Kamis, 22 Okt 2026
light_mode

Lapangan Aek Godang Dijual!

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 11 Jan 2012
  • print Cetak

MADINA- Seorang ahli waris H Ali Usman sebagai pemilik lahan seluas kurang lebih 3.000 meter persegi dari total luas 1,4 haktare Lapangan Aek Godang di Panyabungan, Madina, H Nasrun Nasution berencana menjual lahan tersebut.
Saat ini Lapangan Aek Godang dikontrak Pemkab Madina, namun sudah habis masa kontraknya. Rencana menjualnya bagi siapa saja yang berminat tapi juga bisa kepada Pemkab Madina.
Dikatakan H Nasrun Nasution, Senin (9/1), lapangan itu disegel mengingat lapangan itu bukan lagi dikontrak termasuk Pemkab Madina. Dibenarkannya, selama ini lahan tersebut memang dikontrak Pemkab Madina, namun tahun 2012 tidak ada lagi perjanjian kontrak termasuk dengan Pemkab Madina.
Karena, tutur Nasrun, untuk tahun 2011 lalu Pemkab Madina belum membayar kontraknya, begitu juga dengan kontrak tahun 2010. Pemkab hanya membayar sebagian saja.
”Lapangan itu kita segel karena tidak ada lagi perjanjian kontrak dan akan dijual bagi siapa yang berminat. Pemkab sendiri belum membayar sewa untuk tahun 2011, dan sewa tahun 2010 belum dibayarkan semuanya dan akan ditagih nanti. Pemkab bisa saja membeli lahan itu asal ada persesuaian harga,” jelasnya lewat telepon selulernya, Senin (9/1) kemarin.
Disebutkannya, untuk saat ini pihaknya menawarkan harga lahan terbuka itu sebesar Rp750 ribu per meter. Namun, harga itu masih sekedar harga penawaran saja dan masih bisa dilakukan negosiasi.
”Itu masih bisa saja kurang, tergantung kesepakatanlah,” tambahnya seraya menyebutkan tanah milik ayahnya H Ali Usman seluas sekitar kurang lebih 3.000 meter persegi dari total 1,4 hektar tersebut.
Kadis Perhubungan Pemkab Madina, Harlan Batubara SH menjelaskan, Pemkab Madina memang belum membayar sewa kontrak lapangan itu untuk tahun 2011, namun untuk tahun 2010 sudah dibayarkan. Alasan belum membayar sewa 2011 katanya, karena Pemkab berencana untuk membeli lahan itu, namun masih terkendala soal harga.
Karena, terangnya, sesuai dengan ketetapan harga NPJK yang ditentukan maksimum harga beli hanya Rp250 ribu per meter dan lebih dari itu dikhawatirkan akan menjadi temuan penyalahgunaan anggaran sesuai dengan ketentuan undang-undang.
”Kita masih melakukan pendekatan kepada kedua pemilik lahan itu agar harganya bisa berdamai, namun sejauh ini pihak pemilik menawarkan Rp500.000 per meter, sedangkan mengenai sewa kita sudah membayarkan untuk sewa 2010 yang dianggarkan di APBD tahun 2011, sedangkan untuk sewa tahun 2011 tidak dianggarkan mengingat rencana kita untuk membelinya, dan itu sebenarnya tetap akan dibayar,” ujarnya. (wan/mer.metrotabagsel)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berkas Lengkap, Tak Ada Dasar Mendiskualifikasi Saipullah

    Berkas Lengkap, Tak Ada Dasar Mendiskualifikasi Saipullah

    • calendar_month Selasa, 19 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua Komisi Pemilihan Umum Mandailing Natal (KPU Madina) Muhammad Ikhsan Matondang menegaskan pihaknya tidak memiliki dasar untuk mendiskualifikasi calon bupati Madina nomor urut 2, H. Saipullah Nasution, SH, MM, karena semua tahapan verifikasi berkas pencalonannya sudah dinyatakan lengkap. Terkait regulasi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Nagara (LHKPN) Saipullah Nasution, Ikhsan mengatakan KPU […]

  • Misteri Gagal Tender Gedung Baru RSU Madina

    Misteri Gagal Tender Gedung Baru RSU Madina

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Gedung Rumah Sakit Umum (RSU) Madina di bukit Panatapan, Payaloting, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina) kini berdiri terbengkalai menunggu nasib entah kapan dilanjutkan. Mengapa lanjutan pembangunannya terbengkalai? Bagaimana nasib dana 12,7 milyar pasca kegagalan tender tahun 2019? Apa misteri dibalik kegagalan tender itu? Masih segar dalam ingatan kita bahwa pada tahun 2019 yang lalu dilaksanakan tender […]

  • Dianiaya guru, murid SD lumpuh

    Dianiaya guru, murid SD lumpuh

    • calendar_month Senin, 6 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SAYURMATINGGI – Ilhamuddin Lubis, warga Dusun Batu Godang, Desa Bange, Kecamatan Sayurmatinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan, selama tiga tahun harus mengalami kelumpuhan, akibat diduga dianiaya dengan cara dipukul guru kelasnya hingga dia tak dapat bersekolah lagi. Ilhamuddin, anak dari Masruddin Lubis dan Riyanti, keduanya sehari-hari bekerja di kebun milik warga untuk menyadap karet. Ketika ditemui, Yanti […]

  • Narkoba Menyasar Remaja, Salah Siapa?

    Narkoba Menyasar Remaja, Salah Siapa?

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Hadi Kartini Polisi kembali mengungkap hal sangat memprihatinkan yang menyangkut remaja. Dari hasil penggerebekan yang dilakukan oleh polisi di Jalan Kunti, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya, sebanyak 15 pelajar SMP positif menggunakan narkoba setelah melakukan tes urine. Menurut Walikota Surabaya Eri Cahyadi, penyalahgunaan narkoba merupakan kenakalan remaja yang salah satunya karena salah pola asuh orang […]

  • Burhanuddin Siregar Sosok Pengusaha dan Politisi PKS Calon Bupati Madina

    Burhanuddin Siregar Sosok Pengusaha dan Politisi PKS Calon Bupati Madina

    • calendar_month Kamis, 21 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Tak dapat dipungkiri, Kabupaten Mandailing Natal membutuhkan pemimpin dari figur pengusaha, yang memahami cara menggerakkan ekonomi rakyat, pun perekonomian daerah. Karena persoalan yang dihadapi rakyat Madina adalah masalah ekonomi. Dan akan kian mendekati sempurna jika figur pengusaha itu juga memiliki pengalaman sebagai politisi yang memahami belantara birokrasi daerah. Apalagi politisinya dari PKS (Partai Keadilan […]

  • Narasi Deradikalisme Isu Basi Digoreng Kembali

    Narasi Deradikalisme Isu Basi Digoreng Kembali

    • calendar_month Jumat, 18 Feb 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Nuraty S.Pd Ibu rumah tangga, tinggal di Madina   Di tengah panasnya polemik soal pemindahan ibu kota negara (IKN), publik kembali disuguhi narasi soal radikalisme dan terorisme di dunia pesantren, kampus, masjid dan lain sebagainya. Narasi perang melawan radikalisme, terorisme masih terus bergulir dari tahun ke tahun sepertinya tidak pernah selesai. Isu ini terus-menerus […]

expand_less