Minggu, 6 Sep 2026
light_mode

Tepatkah Penghentian Pelayanan Poliklinik di Tengah Pandemi?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 30 Agt 2020
  • print Cetak

Pasca Dokter Spesialis di RSU Panyabungan Terjangkit Covid-19


Oleh: Novida Sari
Ketua Muslimah Peduli Generasi Kabupaten Mandailing Natal

Salah seorang dokter spesialis kandungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panyabungan Positif Covid-19. Hal ini menyebabkan belasan tenaga medis RSUD Panyabungan menjalani tes swab. Mereka yakni dokter, bidan hingga perawat yang melakukan kontak langsung dengan dokter LD. Dokter yang bertugas di bagian Poliklinik Kebidanan. Direktur RSUD Panyabungan, Bidasari Siregar mengatakan, hasil tes swab dokter spesialis kandungan tersebut keluar pada Jumat (28/8/2020). Selain itu, saat ini, pihak RSUD Panyabungan juga menghentikan seluruh pelayanan poliklinik hingga 14 hari ke depan. (inewssumut.id, 29/8/2020)

Mandailing Natal yang sebelumnya dinyatakan sebagai zona hijau untuk wilayah pandemi covid-19 kemungkinan akan berganti dengan adanya penambahan pasien positif dari pihak RSUD Panyabungan. Meskipun pihak RSUD telah menerapkan program new normal yang diharuskan oleh Pemerintah, ternyata penambahan kasus baru penderita Covid-19 bertambah. Ini menambah daftar penambahan penderita covid-19 yang kian merangkak di angka 169.000 jiwa di Indonesia.

Kalaulah kita telisik lebih jauh, langkah awal Pemerintah tidaklah tepat dalam mengambil kebijakan mencegah masuknya covid-19 ke Indonesia. Ketika covid-19 muncul pertama kali di akhir tahun 2019 hingga akhir Januari 2020 di Cina. Pemerintah justru tidak mengambil sikap dan kebijakan lockdown atas turis yang berasal dari China. Malah beberapa wilayah seperti Pemerintah Daerah Sumatera Barat malah menerima 174 wisatawan asal Kunming, China dan disambut langsung oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan Sekda Alwis dan pemangku kepentingan terkait. (detiknews.com, 26/1/2020).

Padahal negara lain seperti Italia, menahan 6.000 wisatawan di atas kapar pesiar di pelabuhan Italia yang terletak di kota Civitavecchia pada kamis (30/1/2020) disebabkan kekhawatiran dua penumpang asal China yang berada di atas kapal mengidap virus corona (kompas.com, 31/1/2020), penghentian sementara visa kedatangan untuk warga cina oleh Filipina (Tempo.com, 28/1/2020) hingga penangguhan sementara visa bagi jemaah haji dari sejumlah negara untuk sementara waktu di Arab Saudi (bbc.com, 27/2/2020).

Islam sesungguhnya telah memberi solusi yang benar dalam berbagai persoalan manusia. Sebagai din yang sempurna, berasal dari dzat yang Maha Sempurna pasti ada penyelesaian dalam Islam. Sebagaimana firman Allah, “Kami turunkan kepadamu al-Kitab (Alquran) untuk menjelaskan segala sesuatu.” (TQS An-Nahl [16]:89).

Bahkan penyelesaian Islam bukanlah penyelesaian yang asal-asalan, tapi sesuai fakta, tuntas, pendekatan manusiawi sesuai dengan fitrahnya. Ditegaskan Allah Subhanahu wa Ta’ala, “Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah seruan Allah dan Rasul, apabila Dia menyerumu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu.” (TQS Al Anfaal [8]:24).

Desain kesehatan yang digali dari Islam meniscayakan dalam penyelesaian Islam terwujudnya dua tujuan pokok penanggulangan pandemi dalam waktu singkat.

Pertama, menjamin terpeliharanya kehidupan normal di luar areal terjangkit wabah. Kedua, memutus rantai penularan secara efektif, yang tercepat sehingga setiap orang tercegah dari bahaya infeksi dan keadaan yang mengantarkan pada kematian. Karena Islam memandang secara sahih bahwa keselamatan nyawa manusia lebih utama daripada apapun juga termasuk ekonomi, “Hilangnya dunia, lebih ringan bagi Allah dibandingkan terbunuhnya seorang mukmin tanpa hak” (HR At Tirmidzi).

Kedua tujuan pokok ini tercermin pada dua strategi efektif dalam memutuskan rantai penularan wabah.

Prinsip pertama, penguncian areal wabah (lockdown syar’i). Rasulullah Saw bersabda, “Apabila kalian mendengar wabah di suatu tempat, maka janganlah memasuki tempat itu, dan apabila terjadi wabah sedangkan kamu sedang berada di tempat itu, maka janganlah keluar darinya.” (HR Muslim). Ini menandakan bahwa tidak boleh seorang pun yang berada di areal terjangkit wabah keluar darinya. Juga tidak seorang pun yang berada di luar areal wabah memasukinya.

Prinsip ini sangat efektif untuk memutus rantai wabah apalagi terhadap wabah yang belum diketahui dengan baik karakteristik virus dan manivestasi klinisnya, baik dari orang yang terinfeksi dengan gejala maupun tanpa gejala. Dengan prinsip ini, wilayah yang tidak terkena virus akan tercegah dari kasus impor (imported case) sehingga dapat melakukan aktivitas seperti biasa.

Prinsip kedua 3T (Trace, test, and treat/ lacak, uji dan obati). Setiap penyakit dapat disembuhkan, sebagaimana sabda Rasulullah Saw dengan lisannya yang mulia, “Sesungguhnya Allah menurunkan penyakit dan obat, dan diadakan-Nya bagi tiap-tiap penyakit obatnya, maka berobatlah kamu, tetapi janganlah berobat dengan yang haram.” Maka tugas negaralah untuk menemukan obat sesegera mungkin dengan mengembangkan teknologi kedokteran dan medis mutakhir yang berkhidmat pada kemanusiaan.

Rasulullah Saw juga menegaskan, “Sekali-kali janganlah orang yang berpenyakit menular mendekati yang sehat.” (HR Imam Bukhari); “Hindarilah orang yang berpenyakit kusta seperti engkau menghindari singa.” (HR Abu Hurairah).

Kedua hadis ini dapat diimplementasikan antara lain dengan massive testing yang cepat dengan hasil yang akurat kepada setiap orang yang berada di areal wabah. Sebab, mereka semua berpotensi terinfeksi dan berisiko sebagai penular. Selanjutnya, yang positif terinfeksi segera diisolasi dan diobati hingga benar-benar sembuh.

Penghentian penyebaran virus sejatinya bukanlah tugas dari satu pihak saja. Namun sungguh peranan negara sangat besar pengaruhnya dalam menjaga kesehatan dan keselamatan masyarakat. Sinergi fungsi Pemerintah yang sehat dengan memperhatikan konsep kemanusiaan haruslah yang diutamakan. Sehingga penghentian pelayanan kesehatan tidak terjadi.

Situasi pandemi memang sudah terlanjur parah, namun sebenarnya tidak ada kata terlambat dalam menyadari bahwa Islam ternyata memiliki solusi yang komprehensif dan preventif dalam menyelesaikan persoalan bangsa khususnya di tengah pandemi. Sudah seharusnya kita berbangga dengan keislaman yang dimiliki, dan menerapkan setiap ajaran yang terdapat di dalamnya di tiap lini kehidupan. Karena Islam tidak semata-mata hanya ibadah ritualitas belaka.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • SMA Plus Madina terancam tutup

    SMA Plus Madina terancam tutup

    • calendar_month Sabtu, 25 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sekolah SMA Plus yang selama ini menjadi kebanggaan untuk Kabupaten Mandailing Natal, terancam tutup. Hal ini disebabkan karena tidak bisa lagi membayar gaji ( honor ) para guru – guru yang sudah lima bulan. Ketika dikonfirmasikan Waspada Online, kepada kepala bidang Pendidikan Menengah Umum dan Kejuruan (Dikmenumjur), Dinas Pendidikan Madina, Mustamin, malah lempar bola kepada […]

  • Azimut Runway Bandara Malintang Final

    Azimut Runway Bandara Malintang Final

    • calendar_month Selasa, 7 Jan 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      JAKARTA (Mandailing Online) – Azimut Runway untuk rencana Bandara Bukit Malintang di Mandailing Natal sudah tuntas. Rapat antara Kementerian Perhubungan RI dan Pemkab Madina serta Pemprov Sumut di Jakarta, Selasa (7/1/2020) menghasilkan minimal 2 poin penting. Pertama, penetapan perubahan rotasi azimut runway. Azimut runway adalah sudut putar pada landasan pacu bandara. Kedua, finalisasi penyiapan […]

  • Pungli di Jalur Natal-Panyabungan Sirna, Supir Mampu Berhemat 25.000

    Pungli di Jalur Natal-Panyabungan Sirna, Supir Mampu Berhemat 25.000

    • calendar_month Kamis, 3 Nov 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sejak kampanye anti pungli digulirkan Presiden Jokowi, supir truk di wilayah Mandailing Natal telah mampu menghemat uang. Sejumlah supir truk mengaku, mereka sudah mampu menghemat sekitar 25.000 rupiah dalam rentang perjalanan dari kawasan Pantai Barat hingga kawasan Panyabungan. Pemungut-pemungut uang berpakaian petugas di sejumlah titik antara kawasan Pantai Barat hingga kota […]

  • Jaksa Akan Cek Kesehatan Ali Makmur di RSU Bunda Tamrin

    Jaksa Akan Cek Kesehatan Ali Makmur di RSU Bunda Tamrin

    • calendar_month Kamis, 6 Feb 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – (Mandailing Online) – Kejaksaan Negeri Panyabungan akan segera melakukan pemeriksaan kesehatan Ali Makmur Nasution yang divonis Mahkamah Agung 2 tahun penjara kasus penggelapan kos politik masa Pilkada Madina tempo hari. Kasi Intel Kejari Panyabungan, Muhammad Yusuf diruang kerjanya, Selasa (4/2/2014) menjawab wartawan menyatakan akan segera melakukan pemeriksaan kesehatan Ali Makmur yang dinyatakan sedang […]

  • Tahun 2009, Penderita Malaria di Madina Capai 23.242 Orang

    Tahun 2009, Penderita Malaria di Madina Capai 23.242 Orang

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Angka penderita penyakit malaria yang disebabkan gigitan nyamuk malaria (Aides aegypti) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) pada Tahun 2009 mencapai angka 23.242 pasien sesuai dengan catatan yang berobat pada tiga klinik malaria yang terdapat di daerah itu. Demikian disampaikan Kepala Pusat Penanggulangan Malaria Madina Arifin Fauzi Lubis kepada wartawan, Jum’at (19/11). “Madina merupakan daerah […]

  • PNS harus Tahu Diri dengan Tupoksinya

    PNS harus Tahu Diri dengan Tupoksinya

    • calendar_month Sabtu, 14 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA-Untuk meningkatkan citra dan kinerja Pemkab Madina serta menjawab isu-isu miring terkait bobroknya kinerja aparaturnya, salah satu caranya, pegawainya harus tahu tugas pokok dan fugsi (tupoksi) nya. Dengan adanya persepesi bahwa Pegawai Negeri Sipil (PNS) harus tahu diri dan menghargai tupoksi masing-masing, jelas akan mudah menjalan visi dan misi kepala daerah. Jika PNS tidak tahu […]

expand_less