Rabu, 12 Agu 2026
light_mode

Paslon Harun-Ichwan Seolah Hanya Diperjuangkan Partai Gerindra

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 15 Nov 2024
  • print Cetak

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor 1 Harun-Ichwan seolah hanya diperjuangkan Partai Gerindra. Pandangan itu muncul, karena selama debat kandidat berlangsung di Sapadia Hall, Gunungtua, Padang Lawas Utara (Paluta) , Kamis (14/11/2024). Paslon ini beberapa kali menyampaikan nama partai itu dan ketua umumnya.

‘Kami di Gerindra’, ‘Partai Gerindra’, adalah frasa yang keluar beberapa kali diucapkan Harun Musthafa. Sementara nama-nama partai pengusung lain seolah penggembira saja, sebab, hanya sekali disebut. Itu pun saat penyampaikan kata-kata penghormatan di awal debat.

Bahkan, dalam beberapa kesempatan, koneksi Harun dengan Prabowo sebagai Ketua Umum Partai Gerindra, dijadikan solusi dalam pembangunan Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Dalam kesempatan tiga menit itu, Harun sepertinya terlalu semangat menjual nama Prabowo, sehingga hanya bisa menyampaikan visi dan poin pertama misi. Kedekatan atau yang dia disebut koneksi, seolah menjadi solusi dari seluruh permasalah di Madina.

Dari partai pendukung Paslon itu, Partai Golkar bisa disebut yang paling miris. Bagaimana tidak, calon wakil bupati Ichwan adalah bendahara DPD Partai Golkar Sumatera Utara. Di kabupaten ini, partai beringin memiliki enam kursi dan hanya kalah dari Partai Gerindra yang punya tujuh kursi.

Hal lain yang membuat miris adalah tidak disebutnya nama Musa Rajekshah sebagai kawan dekat Harun. Peluang itu ada dengan menggandeng jabatan yang bersangkutan sebagai ketua DPD Partai Golkar Sumut. Padahal, sebelum debat nama tersebut sering muncul dalam berita peningkatan citra Paslon Harun-Ichwan.

Ijeck, panggilan akrab Musa Rajekshah, sebagai ketua MPW Pemuda Pancasila Sumut sudah menginstruksikan MPC Pemuda Pancasila Madina untuk mendukung dan memenangkan Paslon ini. Selain itu, foto Ijeck dan Harun beberapa kali dijadikan sebagai foto utama pada berita yang bertujuan meningkatkan elektabilitas Harun-Ichwan.

Namun, sepertinya dukungan penuh itu tidak cukup untuk diingat Harun. Jangankan nama pribadi anggota Komisi I DPR RI itu, nama partainya pun luput dari ingatan Harun.

Hal yang sama terjadi pada partai pengusung dan pendukung lainnya. Ketika isu yang menyatakan Harun tidak lulus SMA, Ketua DPD PAN Madina Nisad Sidik menjadi salah satu yang pertama memberikan kesaksian dan klarifikasi. Sama seperti Golkar, nama partai ini pun hanya sekali disebut, yakni saat kata penghormatan. (rel)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Irwan : Berpikirlah Dengan Rasional Bukan Emosional

    Irwan : Berpikirlah Dengan Rasional Bukan Emosional

    • calendar_month Selasa, 8 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    MEDAN, – Menanggapi ungkapan dari beberapa media yang memberitakan Mahfud MD mengancam balik Irwan H Daulay. Dalam berita tersebut Mahfud MD mengatakan, mengaku siap memidanakan Irwan H Daulay dengan tuduhan pencemaran nama baik, kalau tidak, saya lakukan langkah hukum, silahkan Pak Irwan H Daulay laporkan saya. Ditanggapi Mantan Calon Bupati Mandailing Natal, Irwan H. Daulay […]

  • Caleg Main Uang, Silahkan “Gondang Takar”

    • calendar_month Jumat, 7 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LEMBAH SORIK MARAPI (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal mengingatkan rakyat agar pandai memilih calon DPRD pada Pemilu tahun depan. Bahkan rakyat perlu melakukan “gondang takar” mengusir caleg (calon legislatif) yang datang menawarkan uang agar dia dipilih. Itu diungkapkannya dalam pidato sambutannya pada pelantikan santri kelas VII Angkatan VI Pesantren Roihanul Jannah, Lembah Sorik […]

  • Soal 11 Ranperda, Kini Pemkab Yang Tak Siap

    Soal 11 Ranperda, Kini Pemkab Yang Tak Siap

    • calendar_month Senin, 23 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 7Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pembahasan 11 Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) yang dibahas DPRD Mandailing Natal (Madina) sejak pekan lalu, kini mulai terbentur kendala. Rangkaian pembahasan sempat diskors dua kali karena pemerintah daerah tidak siap mengajukan draf ranperda yang mengacu pada ketentuan UU Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan serta Permendagri Nomor 53 Tahun […]

  • Mandailing Natal Awal Tahun 1900

    Mandailing Natal Awal Tahun 1900

    • calendar_month Selasa, 7 Jun 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan: Askolani Nasution Budayawan Tanggal 11 Januari 1859, Asisten Residen Mandailing Angkola, A.P. Godon pensiun. Ia kemudian digantikan oleh B. Zellner. Tanggal 13 Juni 1860, Zelner digantikan oleh W.A. Henny. Mr. Henny kemudian digantikan oleh P. Severijn pada tanggal 10 Desember 1860. Pergantian itu karena Henny diangkat sebagai sekretaris Gubernur Militer Sumatera. Tanggal 29 April […]

  • Karikatur Penghinaan Terhadap Nabi Muncul Lagi, Buah Kebebasan Demokrasi?

    Karikatur Penghinaan Terhadap Nabi Muncul Lagi, Buah Kebebasan Demokrasi?

    • calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Mariani Siregar, M.Pd.I Dosen Pendidikan Islam Sungguh lancang! Sebuah karikatur kembali diduga telah melecehkan dan menghina Islam. Pasalnya, ilustrasui karikatur tersebut menggambarkan dua sosok yang berjabat tangan di langit dengan latar belakang bersenjata. Sosok yang diilustrasikan diduga kuat mengarah pada dua Nabiyullah, yaitu Muhammad saw dan Musa as. Karikatur pelecehan tersebut dimuat oleh salah […]

  • KPK tak percayai Polri dan kejaksaan

    KPK tak percayai Polri dan kejaksaan

    • calendar_month Minggu, 23 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO) – Permintaan KPK untuk mempergunakan tahanan TNI sebagai tempat bagi koruptor patut dipertanyakan. Padahal, rumah tahanan Polri dan kejaksaaan masih banyak yang kosong. Dengan demikian patut dicurigai, bahwa KPK tidak lagi mempercayai Polri dan kejaksaan. Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Nasir Djamil menilai bahwa KPK tidak percaya lagi dengan lembaga kepolisian dan […]

expand_less