Senin, 15 Jun 2026
light_mode

Kampoeng Kaos Madina Tampilkan Kekayaan Daerah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 29 Nov 2010
  • print Cetak


Panyabungan. Meski baru beberapa bulan berdiri namun pasar Kampoeng Kaos Madina (KKM) sudah merambah ke luar daerah bahkan luar Propinsi Sumatera Utara (Sumut).
KKM yang dikelola oleh generasi muda Mandailing Natal (Madina) di Jalan Jambu Lintas Timur Sipolu-polu Kecamatan Panyabungan ketika dijambangi MedanBisnis, Minggu (21/11) terlihat sibuk mempersiapkan pesanan dari berbagai pihak maupun untuk persediaan. Disain t-shirt yang menampilkan gambar-gambar kekayan Madina baik budaya, kesenian daerah maupun tempat parawisata lainnya cukup diminati.

Kumpulan generasi muda di bawah pimpinan/menejer Amaluddin ini awalnya dari keinginan untuk menyalurkan bakat terpendam dalam diri mereka. Sehingga terbentuklah Kampoeng Kaos Madina meskipun awalnya banyak rintangan.

“Berdirinya KKM ini tahun 2009 dengan nama Maulana Production dan berubah menjadi Kampoeng Kaos Madina pada pertengahan tahun 2010. Dengan tekad yang kuat dan dukungan dari kawan-kawan kami mulai mengelolanya secara profesional,” ujar Amaluddin.

Setelah KKM berdiri, mereka menjain kerja sama dengan berbagai pihak seperti PT Caladi Lima Sembilan Bandung dan BTPN (Bank Tabungan Pensiunan Nasional).

“Selain di beberapa kabupaten/kota di Sumut pemasarannya juga sudah sampai ke Pekan Baru, Sumatera Barat, serta di Hotel Payaloting Internasional,” terang Amal.

Dikatakan, selain disain t-shirt mereka juga mulai membuat batik ala Madina dengan motif gordang sambilan dan bagas godang Mandailing. “Selain itu, kami juga menyediakan berbagai buah tangan muali dari miniatur Bagas Godang, Gordang Sembilan, mainan kunci, dan gelas antik dengan tetap fokus pada kekayaan bumi Mandailing,” jelasnya.

Untuk saat ini kata dia, jumlah karyawan berjumlah 25 tenaga kerja yang terdiri dari 15 karyawan tetap dan 10 karyawan lepas. “Memang setiap usaha pasti ada kendala, begitu juga dengan KKM ini masih terkendala dalam permodalan dan kurangnya perhatian pemerintah daerah. Begitupun kami tetap memiliki semangat,” ujarnya.

Disebutkan, pihaknya ditawari Sekretaris Dewan Kerajinan Sumut untuk mengikuti pameran seni di Penang Malaysia awal tahun 2011 mendatang.

Dijelaskan Amaluddin, baru-baru ini lokasi mereka dikunjungi istri Bupati Madina yang tertarik dengan karya-karya mereka. “Selain itu, karyawan beberapa perusahan yang ada di daerah juga sudah membeli kaos KKM dan beberapa buah tangan lainnya untuk dibawa sebagai oleh-oleh,” terangnya.

Hasan Fuad Ray, seorang perantau mengaku bangga atas ide kreatif generasi muda Madina ini. Apalagi kualitas kaos yang ditawarkan dan hasil desainya bisa bersaing karena itu pemda harus memberikan dukungan. (Zamharir rangkuti)
Sumber : Medan Bisnis

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • KECEWA BERHARAP PADA DEMOKRASI

    KECEWA BERHARAP PADA DEMOKRASI

    • calendar_month Senin, 28 Des 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Alfisyah Guru / tinggal di Medan Masyarakat mulai menunjukkan taringnya. Masyarakat ogah ditipu terus oleh demokrasi melalui berbagai ajang Pilkada-nya. Pemilu dirasakan masyarakat sebagai ajang tipu-tipu untuk naiknya komunitas tertentu dalam kekuasaan yang sedang berjalan. Berbagai laporan kecurangan atas satu pasangan calon mulai dilaporkan. Pada Pilkada Medan tampak laporan dari Ahyar – Salman […]

  • Kopri Pc PMII Madina Pertanyakan SIPP PN Madina yang Lumpuh, Wakil Ketua PN : SIPP Mengalami Masalah sejak April

    Kopri Pc PMII Madina Pertanyakan SIPP PN Madina yang Lumpuh, Wakil Ketua PN : SIPP Mengalami Masalah sejak April

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Natal) – Pengurus Cabang Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri Kabupaten Mandailing Natal (Kopri Pc. PMII Madina) Audensi dengan Pengadilan Negeri Mandailing Natal (Madina) sebab tidak berfungsinya sejumlah fitur penting dalam Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) dengan nomor surat 002.KOPRI-PC-XV.U-01.01.D.-1.06.2025. Kata Devi Rahmasari Ketua Kopri PC PMII Madina. Dalam isi surat tertulis tersebut. […]

  • Legislator minta kapolri nonaktifkan Djoko Susilo

    Legislator minta kapolri nonaktifkan Djoko Susilo

    • calendar_month Kamis, 2 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta, (MO) – ‎​ Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) Ahmad Basarah meminta Kapolri Jenderal Timur Pradopo segera menonaktifkan tersangka kasus Simulator Surat Izin Mengemudi (SIM) Irjen Pol Djoko Susilo dari jabatannya sebagai Gubernur Akademi Kepolisian. “Setuju, setidaknya ada dua pertimbangan yang dapat dijadikan dasar penonaktifan Djoko Susilo. Pertama, […]

  • MARSIDAO-DAO (episode 36)

    MARSIDAO-DAO (episode 36)

    • calendar_month Senin, 15 Agt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

     Novel Mandailing Nanisuratkon : Dahlan Batubara I ari Kamis i, maradian do alak mangomo. Soni muse Si Siti ngada kehe marsidao-dao. Jaru pe songoni, na kehe do ia tu saba pambaenan ni alai i, paampe aek harana nangkan manajak boti manyabur ma alak parsaba. Nibaen nangkan namanajak i, nangkan manajak do ia tingon ancogot santak […]

  • NII Juga Rambah PNS, di Sumut Belum Ditemukan

    NII Juga Rambah PNS, di Sumut Belum Ditemukan

    • calendar_month Sabtu, 30 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA- Seluruh gubernur, bupati dan wali kota hingga camat diminta untuk mengawasi gerak-gerik para pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan masing-masing, jangan sampai terpengaruh ajaran kelompok radikal Negara Islam Indonesia (NII). Perintah Mendagri, Gamawan Fauzi ini menyusul pernyataan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah yang mengaku mendapat laporan adanya anggota NII yang menjadi PNS. “Kita sudah […]

  • Tak Berkategori

    Harga Kakao Naik, Produksi Turun

    • calendar_month Selasa, 7 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Harga biji kakao di tingkat petani mengalami kenaiakan dalam seminggu terakhir. Tetapi produksi justru menurun akibat curah hujan yang tinggi. Saat ini harganya sudah di level 17.500 hingga 18.000 rupiah per kilo gram. Pekan lalu sempat di kisaran 15.000 per kilo gram. Tingginya curah hujan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dalam […]

expand_less