Selasa, 21 Jul 2026
light_mode

Pemkab Tapteng Siapkan Peralatan Antisipasi Kecelakaan

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Kamis, 21 Mei 2015
  • print Cetak

 

Pandan – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Pemkab Tapteng), melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), telah menyiapkan berbagai peralatan guna mengantisipasi bencana atau kecelakaan yang mungkin terjadi di berbagai lokasi objek wisata di Tapteng. Peralatan yang disediakan guna memberikan kenyamanan dan keamanan kepada para wisatawan. Di beberapa objek wisata yang kita miliki, seperti Pantai Bosur, Pantai Pandan, Pantai Bumi Asih, Pantai Kalangan dan Air Terjun Sihobuk, kita telah menyiapkan berbagai perlengkapan dan petugas guna mengantisipasi bencana atau kecelakaan yang mungkin menimpa wisatawan. Misalnya seperti jaring pembatas di objek wisata Pantai Bosur, Pantai Bumi Asih dan Pantai Kalangan, dek pembatas serta petugas khusus di Air Terjun Sihobuk maupun upaya-upaya lainnya.

"Walau hal itu tidak akan mampu menjamin keselamatan wisatawan seratus persen, karena musibah adalah kuasa Tuhan, namun kita harapkan langkah itu bisa mengurangi resiko," ujar Kadis Parbud Tapteng, H Sapwan Pohan SE saat dikonfirmasi MedanBisnis melalui Kabid Pengembangan Destinasi Wisata, Rahmad Jambak S STP, Selasa (19/5) terkait tragedi ombak besar yang mengakibatkan 9 orang meninggal di lokasi wisata Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Minggu (17/5).

Dikatakan, selain itu, pihaknya juga memberikan aturan tentang kelengkapan peralatan pelampung sesuai daya tampung maksimal kepada kapal-kapal pariwisata yang ada, sekaligus memberikan pelatihan pertolongan pertama bagi para pengemudi kapal.

Disebutkan, seluruh kapal pariwisata yang ada diwajibkan untuk memiliki pelampung sesuai dengan daya tampung maksimal. Misalnya daya tampungnya 12 orang, pelampung harus ada minimal 12 unit. Selain itu, ditegaskan kepada pengemudi dan pemilik kapal pariwisata untuk tidak membawa penumpang yang tidak bisa berenang, apalagi bagi wisatawan yang ingin mencoba menyelam.

"Kita juga memberikan pelatihan tentang upaya pertolongan pertama pada kecelakaan, melarang untuk membawa penumpang jika kondisi tidak bersahabat dan upaya-upaya lainnya. Sementara di lokasi wisata pantai, kita juga telah memberikan bimbingan kepada para pelaku usaha di sekitar itu untuk memberikan anjuran kepada para pengunjung supaya mengawasi anak-anaknya ketika sedang berenang," terangnya.

Terkait resiko munculnya ombak besar yang tiba-tiba menerjang pantai di lokasi objek wisata yang ada di Tapteng, Rahmad menyatakan bahwa kemungkinan hal itu sangat kecil terjadi di Tapteng, khususnya di lokasi wisata Pantai Bosur, Pantai Kalangan, Pantai Bumi Asih dan Pantai Pandan, mengingat lokasi tersebut berada di teluk yang notabene ombaknya kecil dan tenang.

"Kalau di sekitar Pandan, mungkin kondisi seperti di Pantai Cermin sulit terjadi, karena perairan ini adalah teluk yang dilindungi oleh pulau-pulau, sehingga ombaknya tidak terlalu besar. Tapi kalau untuk di Pantai Binasi, Kedai Gedang, Pantai Kahona Barus yang berada di perairan lepas, musibah itu bisa saja terjadi. Makanya kita selalu mewanti-wanti para pelaku usaha di sekitar itu untuk segera mencegah para wisatawan untuk berenang jika kondisi cuaca atau ombak sedang tidak bersahabat. Kita berharap, musibah yang terjadi di Pantai Cermin, tidak akan pernah melanda objek wisata di Tapteng," harapnya.

Sumber : medanbisnis

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • MARSIDAO-DAO (episode 25)

    MARSIDAO-DAO (episode 25)

    • calendar_month Rabu, 1 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Nanisuratkon : Dahlan Batubara   Si Pikek dohot Si Rahim doma donganna modom i bilik podoman i. Ipamanat-manatisa tompa ni pinomparna na ostang mungkor tando sinok ni modomna. Anggo ia ngada pe ra tarpodom, na pupu taringot tu mandiang alaklaina, amang ni daganakna, dompak mangolu namodom iambirang nia, tai sannari ngada be. Si […]

  • Sidang Bupati Nias ditunda

    Sidang Bupati Nias ditunda

    • calendar_month Selasa, 17 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Sidang Tipikor (Tindak Pidana Korupsi) Bupati Nias Binahati Benediktus Baeha ditunda hingga Minggu depan. Rencanya persidangan Tipikor pertama kali di Pengadilan Negeri (PN) Medan ini diselenggarakan pada Senin (16/5) hari ini. Tetapi dikarenakan keputusan pemerintah yang menetapkan hari ini sebagai hari libur bersama, maka persidangan ditunda. Kepala Humas PN, Johny Sitohang sampai saat […]

  • Saipullah Infakkan Sebagian Hartanya untuk Bangun Masjid Nurul Haromain Puncak Barokah

    Saipullah Infakkan Sebagian Hartanya untuk Bangun Masjid Nurul Haromain Puncak Barokah

    • calendar_month Minggu, 20 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      BUKITMALINTANG (Mandailing Online) – Tokoh masyarakat Mandailing Natal (Madina) yang sukses berkarier di tingkat nasional, H. Saipullah Nasution, SH, MM menginfakkan sebagian hartanya untuk pembangunan Masjid Nurul Haromain di kawasan pengajian Puncak Barokah, Kecamatan Bukitmalintang, Madina. Infak dari Saipullah itu diserahkan langsung kepada pemilik kawasan Puncak Barokah, H. Salman Ahmad Nasution saat Saipullah menghadiri […]

  • Disporkap Madina adakan Sosialisasi Seni Adat dan Budaya

    Disporkap Madina adakan Sosialisasi Seni Adat dan Budaya

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kab.Mandailing Natal, Senin (15/12) menggelar  Seminar Seni Adat dan Budaya  di Hotel Madina Sejahtera Panyabungan, terlihat para pelajar dalam seminar ini sangat antusias mendengarkan materi dari para tutor. (hol)

  • Lubuk Larangan Aek Pohon Dibuka

    Lubuk Larangan Aek Pohon Dibuka

    • calendar_month Minggu, 28 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Manndailing Online) – Lubuk larangan di Sungai Aek Pohon, Pidoli, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina) dibuka untuk halayak umum, Minggu (28/4/2013). Daya tarik lubuk larangan benar-benar selalu memikat sejak dahulu. Ratusan penduduk Madina dari berbagai penjuru kecamatan tumpah ruah di sepanjang aliran sungai dan bergerombol dalam titik-titik lubuk. Mereka membawa jala. Tetapi ada juga yang […]

  • Kekerasan Pada Anak Meningkat, Butuh Solusi Yang Tepat

    Kekerasan Pada Anak Meningkat, Butuh Solusi Yang Tepat

    • calendar_month Minggu, 10 Agt 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Hj.Nuryati Apsari, S.Hut,MM Aktivis Pemerhati Generasi Sakit hati, menjadi motif sang ayah tega menghilangkan nyawa kedua buah hatinya. Dikutip dari detikbali, 30 Juli 2025. Terungkap motif WA (24), seorang ayah di Samarinda, Kalimantan Timur, tega mencekik dua anak balitanya hingga tewas mengenaskan dikarenakan sakit hati terhadap istri yang ingin bercerai. Kapolresta Samarinda Kombes Hendri […]

expand_less