Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Salah Informasi, Warga Kepung Kantor Mapolsek Bandar Pasir Mandoge

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 13 Des 2010
  • print Cetak


Kisaran, Ratusan massa mengepung Mapolsek Bandar Pasir Mandoge Polres Asahan, Jumat (10/12) pukul 23.00 WIB hingga siang hari, setelah warga salah mendapat informasi pemuda L Silalahi (19) yang dibekuk petugas karena dituduh sebagai penulis judi Togel KIM, tewas terjatuh ke dalam jurang.

Padahal, pemuda yang baru lulusa SMK itu selamat, meskipun masuk ke dalam jurang sedalam 50 meter yang dialiri air sungai dengan cara berenang dan saat ini berada di rumah keluarganya.

Informasi diperoleh, pada malam itu, petugas menangkap seorang warga yang berada di lokasi biliar dengan tuduhan sebagai penulis Togel dan pada malam itu juga tersangka langsung digelandang ke Mapolsek dengan menggunakan sepeda motor. Tersangka diminta untuk mengemudikan sepeda motornya dan membonceng seorang petugas, seorang petugas lagi mengiringi dengan sepeda motor lain.

Tanpa diketahui sebab yang pasti, tepat di jembatan Sungai Silau, sepeda motor yang dikendarai itu terjun ke jurang sedalam 50 meter. Petugas yang dibonceng ikut masuk ke dalam jurang dan selamat, karena tidak sampai ke dasar dan tersangkut di semak-semak begitu juga dengan sepeda motor.

L Silalahi tidak ditemukan, hingga warga menduga pemuda itu tewas dan terbawa arus. Kabar dari mulut ke mulut itu sampai ke telinga warga, pemuda yang dibawa petugas itu tewas, hingga akhirnya memicu kemarahan warga.

Malam itu juga Mapolsek Bandar Pulau menjadi tumpuan warga, guna meminta pertanggungjawaban pihak kepolisian yang dinilai mereka main tangkap tanpa prosedur. Kondisi itu memaksa petugas Polres Asahan dan juga Satuan Brimob dari Pematangsiantar turun ke lokasi begitu juga personil TNI untuk mengamankan kepanikan itu.

Pada siang hari Bupati Asahan Drs. H. Taufan Gama Simatupang, M. AP turut hadir guna menenangkan massa. Memang sepeda motor yang ditumpangi pemuda itu bersama petugas kepolisian terjun ke jurang. Tetapi L. Silalahi yang disebut-sebut tewas, selamat.

Pengakuan itu disampaikan pihak keluarga Repang (52), pada malam itu L. Silalahi datang ke rumahnya dalam keadaan luka-luka dan basah kuyup. Tanpa mengetahui persoalan yang menimpanya, Repang hanya mendengar pengakuan L. Silalahi yang mengatakan, baru pulang dari mancing lalu kecebur ke dalam sungai. “Saya tanya, tercebur ke dalam sungai,” ungkap Repang yang ditemui wartawan, sembari mengatakan, kabar tewasnya keluarganya itu tidak benar.

Setelah mendengar pengakuan dari pihak keluarga di hadapan Bupati, Kapolres serta Danyon 126/KC, akhirnya warga secara berangsur-angsur membubarkan diri dari Mapolsek dan situasi kembali berjalan seperti biasa. (aln)
Sumber : Analisa

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Camp Sorik Mas mining

    Camp Sorik Mas mining

    • calendar_month Minggu, 15 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Aksi pembakaran camp PT Sorikmas Mining di perbukitan Sambung, Kecamatan Naga Juang, Mandailing Natal (Madina), Sabtu (7/7) lalu, diduga dilakukan para penambang emas tanpa Izin (PETI). Meski tak ada korban jiwa dalam insiden ini, sekitar 130-an karyawan PTSM, termasuk karyawan kontraktor pengeboran berhasil dievakuasi dan terhindar dari bahaya. Namun, aset perusahaan bernilai ratusan milyar rupiah […]

  • Bupati Madina Bantah Pemotongan 7 % Dana Proyek

    Bupati Madina Bantah Pemotongan 7 % Dana Proyek

    • calendar_month Selasa, 4 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (MO) – Bupati Mandailing Natal Hidayat Batubara menyatakan bahwa tidak ada pemotongan 7 persen dari total dana pelaksanaan proyek fisik di Dinas PU yang dibayarkan lewat Kabid Perbendaharaan Dinas Keuangan, Sahri Ahmad KDT Harahap. “Itu tidak benar, saya rasa banyak orang yang tidak suka kepada Kabid Perbendaharaan (Ahmad Sari KDT red),” kata bupati melalui […]

  • Batahan Tutup Pintu Negosiasi Dengan PT Palmaris

    Batahan Tutup Pintu Negosiasi Dengan PT Palmaris

    • calendar_month Jumat, 1 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebanyak 6 desa di Kecamatan Batahan, Mandailing Natal (Madina) menutup pintu bagi negosiasi dengan PT. Palmaris Raya. Mereka juga mendesak Pemkab Madina menjalankan rekomendasi PT. Palmaris agar pihak perusahaan sawit itu berhenti mendekati warga. Sikap 6 desa ini tertuang dalam notulen rapat pertemuan antara warga dengan manajemen perusahaan yang difasilitasi Muspika […]

  • LP segera miliki ‘bilik cinta’

    LP segera miliki ‘bilik cinta’

    • calendar_month Sabtu, 25 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BANJARMASIN – Kementerian Hukum dan HAM sedang mengkaji kemungkinan membangun “bilik cinta” di setiap Lembaga Pemasyarakatan sebagai tempat pertemuan suami-istri narapidana atau tahanan. Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indraya di Banjarmasin mengatakan, pengadaan ruang “bilik cinta” memang sangat penting, namun demikian harus dilakukan pembahasan serius untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. “Pak Menteri sangat […]

  • Padi Varietas IF16, Menghasilkan 12 Ton/Ha

    Padi Varietas IF16, Menghasilkan 12 Ton/Ha

    • calendar_month Sabtu, 28 Sep 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Petani di Mandailing Natal (Madina) bisa bergembira. Saat ini sudah ada varietas padi yang mampu menghasilkan gabah 12 ton per hektar. Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI) yang memperkenalkan varietas padi unggul IF (Indonesian Farmers) 16. AB2TI adalah asosiasi yang didirikan petani. Selain disebut tahan hama penyakit seperti wereng batang cokelat, penggerak […]

  • Poken Bante

    Poken Bante

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan : Dahlan Batubara Poken bante itu bahasa Mandailing. Jika di Indonesiakan berarti pasar daging. Poken (pasar), bante (daging). Belum diperoleh penjelasan mengapa bukan juhut (daging), mangapa harus bante. Sebab, orang Mandailing lebih sering menyebut juhut ketimbang bante dalam membahasakan daging. Misalnya : juhut ni orbo, juhut ni lombu, juhut ni ambeng, juhut ni manuk, […]

expand_less