu disebabkan para Kepala Kuria itu tidak mampu mencapai target setoran pajak kepada penguasa colonial. Salah seorang di antara Kepala Kuria itu, Mangaraja Gunung Mandailing, Kepala Kuria Hutasiantar, yang karena malu atas pemecatan itu menjual harta bendanya, kemudian hijrah ke Negeri Perak di Semenanjung Malaya dan hidup dalam keadaan yang sederhana di sana (Said, 198?:143).

Yang menarik perhatian adalah migran Mandailing di Tanah Semenanjung pada abad XIX dipimpin oleh raja-raja dan tokoh-tokoh masyarakat, Namora Natoras. Mereka meninggalkan kampong halaman yang rusuh terus. Para tokoh itu adalah antara lain: Raja Asal, Raja Bilah, Sutan Puasa, Raja Brayun [sic], Raja Barnang, Raja Othman [sic], Raja Ira [sic], Samaripun, Imam Perang Raja Berungun [sic], Imam Peri Seri Handalan, Panglima Raja,Panglima Muda Segara, Imam Perang Sebaghdad, Panglima Muda dan Imam Perang Malim. Banyak orang Mandailing yang kini berdiam di Malaysia adalah keturunan para migrant awal itu, termasuk diantaranya Abdu-Razzaq Lubis, pemerhati social budaya Mandailing yang berdiam di Pulau Pinang (Lubis, 2001:61).

Kerja paksa yang disebut rodi dialami penduduk Madina. Pekerja paksa dari Sihepeng memerlukan waktu 2,5 hari berjalan kaki untuk mencapai tempat rodi. Para suami pergi, sedangkan isteri harus membayar pajak dan kerja paksa untuk Burgerlijke Openbare Werken. Hal ini antara lain diungkapkan oleh Flora di dalam tulisannya yang dimuat harian Pewarta Deli tanggal 25 April 1917 (Said, 198?: 106).

Patut dicatat satu prestasi gemilang keturunan perantau Mandailing di Malaysia, ialah posisi yang diraih oleh Tun Haji Abdul Aziz bin Haji Abdul Majid Fakta menunjukkan bahwa setiap perantau memiliki kelebihan di bandingkan dengan rata-rata masyarakat yang ditinggalkannya dan masyarakat yang di datanginya. Kelebihan itu antara lain etos kerja yang ditampilkan dalam kemauan bekerja keras, cita-cita yang tinggi untuk memperbaiki mutu kehidupan, ketegaran menegakkan kebenaran, patriotisme, kepemimpinan, lebih mengutamakan orientasi masa depan, berpikir kritis, ulet, berjiwa pelopor, berani, suka belajar, mampu mengadaptasi nilai-nilai baru, inventif, adaptif, religius, hemat, arif dan bijaksana. Kepribadian seperti itu kelak menampilkan orang Mandailing sebagai contoh teladan di kalangan warga masyarakat yang didatanginya. Sejarah perkembangan masyarakat Melayu modern di Malaysia telah membuktikan hal itu.(MO/MP/red)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • MARSIDAO-DAO (episode 13)

    MARSIDAO-DAO (episode 13)

    • calendar_month Senin, 4 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Nanisuratkon : Dahlan Batubara I Huta Donok, ima na madung pukul 9 manyogot, Si Siti langka tingon bagas. Igoruksa pintu ni bagas i dohot labi-labi namenek, anak ni labi-labi nai ipajopkonsa i toru ni batu na adong ilambung pat ni tangga bagas i. Madung mamboto do daganak ni ia ima Si Poso boti […]

  • Mulai Besok, Guru TKS di Madina Terima Gaji 7 Bulan

    Mulai Besok, Guru TKS di Madina Terima Gaji 7 Bulan

    • calendar_month Senin, 7 Nov 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Mulai besok, Selasa (8/11/2022) para guru status honorer TKS di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut, akan memperoleh gaji 7 bulan. “Saya sudah menandatangani surat pencairan gaji guru honorer atau TKS. Saat ini sedang proses di Dinas Keuangan. Insa Allah besok sudah bisa dicairkan, pencairnya kita rapel 7 bulan sekaligus sampai bulan […]

  • 2 Karyawan Freeport Tewas Kecelakaan di Timika, Diduga Diserang

    2 Karyawan Freeport Tewas Kecelakaan di Timika, Diduga Diserang

    • calendar_month Sabtu, 9 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jayapura, Dua karyawan PT Freeport Indonesia (PTFI) tewas dalam kecelakaan di luar wilayah operasi Freeport di Timika, Papua. Diduga ada serangan tembakan terhadap mobil yang mereka kendarai. Kedua korban meninggal yakni Security Manager PTFI Daniel Mansawan serta Jensub Security PTFI Aris Siregar. Jenazah saat ini sementara diotopsi di Rumah Sakit Umum Timika. Ramdani Sirait, juru […]

  • PKS Madina Bagikan Bahan Pangan kepada Warga

    PKS Madina Bagikan Bahan Pangan kepada Warga

    • calendar_month Minggu, 30 Okt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – DPD PKS Mandailing Natal, Sumut, membagikan ratusan paket bahan pangan kepada warga, Ahad (30/10/2022). Bahan pangan berjenis sayur mayur, cabai dan bawang. Tiap paket satu jenis bahan. Pembagian dilakukan para kader dan pengurus PKS kepada warga yang melintas di jalan raya, depan sekretariat DPD PKS Kabupaten Mandailing Natal, Jl. Willem […]

  • Jalan Rusak Parah di Hutabargot

    Jalan Rusak Parah di Hutabargot

    • calendar_month Rabu, 10 Apr 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    HUTABARGOT (Mandailing Online) – Jalan raya Kecamatan Hutabargot, Mandailing Natal, rusak parah, sulit dilalui kenderaan. Pantauan Mandailing Online, Rabu (10/4/2019), badan jalan di titik Desa Huta Bargot Dolok hingga Huta Bargot Nauli kondisinya rusak parah. Aspalnya nyaris tak terlihat lagi menyisakan bebatuan dan tanah. Berdasar keterangan warga, kondisi itu sudah lebih dua tahun, menyebabkan sulitnya […]

  • Hanura Madina Buka Pendaftaran Calbup

    Hanura Madina Buka Pendaftaran Calbup

    • calendar_month Senin, 29 Apr 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – DPC Partai Hanura Mandailing Natal (Madina), Sumut, membuka penjaringan bakal calon bupati/wakil bupati dalam rangka Pilkada Madina 2024. Demikian disampaikan Ketua DPC Partai Hanura Madina, H. Fahrizal Efendi Nasution didampingi Sekretaris, Dahlan Batubara di Posko Pemenangan Pilkada Hanura Madina, Senin (29/4). Pembukaan pendaftaran secara resmi dibuka pada Senin (29/4/2024) di Posko […]

expand_less