Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Tepatkah Penghentian Pelayanan Poliklinik di Tengah Pandemi?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 30 Agt 2020
  • print Cetak

Pasca Dokter Spesialis di RSU Panyabungan Terjangkit Covid-19


Oleh: Novida Sari
Ketua Muslimah Peduli Generasi Kabupaten Mandailing Natal

Salah seorang dokter spesialis kandungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panyabungan Positif Covid-19. Hal ini menyebabkan belasan tenaga medis RSUD Panyabungan menjalani tes swab. Mereka yakni dokter, bidan hingga perawat yang melakukan kontak langsung dengan dokter LD. Dokter yang bertugas di bagian Poliklinik Kebidanan. Direktur RSUD Panyabungan, Bidasari Siregar mengatakan, hasil tes swab dokter spesialis kandungan tersebut keluar pada Jumat (28/8/2020). Selain itu, saat ini, pihak RSUD Panyabungan juga menghentikan seluruh pelayanan poliklinik hingga 14 hari ke depan. (inewssumut.id, 29/8/2020)

Mandailing Natal yang sebelumnya dinyatakan sebagai zona hijau untuk wilayah pandemi covid-19 kemungkinan akan berganti dengan adanya penambahan pasien positif dari pihak RSUD Panyabungan. Meskipun pihak RSUD telah menerapkan program new normal yang diharuskan oleh Pemerintah, ternyata penambahan kasus baru penderita Covid-19 bertambah. Ini menambah daftar penambahan penderita covid-19 yang kian merangkak di angka 169.000 jiwa di Indonesia.

Kalaulah kita telisik lebih jauh, langkah awal Pemerintah tidaklah tepat dalam mengambil kebijakan mencegah masuknya covid-19 ke Indonesia. Ketika covid-19 muncul pertama kali di akhir tahun 2019 hingga akhir Januari 2020 di Cina. Pemerintah justru tidak mengambil sikap dan kebijakan lockdown atas turis yang berasal dari China. Malah beberapa wilayah seperti Pemerintah Daerah Sumatera Barat malah menerima 174 wisatawan asal Kunming, China dan disambut langsung oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan Sekda Alwis dan pemangku kepentingan terkait. (detiknews.com, 26/1/2020).

Padahal negara lain seperti Italia, menahan 6.000 wisatawan di atas kapar pesiar di pelabuhan Italia yang terletak di kota Civitavecchia pada kamis (30/1/2020) disebabkan kekhawatiran dua penumpang asal China yang berada di atas kapal mengidap virus corona (kompas.com, 31/1/2020), penghentian sementara visa kedatangan untuk warga cina oleh Filipina (Tempo.com, 28/1/2020) hingga penangguhan sementara visa bagi jemaah haji dari sejumlah negara untuk sementara waktu di Arab Saudi (bbc.com, 27/2/2020).

Islam sesungguhnya telah memberi solusi yang benar dalam berbagai persoalan manusia. Sebagai din yang sempurna, berasal dari dzat yang Maha Sempurna pasti ada penyelesaian dalam Islam. Sebagaimana firman Allah, “Kami turunkan kepadamu al-Kitab (Alquran) untuk menjelaskan segala sesuatu.” (TQS An-Nahl [16]:89).

Bahkan penyelesaian Islam bukanlah penyelesaian yang asal-asalan, tapi sesuai fakta, tuntas, pendekatan manusiawi sesuai dengan fitrahnya. Ditegaskan Allah Subhanahu wa Ta’ala, “Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah seruan Allah dan Rasul, apabila Dia menyerumu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu.” (TQS Al Anfaal [8]:24).

Desain kesehatan yang digali dari Islam meniscayakan dalam penyelesaian Islam terwujudnya dua tujuan pokok penanggulangan pandemi dalam waktu singkat.

Pertama, menjamin terpeliharanya kehidupan normal di luar areal terjangkit wabah. Kedua, memutus rantai penularan secara efektif, yang tercepat sehingga setiap orang tercegah dari bahaya infeksi dan keadaan yang mengantarkan pada kematian. Karena Islam memandang secara sahih bahwa keselamatan nyawa manusia lebih utama daripada apapun juga termasuk ekonomi, “Hilangnya dunia, lebih ringan bagi Allah dibandingkan terbunuhnya seorang mukmin tanpa hak” (HR At Tirmidzi).

Kedua tujuan pokok ini tercermin pada dua strategi efektif dalam memutuskan rantai penularan wabah.

Prinsip pertama, penguncian areal wabah (lockdown syar’i). Rasulullah Saw bersabda, “Apabila kalian mendengar wabah di suatu tempat, maka janganlah memasuki tempat itu, dan apabila terjadi wabah sedangkan kamu sedang berada di tempat itu, maka janganlah keluar darinya.” (HR Muslim). Ini menandakan bahwa tidak boleh seorang pun yang berada di areal terjangkit wabah keluar darinya. Juga tidak seorang pun yang berada di luar areal wabah memasukinya.

Prinsip ini sangat efektif untuk memutus rantai wabah apalagi terhadap wabah yang belum diketahui dengan baik karakteristik virus dan manivestasi klinisnya, baik dari orang yang terinfeksi dengan gejala maupun tanpa gejala. Dengan prinsip ini, wilayah yang tidak terkena virus akan tercegah dari kasus impor (imported case) sehingga dapat melakukan aktivitas seperti biasa.

Prinsip kedua 3T (Trace, test, and treat/ lacak, uji dan obati). Setiap penyakit dapat disembuhkan, sebagaimana sabda Rasulullah Saw dengan lisannya yang mulia, “Sesungguhnya Allah menurunkan penyakit dan obat, dan diadakan-Nya bagi tiap-tiap penyakit obatnya, maka berobatlah kamu, tetapi janganlah berobat dengan yang haram.” Maka tugas negaralah untuk menemukan obat sesegera mungkin dengan mengembangkan teknologi kedokteran dan medis mutakhir yang berkhidmat pada kemanusiaan.

Rasulullah Saw juga menegaskan, “Sekali-kali janganlah orang yang berpenyakit menular mendekati yang sehat.” (HR Imam Bukhari); “Hindarilah orang yang berpenyakit kusta seperti engkau menghindari singa.” (HR Abu Hurairah).

Kedua hadis ini dapat diimplementasikan antara lain dengan massive testing yang cepat dengan hasil yang akurat kepada setiap orang yang berada di areal wabah. Sebab, mereka semua berpotensi terinfeksi dan berisiko sebagai penular. Selanjutnya, yang positif terinfeksi segera diisolasi dan diobati hingga benar-benar sembuh.

Penghentian penyebaran virus sejatinya bukanlah tugas dari satu pihak saja. Namun sungguh peranan negara sangat besar pengaruhnya dalam menjaga kesehatan dan keselamatan masyarakat. Sinergi fungsi Pemerintah yang sehat dengan memperhatikan konsep kemanusiaan haruslah yang diutamakan. Sehingga penghentian pelayanan kesehatan tidak terjadi.

Situasi pandemi memang sudah terlanjur parah, namun sebenarnya tidak ada kata terlambat dalam menyadari bahwa Islam ternyata memiliki solusi yang komprehensif dan preventif dalam menyelesaikan persoalan bangsa khususnya di tengah pandemi. Sudah seharusnya kita berbangga dengan keislaman yang dimiliki, dan menerapkan setiap ajaran yang terdapat di dalamnya di tiap lini kehidupan. Karena Islam tidak semata-mata hanya ibadah ritualitas belaka.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Apresiasi Terhadap Bupati Madina Terus Mangalir

    Apresiasi Terhadap Bupati Madina Terus Mangalir

    • calendar_month Senin, 25 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Apresiasi terhadap Bupati Madina, Ja’far Sukhairi Nasution terus mengalir menyusul penandatanganan perpanjangan SK honorer dan TKS hari ini. Setidaknya apresiasi itu datang dari pihak legislatif, advokad hingga kalangan pegawai honor. Ketua DPRD Mandailing Natal (Madina) Erwin Efendi Lubis mengapresiasi kearifan Bupati  Ja’far Sukhairi Nasution dan Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution […]

  • Satu Rumah Terbakar di Kayu Jati

    Satu Rumah Terbakar di Kayu Jati

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kebakaran menghanguskan satu unit rumah kediaman Hakim Sihombing di kawasan Banjar Gereja, Kelurahan Kayu Jati, Panyabungan, Mandailing Natal, Jum’at (11/09). Sejumlah warga menyatakan, peristiwa terjadi sekira pukul 08.30 WIB. Kebakaran diduga akibat arus pendek listrik. Saat kejadian, pihak keluarga sedang tidak  berada di rumah, Hakim Sihombing sendiri saat itu dikabarkan berada […]

  • Bupati Saipullah Nasution Minta Ketua Gordang Sambilan Meminta Maaf.Miswar Daulay Nilai Bupati Keliru

    Bupati Saipullah Nasution Minta Ketua Gordang Sambilan Meminta Maaf.Miswar Daulay Nilai Bupati Keliru

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online ): Bupati Mandailing Natal Saipullah Nasution melalui kuasa hukumnya, Achmad Sandry membantah pernyataan Miswaruddin Daulay dalam konferensi pers, Senin lewat (24/11/2025) terkait hutang pada masa kampanye pilkada 2024 lalu. Dikutip dari laman StartNews, Achmad Sandry Kuasa hukum Saipullah Nasution menuding tim gordang sambilan yang diketuai Miswaruddin Daulay telah melanggar asas praduga […]

  • Jalan lingkungan yang dirusak desa tanpa ada pelepasan aset daerah ( ist )

    Skandal Pengrusakan Aset Daerah Oleh Kades Jambur Baru Batang Natal. Usai Lebaran Akan di Proses

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Batangnatal ||Mandailing Online-Kehawatiran Riswan Haedy, Kepala Desa Jambur Baru, Kecamatan Batangnatal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), akan terbongkarnya pengrusakan aset daerah yang dilakukan desa akhirnya terkuak. Pengakuan warga desa mengungkapkan bahwa proyek pembukaan jalan Unte Albung didesanya diduga kuat dikerjakan oleh Kepala Desa sendiri, dengan menggunakan anggaran APBDes tahun 2024 dan 2025. Fakta mengejutkan adalah, proyek […]

  • Kisah Imam Denmark Menemukan Cahaya Islam

    Kisah Imam Denmark Menemukan Cahaya Islam

    • calendar_month Senin, 28 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Reino Arild Pedersen, merupakan imam pertama pengisi khotbah Jumat di Denmark. Ia lebih terkenal dengan nama Abdul Wahid Pedersen, namanya setelah berislam. Siapa sangka, sang imam yang pengetahuan keislamannya luas itu merupakan seoran mualaf. Hingga mengenal Islam, perjalanannya pun tak singkat. Ia menempuh banyak perjalanan hingga mendapat manisnya hidayah. Perjalanannya dimulai saat usianya masih 16 […]

  • Kepala Sekolah Jangan Risau Jabatan, Harus Fokus Mendidik

    Kepala Sekolah Jangan Risau Jabatan, Harus Fokus Mendidik

    • calendar_month Jumat, 17 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kepala Sekolah di Madina jangan merisaukan jabatan. Harus memfokuskan diri meningkatkan kualitas pendidikan. Itu ditekankan Bupati Madina, Ja’far Sukhairi Nasution di hadapan para kepala sekolah se-Madina di acara tausiah kepada para kepala sekolah se-Madina di halaman Dinas Pendidikan Madina, Jum’at (17/12/2021). Dia menegaskan bahwa selaku bupati, tidak pernah terlintas dipikirannya mengutak-atik […]

expand_less