Sabtu, 6 Jun 2026
light_mode

Anggota DPRD Diminta Tak Main Proyek

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Rabu, 25 Mar 2015
  • print Cetak

SIDIMPUAN – Sejumlah lapisan masyarakat meminta kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Psp untuk tidak terlibat atau bermain proyek pembangunan daerah sesuai dengan yang tercantum dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2015.

Sebab, anggota DPRD memiliki tugas untuk melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan peraturan daerah dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah. Sehingga pelaksanana pembangunan dapat berjalan sesuai dengan yang telah direncanakan.

“Saat ini, Uang Persediaan (UP) untuk Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang sudah selesai Laporan Keuangannya sudah bisa dicairkan, maka dari itu sebagian instansi perlahan-lahan akan menjalankan programnya yang tercantum dalam APBD 2015.

Sehingga perlu ada pengawasan ketat dari lembaga DPRD terkait dengan pelaksanaan pembangunan tersebut.  Dengan begitu, DPRD diminta untuk ada yang terlibat bermain proyek, baik itu proyek fisik maupun pengadaan,” ujar salah seorang Aktivis Kota Psp Harizon Saputra Siregar, kepada Metro Tabagsel, Selasa (3/24).

Harizon menjelaskan, desakan agar DPRD tidak terlibat bermain proyek muncul dari aspirasi masyarakat dengan harapan agar pelaksanaan proyek pembangunan daerah sesuai dengan APBD tahun anggaran 2015 dapat berjalan dengan baik tanpa ada dugaan penyelewengan oleh pihak-pihak tertentu.

Karena, DPRD memilik tugas pengawasan sesuai dengan tupoksinya. Dengan begitu, setiap anggota DPRD dari masing-masing dapil harus pro aktif menjalankan tugasnya ketika pengerjaan proyek pembangunan sudah berlangsung supaya aspirasi masyarakat bisa tersalurkan tepat sasaran.

“Dalam waktu dekat ini, proyek pembangunan daerah tentu akan berlangsung. Dari segala jenis program pembangunan itu sangat diharapkan tidak ada keterlibatan anggota DPRD. Supaya proyek itu berjalan semaksimal mungkin, karena yang melaksanakan pengerjaan itu sudah ada dari pihak kontraktor dan lainnya,” terangnya.

Selain itu, ia juga berharap agar seluruh masyarakat Kota Psp memperhatikan dan mengawasi secara bersama pelaksanan program pembangunan tahun 2015. Itu bertujuan agar program daerah bisa dilaksanakan sesuai dengan isi kontrak dan Rancangan Anggaran Biaya (RAB) sehingga masyarakat dapat merasakan nilai dari pembangunan tersebut.

“Kita juga harus sama-sama perhatikan, dan melihat bagaimana pelaksanaannya. Dengan begitu, secara perlahan kita akan dapat mewujudkan impian daerah yang ingin mewujudkan masyarakat sehat, maju dan sejahtera,” tuturnya.

Sumber : metrosiantar

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kepala UPTD Wilayah I Stabat Apresiasi Pemilik Lahan Kembalikan Kawasan Hutan Lindung Kepada Pemerintah 

    Kepala UPTD Wilayah I Stabat Apresiasi Pemilik Lahan Kembalikan Kawasan Hutan Lindung Kepada Pemerintah 

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Langkat|| Mandailing Online- Kepala UPTD Wilayah I Stabat Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumut, Sukendra Purba, mengaku sangat mengapresiasi pemilik lahan karena di lokasi tanah yang dimilikinya terdapat kawasan hutan lindung. Bahkan pihanya telah menerima surat pernyataan dari Mimpin Ginting selaku pemilik sebahagian lahan kawasan hutan di Desa Bubun, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat. […]

  • Kepala Daerah Abal-Abal

    Kepala Daerah Abal-Abal

    • calendar_month Rabu, 15 Mei 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    *Coretan Ramadan : AMIR HAMDANI NASUTION Aktivis Yayasan Rumah Konstitusi Indonesia   Sekitar empat tahun silam, ada catatan kecil perihal kepala daerah hasil pilkada serentak 2015 yang masih rapi tersimpan dalam jejak digital pribadi. Intinya begini, bahwa kerap terjadi dalam bentangan fakta pasca pilkada di berbagai daerah: rakyat ditinggalkan secara perlahan-lahan oleh pasangan kepala daerah […]

  • Bahasa Mandailing, Sastra Klasik Hingga Masa Kolonial (bagian 1)

    Bahasa Mandailing, Sastra Klasik Hingga Masa Kolonial (bagian 1)

    • calendar_month Jumat, 14 Jan 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Ragam Bahasa Berdasar klasifikasi bahasa yang ditawarkan Slamet Mulyana, Bahasa Mandailing termasuk rumpun bahasa Austronesia. Z. Pangaduan Lubis ada mengemukakan bahwa di dalam bahasa Mandailing terdapat lima ragam bahasa yang masing-masing kosakatanya berbeda satu sama lain yaitu: Hata somal yaitu ragam bahasa yang dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari. Hata andung yaitu ragam bahasa sastra yang dipakai dalam tradisi mangandung […]

  • Pembanguanan Di Madina Timpang Antar Desa

    Pembanguanan Di Madina Timpang Antar Desa

    • calendar_month Senin, 20 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Masyarakat menilai pembangunan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) selama ini tidak merata. Antara satu desa dengan desa lain seperti anak tiri dan anak kandung. Itu terungkap di acara Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) di Kecamatan Siabu, Senin (20/2). Kepincangan ini dinilai masyarakat akibat pola pengambilan keputusan di instansi tingkat kabupaten lebih pada pendekatan […]

  • Lewat Video, Warga Simpang Sordang Sampaikan Aspirasi ke Cabup Harun Mustafa Nasution

    Lewat Video, Warga Simpang Sordang Sampaikan Aspirasi ke Cabup Harun Mustafa Nasution

    • calendar_month Minggu, 3 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan (Mandailing Online ) Sejumlah kaum ibu warga Simpang Sordang, Kecamatan Lingga Bayu mengeluhkan kondisi jalan ke calon Bupati dan wakil Madina nomor urut 1, Harun-Ihcwan lewat postingan rekaman video, Sabtu (2/11/2024). Salah satu warga Siti Salamah mengatakan, kami bermohon kepada Harun Mustafa Nasution untuk membangun jalan menuju RT 4, Desa Simpang Sordang, Kecamatan Lingga […]

  • Lira Medan Minta Penegak Hukum Usut Pembangunan CBD

    Lira Medan Minta Penegak Hukum Usut Pembangunan CBD

    • calendar_month Jumat, 11 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Central Business District (CBD) dibangun di lahan eks Lapangan Golf Polonia, Medan. Saat ini pengerjaannya sedang berlangsung. Namun pembangunan CBD menuai protes dari masyarakat setempat dan yang lainnya karena dinilai merusak lingkungan. Pembangunan CBD juga dianggap mengganggu keamanan dan kenyamanan aktivitas Bandara Polonia. Pasalnya, jarak proyek CBD hanya 150 meter dari landasan pacu dari […]

expand_less