Rabu, 22 Apr 2026
light_mode

Kampoeng Kaos Madina Tampilkan Kekayaan Daerah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 29 Nov 2010
  • print Cetak


Panyabungan. Meski baru beberapa bulan berdiri namun pasar Kampoeng Kaos Madina (KKM) sudah merambah ke luar daerah bahkan luar Propinsi Sumatera Utara (Sumut).
KKM yang dikelola oleh generasi muda Mandailing Natal (Madina) di Jalan Jambu Lintas Timur Sipolu-polu Kecamatan Panyabungan ketika dijambangi MedanBisnis, Minggu (21/11) terlihat sibuk mempersiapkan pesanan dari berbagai pihak maupun untuk persediaan. Disain t-shirt yang menampilkan gambar-gambar kekayan Madina baik budaya, kesenian daerah maupun tempat parawisata lainnya cukup diminati.

Kumpulan generasi muda di bawah pimpinan/menejer Amaluddin ini awalnya dari keinginan untuk menyalurkan bakat terpendam dalam diri mereka. Sehingga terbentuklah Kampoeng Kaos Madina meskipun awalnya banyak rintangan.

“Berdirinya KKM ini tahun 2009 dengan nama Maulana Production dan berubah menjadi Kampoeng Kaos Madina pada pertengahan tahun 2010. Dengan tekad yang kuat dan dukungan dari kawan-kawan kami mulai mengelolanya secara profesional,” ujar Amaluddin.

Setelah KKM berdiri, mereka menjain kerja sama dengan berbagai pihak seperti PT Caladi Lima Sembilan Bandung dan BTPN (Bank Tabungan Pensiunan Nasional).

“Selain di beberapa kabupaten/kota di Sumut pemasarannya juga sudah sampai ke Pekan Baru, Sumatera Barat, serta di Hotel Payaloting Internasional,” terang Amal.

Dikatakan, selain disain t-shirt mereka juga mulai membuat batik ala Madina dengan motif gordang sambilan dan bagas godang Mandailing. “Selain itu, kami juga menyediakan berbagai buah tangan muali dari miniatur Bagas Godang, Gordang Sembilan, mainan kunci, dan gelas antik dengan tetap fokus pada kekayaan bumi Mandailing,” jelasnya.

Untuk saat ini kata dia, jumlah karyawan berjumlah 25 tenaga kerja yang terdiri dari 15 karyawan tetap dan 10 karyawan lepas. “Memang setiap usaha pasti ada kendala, begitu juga dengan KKM ini masih terkendala dalam permodalan dan kurangnya perhatian pemerintah daerah. Begitupun kami tetap memiliki semangat,” ujarnya.

Disebutkan, pihaknya ditawari Sekretaris Dewan Kerajinan Sumut untuk mengikuti pameran seni di Penang Malaysia awal tahun 2011 mendatang.

Dijelaskan Amaluddin, baru-baru ini lokasi mereka dikunjungi istri Bupati Madina yang tertarik dengan karya-karya mereka. “Selain itu, karyawan beberapa perusahan yang ada di daerah juga sudah membeli kaos KKM dan beberapa buah tangan lainnya untuk dibawa sebagai oleh-oleh,” terangnya.

Hasan Fuad Ray, seorang perantau mengaku bangga atas ide kreatif generasi muda Madina ini. Apalagi kualitas kaos yang ditawarkan dan hasil desainya bisa bersaing karena itu pemda harus memberikan dukungan. (Zamharir rangkuti)
Sumber : Medan Bisnis

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • MARSIDAO-DAO (episode 47)

    MARSIDAO-DAO (episode 47)

    • calendar_month Rabu, 14 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Nanisuratkon : Dahlan Batubara Laing ikusandarkon dadaboru ni Muklan i do sibuk ni Si Siti tu indorana painte becak masin marobanna. Dadaboru ni Mahlil margoso palagut parabiton ni Siti nangkan obanon tu ruma sakit. Si Rahim iambit ombar balok ni alai. Poso-poso na manjalahi becak i, marlojong maripas tu dalan godang an. Dung […]

  • Polisi Asal Madina Wafat Usai Amankan Demo di Kendari

    Polisi Asal Madina Wafat Usai Amankan Demo di Kendari

    • calendar_month Senin, 11 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KENDARI (Mandailing Online) – Satu personil polisi asal Madina, meninggal dunia usai mengamankan aksi demonstrasi mahasiswa yang berujung bentrok di depan kantor DPRD Sulawesi Tenggara, Senin (11/4/2022). Nama almarhum adalah Ipda Imam Agus Husein, Perwira Unit Detasemen Gegana Brimob Polda Sultra. “Keluhannya dia sesak napas. Jam 3 setengah 4 dia dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara,” […]

  • Bupati Madina Harus Tinggalkan Sikap Individual

    Bupati Madina Harus Tinggalkan Sikap Individual

    • calendar_month Senin, 8 Agt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN  (Mandailing Online) – Bupati Madina Dahlan hasan Nasution dihimbau merubah gaya kepemimpinan dari individual menjadi kolektifitas. Himbauan itu disuarakan tokoh Mandailing Natal (Madina), Irwan Hamdani Daulay,S.Pd menyikapi berbagai kondisi Madina saat ini, terutama berlanjutnya penanganan hukum kasus dugaan penipuan uang oleh bupati Madina Dahlan Hasan Nasutuion kepada keluarga H. Tajuddin Pardosi. “Sepertinya pak Dahlan […]

  • DPR dorong pemerintah beri sanksi pada Australia-AS

    DPR dorong pemerintah beri sanksi pada Australia-AS

    • calendar_month Kamis, 7 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online)- Penyadapan yang dilakukan oleh Australia dan Amerika Serikat (AS) terhadap Indonesia, harus disikapi dengan keras oleh Indonesia. Tidak cukup hanya peringatan, tapi harus dengan sanksi tegas. Anggota Komisi I DPR (membidangi luar negeri, hankam, kominfo) Susaningtyas mengatakan, sikap tegas pemerintah Indonesia terhadap kedua negara, harus diberikan. Apalagi, pada Kamis (7/11) hari ini […]

  • Jika 11 Ranperda Gagal, Pembangunan Bisa Melambat

    Jika 11 Ranperda Gagal, Pembangunan Bisa Melambat

    • calendar_month Selasa, 16 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kepala Bagian Hukum dan Organisasi Pemkab Mandailing Natal (Madina) Alamulhaq Daulay SH mengaku belum mengetahui terjadinya penundaan pembahasan 11 Ranperda di DPRD Madina. “Saya belum mengetahui adanya penundaan itu, namun yang jelas saat ini 11 ranperda itu telah kita serahkan kepada Baleg DPRD Madina, sekarang tergantung orang itu,” kata Alamulhaq, Selasa […]

  • Jumlah Penerima Raskin Untuk Madina Tak Berubah

    Jumlah Penerima Raskin Untuk Madina Tak Berubah

    • calendar_month Jumat, 7 Mar 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Jumlah keluarga miskin yang mendapat beras miskin (raskin) di Mandailing Natal (Madina) tahun tidak ada perubahan dengan tahun 2013. Tetap sebanyak 29.856 kepala keluarga. Data itu berdasarkan SK Bupati Madina Nomor:511.1/191/K/2014 tahun 2014 yang dilansir Pemkab Madina, Rabu (5/3/2014). “Jika kita lihat dari pagu raskin yang akan disalurkan dalam waktu dekat, […]

expand_less