Kamis, 22 Okt 2026
light_mode

Keterlibatan dalam Politik Kewajiban Setiap Muslim

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 13 Okt 2021
  • print Cetak

Oleh: Nahdoh Fikriyyah Islam
Dosen dan Pengamat Politik

Politik merupakan istilah yang masih dianggap sensitif oleh umat Islam mayoritas. Bahkan aktivitas politik juga kerap dipandang sebagai perbuatan yang buruk dan kotor. Pemahaman seperti itu muncul tidak lepas dari fakta yang terlihat dari perilaku para politisi sekarang yang menggandrungi ideologi sekuler-kapitalis maupun sosialis-komunis. Ditengah-tengah hingar bingar dunia perpolitikan, sosok-sosok yang maju sebagai pemimpin adalah mereka para politisi yang memiliki track record rapor merah secara kepribadian. Misalnya korupsi, skandal seksual, penipu, pembohong, dan sebagainya. Ironisnya, kepribadian seperti itu dimiliki mayoritas para politisi di sistem yang menanggalkan aturan Islam seperti kapitalisme dan sosialisme.

Pelaku praktik politik buruk yang nyata terlihat di lapangan tidak memandang agama. Baik muslim maupun non muslim. Padahal seharusnya, jika pelaku politik itu adalah muslim, menunjukkan sikap yang sesuai dengan islam. Namun, apakah kaum muslim sudah sepenuhnya menyadari bahwa teribat dalan politik adalah suatu kewajiban? Bukan semata hanya ajang kompetisi jabatan dan ketenaran?

Syekh Abdul Qadim Zallum menuliskan dalam bukunya Afkar Siyasiyah menuliskan bahwa keterlibatan dalam politik merupakan kewajiban bagi kaum muslim. Karena menurutnya, siyasah (politik) secara lugahwi berarti mengurus urusan ummat yang artinya sama dengan mengurus kepentingan hidup kaum muslim. Dengan kata lain, kepengurusan tersebut seperti penguasa mengatur rakyatnya. Jika salah menurut ajaran Islam dalam mengambil kebijakan, maka rakyat yang menentang kebijakan tersebut merupakan bentuk aktivitas politik dan berarti mengurus umat pula.

Aktivitas menyerukan kebaikan dan melarang kepada kemunkaran kepada penguasa yang lalim merupakan aktivitas mengurusi ummat. Begitu pula bersikap kritis dan berseberangan dengan penguasa tidak lain juga merupakan bentuk aktivitas mengurus ummat dan kepentingannya. Adapun dalil-dalil yang menunjukkan wajibnya terlibat dalam aktivitas politik dalam kitab Afkar Siyasi karya Syeikh Qadim Zallum, yaitu firman Allah swt :

“Alif lam mim. Telah dikalahkan bangsa Romawi di negeri yang terdekat. Dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang dalam tiga sampai sembilan tahun lagi. Milik Allah-lah urusan sebelum dan sesudah kemenangan mereka. Dan hari itu (kemenangan bangsa Romawi) bergembiralah orang-orang beriman”. (TQS Ar-Rum : 14).

Dalam suatu hadist, Rasulullah saw bersabda: “Jihad yang paling utama adalah mengatakan kebenaran (al-haqq) di hadapan penguasa yang zalim”. (HR. Abu Dawud dari Abu Said al-Khudriyy radhiyallahu ‘anhu)

Kemudian, Rasulullah saw bersabda: “Penghulu Syuhada adalah Hamzah Ibn Abdul Muthalib (dan setara dengannya) seseoarng yang berdiri di hadapan penguasa yang lalim, menyerukan untuk berbuat baik dan melarang berbuat kemungkaran. Kemudia ia dibunuh”. (HR. al-Hakim dari Jabir radiyallahu ‘anhu).

Ayat Al-Qur’an dan hadist-hadist tersebut menunjukkan kewajiban bagi kaum muslimin untuk terlibat dalam politik. Perintah dalam hadist tersebut bersifat tegas. Hal ini berarti bahwa Allah swt menuntut kaum muslim dengan tuntutan yang tegas untuk mengurus umat islam, yaitu melibatkan dirinya dalam aktivitas politik.

Keterlibatan dalam politik bertujuan melindungi kaum muslim dari kerusakan akibat tindakan penguasa yang lalim dan musuh-musuh umat. Jarir Ibn Abdulah berkata, ia datang kepada Rasulullah saw dan berkata,

“Aku berbai’at kepadamu atas Islam. Kemudian Rasulullah saw mensyaratkan kepadaku untuk memberi nasehat (an-nush) kepada setiap muslim”. (HR. Bukhari).

Kata “an-nush” pada hadist tersebut bersifat umum, termasuk memberikan nasehat kepada kaum muslimin untuk melindungi mereka dari penguasa yang lalim dan dari musuh-musuh Islam. Hal ini berarti bahwa kaum muslim harus terlibat dalam politik dalam negeri, yaitu senantiasa waspada terhadap kepemimpinan penguasa dalam mengurus kepentingan umat.

Demikian juga dalam politik internasional (politik luar negeri). Kaum muslim harus terlibat dengan selalu waspada terhadap rencana dan tindakan negara-negara kafir yang merugikan dan membahayakan umat.

Aktivitas penguasa terhadap negara-negara lain merupakan bagian dari politik luar negeri suatu negara. Jadi, aktivitas tersebut merupakan bagian yang akan dikoreksi. Kaidah syarat yang menyatakan “sesuatu yang diperlukan untuk memenuhi kewajiban, maka sesuatu itu merupakan kewajiban”. Sehingga jelas dan terbukti bahwa kaum muslim diwajibkan teribat dalam politik dalam dan luar negeri. Keterlibatan kaum muslim sejatinya membuktikan bahwa islam sungguh adalah agama yang sempurna dan way of life manusia. Allahu a’lam bissawab.

(Referensi: Syeikh Abdul Qadim Zallum, Pemikiran Politik Islam, 27 Februari 2017)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelantikan Oji Ganding Menjadi Anggota DPRD Masih Belum Jelas

    Pelantikan Oji Ganding Menjadi Anggota DPRD Masih Belum Jelas

    • calendar_month Senin, 1 Sep 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kehadiran Ali Makmur Nasution alias Oji Ganding di DPRD Mandailing Natal (Madina) untuk pelantikan dan pengambilan sumpah menjadi anggota DPRD Madina besok Selasa (2/9/2014) masih belum jelas. Oji Ganding masih menghadapi kendala izin keluar dari Lembaga Pemasayarakatan Sipapaga Panyabungan, sebab hingga malam ini pihak penjara mengaku belum ada menerima permohonan izin […]

  • Pemprov Sumut Harus Rampungkan Jembatan Pasar V Natal

    Pemprov Sumut Harus Rampungkan Jembatan Pasar V Natal

    • calendar_month Jumat, 18 Okt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara diminta segera merampungkan pembangunan jembatan jalur Natal-Batahan di Mandailing Natal. Pelajar Desa Pasar V dan Pasar VI Natal harus memanjat abutmen jembatan yang belum siap itu untuk tiba di seberang, menuju sekolah. Mereka harus memanjat abutmen jembatan setinggi sekitar 5 meter itu tiap pergi dan pulang […]

  • Camat dan Tokoh Masyarakat Dukung Renegosiasi
    Tak Berkategori

    Camat dan Tokoh Masyarakat Dukung Renegosiasi

    • calendar_month Senin, 29 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Selain Muspida, dukungan juga muncul dari sejumlah camat terhadap upaya renegosiasi kontrak karya PT.Sorikmas Mining bagi menyelesaikan perseteruan antara masyarakat Naga Juang dengan pihak perusahaan. Dalam dokumen deklarasi para camat dan tokoh masyarakat tertanggal 25 April 2013 itu,m pertama, menyatalkan bahwa para tokoh masyarakat dan camat mendukung sepenuhnya upaya yang dilakukan […]

  • DPRD Tapsel Bisa Dipidana

    DPRD Tapsel Bisa Dipidana

    • calendar_month Kamis, 9 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tapsel, Sikap sejumlah anggota DPRD Tapanuli Selatan Periode 2004-2009 yang hingga kini masih membandel dan belum melakukan pengembalian atas tunjangan komunikasi intensif (TKI) dan dana operasional (DO) pimpinan dinilai merupakan perwujudan tindakan melawan hukum. “Pemberian TKI dan DO itu diatur dalam Peraturan Pemerintah 37 Tahun 2006 yang telah direvisi dengan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun […]

  • Bertahun Atap Pasar Baru Panyabungan Hancur, Lantai Tergenang, Pedagang Kecewa

    Bertahun Atap Pasar Baru Panyabungan Hancur, Lantai Tergenang, Pedagang Kecewa

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Atap Pasar Baru Panyabungan gedung sisi belakang, Mandailing Natal (Madina) telah hitungan tahun hancur, namun tak jua diperbaiki. Akibatnya, para pedagang mengeluh. Sejumlah pedagang di lantia II kepada Mandailing Online, Selasa (24/3/2015) mengaku jika hujan turun maka lantai kios dan lantai lorong akan digenangi air. Tak hanya itu, barang dagangan […]

  • Muara Soma Pernah Banjir Setinggi 4 Meter Tahun 1862

    Muara Soma Pernah Banjir Setinggi 4 Meter Tahun 1862

    • calendar_month Selasa, 4 Jan 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sungai Batang Natal pernah meluap luar biasa tahun 1862. Surat kabar Java Bode yang terbit di Batavia masa kolonial, tanggal 15 Januari 1862, memberitakan bencana banjir di Mandailing. Ketinggian air rata-rata 6-7 depa di beberapa titik. Antara Muara Soma dan Sikumbu genangan air sampai 4 meter di atas permukaan jalan. Lima […]

expand_less