Jumat, 15 Mei 2026
light_mode

Kampoeng Kaos Madina Tampilkan Kekayaan Daerah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 29 Nov 2010
  • print Cetak


Panyabungan. Meski baru beberapa bulan berdiri namun pasar Kampoeng Kaos Madina (KKM) sudah merambah ke luar daerah bahkan luar Propinsi Sumatera Utara (Sumut).
KKM yang dikelola oleh generasi muda Mandailing Natal (Madina) di Jalan Jambu Lintas Timur Sipolu-polu Kecamatan Panyabungan ketika dijambangi MedanBisnis, Minggu (21/11) terlihat sibuk mempersiapkan pesanan dari berbagai pihak maupun untuk persediaan. Disain t-shirt yang menampilkan gambar-gambar kekayan Madina baik budaya, kesenian daerah maupun tempat parawisata lainnya cukup diminati.

Kumpulan generasi muda di bawah pimpinan/menejer Amaluddin ini awalnya dari keinginan untuk menyalurkan bakat terpendam dalam diri mereka. Sehingga terbentuklah Kampoeng Kaos Madina meskipun awalnya banyak rintangan.

“Berdirinya KKM ini tahun 2009 dengan nama Maulana Production dan berubah menjadi Kampoeng Kaos Madina pada pertengahan tahun 2010. Dengan tekad yang kuat dan dukungan dari kawan-kawan kami mulai mengelolanya secara profesional,” ujar Amaluddin.

Setelah KKM berdiri, mereka menjain kerja sama dengan berbagai pihak seperti PT Caladi Lima Sembilan Bandung dan BTPN (Bank Tabungan Pensiunan Nasional).

“Selain di beberapa kabupaten/kota di Sumut pemasarannya juga sudah sampai ke Pekan Baru, Sumatera Barat, serta di Hotel Payaloting Internasional,” terang Amal.

Dikatakan, selain disain t-shirt mereka juga mulai membuat batik ala Madina dengan motif gordang sambilan dan bagas godang Mandailing. “Selain itu, kami juga menyediakan berbagai buah tangan muali dari miniatur Bagas Godang, Gordang Sembilan, mainan kunci, dan gelas antik dengan tetap fokus pada kekayaan bumi Mandailing,” jelasnya.

Untuk saat ini kata dia, jumlah karyawan berjumlah 25 tenaga kerja yang terdiri dari 15 karyawan tetap dan 10 karyawan lepas. “Memang setiap usaha pasti ada kendala, begitu juga dengan KKM ini masih terkendala dalam permodalan dan kurangnya perhatian pemerintah daerah. Begitupun kami tetap memiliki semangat,” ujarnya.

Disebutkan, pihaknya ditawari Sekretaris Dewan Kerajinan Sumut untuk mengikuti pameran seni di Penang Malaysia awal tahun 2011 mendatang.

Dijelaskan Amaluddin, baru-baru ini lokasi mereka dikunjungi istri Bupati Madina yang tertarik dengan karya-karya mereka. “Selain itu, karyawan beberapa perusahan yang ada di daerah juga sudah membeli kaos KKM dan beberapa buah tangan lainnya untuk dibawa sebagai oleh-oleh,” terangnya.

Hasan Fuad Ray, seorang perantau mengaku bangga atas ide kreatif generasi muda Madina ini. Apalagi kualitas kaos yang ditawarkan dan hasil desainya bisa bersaing karena itu pemda harus memberikan dukungan. (Zamharir rangkuti)
Sumber : Medan Bisnis

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Kata Jubir KPK Terkait Pengeledahan di Madina

    Ini Kata Jubir KPK Terkait Pengeledahan di Madina

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA-Mandailing Online : Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) sejak jum”at 4/6 2026 melakukan penggeledahan di 2 tempat di Madina. Kediaman Kepala Dinas PUPR Madina Elpianti Harahap di Desa Gunung Tua Panggorengan dan Kantor Dinas PUPR di komplek perkantoran Bupati di bukit payaloting aek godang parbangunan. Penggeledahan tersebut diduga rentetan atas Operasi Tangan (OTT) pengusaha/kontraktor […]

  • Ironi Negeri Hukum, Aparat Penegak Hukum Langgar Hukum

    Ironi Negeri Hukum, Aparat Penegak Hukum Langgar Hukum

    • calendar_month Rabu, 8 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Khadijah Nelly, M.Pd Akademisi dan Pemerhati Sosial Masyakarat   Awal Desember kembali masyarakat Indonesia dihebohkan dengan kasus yang sangat miris dan mengiris hati dengan viralnya kasus oknum polisi yang menghamili dan memaksa pacarnya aborsi hingga berujung pada bunuh diri dari sang korban. Atas kejadian ini, luapan emosi dan keprihatinan netizen ramai diungkapkan di medsos, […]

  • PLN Juga Belum Ada di Desa Batahan, Kotanopan

    PLN Juga Belum Ada di Desa Batahan, Kotanopan

    • calendar_month Jumat, 9 Mei 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – Selain kondisi jalan teramat parah, jaringan PLN juga belum ada di Desa Batahan Kecamatan Kotanopan, Mandailing Natal (Madina). Sektor pendidikan dan kesehatan juga sangat memprihatinkan di desa terisolir tersebut. “Sebetulnya keluhan ini sudah sering kita sampaikan baik itu melalui media, melalui DPRD Madina, akan tetapi nampaknya pembangunan belum terlaksana,” kata tokoh […]

  • Alhamdulillah, 10 Pekerja Asing Arab Saudi Peluk Islam

    Alhamdulillah, 10 Pekerja Asing Arab Saudi Peluk Islam

    • calendar_month Jumat, 7 Feb 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    RIYADH – Enam pria dan empat wanita memutuskan memeluk Islam selama kehadiran Zakhir Naik di King Fahd Cultural Center di Riyadh, Arab Saudi. Soal itu, Naik menilai, keputusan 10 orang tersebut merupakan yang terbaik dan benar. “Anda memilih agama yang benar, satu agama yang merupakan panduan hidup sederhana,” ucap Naik, seperti dilansir Arabnews.com, Jumat (7/1). […]

  • Kartu Indonesia Pintar dari Presiden

    Kartu Indonesia Pintar dari Presiden

    • calendar_month Sabtu, 25 Mar 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      BERSAMA PELAJAR – Presiden Jokowi bersama pelajar di Tapian Sirisiri, Panyabungan, Mandailing Natal, Sumatera Utara, Sabtu (25/3/2017). Selain sejumlah agenda lain, kunjungan Jokowi ke Mandailing Natal ini juga menyerahkan Kartu Indonesia Pintar kepada pelajar. Berdasar data yang diperoleh dari Kementerian Pendidikan, sebanyak 2.690 pelajar tingkat SD, SMP dan SMA yang mendapat KIP, sejumlah diantaranya diserahkan […]

  • 11 Ranperda dan Kemauan Politik

    11 Ranperda dan Kemauan Politik

    • calendar_month Sabtu, 20 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pihak Badan Legislasi (Baleg) DPRD Mandailing Natal (Madina) pertengahan Juli 2013 menyatakan sikap menunda pembahasan 11 Ranperda yang diajukan pemerintah daerah. Alasan yang diusung terkait anggaran dana bagi kegiatan koordinasi atau kunjungan kerja ke Jakarta. Koordinasi atau kunjungan kerja yang dimaksud pihak Baleg DPRD Madina sangat krusial, karena memiliki keterkaitan dengan kebijakan departemen di Jakarta. […]

expand_less