Sabtu, 13 Jun 2026
light_mode

Dahlan Hasan, Mendengar dan Berbuat Bagi Perubahan (bagian 1)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 15 Sep 2015
  • print Cetak

Menghadapi perubahan bukanlah hal mudah. Proses adaptasi membutuhkan setiap orang dalam organisasi untuk membangun pola pikir dan kebiasaan berbeda, dan hal itu menuntut upaya keras untuk keluar dari zona kebiasaan yang nyaman menuju sebuah ketidakpastian. Yang namanya ketidakpastian, bagi sebagian orang sangatlah menantang, namun bagi sebagian yang lain justru menjadi masalah.

Proses adaptasi yang menjadi masalah bagi sebagian orang, berpotensi menimbulkan keluhan. Seperti kita ketahui bersama bahwa keluhan seringkali membuat orang tidak produktif, dan jika keluhan beberapa orang menjadi sebuah forum ‘kesamaan nasib’, maka justru menjurus pada kontra produktif. Bukannya membuat langkah maju, justru akan menjadi alasan dan pembenaran untuk kembali ke cara lama.

Menghadapi kondisi ini, seorang pemimpin bisa saja melihat dari atas dan menurunkan perintah-perintah langsung untuk diikuti. Namun cara tersebut hanya akan menghasilkan perubahan positif sesaat, dan akan segera kembali ke asal. Proses adaptasi sebuah organisasi membutuhkan gerak bersama, baik pemimpin maupun tim di bawahnya. Proses gerak bersama akan kuat jika didasari kesadaran penuh akan pentingnya adaptasi yang dilakukan. Meraih kesadaran bukan sebuah hasil instan dari turunnya perintah, melainkan proses dalam memahami esensi dari sebuah langkah kedepan.

Salah satu bagian dari proses tersebut adalah sebuah kegalauan yang keluar dalam bentuk perasaan tak aman, dan kadang keluhan. Di sinilah titik kritis terjadi. Jika tak mampu diakomodir akan menjadi kontra produktif. Jika keluhan tersebut difasilitasi dengan baik, pintu pikiran untuk memahami hal baru dapat terbuka.

Di sinilah pentingnya seorang pemimpin menjadi pendengar yang baik bagi anggota timnya. Hindari pandangan bahwa masyarakat atau anggota tim yang mengeluh adalah sosok-sosok malas dan tak bisa diandalkan. Keluhan tersebut wajar, dan justru menjadi bukti bahwa ia sudah mulai meninggalkan zona nyamannya menuju area ketidakpastian. Bukankah itu sudah merupakan langkah maju dalam adaptasi terhadap perubahan?

Ahli-ahli kepemimpinan, management dan motivator di dunia juga sudah mengingatkan pentingnya komunikasi ini. Stephen Covey, penulis buku, “The 7 Habits of Highly Effective People,” mengatakan bahwa, komunikasi adalah ‘skill’ terpenting dalam hidup kita. Hal senada juga disampaikan oleh Zig Ziglar, 85 % kesuksesan tergantung kepada ‘relational atau interpersonal skill’: yakni seberapa pandai kita ‘mengenal’ orang lain dan berinteraksi dengan mereka. Sementara itu, Thomas Faranda mengatakan,”Tidak ada yang lebih penting bagi seorang pemimpin ketimbang kemampuan berkomunikasi secara efektif.”

Komunikasi yang efektif itu akan terjadi ketika seseorang berhasil memperoleh pemahaman yang sesuai (diharapkan), menstimulasi orang lain untuk melakukan sebuah tindakan dan mendorong orang untuk berpikir dengan cara yang berbeda. Hal inilah yang coba diupayakan oleh Bapak Dahlan Hasan Nasution dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai Kepala Daerah. Beliau tidak puas hanya mendengarkan laporan yang disampaikan oleh bawahannya, melainkan setahap demi setahap mulai terjun ke masyarakat untuk melihat kebenaran yang disampaikan oleh bawahannya selama ini. Inilah suatu bukti yang coba dihadirkan oleh seorang Bapak Dahlan Hasan Nasution yang anti kemapanan, yang tidak nyaman dengan sesuatu yang telah ada, dan ingin selalu membuat suatu terobosan baru. Kepemimpinannya diuji disini dan terbukti dia mampu menghadirkan situasi dan kondisi yang berbeda atas temuannya dilapangan ketika dia berdialektika dengan masyarakat tentang plus minus pembangunan yang dirancangnya selama ini.

Tentu saja ini sesuatu yang signifikan dan positif untuk bahan kajian pembangunan karena memang harus diakui semua pembangunan yang dilaksanakan ujungnya adalah penciptaan kesejahteraan masyarakat. Gencarnya beliau turun kelapangan harus dimaknai sebagai suatu pertanggungjawaban kinerja yang tentunya tidaklah semata dipertanggungjawabkan kepada masyarakat yang dipimpinnya, namun lebih dari itu hal ini merupakan pertanggungjawaban yang paling khakiki sebagai pemimpin atas kepemimpinannya dihadapan zat yang maha esa. Inilah esensi dari akuntabiltas yang sesungguhnya dan lagi-lagi Dahlan Hasan Nasution membuktikan kepada khalayak bahwa pertanggungjawaban yang paling berat selalu menjadi prioritasnya. Beliau hadir ditengah masyarakat kendatipun hujanan fitnah dan pembunuhan karakter mengelilinginya. Beliau tidak ambil pusing dengan semua tuduhan itu karena baginya mengabdi bagi masyarakat adalah ibadah.

Komunikasi akan bisa terwujud dengan baik apabila seorang pemimpin bisa mengetahui kondisi riil masyarakat, yaitu dengan cara berbaur dan terbuka dengan rakyatnya. Untuk mengetahui perbandingan sebagai bahan evaluasi ke depan, dan tidak hanya duduk sembari menunggu laporan yang disampaikan bawahan. Bapak Dahlan Hasan Nasution adalah seorang pemimpin yang terbuka bagi siapa saja dan tak sungkan turun ke tengah-tengah masyarakat marginal. Beliau turun ke masyarakat untuk mendengarkan kegalauan dan jeritan hati masyarakat dengan sungguh-sungguh dan bukan sekedar pura-pura mendengar. “Lips Service” tidak pernah ada dalam kamus pengabdiannya sebagai birokrat yang matang. Beliau mendengar dan menerima setiap masukan dan keluhan dengan terbuka tanpa justifikasi apalagi apologi seperti yang selama ini kerap dijadikan sebagai “senjata” untuk membunuh karakternya perlahan lahan.

Mendengar aspirasi masyarakat dengan terjun langsung ke tengah-tengah masyarakat adalah merupakan suatu bentuk pencarian solusi dalam memperbaiki Mandailing Natal ke depan. Ini bukan pencitraan karena pencitraan amat sarat dengan pesan-pesan kepentingan. Sebagaimana yang diketahui bahwa setiap permasalahan mempunyai solusi, setiap solusi harus sesuai dengan permasalahan (problem solving). Tidak ada artinya sebuah solusi jika tidak mengetahui persoalan yang sebenarnya, sebab cenderung akan melahirkan solusi kontra aspirasi. Karena selama ini, beberapa kali timbul solusi yang tidak sesuai dengan aspirasi serta persoalannya. Oleh karena itu, untuk menghindari kejadian yang sama disebabkan oleh oknum-oknum tertentu, Dahlan Hasan Nasution langsung pasang badan bertemu dengan masyarakat dan berbaur serta bercengkrama sehingga kondisi di masyarakat yang sebenarnya dapat dicari solusi terbaiknya.

Kenapa ini penting? Setidaknya beliau mengetahui persoalan yang sedang dialami dan dihadapi rakyatnya. Karena itulah seorang Dahlan Hasan Nasution bisa disebut sebagai pemimpin yang merakyat. Penting baginya untuk menyempatkan diri mengunjungi desa-desa terpencil, tertinggal, terisolir, terpinggirkan, terbelakang dan lain-lain disela tugas-tugas penting lainnya. Meskipun tidak banyak yang mengetahui tentang hal ini, baginya ini bukanlah persoalan. Baginya ini sekali lagi adalah ibadah. Baginya ini adalah pengabdian. Baginya ini adalah tanggungjawab. Beliau seakan terkesan tidak pernah mempublikasikan kegiatannya karena ini baginya bukanlah ajang mencari popularitas semata. Karena disadari “berbuat” menurutnya adalah pengabdian tanpa henti. (bersambung)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa Desak Kejatisu Tetapkan Tersangka Kasus Taman Raja Batu

    Mahasiswa Desak Kejatisu Tetapkan Tersangka Kasus Taman Raja Batu

    • calendar_month Kamis, 4 Jul 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Rahman Simanjuntak saat melakukan orasi di depan kantor Kejatisu, Kamis (4/7). (foto : Ima Tabagsel)   MEDAN (Mandailing Online) : Mahasiswa kembali berunjukrasa di Kejatisu, menuntut penetapan nama-nama tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan Taman Raja Batu dan Tapian Sirisiri di Madina. Unjukrasa dengan massa sekitar 600 orang itu dimotori Ikatan Mahasiswa Tapanuli Bagian Selatan (Ima […]

  • Nelayan Madina Ditangkap, Arsidin Batubara: Saatnya Tim Hukum Pemkab Bekerja

    Nelayan Madina Ditangkap, Arsidin Batubara: Saatnya Tim Hukum Pemkab Bekerja

    • calendar_month Minggu, 10 Okt 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kabar penangkapan 16 nelayan asal Madina oleh tim razia gabungan DKP Sumatera Barat (Sumbar) di kawasan Teluk Ilalang, Batahan pada Sabtu (9/10) kemarin menjadi perbincangan di tengah-tengah masyarakat. Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Madina Arsidin Batubara yang dihubungi Mandailing Online pada Minggu (10/10) meminta tim hukum Pemkab Madina bekerja dalam kasus […]

  • Merah Putih Berkibar di Puncak Sorik Marapi

    Merah Putih Berkibar di Puncak Sorik Marapi

    • calendar_month Senin, 19 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Untuk memperingati dan merayakan HUT ke- 68 Kemerdekaan Republik Indonesia sejumlah organisasi di Kabupaten Mandailing Natal yang tergabung dalam Tim Ekspedisi Merah Putih mengibarkan bendera merah putih berukuran 3 x 5 meter di Puncak Gunung Sorik Marapi Desa Sibanggor Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Madina.

  • Optimalisasi Dana Desa Madina: Dari Alokasi Konsumtif ke Investasi Produktif

    Optimalisasi Dana Desa Madina: Dari Alokasi Konsumtif ke Investasi Produktif

    • calendar_month Senin, 28 Jul 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Irwan Daulay Pemerhati Pembangunan Daerah   Sudah lebih dari satu dekade Dana Desa mengalir ke seluruh pelosok Nusantara. Namun, di banyak daerah, manfaatnya masih jauh dari optimal. Alih-alih menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi desa, Dana Desa lebih sering habis untuk kegiatan seremonial, upah proyek infrastruktur kecil, atau bahkan menjadi bancakan mafia proyek desa. Waktunya […]

  • Tahun 2024, Madina Kebanjiran Anggaran Pembangunan Dari Pusat

    Tahun 2024, Madina Kebanjiran Anggaran Pembangunan Dari Pusat

    • calendar_month Jumat, 25 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Jakarta ( Mandailing Online )- Dinas PUPR Mandailing Natal( Madina ) tahun 2024 kembali dapat sokongan anggaran senilai 28,6 miliar sumber Dana Alokasi Khusus ( DAK ) tahun 2024. Dana ini diperuntukkan untuk kegiatan sanitasi dan air bersih. Pj Kepala Dinas PUPR Madina Elpi Yanti Harahap Jum’at 25/8/2023 mengatakan, dana itu diperoleh setelah acara sinkronisasi […]

  • Terkait RSU Husni Thamrin di Natal.Teguh Hasahatan Minta Nakes Harus Komitmen Terhadap Tugas

    Terkait RSU Husni Thamrin di Natal.Teguh Hasahatan Minta Nakes Harus Komitmen Terhadap Tugas

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Masih ingat kejadian di RSUD Husni Thamrin di Kecamatan Natal yang belakangan viral gegara  pasien tak dapat pelayanan dari petugas medis saat hendak berobat. Hal tersebut menimbulkan spekulasi tentang diduga adanya indikasi terkait gaji yang tak dibayarkan ataupun hal lainnya yang membuat para petugas enggan bekerja secara disiplin. Dari data yang […]

expand_less