Kamis, 22 Okt 2026
light_mode

Dahlan Hasan, Mendengar dan Berbuat Bagi Perubahan (bagian 1)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 15 Sep 2015
  • print Cetak

Menghadapi perubahan bukanlah hal mudah. Proses adaptasi membutuhkan setiap orang dalam organisasi untuk membangun pola pikir dan kebiasaan berbeda, dan hal itu menuntut upaya keras untuk keluar dari zona kebiasaan yang nyaman menuju sebuah ketidakpastian. Yang namanya ketidakpastian, bagi sebagian orang sangatlah menantang, namun bagi sebagian yang lain justru menjadi masalah.

Proses adaptasi yang menjadi masalah bagi sebagian orang, berpotensi menimbulkan keluhan. Seperti kita ketahui bersama bahwa keluhan seringkali membuat orang tidak produktif, dan jika keluhan beberapa orang menjadi sebuah forum ‘kesamaan nasib’, maka justru menjurus pada kontra produktif. Bukannya membuat langkah maju, justru akan menjadi alasan dan pembenaran untuk kembali ke cara lama.

Menghadapi kondisi ini, seorang pemimpin bisa saja melihat dari atas dan menurunkan perintah-perintah langsung untuk diikuti. Namun cara tersebut hanya akan menghasilkan perubahan positif sesaat, dan akan segera kembali ke asal. Proses adaptasi sebuah organisasi membutuhkan gerak bersama, baik pemimpin maupun tim di bawahnya. Proses gerak bersama akan kuat jika didasari kesadaran penuh akan pentingnya adaptasi yang dilakukan. Meraih kesadaran bukan sebuah hasil instan dari turunnya perintah, melainkan proses dalam memahami esensi dari sebuah langkah kedepan.

Salah satu bagian dari proses tersebut adalah sebuah kegalauan yang keluar dalam bentuk perasaan tak aman, dan kadang keluhan. Di sinilah titik kritis terjadi. Jika tak mampu diakomodir akan menjadi kontra produktif. Jika keluhan tersebut difasilitasi dengan baik, pintu pikiran untuk memahami hal baru dapat terbuka.

Di sinilah pentingnya seorang pemimpin menjadi pendengar yang baik bagi anggota timnya. Hindari pandangan bahwa masyarakat atau anggota tim yang mengeluh adalah sosok-sosok malas dan tak bisa diandalkan. Keluhan tersebut wajar, dan justru menjadi bukti bahwa ia sudah mulai meninggalkan zona nyamannya menuju area ketidakpastian. Bukankah itu sudah merupakan langkah maju dalam adaptasi terhadap perubahan?

Ahli-ahli kepemimpinan, management dan motivator di dunia juga sudah mengingatkan pentingnya komunikasi ini. Stephen Covey, penulis buku, “The 7 Habits of Highly Effective People,” mengatakan bahwa, komunikasi adalah ‘skill’ terpenting dalam hidup kita. Hal senada juga disampaikan oleh Zig Ziglar, 85 % kesuksesan tergantung kepada ‘relational atau interpersonal skill’: yakni seberapa pandai kita ‘mengenal’ orang lain dan berinteraksi dengan mereka. Sementara itu, Thomas Faranda mengatakan,”Tidak ada yang lebih penting bagi seorang pemimpin ketimbang kemampuan berkomunikasi secara efektif.”

Komunikasi yang efektif itu akan terjadi ketika seseorang berhasil memperoleh pemahaman yang sesuai (diharapkan), menstimulasi orang lain untuk melakukan sebuah tindakan dan mendorong orang untuk berpikir dengan cara yang berbeda. Hal inilah yang coba diupayakan oleh Bapak Dahlan Hasan Nasution dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai Kepala Daerah. Beliau tidak puas hanya mendengarkan laporan yang disampaikan oleh bawahannya, melainkan setahap demi setahap mulai terjun ke masyarakat untuk melihat kebenaran yang disampaikan oleh bawahannya selama ini. Inilah suatu bukti yang coba dihadirkan oleh seorang Bapak Dahlan Hasan Nasution yang anti kemapanan, yang tidak nyaman dengan sesuatu yang telah ada, dan ingin selalu membuat suatu terobosan baru. Kepemimpinannya diuji disini dan terbukti dia mampu menghadirkan situasi dan kondisi yang berbeda atas temuannya dilapangan ketika dia berdialektika dengan masyarakat tentang plus minus pembangunan yang dirancangnya selama ini.

Tentu saja ini sesuatu yang signifikan dan positif untuk bahan kajian pembangunan karena memang harus diakui semua pembangunan yang dilaksanakan ujungnya adalah penciptaan kesejahteraan masyarakat. Gencarnya beliau turun kelapangan harus dimaknai sebagai suatu pertanggungjawaban kinerja yang tentunya tidaklah semata dipertanggungjawabkan kepada masyarakat yang dipimpinnya, namun lebih dari itu hal ini merupakan pertanggungjawaban yang paling khakiki sebagai pemimpin atas kepemimpinannya dihadapan zat yang maha esa. Inilah esensi dari akuntabiltas yang sesungguhnya dan lagi-lagi Dahlan Hasan Nasution membuktikan kepada khalayak bahwa pertanggungjawaban yang paling berat selalu menjadi prioritasnya. Beliau hadir ditengah masyarakat kendatipun hujanan fitnah dan pembunuhan karakter mengelilinginya. Beliau tidak ambil pusing dengan semua tuduhan itu karena baginya mengabdi bagi masyarakat adalah ibadah.

Komunikasi akan bisa terwujud dengan baik apabila seorang pemimpin bisa mengetahui kondisi riil masyarakat, yaitu dengan cara berbaur dan terbuka dengan rakyatnya. Untuk mengetahui perbandingan sebagai bahan evaluasi ke depan, dan tidak hanya duduk sembari menunggu laporan yang disampaikan bawahan. Bapak Dahlan Hasan Nasution adalah seorang pemimpin yang terbuka bagi siapa saja dan tak sungkan turun ke tengah-tengah masyarakat marginal. Beliau turun ke masyarakat untuk mendengarkan kegalauan dan jeritan hati masyarakat dengan sungguh-sungguh dan bukan sekedar pura-pura mendengar. “Lips Service” tidak pernah ada dalam kamus pengabdiannya sebagai birokrat yang matang. Beliau mendengar dan menerima setiap masukan dan keluhan dengan terbuka tanpa justifikasi apalagi apologi seperti yang selama ini kerap dijadikan sebagai “senjata” untuk membunuh karakternya perlahan lahan.

Mendengar aspirasi masyarakat dengan terjun langsung ke tengah-tengah masyarakat adalah merupakan suatu bentuk pencarian solusi dalam memperbaiki Mandailing Natal ke depan. Ini bukan pencitraan karena pencitraan amat sarat dengan pesan-pesan kepentingan. Sebagaimana yang diketahui bahwa setiap permasalahan mempunyai solusi, setiap solusi harus sesuai dengan permasalahan (problem solving). Tidak ada artinya sebuah solusi jika tidak mengetahui persoalan yang sebenarnya, sebab cenderung akan melahirkan solusi kontra aspirasi. Karena selama ini, beberapa kali timbul solusi yang tidak sesuai dengan aspirasi serta persoalannya. Oleh karena itu, untuk menghindari kejadian yang sama disebabkan oleh oknum-oknum tertentu, Dahlan Hasan Nasution langsung pasang badan bertemu dengan masyarakat dan berbaur serta bercengkrama sehingga kondisi di masyarakat yang sebenarnya dapat dicari solusi terbaiknya.

Kenapa ini penting? Setidaknya beliau mengetahui persoalan yang sedang dialami dan dihadapi rakyatnya. Karena itulah seorang Dahlan Hasan Nasution bisa disebut sebagai pemimpin yang merakyat. Penting baginya untuk menyempatkan diri mengunjungi desa-desa terpencil, tertinggal, terisolir, terpinggirkan, terbelakang dan lain-lain disela tugas-tugas penting lainnya. Meskipun tidak banyak yang mengetahui tentang hal ini, baginya ini bukanlah persoalan. Baginya ini sekali lagi adalah ibadah. Baginya ini adalah pengabdian. Baginya ini adalah tanggungjawab. Beliau seakan terkesan tidak pernah mempublikasikan kegiatannya karena ini baginya bukanlah ajang mencari popularitas semata. Karena disadari “berbuat” menurutnya adalah pengabdian tanpa henti. (bersambung)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kesehatan Gratis Mulai Bergulir Di Madina

    Kesehatan Gratis Mulai Bergulir Di Madina

    • calendar_month Rabu, 15 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Kebijakan kesehatan gratis mulai bergulir di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), berdasar visi misi Hidayat-Dahlan. Kebijakan ditekankan di rumah sakit dan puskesmas serta klinik malaria. “Di Rumah Sakit Umum Panyabungan dan RSU Natal, jenis yang digratiskan antara lain akomodasi rawat inap pada klas III, konsultasi, operasi kecil dan sedang. Untuk jenis pelayanan rawat […]

  • Demo Anggota Rimbo Tuo Dinilai Anarkis. PT TBS: Kami Rugi Besar

    Demo Anggota Rimbo Tuo Dinilai Anarkis. PT TBS: Kami Rugi Besar

    • calendar_month Rabu, 31 Jul 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LINGGA BAYU (Mandailing Online) – Dilatari permasalahan lahan antara  Koperasi Rimbo Tuo Kelurahan Tapus, Kecamatan Lingga Bayu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dengan PT Tri Bahtera Srikandi (TBS), anggota koperasi dan warga Tapus mengadakan aksi  ke PT TBS, Selasa (30/7/2024) yang berujung anarkis. Dalam surat pemberitahuan yang dilayangkan Koperasi Rimbo Tuo bernomor 028/KRT-KLTP/VII/2024 ke Polres Madina, […]

  • Pungli di Jalur Natal-Panyabungan Sirna, Supir Mampu Berhemat 25.000

    Pungli di Jalur Natal-Panyabungan Sirna, Supir Mampu Berhemat 25.000

    • calendar_month Kamis, 3 Nov 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sejak kampanye anti pungli digulirkan Presiden Jokowi, supir truk di wilayah Mandailing Natal telah mampu menghemat uang. Sejumlah supir truk mengaku, mereka sudah mampu menghemat sekitar 25.000 rupiah dalam rentang perjalanan dari kawasan Pantai Barat hingga kawasan Panyabungan. Pemungut-pemungut uang berpakaian petugas di sejumlah titik antara kawasan Pantai Barat hingga kota […]

  • Pemkab Berikan Bantuan Bibit untuk Dua Poktan di Manyabar

    Pemkab Berikan Bantuan Bibit untuk Dua Poktan di Manyabar

    • calendar_month Kamis, 1 Des 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    MANYABAR (Mandailing Online) – Dua kelompok Tani Desa Manyabar Jae, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mendapatkan bantuan bibit cabai, padi, jagung mulsa dan juga pupuk, dari Dinas Pertanian, Kamis (1/12/2022). Bantuan ini langsung diserahkan oleh Bupati HM Jafar Sukhairi didampingi Ketua DPRD Madina Erwin Efendi Lubis, dan Kadis Pertanian Siar Nasution. Bupati Madina HM […]

  • Begini Awalnya Dubes Paraguay Tertarik Islam

    Begini Awalnya Dubes Paraguay Tertarik Islam

    • calendar_month Sabtu, 28 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    JAKARTA, – Hidayah adalah rahasia Allah, tidak ada yang bisa menghalang-halanginya. Setidaknya itulah yang diyakini setiap umat Islam. Hidayah inilah yang dirasakan Duta Besar Republik Paraguay untuk lima negara ASEAN, Cecar Estebon Grillion setelah resmi menjadi muallaf ketika mengucapkan dua kalimat syahadat usai Sholat Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (27/9). Ia mengungkapkan, Islam itu […]

  • IDENTITAS MANDAILING DALAM TIGA LUKISAN BATARA LUBIS

    IDENTITAS MANDAILING DALAM TIGA LUKISAN BATARA LUBIS

    • calendar_month Kamis, 5 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Oleh: Bosman Batubara Sebenarnya saya sudah lama mendengar nama pelukis satu ini. Saya tahu nama Batara Lubis sebab ia adalah pelukis dari Mandailing yang mendapat tempat dalam perbincangan seni lukis di Indonesia. Meskipun saya tertarik untuk mengenalnya lebih jauh, tetapi selama ini saya belum pernah sama sekali menyermati karayanya. Persentuhan saya dengan seni yang sangat […]

expand_less