Jumat, 5 Jun 2026
light_mode

Jabatan kepala daerah jadi rebutan, satu periode minimal meraup Rp300 miliar

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 15 Des 2010
  • print Cetak


TARUTUNG : Saat ini banyak kaum muda pengusaha, birokrat murni, dan bahkan para politikus mengincar posisi menjadi kepala daerah.Umumnya mereka rela melakukan segala upaya demi mendapatkan posisi tersebut. Karena diyakini 1 periode ( 5 tahun ) masa jabatan minimal menghasilkan Rp300 miliar.

Hal ini diutarakan oleh Nelson Parapat serta Nimrod Nababan pemerhati pembangunan kabupaten Tapanuli Utara serta penasehat khusus mantan Bupati Tobasa Monang Sitorus kepada Eksposnews Senin 13 Desember 2010 di Tarutung.

Menurut mereka, hasil Rp300 miliar diperoleh dari berbagai sumber antara lain, mutasi pejabat pimpinan SKPD yang bervariasi tergantung eselon serta instansinya, banyak program kegiatan atau tidak dilakukan minimal 4 kali selama 1 periode. Fee proyek setiap tahun atau kewajiban yang tidak tertulis namun wajib diberikan besarannya bervariasi ada yang 10 hingga 20 persen dari pagu proyek, mutasi para kepala sekolah dari TK hingga SMA sederajat yang jumlahnya juga bervariasi berdasarkan jenjang sekolah serta lokasi sekolah dilakukan 4 kali selama 1 periode, SPPD yang sering tidak jelas, upeti akhir tahun dari pimpinan SKPD, adanya anggaran pendapatan belanja daerah yang diduga sengaja dibuat tumpang tindih dan tidak dilaksanakan serta banyak hal hal lainnya.

Bila penghasilan semua ini dikumpulkan, total penghasilan bersih seorang kepala daerah dalam satu periode (5 tahun ) minimal diperoleh sebesar Rp300 miliar, belum lagi termasuk tunjangan serta honorer yang jumlahnya ratusan juta rupiah, besarnya tergantung penghasilan daerah yang dipimpinnya.

Ironisnya lagi, beberapa kepala daerah ada yang sengaja membeli lahan sekaligus mendirikan bangunan rumah, namun setelah diamat-amati uang pembeli lahan serta mendirikan bangunan rumah tidak ada dari uang pribadinya melainkan dari para pimpinan SKPD, para kepala sekolah, rekanan/ kontraktor,dengan cara mengundang mereka melakukan pesta adat untuk bangunan tersebut. Umumnya mereka yang diundang memberikan sumbangan agar tetap diingat serta aman pada posisinya, dan total sumbangan yang diperoleh jumlahnya ada yang impas dan bahkan ada yang lebih dari anggaran yang dikeluarkan.

Dari pengamatan mereka, akibat ambisi untuk mengejar penghasilan miliaran rupiah tersebut, tak jarang banyak kepala daerah ( setingkat Bupati/wali kota ) terjerat hukum dan bahkan menjadi bulan-bulanannya. Namun banyak juga diantara mereka yang lolos dari jeratan tersebut, sehingga bila akhir masa jabatannya para mantan kepala daerah banyak yang menghilang dari daerah yang dipimpinnya dan sekaligus membuka usaha yang baru. Sehingga sebutan untuk membangun daerah hanyalah isapan jempol serta guraun untuk membodoh bodohi rakyat.(er)
Sumber : EksposNews

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tahanan Lapas II B Sidempuan kabur

    Tahanan Lapas II B Sidempuan kabur

    • calendar_month Rabu, 10 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PADANG SIDEMPUAN, (MO) – Seorang tahanan kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) II B Salambue, Kecamatan Padang Sidempuan Tenggara, Senin, 8 April malam. Tahanan yang diketahu bernama Agustinus Arefa itu kabur setelah menjebol asbes penjara. Pemuda yang ditahan pada 26 Maret lalu kemudian memanjat tembok dengan mengunakan tali. Agustinus kabur saat petugas Lapas minim pengawasan, karena […]

  • Percepatan Re-Operasionalisasi PT. SMGP Harus Diprioritaskan

    Percepatan Re-Operasionalisasi PT. SMGP Harus Diprioritaskan

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Perkembangan kemajuan yang berdampak langsung pada meningkatnya kebutuhan akan pasokan listrik, menjadi dasar untuk menempatkan upaya percepatan re-operasiolasasi PT. Sorik Marapi Geothermal Power (PT.SMGP) sebagai prioritas bagi pemerintah. Demikian ditegaskan Mandailing Natal (Madina) Ali Mutiara Rangkuti dalam sebuah rilis pers yang dikirim ke redaksi Mandailing Online, Sabtu (14/2015). Ali menjelaskan, […]

  • FUIB Kumpul 9 Juta Untuk Korban Bencana Madina

    FUIB Kumpul 9 Juta Untuk Korban Bencana Madina

    • calendar_month Minggu, 14 Okt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – FUIB sejauh ini berhasil mengumpul Rp9.045.000 dalam aksi pegumpulan dana untuk korban bencana di Mandailing Natal. Dana tersebut terkumpul dalam satu hari ini Ahad (14/10/2018) sejak pukul 13.00 WIB s/d 17.30 WIB di jalan raya titik Pasar Baru Panyabungan, Mandailing Natal (Madina). FUIB (Forum Umat Islam Bersatu) Kabupaten Madina itu terdiri […]

  • Pemkab Madina Serahkan Donasi Bagi Bocah Penderita Tumor Ganas

    Pemkab Madina Serahkan Donasi Bagi Bocah Penderita Tumor Ganas

    • calendar_month Rabu, 29 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Selain upaya membawa ke RSU Adam Malik, Pemkab Madina juga membantu keuangan keluarga Nur Jannah untuk meringankan beban keluarga itu selama operasi pengangkatan tumor. Donasi dari Pemkab Madina itu diserahkan Wakil Bupati, Atika Azmi Utammi di ruang kerjanya, Rabu (29/9/2021) kepada Camat Siabu mewakili orangtua Nur Jannah. Nur Jannah, bocah usia […]

  • Ketokohan dan Kepeloporan Marga Nasution Tak Diragukan Lagi

    Ketokohan dan Kepeloporan Marga Nasution Tak Diragukan Lagi

    • calendar_month Kamis, 12 Mei 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketokohan dan kepeloporan marga Nasution dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara sudah tidak diragukan lagi. Demikian disampaikan Bupati Mandailing Natal (Madina) H. M. Ja’far Sukhairi Nasution ketika menyampaikan pidato sambutan pada acara Horja Godang dan Pelantikan Pengurus DPC Khusus Ikanas di Alaman Bolak Aek Lapan, Panyabungan. “Pengabdian (marga Nasution) kepada Bumi […]

  • Dinas Perikanan Madina Takbisa Diunggulkan, Sejak 2020 Kebutuhan Ikan Mas Dipasok Dari Sumbar

    Dinas Perikanan Madina Takbisa Diunggulkan, Sejak 2020 Kebutuhan Ikan Mas Dipasok Dari Sumbar

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –Kebutuhan ikan mas di Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) ternyata masih dipasok dari daerah Sumatera Barat meski Kabupaten ini telah banyak mengeluarkan anggaran APBD untuk peningkatan produksi ikan mas. Dari hasil penelusuran  bahwa pasokan ikan mas ke Madina masih berasal dari daerah Rao, Pasaman Barat, Sumatera Barat, sejak tahun 2020 Meskipun […]

expand_less