Senin, 17 Agu 2026
light_mode

Kampoeng Kaos Madina Tampilkan Kekayaan Daerah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 29 Nov 2010
  • print Cetak


Panyabungan. Meski baru beberapa bulan berdiri namun pasar Kampoeng Kaos Madina (KKM) sudah merambah ke luar daerah bahkan luar Propinsi Sumatera Utara (Sumut).
KKM yang dikelola oleh generasi muda Mandailing Natal (Madina) di Jalan Jambu Lintas Timur Sipolu-polu Kecamatan Panyabungan ketika dijambangi MedanBisnis, Minggu (21/11) terlihat sibuk mempersiapkan pesanan dari berbagai pihak maupun untuk persediaan. Disain t-shirt yang menampilkan gambar-gambar kekayan Madina baik budaya, kesenian daerah maupun tempat parawisata lainnya cukup diminati.

Kumpulan generasi muda di bawah pimpinan/menejer Amaluddin ini awalnya dari keinginan untuk menyalurkan bakat terpendam dalam diri mereka. Sehingga terbentuklah Kampoeng Kaos Madina meskipun awalnya banyak rintangan.

“Berdirinya KKM ini tahun 2009 dengan nama Maulana Production dan berubah menjadi Kampoeng Kaos Madina pada pertengahan tahun 2010. Dengan tekad yang kuat dan dukungan dari kawan-kawan kami mulai mengelolanya secara profesional,” ujar Amaluddin.

Setelah KKM berdiri, mereka menjain kerja sama dengan berbagai pihak seperti PT Caladi Lima Sembilan Bandung dan BTPN (Bank Tabungan Pensiunan Nasional).

“Selain di beberapa kabupaten/kota di Sumut pemasarannya juga sudah sampai ke Pekan Baru, Sumatera Barat, serta di Hotel Payaloting Internasional,” terang Amal.

Dikatakan, selain disain t-shirt mereka juga mulai membuat batik ala Madina dengan motif gordang sambilan dan bagas godang Mandailing. “Selain itu, kami juga menyediakan berbagai buah tangan muali dari miniatur Bagas Godang, Gordang Sembilan, mainan kunci, dan gelas antik dengan tetap fokus pada kekayaan bumi Mandailing,” jelasnya.

Untuk saat ini kata dia, jumlah karyawan berjumlah 25 tenaga kerja yang terdiri dari 15 karyawan tetap dan 10 karyawan lepas. “Memang setiap usaha pasti ada kendala, begitu juga dengan KKM ini masih terkendala dalam permodalan dan kurangnya perhatian pemerintah daerah. Begitupun kami tetap memiliki semangat,” ujarnya.

Disebutkan, pihaknya ditawari Sekretaris Dewan Kerajinan Sumut untuk mengikuti pameran seni di Penang Malaysia awal tahun 2011 mendatang.

Dijelaskan Amaluddin, baru-baru ini lokasi mereka dikunjungi istri Bupati Madina yang tertarik dengan karya-karya mereka. “Selain itu, karyawan beberapa perusahan yang ada di daerah juga sudah membeli kaos KKM dan beberapa buah tangan lainnya untuk dibawa sebagai oleh-oleh,” terangnya.

Hasan Fuad Ray, seorang perantau mengaku bangga atas ide kreatif generasi muda Madina ini. Apalagi kualitas kaos yang ditawarkan dan hasil desainya bisa bersaing karena itu pemda harus memberikan dukungan. (Zamharir rangkuti)
Sumber : Medan Bisnis

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • HUT RI, Istana Negara Undang Gordang Sambilan

    HUT RI, Istana Negara Undang Gordang Sambilan

    • calendar_month Sabtu, 4 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Pemerintah RI secara resmi mengundang kelompok Gordang Sambilan dari Mandailing dalam rangka pertunjukan pada HUT RI di istana negara, Jakarta. Memenuhi itu, grup Gordang Sambilan dari Kecamatan Ulu Pungkut, Mandailing Natal (Madina) bertolak hari ini Sabtu (4/8)dari Panyabungan ke Jakarta. Sobir Lubis, aktifis lembaga kesenian Sian Huta kepada Mandailing Online, Sabtu (4/8) […]

  • Sarjana, Syarat CPNS Guru

    Sarjana, Syarat CPNS Guru

    • calendar_month Minggu, 14 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pemkab Tapanuli Selatan menerima 229 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2010. Dari jumlah tersebut, sebanyak 103 formasi untuk tenaga kependidikan, 51 tenaga kesehatan, dan 75 tenaga tekhnis. Untuk tenaga kependidikan atau guru, syaratnya harus sarjana (S1). “Kalau formasi guru mulai SD sampai SMA-sederajat, semuanya harus S1. Untuk tamatan DIII diterima seperti untuk tenaga keperawatan, […]

  • Pemkab Jangan Sibuk Ajari Kepdes Tidak Korupsi, Tapi Harus Serius Dorong Dana Desa Untuk Infrastruktur Ekonomi

    Pemkab Jangan Sibuk Ajari Kepdes Tidak Korupsi, Tapi Harus Serius Dorong Dana Desa Untuk Infrastruktur Ekonomi

    • calendar_month Rabu, 31 Agt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah daerah harus mendorong seluruh pemerintah desa untuk menggunakan Dana Desa bagi pembangunan  infrastruktur ekonomi. “Pemkab jangan hanya fokus mengajari kepala desa cara untuk tidak korupsi. Kepala desa tidak akan mengkorupsi Dana Desa jika oknum-oknum di pemerintah kabupaten tidak macam-macam,” kata Mariot Dalimunte kepada Mandailing Online di pasar Panyabungan, Rabu (31/8). […]

  • Kejari di Madina Pulihkan Keuangan Negara 200 juta Dari Kasus Korupsi Dana Desa

    Kejari di Madina Pulihkan Keuangan Negara 200 juta Dari Kasus Korupsi Dana Desa

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ): Kejaksaan Negeri Mandailing Natal (Kejari Madina) berhasil melakukan pemulihan keuangan negara sebesar Rp 200 juta dari total kerugian negara dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan anggaran Dana Desa Tanjung Medan, Kecamatan Muara Sipongi, tahun anggaran 2023. Kegiatan ini diketahui dan diarahkan langsung oleh Plt. Kajari Madina, Yos A Tarigan, […]

  • Revitalisasi Kebudayaan Mandailing (2-selesai)

    Revitalisasi Kebudayaan Mandailing (2-selesai)

    • calendar_month Minggu, 21 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    (Mengenang Z Pengaduan Lubis) Pusat Revitalisasi Kebudayaan Mandailing Sebenarnya gagasan untuk mendirikan Pusat Revitalisasi Kebudayaan Mandailing sudah muncul 14 tahun yang lalu ketika kami mendirikan Yayasan Pengkajian Budaya Mandailing (YAPEBUMA) dengan mengumpulkan kurang lebih 90 orang mahasiswa Mandailing dan didukung oleh beberapa orang donator yang benar-benar mencintai kebudayaan Mandailing dan ingin mengangkatnya kembali ke permukaan […]

  • 26 Angota DPRD Madina Usulkan Hak Interpelasi Kepada Bupati

    26 Angota DPRD Madina Usulkan Hak Interpelasi Kepada Bupati

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebanyak 26 anggota DPRD Mandailing Natal (Madina) dari berbagai fraksi berbeda akhirnya secara resmi mengajukan usul hak interpelasi kepada Bupati Dahlan Hasan Nasution terkait kondisi Kabupaten Madina serta pengelolaan pemerintahan yang dinilai banyak masalah.   Dokumen usul hak interpelasi ini diterima langsung oleh Wakil Ketua DPRD Madina, Arminsyah Batubara […]

expand_less